Prof Suyatno: Riset Tidak Berdaya Saing Hanya Tumpukan Kertas

“Kalau kita melakukan riset berarti kita harus mengeluarkan produk berdaya saing, misal di Lampung ada kopi Lampung, coba di riset, mampu tidak mengalahkan prodak lain, kalo tidak berdaya saing berarti riset kita masih hanya tumpukan kertas,” papar Prof Dr Suyatno selaku Rektor UM Bandung sekaligus Bendahara Umum PP Muhammadiyah saat mengisi Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (SNPPM) UM Metro di Aula Gedung Hubungan Internasional, Rabu(13/11).

Prof Suyatno melanjutkan banyak hal tentang penelitian yang semestinya dilakukan di perguruan tinggi. Bahkan menurutnya, jika perguruan tinggi memiliki produk yang bagus dari hasil riset, maka perguruan tinggi tersebut akan memiliki daya saing.

Meski begitu, Prof. Suyatno menyadari bahwa sampai saat ini budaya riset di perguruan tinggi masih rendah, lebih-lebih menurutnya, dunia industri dan perguruan tinggi belum jalan selaras. Maka, ia berpendapat bahwa kedua sektor ini harus menjalin kersama.

“Memang dibalik itu industri-industri kita belum meresap hasil penelitian perguruan tinggi, maka dari itu, industri dan perguruan tinggi harus bekerjasama. Sulit memang membangkitkan budaya penelitian, tapi kalau sudah terbiasa riset pasti akan enak, meneliti akan jadi hobi. Maka dari itu harus dibuat kebijakan untuk mendukungnya,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia juga menyoroti soal peran dosen di berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang dikaitkan dengan jargon “Muhammadiyah Organisasi Berkemajuan”. Menurut Prof. Suyatno arti berkemajuan ketika kita sudah mencintai ilmu.

“Di Muhammadiyah yang artinya berkemajuan adalah orang yang mampu memberi pencerahan, bagaimana bisa mencerahkan, berarti harus membekali diri dengan ilmu, jadi berkemajuan adalah orang yang mencintai ilmu, mencari ilmu dan mengamalkan ilmu. Bagaimana mau mencerahkan kalau tidak membekali diri dengan ilmu” tutupnya.

“PEKAN HARI PAHLAWAN” Meriahkan Milad KE-64 UMSB

Dalam rangka peringatan Hari Pahlawan tahun 2019 sekaligus Milad ke-64 Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMSB menyelenggarakan kegiatan “Pekan Hari Pahlawan” di Padang Panjang, (13-14/11).

Kegiatan yang bertema “A Hero Figure in Millenial Era” tersebut memperebutkan trophy bergilir Dekan UMSB. Kompetisi berbahasa Inggris itu terbagi kepada dua kategori yaitu antar mahasiswa perguruan tinggi se-Sumatera Barat dan tingkat siswa SLTA se-Sumatera Barat. Adapun cabang lomba yang dipertandingkan pada kedua kategori tersebut adalah: kontes pidato (speech contest), baca puisi (reading poetry contest), bercerita (story telling contest), cerdas cermat (quiz contest) dan pertandingan “scrabble”.

Penutupan kegiatan dan penyerahan hadiah disampaikan oleh Dekan FKIP UMSB, Dr. Mafardi, M.Pd. Dalam kesempatan pidatonya menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan siswa berbahasa Inggris agar dapat bersaing pada era saat ini. Kompetensi berbahasa ini sangat krusial menghadapi persaingan global dan regional. Hasil penelitian EF (Education First) terbaru EF EPI (EF English Proficiency Index) tahun 2015 tentang tes bahasa Inggris pada 910.000 orang dewasa di 70 negara, menunjukkan bahwa Indonesia berada pada urutan ke-32 di bawah Malaysia. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan terus memacu semangat bersaing secara sehat dan tampil lebih percaya diri. Bahasa Inggris dan dukungan kemajuan teknologi menjadi penentu karena bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah dimulai sejak tahun 2015.

UM Kupang: Pengabdian Masyarakat Tanpa Pandang Agama, Suku dan Ras

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah (UM) Kupang melakukan studi lapangan dan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kuanfatu NTT, Sabtu-Minggu (9-10/11). Dipimpin oleh Idris S.Sos M.Si selaku Dekan Fisipol kegiatan ini melibatkan 144 mahasiswa dari Program Studi Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Politik.

Dalam Kegiatan ini juga diserahkan bantuan berupa pakaian layak pakai untuk masyarakat setempat dan semen sebanyak 65 sak untuk satu masjid, kapela dan gereja. Idris S.Sos, M.Si dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa, “Karena mahasiswa sejati tidak sekedar belajar teori di ruang kuliah, tapi juga harus melakukan pendalam dengan melakukan studi di lapangan,” paparnya.

Lebih lanjut Dekan Fisipol menjelaskan  dengan visi besar kampus UM Kupang sebagai kampus multikultural, maka diharapkan kepekaan mahasiswa dalam merespon persoalan yg ada di masyarakat tanpa harus memandang suku, agama maupun ras.

ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Juara 3 Olimpiade Anestesiologi

Tiga mahasiswa dari Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi  ITS PKU Muhammadiyah Surakarta berhasil meraih Juara Ketiga cerdas cermat pada Olimpiade Keperawatan Anestesiologi Tingkat Nasional yang diselengggarakan di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, (9/11). Perlombaan yang diselenggarakan Program Studi Keperawatan anestesiologi Universitas Aisyiyah ini diikuti perwakilan mahasiswa program studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi dari seluruh perguruan tinggi bergengsi di Indonesia yang mempunyai prodi tersebut.

Lebih lanjut Teguh Wahyudi humas ITS PKU Muhammadiyah Surakarta menyampaikan “ITS PKU Muhammadiyah Surakarta mengirimkan 2 tim yang masing masing terdiri dari 3 mahasiswa untuk mengikuti cerdas cermat. Peserta harus mengikuti 3 babak penyisihan sebelum masuk ke grand final.”

Tim ITS PKU Muhammadiyah Surakarta yang mendapatkan juara 3 terdiri mahasiswa anestesi bernama Luthfia, aulia dan Fadila Ramansyah. Pada Grand Final menyisakan tim dari Universitas Harapan Bangsa, Poltekes Yogyakarta dan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta. Hasil dari final sebagai Juara 1 dari universitas Harapan Bangsa, Juara II dari Poltekes Yogyakarta serta ITS PKU Muhammadiyah Surakarta menjadi juara 3.

Nabhani selaku kaprodi sarjana terapan Keperawatan Anestesiologi ITS PKU Muhammadiyah Surakarta menyampaikan bahwa hasil dari Olimpiade cerdas cermat anastesi ini sebagai indikator kualitas dari mahasiswa maupun Perguruan Tinggi khususnya prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi. “Juga untuk menjadi motivasi bagi para mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas baik hardskill maupun soft skilnya,” tutupnya.

Pengumuman Seleksi Administrasi MSPP Batch III

Berdasarkan hasil penilaian dan seleksi administrasi oleh tim yang dibentuk oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka kami beritahukan bahwa nama-nama terlampir dinyatakan:

L U L U S  S E L E K S I  A D M I N I S T R A S I

Peserta yang dinyatakan lulus akan diwawancarai melalui telepon antara tanggal 15-21 November 2019. Hal-hal terkait dengan pelaksanaan seleksi wawancara, akan diberitahukan melalui Whatsapp ke nomor handphone peserta yang lulus seleksi berkas administrasi.

Yogyakarta, 11 November 2019

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

 

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

NBM : 763796

Lampiran:

surat bisa didownlod di sini

Tim Tapak Suci UM Bandung Panen Medali

Kontingen Tapak Suci Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung meraih sembilan medali di Kejuaraan nasional Pencak silat  Bandung Lautan Api Championship 2 Open. Diselenggarakan pada tanggal 9-10 November 2019, kejuaraan ini diikuti oleh sekitar 2200 atlet dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia hingga Malaysia.

Kesembilan peraih medali tersebut ialah Yusuf Rifa’i dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) juara 1 Kelas F Putra ; Taufiq Hidayat dari Prodi Administrasi Publik (AP) juara 1 Kelas C Putra; Fikri Maulana Ibrahim dari Prodi PAI juara 3 Kelas C Putra; Arisda dari Prodi  AP juara 3 Kelas B Putri; Jenni Kiki Reka Hayu dari Prodi Psikologi juara 3 Kelas A Putri; Salman Al Farisi dari Prodi PAI juara 3 Kelas C Putra; Wiwin Nurafifah dari Prodi TPH juara 3 Kelas B Putri; Fahmi Fadillah dari Prodi AP juara 2 Kelas D Putra; dan Humam Arkhan dari Prodi Psikologi juara 3 Kelas D Putra.

Pihak universitas menyatakan perasaan bangga atas apa yang diraih oleh tim tapak suci ini. Rheza Fasya, pelatih UKM tapak suci, turut mengucapkan syukur karena murid-muridnya telah berusaha dengan maksimal. “Alhamdulillah kita mendapat prestasi yang luar biasa, mudah-mudahan tapak suci UM Bandung lebih berkembang lagi,” ujar Rheza.

PTMA Tingkatkan Mutu Akreditasi Unggul

PTM merasa sangat beruntung memiliki Majelis Diktilitbang. Ini tidak dimiliki PTS lain. Ini sangat membantu, karena Majelis bukan hanya memotivasi, melainkan membimbing dan membina PTM-PTM yang ada.
“Oleh karena itu, keberadaan Majelis perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin,” demikian dikemukakan WR 1 Unismuh Makassar Dr. Ir. H. Abdul Rahim Nanda, MT dalam sambutan pada forum ceramah diadakan di Pusdiklat Unismuh, Bollangi, Senin (12/11). Ceramah yang diikuti PTM se-Sulsel dan Pimpinan Unismuh menghadirkan Prof Edy Suandi Hamid sebagai pembicara.
Salah satu contoh yang dikemukakan Dr Rahim adalah tentang akreditasi, yang sangat mendapatkan perhatian dari Majelis. Berbagai pelatihan dan pendampingan dilakukan agar memperoleh akreditasi Unggul.
“Sekarang kami di Unismuh, bergerak cepat. Hari ini pengumuman terakreditasi B, besok team mulai kerja lagi untuk menyiapkan reakreditasi supaya A,” ungkap WR 1 Unismuh ini.
Dalam kaitan persiapan APT Menuju A bagi Unismuh dikatakan, saat ini sudah 9 APS yang A. “Kita menargetkan paling lambat 2022 kita sudah reakreditasi, dan memperoleh akreditasi Unggul,” pungkas Dr Rahim Nanda. []RED

Peningkatan Mutu Adalah Akuntabilitas pada Umat

“Kata kunci SPMI adalah mutu atau kualitas, ketika kita berbicara mutu yang pertama adalah disiplin, termasuk dalam pengajuan APT dan APS, jangan sampai kita terlambat,” papar Prof Edy Suandi Hamid memberikan sambutan pada penutupan Sosialisasi SPMI di Hotel Sahid Raya, Kamis (7/11).

Ia melanjutkan, sebagai simbol mutu, PTMA harus menerapkan kedisiplinan dan tepat waktu. Prinsipnya, PTMA harus dengan serius dalam menyiapkan APT dan APS. Untuk mendapatkan hasil yang paling baik tidak bekerja asal selesai tapi bekerja optimal sesuai dengan daya dukung yang dimiliki. “Kalau kita sudah berdarah darah dan semaksimal mungkin, tapi hasilnya C selanjutnya tawakal to Allah.”

Meningkatkan mutu merupakan bagian dari akuntabilitas PTMA pada umat, yaitu pada masyarakat yang menitipkan anak-anaknya bersekolah di PTMA. Ia berpesan, PTMA harus berjuang keras untuk dapat berikan yang terbaik dengan cara meningkatkan akreditasi. “Jantung kita adalah akreditasi institusi dan program studi. Itu artinya kita berpikir, so what care we do? Apa yang harus kita kerjakan. Semoga kedepannya kita dapat bergerak untuk menuju perguruan tinggi yang unggul,” tutupnya.

Selain sosialisasi SPMI, kegiatan ini juga memfasilitasi PTMA untuk menkonsultasikan LKPT & LED yang disusun telah sesuai dengan Panduan Penyusunan LKPT dan LED IAPT 3.0 di Klinik Pendampingan APT PTMA.

Pelatihan Instruktur PTMA Wujudkan Kader Muhammadiyah Mumpuni

Kamis (7/11), Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah membuka rangkaian kegiatan Pelatihan Instruktur Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PI PTMA) angkatan V di Pusbang Muhammadiyah, Kaliurang. Bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah, kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 7-10 November 2019.

Tujuan kegiatan ini ialah memperkuat ideologi kader Muhammadiyah sebagai penggerak dan inspirasi perkaderan di PTM masing-masing; meningkatkan kompetensi kader sebagai instruktur dalam mengelola dan melaksanakan perkaderan sesuai bentuk dan jenjangnya dalam Sistem Perkaderan Muhammadiyah; serta menyiapkan tim instruktur untuk mengelola dan melaksanakan perkaderan di PTM masing-masing.

Prof Lincolin dalam amanatnya menyampaikan bahwa salah satu latar belakang terselenggaranya kegiatan PI PTMA ialah adanya keresahan akan perkembangan kader Muhammadiyah. “Sekarang terjadi kelambatan perkembangan jumlah kader kita. Kita jangan bangga dengan jumlah PTMA yang banyak, jangan bangga jumlah sekolah yang banyak, tapi kita harus prihatin memikirkan siapa nanti yang akan menjalankan Perguruan Tinggi atau sekolah-sekolah tersebut dan termasuk di tingkat nasional. Ini merupakan keprihatinan kita bersama.”

Prof Lincolin lalu mengajak untuk bangkit bersama dalam menghadapi fenomena ini. Salah satunya ialah dengan memberdayagunakan asrama PTMA. Saat ini sekitar 40 PTMA telah memiliki asrama. Menurutnya, asrama tidak seharusnya hanya menjadi tempat tidur bagi para mahasiswa. Asrama merupakan tempat yang ideal untuk pengkaderan dan juga melatih kepemimpinan. Untuk itu dibentuklah asosiasi pengurus resmi yang disebut dengan ASLAMA (Asosiasi Pengurus Asrama). “Bahkan saya minta untuk di bawah wakil rektor. Agar bisa dikembangkan sungguh-sungguh,” tambahnya.

Di akhir, Prof Lincolin berharap melalui pelatihan ini bisa terlahir instruktur yang dapat mengelola perkaderan di Persyarikatan masing-masing kampus. Instruktur yang menghasilkan kader-kader yang mumpuni. Kader yang memiliki ideologi Muhammadiyah yang kuat tapi sekaligus memiliki kompetensi keilmuan, kader yang dapat menjadi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang.

UMP Juara Umum Invitasi Olahraga

Minggu (3/11), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi Juara Umum Invitasi Olahraga oleh Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah 2019. Bertempat di Universitas Muhammadiyah Semarang sebagai tuan rumah, kegiatan ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan di perguruan tinggi swasta se Jawa Tengah.

Cabang olahraga yang diikuti yaitu bulutangkis, tenis meja, dan tenis lapangan. Adapun pemain tenis lapangan yakni, Prof Sisunandar, Pambudi, Agung Miftahuddin, Suwarsito, Heri dan Tofi. Sementara pemain tenis meja yaitu, A. Darmawan, Suwarsito, Heri, Yoko, Pamujo, dan Endiyono.

Sambutan hangat diberikan oleh civitas akademika UMP atas keberhasilan ini. Anjar Nugroho selaku Rektor UMP mengucapkan selamat dan sukses. Anjar pun mengakui kemampuan hebat para pemainnya. Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Al Islam Kemuhammadiyahan, Akhmad Darmawan MSI, mengungkapn rasa bangganya. “Alhamdulillah kerja keras para pemain dalam berlatih selama ini terbayar dengan meraih Juara Umum, selain itu keberadaan atlet-atlet terbaik UMP juga menjadi salah satu kunci sukses keberhasilan ini,” pungkas Akhmad.