Milad ke 28, Unisa Undang Sri Mulyani

“Belanja terbesar kedua Indonesia di bidang Sumber Daya Manusia adalah kesehatan, mau negara miskin ataupun negara kaya, kesehatan selalu menjadi masalah utama.” papar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam orasi ilmiah bertajuk “Mendidik Generasi Unggul Cendikia untuk Kemandirian Ekonomi Bangsa” di Kampus Unisa Yogyakarta, Kamis (03/10).

Dihadapan ratusan mahasiswa Unisa, ia menambahkan isu kesehatan lainnya adalah tercatat 30% anak Indonesia yang masih mengalami kekurangan gizi. Permasalahan ini akan berdampak pada generasi bangsa Indonesia akan datang. “Jika dia tumbuh besar nanti, dia akan sulit berpikir analitis,”pungkasnya.

Mengacu pada Q.S an-Nisa ayat sembilan ia menyampaikan dari ayat tersebut sudah seharusnya kita tidak meninggalkan dan terus menjaga generasi penerus bangsa yang akan datang. “itu bukan perintah undang-undang atau perintah konstitusi tapi perintah Allah,” paparnya.

Di akhir, ia berharap agar mahasiswa Unisa dapat menjadi mahasiswa yang militan dalam ikut membantu pemerintah memerangi stunting atau permasalahan gizi kronis. “Karena ini bukan hanya masalah situasi ekonomi orangtua tetapi masalah mindset dan pengetahuan. Masalahnya bisa berhubungan dengan air bersih, bisa berhubungan dengan kebiasaan makan, dan bisa berhubungan dengan pengetahuan mengenai gizi,” tutupnya.

UMM Kolaborasi dengan SP Berdayakan Limbah Whey 

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan Singapore Polytechnic (SP) menciptakan inovasi baru. Kolaborasi ini dilakukan dalam program Temasek Foundation International – Specialist Community Action and Leadership Exchange (TFI-SCALE) dan Learning Express (LeX) dengan konsep Sustainable Development Goals (SDG).

Memilih tempat di kawasan industri pembuatan keju mozarella Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Merjosari, Malang, mereka mengubah limbah whey mozarella menjadi bahan bakar alternatif biogas. Whey sendiri merupakan sejenis cairan berwarna semi-transparan hasil dari produksi keju. Sebagian besar produksi keju di dunia umumnya menghasilkan whey. Hanya 50% whey yang diolah menjadi produk makanan dan minuman, sedangkan lainnya menjadi limbah.

Kegiatan ini dilaksanakan selama lima pekan. Tiga pekan mereka belajar Sustainable Development Goals (SDG) dan Design Thinking di Singapura. Dua pekan selanjutnya dilakukan di Indonesia dengan melakukan praktik langsung, yaitu observasi ke beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) di Malang.

Muhammad Oddy Nurfiansyah, salah satu peserta Program TFI-SCALE dan LeX dari UMM, memaparkan bahwa tujuan kegiatan ini untuk memenuhi need assesment, yaitu mengurangi limbah untuk meningkatkan laba.

Meskipun sekilas terlihat seperti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada umumnya, namun di sini mereka tidak sekadar melakukan pengabdian. Para peserta menggunakan acuan baku yaitu modul desain thinking adaptasi Universitas Stanford dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS untuk menyelesaikan permasalahan di suatu tempat.

Tim UMPRI Sabet Juara di Lomba Alat Peraga

Tim Program Studi  (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) berhasil menyabet juara 1 dan 2 dalam lomba alat peraga edukasi yang berlangsung di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UINRIL).

Ketua prodi Yuni Arnidha, M.Pd. didampingi Humas Eko Suncaka mengatakan PGSD mengirimkan dua tim dalam perlombaan tersebut. Tim 2 yang terdiri dari Citra Dewi Anggraeni, Bandhung Hadi Ansyah, dan Iqbal Asshidiqi membuat alat peraga edukasi Baling Sumber Kehidupan (Baling Sumpan) meraih juara 1. Sedangkan tim 1 yang terdiri dari Riska Nur Hidayati, Octa Wulansari, Nurul Fikriah Maulida, dan Helen Tri Winantika Putry membuat alat peraga edukasi Papan Pahlawan Luar Biasa (Papan Lubi) mendapat juara 2.

“Alat peraga Papan Lubi ini terdapat mata pelajaran IPS, IPA, dan Bahasa Indonesia. Alhamdulillah, mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Pringsewu mendapat prestasi terbaik,” kata Yuni. []Eko Suncaka

Wisuda STIKES Muh Klaten Tahun Akademik 2018/2019

Rabu, 02/10- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Klaten mengadakan prosesi Wisuda Tahun Akademik 2018/2019 di Gedung Pertemuan Al Mabrur Kompleks Rumah Sakit Islam Klaten.

Tercatat 310 wisudawan dan wisudawati yang terdiri dari Program Studi D-III Farmasi, D-III Kebidanan, D-III Keperawatan, S-1 Ilmu Keperawatan dan Program Profesi Ners. Selain itu tamu undangan yang turut hadir dalam acara wisuda tersebut adalah ketua organisasi profesi PPNI, IBI dan PAFI, Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, Majelis Dikti PP Muhammadiyah Klaten serta perwakilan dari pemerintah Kabupaten Klaten.

Sri Sat Titi Hamranani, S.Kep., Ns., M.Kep selaku ketua STIKES Muh Klaten mengatakan dalam bekerja dan berkiprah di masyarakat sangat diperlukan disiplin kerja dan kemampuan berpikir realistis, kritis,  konsisten, pengetahuan yang kokoh. “Dengan kemampuan tersebut saudara dapat mengembangkan sendiri kreativitas, daya inovatif bekerja keras dan cerdas,” paparnya melanjutkan.

Diakhir, Sri berpesan untuk selalu bersyukur akan nikmat yang Allah SWT berikan. “Saya mewakili seluruh  sivitas akademika mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam proses mendidik saudara sekalian terdapat kekurangan ataupun kesalahan,” tutupnya.

 

Mahasiswa KKN STKIP Muh Enrekang, Bawa Manfaat Besar Untuk Desa Mekkala

Mahasiswa KKN STKIP Muhammadiyah Enrekang mengadakan acara penarikan mahasiswa KKN angkatan XVIII bertempat di desa Mekkala, Rabu (02/10). Selama dua bulan mengabdi, mahasiswa KKN menutup program dengan mengadakan acara yang dikemas dengan ramah tamah dan pesta rakyat Desa Mekkala.

Turut hadir dalam kegiatan, Kepala Desa lengkap dengan aparat desanya, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh pendidik, tenaga ahli keagamaan desa, Wakil Ketua III STKIP Muhammadiyah Enrekang, Dosen Pembimbing Lapangan serta puluhan warga Desa Mekkala.

“Mahasiswa KKN STKIP Muhammadiyah Enrekang ini telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pemberdayaan warga Desa Mekkala. Program kerja mereka juga dirasakan manfaatnya oleh para warga”, ucap kepala Desa Mekkala, Addin, S.Pd.

Addin juga bersyukur karena para mahasiswa ini cukup kreatif, tidak banyak arahan yang ia berikan namun banyak kegiatan yang mereka laksanakan. “Inisiatif mereka tinggi, mereka juga cukup responsif dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Mahasiswa-mahasiswa KKN ini sudah cukup bermasyarakat, mereka pun cukup akrab dengan masyarakat dan aktif sekali terlibat dalam kegiatan warga”, pujinya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Baharuddin, S.Pd.M.Pd. menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kepala Desa aparat desa, tokoh agama, dan tokoh pemuda yang telah menerima dan memfasilitasi para mahasiswa STKIP Muhammadiyah Enrekang yang melaksanakan KKN di Desa Mekkala.

Kegiatan ramah tamah mahasiswa KKN STKIP Muhammadiyah Enrekang diakhiri dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba Pesta Rakyat Desa Mekkala. Ada dua kategori yang diperlombakan yakni keagamaan dan olahraga. []APR

Wisuda AIS Muh Semarang ke-25, Siapkan Lulusan Unggul

Rabu (2/10), Akademi Statistika (AIS) Muhammadiyah Semarang menggelar sidang wisuda ke-25 di Hotel Pandanaran, Semarang. Sebanyak 23 orang dari 49 wisudawan berhasil lulus dengan nilai cumlaude. Direktur AIS Muhammadiyah Semarang, Dra Wellie Sulistijanti MSc, mengapresiasi pencapaian ini. Menurutnya ada peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya, Wellie juga mejamin kualitas lulusan AIS Muhammadiyah Semarang. Beberapa pembekalan diberikan kepada mahasiswa demi menghasilkan lulusan bermutu tinggi, seperti mewajibkan mahasiswa tinggal di pesantren Al Khawarizmi selama satu tahun dan mengikuti kegiatan praktik mata kuliah setiap semesternya.

“Di pesantren, mahasiswa dibentuk karakter dan kemampuan berbahasa Inggrisnya sehingga bisa dijamin mereka fasih berbahasa Inggris. Ini juga dapat memperkuat ketajaman critical skill sebagai kader dakwah Muhammadiyah. Hal yang tidak kalah penting, kami senantiasa memperkuat dan meningkatkan kualitas interpersonal skill terhadap mahasiswa sebelum lulus. Sehingga alumni tidak canggung dalam bertarung memperebutkan pasar kerja,” paparnya.

Hadir perwakilan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Sutrisno, M. Ag. Prof. Sutrisno menyampaikan saat ini seseorang bisa menjadi konglomerat di usia muda, seperti pendiri Google, Bukalapak, atau Gojek. Dari itu, ia meminta AIS Muhammadiyah untuk meningkatkan softskill mahasiswanya. “Mahasiswa AIS Muhammadiyah sangat berpotensi menjadi lulusan yang handal,” ujarnya.

Wisuda UM Purworejo ke-61, Wujudkan Intektual Bermoral dan Bereligius Tinggi

Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo menggelar Wisuda Sarjana ke-61 di Auditorium Kasman Singodimejo, Rabu (2/10). Sebanyak 426 wisudawan yang terdiri dari 65 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), 5 mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (PBSJ), 68 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), 60 mahasiswa Pendidikan Ekonomi, 83 mahasiswa Pendidikan Matematika, 21 mahasiswa Pendidikan Fisika, 35 mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Otomotif, 50 mahasiswa Manajemen, 14 mahasiswa Agribisnis, 7 mahasiswa Peternakan, 17 mahasiswa Teknik Sipil, dan 1 mahasiswa Psikologi mengikuti rapat senat terbuka.

Dekan Fakultas Pertanian selaku Ketua Panitia Wisuda, Ir Zulfanita MP, menyebutkan bahwa sebelum diwisuda, seluruh lulusan telah mendapatkan pembekalan selama dua hari. Dua pemateri dari UM Purworejo yaitu Faruq Iskandar MSi membawakan materi “Strategi Sukses Memasuki Bursa Kerja” dan Ir Didik Widiyantono MAgr dengan materi “Sukses Membangun Bisnis dan Jaringan”. Satu pemateri dari UAD yakni Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T dengan materi “Strategi Sukses Meraih Beasiswa Studi Lanjut S-2”.

Dalam sambutannya, Rektor UM Purworejo, Dr Rofiq Nurhadi MAg berharap agar wisudawan yang baru lulus dapat menyesuaikan diri menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0. Lulusan UM Purworejo harus memiliki jiwa kewirausahana dan tidak pernah berhenti untuk menuntut ilmu. “Sarjana lulusan UMP harus menunjukkan sikap seorang intelektual yang memiliki moral dan etika luhur serta religiusitas tinggi yang mencerminkan akhlakul karimah sesuai dengan visi UMP yaitu Unggul dalam Ilmu, Mulia dalam Akhlak,” tegasnya.

Kembangkan Lembaga Wakaf, ITB-AD Siap Jadi Pusat Pengembangan Wakaf Muhammadiyah

Dalam Kuliah Umum dan Seminar Program Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) yang bertemakan “Urgensi Gerakan wakaf dan Implementasinya di Muhammadiyah” pada Sabtu (28/09) lalu di Ruang Syahrir Nurut ITB-AD Kampus Ciputat, Dr. Mukhaer Pakkanna selaku Rektor ITB-AD mengatakan pihaknya akan mengembangkan lembaga wakaf yang siap menampung investasi wakaf Muhammadiyah.

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut Prof. Dr. Raditya Sukmana, Ketua Departemen Ekonomi Syariah Universitas Airlangga, serta Dr. Amirsyah Tambunan, Wakil Ketua Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Muhammadiyah, dan Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dikonfirmasi, Mukhaer pada Senin (30/09) mengatakan, “Kami memang akan mengembangkan lembaga wakaf dan besar harapan kami ini akan menjadi percontohan bagi kampus-kampus Muhammadiyah atau amal usaha muhammadiyah lainnya atau dengan kata lain, kami siap menjadi pusat pengembangan investasi wakaf Muhammadiyah,” ujarnya.

Menurut Mukhaer, pengembangan bisnis melalui wakaf khusunya di Muhammadiyah memiliki asset dan potensi yang sangat besar. Hanya saja, wakaf sebagai instrumen keuangan belum mampu dioptimalkan dalam membangun ekonomi umat.

“Kita sangat mengapresiasi gagasan ITB-AD soal pendirian Pusat Pengembangan aset Wakaf Muhammadiyah. Aset dana yang segar ada di perbankan minimal 20 Triliyun milik Muhammadiyah. Sedangkan aset keseluruhan dengan tanah minimal 200 Triliyun. Melalui gagasan ini, ITB-AD menjadi yang pertama Perguruan Tinggi yang concern terhadap pengembangan Wakaf Indonesia,” katanya.

Yordan Gunawan Terpilih Sebagai Ketua ASKUI PTMA

Dosen FH UMY Yordan Gunawan terpilih sebagai Ketua Asosiasi Kantor Urusan internasional (ASKUI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah menggantikan Endang Darmawan (UMJ). Dalam acara pemilihan PTMApada Munas ASKUI di Hotel Harris Surabaya yang dipimpin Prof Edy Suandi Hamid Jumat malam (27/9), ia terpilih secara aklamasi dari beberapa calon yg masuk dalam penjaringan.

Terpilih juga sebagai wakil Ketua Dr Eka Airlangga dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggantikan Dr Syanti Hawanti (UM Purwokerto).

Mereka akan memimpin untuk periode 2019 sd 2021. Hadir juga dalam acara Munas tersebut Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Lincolin dan Rektor UM Surabaya Dr Sukadiono yg bertindak sebagai tuan rumah.

UMPRI Adakan Sayembara Lomba Cipta Lagu Mars dan Hymne

Sayembara Lomba Cipta Lagu Mars dan Hymne Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung merupakan salah satu rangkaian proses yang dipersiapkan untuk mengenalkan identitas UMPRI. Hasil sayembara lomba cipta lagu Mars dan Hymne UMPRI untuk karya yang terpilih akan mulai diperkenalkan ke khalayak umum pada saat terselenggaranya Launching UMPRI Lampung. Oleh karena itu, kegiatan sayembara ini diselenggarakan dengan melibatkan partisipasi masyarakat sehingga UMPRI Lampung dapat lebih dikenal dan menjadi bagian dari masyarakat.

Rangkaian kegiatan sayembara lomba cipta lagu Mars dan Hymne UMPRI diawali dengan promosi dan sosialisasi sejak September 2019. Penerimaan karya ini dimulai sejak tanggal 11 – 26 September 2019. Setiap karya yang masuk, akan diseleksi oleh dewan juri yang kompeten. Mereka berasal dari kalangan musisi, akademisi, dan pimpinan UMPRI di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Panitia menetapkan 10 nominasi peserta terbaik. Dari 10 nominator itu selanjutnya dipilih 4 peserta terbaik yang lengkap dengan lirik dan not balok. Demo lagu dan Pleno penjurian dilakukan pada tanggal 27 September 2019 di Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Ruang Micro Teaching. Proses penjurian audisi sayembara lomba cipta lagu Mars dan Hymne UMPRI didasarkan pada enam aspek, yaitu kesesuaian lirik lagu dengan visi misi UMPRI; orisinalitas karya; nilai-nilai filosofis; lirik; musik; dan estetika.

Berdasarkan proses penjurian, tim dewan juri menetapkan 2 karya terbaik dari masing-masing bidang lomba. Perolehan skor tertinggi 1405 yang diperoleh oleh saudari Yuningsih, M.Pd. (Guru Man 1 Pringsewu) sebagai pemenang lomba Mars UMPRI dan skor tertinggi Hymne UMPRI 1390 diperoleh saudara Tian Hestiarto, S. Pd (Guru SMA di Bandar Lampung).

Rahma Faelasofi selaku Ketua Panitia didamping oleh Kepala Humas Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Eko Suncaka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, “Terima kasih dan penghargaan yang tinggi kami sampaikan kepada Dewan Juri yang telah menyeleksi, memutuskan pemenang, dan memberi catatan rekomendasi pada karya-karya tersebut. Tidak lupa ucapan terima kasih atas semangat semua peserta lomba yang telah mengirimkan karya, semoga pada kesempatan lain dapat meraih hasil yang lebih baik”. (Kepala Humas UMPRI/Eko Suncaka)