Mahasiswa UMM

Mahasiswa UMM Teliti Manfaat Buah Kiwi Atasi Insomnia

Insomnia telah menjadi masalah umum yang dialami banyak orang. Begitupun juga yang dialami oleh Maulana Rafsanjani Miftah. Seringkali ia kesulitan tidur, padahal ia begitu lelah. Demi mengobati insomnia yang ia derita, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini akhirnya melakukan penelitian mengenai cara pengobatan insomnia melalui buah kiwi.

Maul, sapaan akrabnya, bercerita bahwa ide ini tidak sengaja ia temukan ketika sedang asik berselancar di internet. Ia menemukan beberapa artikel ilmiah mengenai cara pengobatan dan penyembuhannya. Dari situlah Maul akhirnya tahu dan penasaran bagaimana buah kiwi dapat membantu menyembuhkan insomnia. “Sayangnya, di Indonesia sendiri belum ada penelitian yang membahas tentang hal ini,” kata mahasiswa jurusan kedokteran tersebut.

Akhirnya Maul mengajak dua temannya Nabila Mufti Karis dan Chandra Ayu Kumala Sari untuk meneliti manfaat buah kiwi tersebut. Mereka mengikutsertakan ide ini dalam Program Kreativitas Mahasiswa – Penelitian (PKM-PE). Hasilnya, mereka lolos sampai ke tahap pendanaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).

Maul bercerita bahwa dirinya dan tim mengalami beberapa kendala terkait pelaksanaan penelitian. Salah satu kendalanya adalah tidak diperbolehkan untuk melakukan penelitian langsung di lapangan.

“Rencananya kami akan meneliti langsung lewat beberapa subjek yang telah kami pilih. Namun karena situasi sedang pandemi, Ditjen Dikti akhirnya mengubah beberapa aturan dalam penelitian. Akhirnya kami hanya bisa melakukan penelitian melalui beberapa jurnal luar negeri yang telah membahas topik tersebut” lanjut mahasiswa kelahiran Malang ini.

Dari penelitian yang telah dilakukan oleh Maul dan tim, dirinya menemukan bahwa mengkonsumsi dua buah kiwi sebelum tidur menghasilkan peningkatan yang signifikan pada jumlah waktu tidur seseorang. Efek ini berkaitan dengan tingginya tingkat antioksidan, flavonoid, karotenoid, dan antosianin yang ditemukan dalam kiwi.  Stres oksidatif merupakan penyebab utama dari gangguan tidur pada penderita insomnia. Beberapa zat yang ditemukan dalam buah kiwi diasumsikan dapat menurunkan stres tersebut.

“Penelitian ini telah kami selesaikan pada bulan Oktober tahun lalu. Sekarang kami tinggal menunggu proses penerimaan jurnal dari Health Science Journal of Indonesia. Kami berharap dengan penelitian yang telah kami lakukan dapat memberi edukasi baru kepada masyarakat terkait dengan manfaat buah kiwi pada penyakit insomnia” pungkas Maul di akhir sesi wawancara.

 

Sumber : Humas UMM

Perpustakaan UM Palembang

Visitasi Akreditasi Perpustakaan UM Palembang

Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) menerima visitasi dalam rangka akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi. Tim asesor dari Perpustakaan Nasional RI ini terdiri dari 3 orang yakni Drs. Supriyanto, M.Si., Drs. B. Mustafa, M.Lib., dan Anton Alfian, S.IPI., pada Jumat (22/1/2021).

Asesor tersebut disambut langsung oleh Rektor  UM Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Hj. Fatimah, S.E., M.Si., Kepala Lembaga Penjamin Mutu Dr. Asvic Helida, S.Hut., M.Sc., dan Kepala Perpustakaan Irwansyah.

Dalam sambutannya Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyebutkan bahwa Perpustakaan merupakan fasilitas penunjang yang sangat penting, karena bisa mendorong situasi akedemik yang dinamis dan kreatif. Oleh karena itu Universitas Muhammadiyah Palembang berkomitmen untuk terus mengembangkan perpustakaan supaya lebih berkembang baik dari segi SDM, layanan maupun fasilitas.

Karena Menurutnya akreditasi perpustakaan sangat penting sebagai tolak ukur kemajuan sekaligus evaluasi dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, kuantitas dan kualitas koleksi serta fasilitas yang dimiliki sehingga ke depan peran strategis perpustakaan dalam menunjang terwujudnya visi sebagai World Class University (WCU) di Universitas Muhammadiyah Palembang dapat dilakukan dengan baik.

Rektor juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Asesor Perpustakaan Nasional RI yang telah menyempatkan diri melakukan visitasi ke Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Palembang dalam rangka akreditasi perpustakaan.

“Selamat datang di Universitas Muhammadiyah Palembang dan kami sangat berterima kasih Tim Asesor sudah berkunjung langsung ke Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Palembang,” ujarnya.

Sementara tim asesor menyampaikan bahwa akreditasi ini merupakan proses pembinaan Perpustakaan Nasional dalam rangka pengembangan. Dengan terakreditasinya Perpustakaan bisa mendorong dan memberi nilai tambah dalam akreditasi program studi dan institusi. Dan diharapkan pula perpustakaan yang sudah terakreditasi dalam satu kota mampu membina dan memberikan pengembangan ke perpustakaan-perpustakaan lainnya.

 

Sumber : Humas UM Palembang

Mahasiswa UMSIDA

Mahasiswa Umsida Beri Pelatihan Digital Marketing Bagi UMKM Jamu

Jumlah pelaku usaha mikro kecil menengah ( UMKM) yang terdampak Covid-19 di kota Sidoarjo semakin meningkat. Salah satunya penjualan jamu keliling yang selama ini di jalankan oleh  Dwi Ratna Sulistiowati. Sebelumnya Dwi berjualan via Whatsapp, mengantar dari rumah ke rumah, hingga menitipkan di kantin kampus maupun rumah sakit.

Melihat kondisi ini, tim Pengabdian Masyarakat terdampak covid-19 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Abdimas Umsida) melakukan pendampingan pada UMKM Jamu ini. Tim yang beranggotakan Bayu Hari Prasojo , Nihlatul Qudus, Rizky Eka Febriansyah, Sabnatia Fanani, Rizkiyah, Fitri, serta Tiara Ramadhani.

Tim Abdimas tersebut melakukan pelatihan dan pendampingan digital marketing khususnya untuk penjualan jamu ibu Dwi. Pada Abdimas kali ini berhasil melahirkan brand baru untuk jualan jamu bu Dwi dengan sebutan “Mbok-Mbok Jamu”. Ada beberapa strategi pemasaran digital yang disampaikan dalam pelatihan dan di terapkan oleh Mbok Mbok Jamu. Pertama Search Engine Optimization (SEO) yaitu pelatihan dan pendampingan untuk mengoptimalkan web business site.  Kedua, Content Marketing yaitu pembuatan brosur online sederhana. Ketiga, Affiliate Marketing yaitu pembuatan channel youtobe dan cara mengolah vidionya. Keempat, Social Media Marketing dengan cara pengoptimalan pemasaran melalui instagram, “Setelah ke empat langkah berjalan proses selanjutnya Pengoptimalan Reseller serta pembuatan link dan QR code pada kemasan dengan tujuan meningkatkan keeratan dengan customer,” ujar Bayu Hari Prasojo selaku ketua Tim pada 17/01.

Pelatihan tersebut di lakukan melalui offline maupun online yaitu via Zoom. Kini usaha Jamu yang diajalan ibu Dwi sudah melakukan pemasaran melalui instagram mbokmbok.id serta penjualan melalui website https://pusat-jamu-beras-kencur-sidoarjo.business.site. “Tak dapat di pungkiri penjualan yang menerapkan digital marketing berdampak pada peningkatan pendapatan hingga 30%,” ujar Dwi selaku owner Mbok Mbok jamu. “Saya berharap dengan pelatihan yang diberikan tim abdimas  Umsida terkait digital marketing brand mbok mbok jamu dapat dikenal msyarakat, bisa bertahan dan berkelanjutan di masa pendemi,” tambahnya.

Adanya pelatihan seperti ini menambah ilmu baru bagi pelaku UMKM, “Kami berharap penjualan melalui digital marketing dapat diterapkan dan semakin di kembangkan karena dapat mengefisiensi waktu dan tenaga para penjual,” ungkap Bayu Hari Prasojo.

Sumber : Humas Umsida

Guru Besar UMY

Guru Besar UMY Ditunjuk Sebagai Ketua Komisi Yudisial RI Periode 2021-2023

Kamis (21/01)  tujuh nama anggota Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Periode 2021-2023 dilantik oleh Presiden Joko widodo.  Prof. Dr. Mukti Fajar ND,SH.,M.Hum, Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terpilih menjadi Ketua Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Periode 2021-2023 melalui hasil voting anggota Komisi Yudisial yang diadakan pada hari Senin 18 Januari 2021

Dihubungi oleh Humas UMY pada hari yang sama, Prof. Mukti menyampaikan motivasi dorongan untuk menjadi komisioner KY periode 2021-2023 ini adalah ingin terjun langsung ke dalam praktik dunia hukum dengan maksud untuk ikut memperbaiki, membenahi serta memberikan sumbangsih dalam sistem peradilan hukum yang ada di Indonesia.

“Ada beberapa motivasi, mengapa saya bersedia diamanahi sebagai Ketua Komisi Yudisial pada Periode 2021-2023 ini, pertama karena saya melihat adanya gap antara ilmu hukum yang saya ajarkan di kelas dengan praktik di lapangan, sehingga masih banyak hal yang belum memenuhi rasa keadilan masyarakat. Sehingga menyebabkan lembaga peradilan kurang mendapatkan kepercayaan publik,” papar Prof. Mukti yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Rektor UMY.

Selain itu juga, Prof. Mukti menjelaskan bahwa pentingnya terjun langsung untuk melihat fakta-fakta empiris permasalahan dari beberapa fenomena persoalan sistem peradilan di Indonesia. Sekaligus mencoba berkontribusi ikut menyelesaikan problematika hukum yang terjadi di Indonesia. “Ini menjadi tugas moral seorang akademisi, selain mengajarkan teori-teori di kelas atau forum akademik, juga harus terlibat dalam memberikan solusi berbagai persoalan praktik hukum yang belum ideal”. Sebagai kader Muhammadiyah Prof Mukti menegaskan “Kerja nyata ini adalah bagian dari amar ma’ruf nahi mungkar khususnya di bidang hukum untuk berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan Hukum di Indonesia,” tambahnya.

Terkait misi dalam satu periode ke depan pada Komisi Yudisial Republik Indonesia, Prof. Mukti menjelaskan bahwa tugas Ketua KY adalah menjalankan komitmen dari ke-7 komisioner Komisi Yudisial dalam dua hal yang bersifat internal dan juga eksternal.

Problem internal yang menjadi target para komisioner yang beliau pimpin adalah membenahi tatakelola organisasi melalui reformasi birokrasi agar Komisi Yudisial dapat secara optimal melayani masyarakat para pencari keadilan. Sedangkan di bidang eksternal mencoba untuk menjalin sinergi dengan Mahkamah Agung. “Kolaborasi tersebut sangat diperlukan untuk melakukan tugas pengawasan bersama, dimana Komisi Yudisial sebagai pengawas eksternal dan Mahkamah Agung pengawas internal Hakim,” demikian jelasnya. “Namun kerjasama dengan lembaga-lembaga lainnya seperti Kementrian dan DPR, khususnya Komisi III untuk berdiskusi dan membahas permasalahan hukum yang berkembang juga diperlukan, agar melahirkan ide-ide dan pencerahan sebagai strategi Komisi Yudisial dalam melaksanakan tugasnnya,” tambahnya.

Prof. Mukti pun akan berkomitmen untuk bekerja secara profesional dan tidak untuk mencari sensasional. Ia tidak ingin terbawa arus dengan para pejabat yang gemar dengan asal memberikan pendapat melalui media sosial yang memancing kontroversial sehingga membingungkan masyarakat. ”Sejak awal saya telah berkomitmen untuk bekerja secara profesional sebagai bentuk tugas moral saya sebagai akademisi hingga akhir periode jabatan saya nanti,” ungkapnya.

Sumber : Humas UMY

IMC Gandeng UMSB Adakan on Site Training Mapping Using Drone

Indonesia Mapping Comunity (IMC) Sumatera Barat bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera menggelar kegiatan “Onsite Training Mapping Using Drone” selama 4 hari di Padang, (18-21/01). Bekerja sama dengen beberapa perguruan tinggi, kegiatan ini menunjuk Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) sebagai tuan rumah. IMC juga bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi diantaranya Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Bung Hatta.

Kegiatan ini berawal dari diklat pemanfaatan drone untuk pemetaan (training mapping using drone) yang diselenggarakan oleh IMC secara online pada masa pandemi Covid-19. Diklat online tersebut melahirkan alumni untuk Kelas Basic sebanyak 3.976 alumni, Kelas Advance Level I sebanyak 2.518 alumni dan Kelas Advance Level II sebanyak 1.225 alumni yang tersebar di 413 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.

Hikmat Ramdan, sebagai pendiri dan Pembina IMC dalam kesempatan itu mengatakan teknologi drone adalah keniscayaan era revolusi industri 4.0 di berbagai sektor pembangunan, diantaranya drone untuk pemetaan (mapping). Untuk itu IMC mendedikasikan diri untuk mendekatkan aplikasi teknologi ini langsung ke masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Melalui onsite training-mapping using drone ini akan dihasilkan personel-personel yang andal, unggul dan beretika bidang pemetaan dengan drone. “Diharapkan dengan kemampuan mapping using drone membantu masyarakat dan pemda dalam mendapatkan data dan informasi geospasial yang update, detil dan cepat,” ungkapnya.

Sementara itu Zulfikar Mardiyadi,Ketua Umum IMC didampingi Anton Chandra Sekjen IMC dan Moh. Bahrun Dewan Etik IMC menyampaikan kegiatan Onsite Training Mapping Using Drone diinisiasi oleh IMC sebagai bentuk pengabdian sederhana terhadap bangsa dan negeri Indonesia tercinta. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan kader-kader pemetaan di Sumatera Barat yang dapat turun langsung membantu pemetaan skala detail di tingkat tapak/desa/nagari.

Kegiatan ini telah memetakan beberapa objek strategis di Sumatera Barat seperti Kawasan Wisata Mandeh di Pesisir Selatan, kampus Unand dan kampus UNP lebih kurang luasnya 6.000 hektare, dengan membantu memetakan nagari di Sumatera Barat dan wilayah perhutanan sosial sehingga Sumatera Barat menjadi pilot project dalam pengembangan perhutanan sosial pada masa yang akan datang.

Sumber: Website UMSB

UMS Akan Bangun Rumah Sakit Umum Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) direncanakan akan membangun rumah sakit umum pendidikan dengan peletakan batu pertama pembangunan pada 1 Maret 2021. Dilansir melalui akun instagram umsuofficialid, Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif MSi menyampaikan persiapan untuk pembangunan sudah matang termasuk izin AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), IMB (Izin Mendirikan Bangunan) serta perluasan lahan pun sudah dilakukan.

“Karena dahulu waktu mau kita bangun itu lahannya belum begitu luas. Nah saat ini ada tambahan lahan lagi sehingga insyaAllah sudah memenuhi persyaratan dan cukup representatif untuk sebuah rumah sakit,” ujarnya.

Rumah sakit yang terletak di Jalan Adi Sucipto Solo tersebut rencananya akan dibangun setinggi 8 lantai. Prof Sofyan berharap kelak rumah sakit tersebut mendapat kepercayaan dari masyarakat luas sebagai fasilitas kesehatan publik di Kota Solo dan sekitarnya.

Ia melanjutkan, rumah sakit tersebut selain untuk melayani masyarakat juga akan dipakai para dokter muda dari lulusan Fakultas Kedokteran Umum UMS untuk belajar mempraktekkan ilmunya. Tak hanya itu, rumah sakit tersebut juga akan didukung oleh dokter-dokter spesialis yang handal di bidangnya. “Sehingga secara komprehensif pelayanannya akan semakin baik,” harapnya.

Sumber: instagram umsuofficialid

LPP AIK UMSI Resmi Dilantik

Pengurus Sekolah Dai dan Dai’ah Periode 2021-2022  di bawah naungan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al Islam Kemuhammadiyaan (LPP AIK) UMSi  resmi dilantik oleh Dr. Umar Congge, S. Sos., M. Si selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) di Aula UMSi. Sabtu (23/1).

Kegiatan dengan tema “Melahirkan Kader Dai dan Dai’ah yang Progresif dalam Tantangan Era Millenial menuju 5.0 sebagai Generasi Pencerahan” ini dirangkaikan dengan Rapat Kerja. Fajaruddin, S. Pd. I selaku Ketua Sekolah Dai dan Dai’ah Periode 2021-2022 dalam sambutannya berharap kepada pengurus kiranya dapat mengemban amanah dengan baik dan dapat memakmurkan mesjid dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

“Kita berharap pengurus Sekolah Dai dan Dai’ah ini bisa menjadi corong dan terdepan dalam pengamalan agama” ungkap Agus Salim Yunus, A. Md selaku Sekretaris BPH UMSi. Ketua LPP AIK dan Ketua Sekolah Dai dan Dai’ah STISIP Muhammadiyah Sinjai Periode 2016-2020 juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. []Humas UMSI

Sumber: Website Resmi UMSI

UMPR dan PWM Kalteng Lepas Bantuan Banjir Kalsel

Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah, H. Ahmad Syar’i dan Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR), Dr. Sonedi, M.Pd menghadiri acara Pelepasan Bantuan untuk korban banjir Kalimantan Selatan pada Kamis (21/1).

Bantuan yang diberikan merupakan gabungan dari PWM Kalteng, MDMC, UMPR, LazizMu, para Dermawan, dan berbagai Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. “ini sebagai bentuk kepedulian Muhammadiyah di Kalimantan Tengah terhadap para saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir di Kalimantan Selatan,” ujar Dr. Sonedi. 

Beberapa stakeholder dari Kalimantan Tengah juga ikut bergerak memberi bantuan. “Selain sembako, kami juga menerjunkan 5 orang sukalerawan yang akan berada di lokasi bencana selama seminggu,” tutupnya. 

Turut hadir Ketua PWM Kalteng dan Rektor UMPR, juga hadir pada pelepasan bantuan itu adalah Direktur Utama Lazizmu (Drs. H. Anshari Sapri), Direktur Eksekutif Lazizmu (Kurniawan), Ketua MDMC Kota Palangka Raya (Aprie Husin Rahu), Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Kalteng (Priyono, S.H.I), dan sejumlah pengurus muhammadiyah lainnya. 

Mahasiswa UAD

Ide Tol Wisata Laut Mahasiswa UAD Juarai Ajang LKTI Kreatif

Komunitas Muda Kreatif Ekonomi Pembangunan (EP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membuka tahun 2021 dengan mengumumkan pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Kreatif #1 pada Minggu (10/01). Lomba yang bertajuk seputar ekonomi ini dibuka sejak tanggal 22‒29 Desember 2020. Karya tulis ilmiah yang berjudul “Tol Wisata Laut: Pengintegrasian Daerah Wisata ke Kabupaten Kepulauan Selayar” karya Devi Anggrayani mahasiswa EP mendapat juara 1 dalam lomba tersebut.

“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dari adanya tol laut, serta cara pengintegrasian tol laut terhadap daerah wisata kabupaten Kepulauan Selayar,” tulis Devi dalam karya ilmiahnya.

Menurutnya, kabupaten Kepulauan Selayar yang terletak di provinsi Sulawesi Selatan berpotensi dijadikan darah wisata tol laut. Pasalnya, sejak tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Selayar mencapai 8,7%. Angka ini menunjukkan kabupaten Selayar mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara kabupaten se-Sulawesi Selatan.

“Pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Selayar didorong oleh berbagai sektor. Sayangnya, sektor pariwisata belum memberikan hasil yang maksimal,” tandasnya.

Berlanjut, Devi menawarkan adanya gebrakan yang realistis untuk mendorong jumlah wisatawan berkunjung ke Kepulauan Selayar dengan inovasi moda transportasi laut dalam KIR-nya. Menurutnya, gebrakan itu berfungsi untuk menarik minat dan meningkatkan wisatawan. Tol wisata laut sebagai moda transportasi alternatif wisatawan relatif lebih murah, dengan itu Devi optimis bahwa tol wisata laut dapat menarik minat wisatawan untuk menggunakan moda transportasi laut.

“Dalam konsep tol wisata laut, lebih spesifik kewisatawanan dan pengoperasiannya pun hanya ke daerah-daerah pariwisata. Pada dasarnya tol wisata laut lebih murah dibanding moda transportasi yang lain, karena tidak memerlukan persinggahan atau tempat transit untuk menuju Kepulauan Selayar.”

 

Sumber : Humas UAD

Pendeteksi Kelayakan Oli Berbasis Android Karya Mahasiswa UMM

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Zidni Ilman Nafian bersama dua orang temannya yakni Alifia Oriana dan Aldiansyah Wahyu merancang alat pendeteksi kelayakan oli berbasis android. Dibawah bimbingan Budiono SSi MT, ketiga mahasiswa ini berhasil lolos dalam tahap pendanaan di gelaran Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Selain itu, mereka juga menyabet penghargaan di acara Internasional Science Technology and Engineering (ISTEC) yang bertempat Bandung tahun lalu. Tak tanggung-tanggung, alat pendeteksi kelayakan oli ini juga berhasil meraih juara 3 dalam kompetisi Pekan Kreativitas Mahasiswa antar Perguruan Tinggi Swasta Tingkat Nasional Desember lalu (PIMTANAS).

Dilansir dari keterangan pers, Zidni memaparkan ide ini berangkat dari permasalahan kendaraan bermotor yang berpotensi kehabisan bensin saat sedang dalam perjalanan. “Hal itu tentu sangat menyulitkan karena kita harus mendorong dan menghabiskan tenaga serta waktu di jalan,” paparnya Selasa, (19/01).

Secara teknis, alat ini akan diletakkan di dekat penutup oli kendaraan dan nantinya akan menilai apakah oli yang dipakai masih layak atau tidak. “Sebelum dicoba, kami sudah menyusun base data untuk range kekentalan oli. Ada beberapa level yang sudah dibuat, mulai dari tingkatan oli bagus, sedang hingga tidak layak,” tutur Zidni.

Ia melanjutkan, nantinya alat akan mengirimkan sinyal ke aplikasi yang sudah tersemat di smartphone. Aplikasi yang ada juga akan memberikan peringatan dan notifikasi bagi pemilik ketika oli sudah menjadi tidak layak pakai. “Hal itu tentu akan mempermudah pengguna kendaraan dalam memperkirakan kapan oli harus diganti,” ungkap Mahasiswa Teknik Mesin ini.

Diakhir ia berharap, inovasinya dapat memberikan kebaikan dan manfaat untuk umat. “Kami tentu akan lebih bahagia jika alat ini bisa digunakan masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki kendaraan bermotor. Jadi mereka tidak perlu mengira-ngira atau mengecek kelayakan olinya secara manual,” pungkasnya.