UM Purwokerto adakan Wisuda ke-63

Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan prosesi wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya. Bertempat di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UM Purwekorto, wisuda ke 63 (28/09) ini diikuti 1.540 wisudawan dan wisudawati. Turut hadir Ahmad Muttaqin mewakili Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta Kepala LLDikti 6 Jateng.

Dalam pidatonya, Ahmad Muttaqin berpesan untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar menjadi pribadi unggul yang tidak lupa pada dosen dan almamater. Mangutip dari hasil riset Thomas J Stanley, ia juga berpesan bahwa syarat sukses yang utama bukan pada tingginya nilai IPK maupun alumni dari kampus favorit. “Namun dari 30 daftar faktor sukses, 10 besar faktor tersebut adalah kejujuran, disiplin, mudah bergaul, dukungan pendamping, kerja keras, cinta pada profesi yang dijalani, jiwa kepemimpinan yang kuat, kepribadian yang kompetitif, hidup teratur, dan mampu “menjual” ide segar dan kreatif,” paparnya.

Dalam prosesi wisuda BNSP turut menyerahkan sertifikasi kompetensi profesi pada beberapa wisudawan. Serta penyerahan SK Prodi Teknik Mesin dari LLDikti 6 Jateng kepada UM Purwokerto.

 

Rektor UML Lantik Empat Dekan Baru

Rabu (25/9), Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), Dr Dalman MPd, melantik empat dekan di aula KH Ahmad Dahlan kampus setempat. Pelantikan ini berdasarkan SK Rektor No: 400, 416, 418, 457/KEP/II.3-AU/D/2019 tentang Pelantikan Dekan di lingkungan UML periode 2019-2023.

Empat dekan yang baru dilantik tersebut, ialah Zulman Barniat MIP sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Hesti MPd sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ahmad Luviadi MPd sebagai Dekan Fakultas Agama Islam, dan Hamimi MSi sebagai Dekan Fakultas Teknik.

Dr Dalman memberikan pesan kepada para dekan untuk bersama memajukan UML menjadi amal usaha yang semakin besar dan berdaya saing. “Fakultas merupakan ujung tombak kemajuan UML. Apabila fakultas maju maka universitas akan maju. Saya yakin terpilihnya empat dekan baru ini akan memerkuat UML sebagai kampus entrepreneur,” tambahnya.

Tingkatkan Jurnal Internasional, UM Surabaya adakan Inhouse Training

UM Surabaya mengadakan inhouse training penulisan di jurnal internasional bereputasi selama dua hari (19-20/9) di Hotel Harris Surabaya. Kegiatan bertajuk “Strategies and Tactics to Publish Leading International Journals” ini menghadirkan Assoc Prof Ferry Jie dari Edith Cowan University, diikuti 65 doktor dari dosen di lingkungan UM Surabaya, dibuka oleh Prof Edy Suandi Hamid dan ditutup Ketua Majelis Diktilitbang Prof Lincolin Arsyad.

Prof Edy juga menyampaikan ceramah tentang Kiat Menuju Guru Besar, sedang Prof Lincolin menyampaikan kiat menulis di jurnal internasional. Dalam sambutan pembukaannya Rektor UM Surabaya Dr Sukadiono menyampaikan, pelatihan ini diharapkan memacu publikasi jurnal dari para dosen sehingga bisa mencapai jabatan guru besar. “Dalam tiga tahun terakhir ini memang sudah meningkat. Sudah 116 judul publikasi internasional yang terindeks Thomson Reuters dan Scopus,” ujar Rektor UM Surabaya. Lebih lanjut Dr Sukadiono mengatakan, perkembangan juga terjadi dalam publikasi buku dan HAKI. Saat ini, lanjutnya, sudah ada 122 HAKI dimiliki dosen-dosen UM Surabaya.

Untuk lebih memacu dosen mencapai derajat doktor dan menulis di jurnal, maka UMS juga memberikan insentif. “Setiap doktor diberi tambahan insentif Rp 1,5 juta per bulan, dan untuk publikasi di jurnal bereputasi antara Rp 4 juta sd Rp 12 juta. Juga untuk penulisan buku,” tutur Dr Sukadiono. Prof Lincolin mengapresiasi dengan langkah yang diambil Rektor. “Bahkan, kalau ada dananya, insentif itu bisa lebih ditingkatkan. Insentif bisa memacu produktivitas dosen, walau itu bukannya tujuan,” ucap Prof Lincolin dalam sambutan penutupannya.

Berita Duka dari Kader IMM Kendari

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah turut berduka atas berpulangnya Muhammad Randi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) saat melakukan aksi demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Randi, mahasiswa Universitas Halu Oleo meninggal dunia karena tertembak di dada kanan.

Menanggapi kejadian ini, Haedar Nashir selaku Ketua Umum Muhammadiyah dengan tegas menyatakan untuk mengusut tuntas kasus ini serta menyelesaikan secara hukum dengan  seadil-adilnya. “Ditindak secara hukum dengan tegas dan berat karena menyangkut nyawa anak manusia dan warga negara yang mestinya dilindungi, ” paparnya melalui media online muhammadiyah.or.id.

Din Syamsudin selaku mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah juga berpesan agar segenap warga Angkatan Muda Muhammadiyah tetap tenang dan tidak terhasut untuk melakukan tindakan anarkisme, serta selalu bersatu padu berjuang sesuai jadi diri Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah dan Amar Makruf Nahyi Munkar. Tak lupa, ia mengajak untuk memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT agar almarhum memperoleh husnul khatimah.

Majelis Diktilitbang PP Muh Terima Kunjungan dari Kedutaan Besar Republik Iran

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Republik Iran yang diwakili oleh Mehrdad Rakhshandeh selaku cultural counsellor bertempat di PP Muhammadiyah Cik Ditiro, Rabu (25/06). Bertujuan untuk menjalin silaturahmi kunjungan ini diterima langsung oleh Prof Chaeril Anwar, Prof Sjafri Sairin, Muhammad Sayuti, Ahmad Muttaqin, dan Robby Habiba Abror.

“Kami berterimakasih atas diperkenankan untuk berdialog dengan Muhammadiyah,” papar Mehrdad menepis anggapan Iran bukan bagian dari Syiah. Mengapresiasi kunjungan tersebut, Prof Chaeril Anwar mengucapkan terima kasih.  “Secara inklusif, Muhammadiyah menerima adanya perbedaan, bagi kami adanya perbedaan kami anggap menjadi perspektif dari masing-masing umat,” ujarnya.

Lebih lanjut, direncanakan akan diadakan kerja sama antara kedua belah pihak. “Direncanakan akan diadakan konferensi untuk para akademisi serta Scholarship.” tutupnya

 

APIK PTMA : Skripsi Ilmu Komunikasi Seharusnya Beragam

Skripsi mahasiswa Ilmu Komunikasi seharusnya tidak hanya berupa naskah yang panjang dan tebal, namun ada pilihan lain. Hal ini terungkap saat Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APIK PTMA) bersama Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar lokakarya perumusan tugas akhir mahasiswa di Yogyakarta (18-19/9). Kegiatan yang diikuti berbagai pengelola Program Studi Ilmu Komunikasi di lingkungan APIK PTMA ini ditujukan untuk menghasilkan perumusan tugas akhir mahasiswa yang lebih bervariasi.

Yudha Wirawanda, Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi UMS, yang menjadi salah satu pembicara memaparkan di UMS tidak ada lagi skripsi tebal. Mahasiswa lebih didorong untuk mengirimkan artikelnya ke jurnal sebelum ujian skripsi, sehingga ada banyak publikasi yang dihasilkan. “Di Universitas Muhammadiyah Surakarta, tugas akhir mahasiswa tingkat S-1 adalah skripsi yang formatnya artikel jurnal ilmiah sepanjang 8.000 kata di luar abstrak dan daftar pustaka, serta dokumen dibuat terpisah dari naskah,” tambahnya.

Pembicara lain, Banin Diar Sukmono, membagi pengalamannya menerbitkan jurnal ilmiah mahasiswa bernama Cogito di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Menurutnya dengan adanya jurnal mahasiswa, atmosfer akademik di kampus menjadi lebih hidup.

Sementara itu Fajar Junaedi, perngurus APIK PTMA, menyatakan bahwa skripsi mahasiswa Ilmu Komunikasi seharusnya bisa dibuat beragam pilihan melalui jalur rubrikasi yang bisa dipilih oleh mahasiswa. Hal ini dikarenakan Ilmu Komunikasi adalah ilmu yang interdispliner. “Skripsi yang menjadi tugas akhir mahasiswa bisa berbentuk skripsi konvensional yang tebal, artikel jurnal, karya, atau naskah akademik, yang bisa dipilih oleh mahasiswa sesuai dengan minat dan kompetensinya. Semoga kampus di lingkungan Muhammadiyah bisa memulainya dari lokakarya ini,” pungkas Fajar.

15 PTM Se-Jateng dan DIY Ikuti URECOL ke-10

Bertemakan “Peran Muhammadiyah dalam Riset Sains dan Teknologi di Era Revolusi Industri 4.0 menuju Ketercapaian SDG’s,” URECOL ke-10 kembali diadakan. Bertempat di STIKES Muh Gombong, kegiatan ini diikuti oleh 400 orang peneliti yang terdiri dari 15 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Jawa Tengah dan DIY.

“URECOL merupakan forum yang berfungsi untuk memfasilitasi diseminasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat,” papar Arnika Dwi Asti selaku Ketua Panitia The 10 th University Research Colloqium (URECOL). Diselenggarakan sejak 2015, URECOL bertujuan untuk memberikan kesempatan pada para peneliti untuk melakukan publikasi di forum ilmiah.

Turut hadir sebagai pembicara Prof Dr H Khudzaifah Dimyati SH M Hum dan Ketua MPKU Pusat PP Muhammadiyah Drs Mohammad Agus Samsudin MM. “Tantangan riset nasional antara lain fokus riset, relevansi riset produktivitas riset dan kolaborasi riset,” papar Prof Khudzaifah. Ia melanjutkan pemanfaatan anggaran risbang yang kecil belum optimal untuk meningkatkan relevansi dan produktivitas risbang karena sistem penganggaran dan administrasi keuangan yang sangat rigid cenderung menjadi faktor “penghambat” dalam pelaksanaan risbang, selain faktor kurang tajamnya fokus risbang.

STKIP Muh Pringsewu dan STIE Muh Pringsewu Lampung Gelar Wisuda Bersama

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Pringsewu dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Pringsewu Lampung menggelar wisuda bersama tahun akademik 2018/2019 yang diikuti oleh 287 mahasiswa di komplek Perguruan Tinggi Muhammadiyah Pringsewu, Rabu (25/9). Ini merupakan wisuda terakhir dengan menyandang nama institusi masing-masing karena per tahun akademik 2019/2020, akan berubah menjadi wisuda Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung.

Wisudawan terdiri dari 172 mahasiswa STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung dengan Program Studi Bimbingan Konseling Mahasiswa, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Sedangkan 115 mahasiswa dari STIE Muhammadiyah Pringsewu Lampung Program Studi Manajemen.

Sejak berdiri tahun 1979, STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung sudah meluluskan lebih dari  8.414 sarjana. Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung terus berkomitmen melahirkan tenaga pendidikan dan kependidikan yang berkompoten di bidangnya. Sementara itu STIE Muhammadiyah Pringsewu Lampung telah meluluskan 1.092 sarjana sejak berdiri pada tahun 1996.

Sapto Yuwono selaku ketua STIE Muhammadiyah Pringsewu Lampung berharap para wisudawan/wisudawati mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan serta menjaga nama baik almamater melalui sikap, norma, dan moral di setiap tindakan di masyarakat. Untuk menjadikan lulusan yang memenuhi standar kebutuhan dunia kerja dan masyarakat pada umumnya  STIE Muhammadiyah dan STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung terus meningkatkan kualitas sistem pembelajaran melalui infrastuktur, sumber daya dosen, kualitas pelayanan, dan peningkatan kerja sama dengan institusi lain. “Kita terus berbenah dalam rangka menghasilkan lulusan-lulusan yang memenuhi standar kebutuhan dunia kerja saat ini, seperti mendorong dosen-dosen untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya,” jelasnya.

Sapto Yuwono secara khusus mengucapkan terima kasih kepada orang tua atau wali mahasiswa atas kepercayaanya memilih STIE Muhammadiyah dan STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung menjadi bagian dalam meraih masa depan anak-anaknya.

Disampaikan pula bahwa mulai tahun akademik 2019/2020 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Pringsewu merger menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 654/KPT/I/2019 tanggal 29 Juli 2019. Launching Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung segera akan dilaksanakan. [Kepala humas/Eko Suncaka]

Rektor UM Palembang Lantik Tujuh Dekan Baru

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., selaku Rekor UM Palembang resmi melantik tujuh dekan baru periode 2019-2023, Senin (23/9). Tujuh dekan baru yang dilantik adalah Dr. Ir. Kgs. Ahmad Roni, M.T., sebagai Dekan Fakultas Teknik, Drs. Fauzi Ridwan, S.E., M.Si., sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Rusdy A. Siroj, M.Pd., sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ir. Rosmiah, M.Si., sebagai Dekan Fakultas Pertanian, Nur Husni Emilson, S.H., S.pN., M.H., sebagai Dekan Fakultas Hukum, Dr. Purmansyah Ariadi, S.Ag., M.Hum., sebagai Dekan Fakultas Agama Islam, dan dr. Yanti Rosita, M.Kes., sebagai Dekan Fakultas Kedokteran.

Turut hadir dalam pelantikan, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., P.hD., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan Prof. Dr. Romli SA, M.Ag., dan Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. H.M. Idris, S.E., M.Si.

Dalam sambutannya, Dr. Abid Djazuli berpesan kepada para dekan baru untuk mampu membuat terobosan akademik yang baik, meningkatkan akuntanbilitas pembelajaran, komunikasi secara terbuka dalam mengelola fakultas, dan meningkatkan prestasi akreditasi program studi. Hal ini penting agar UM Palembang tidak tertinggal dari perguruan tinggi lain apalagi dengan zaman yang mengalami perkembangan yang cepat di bidang teknologi dan informasi.

Sementara itu, Prof. Lincolin menuturkan bahwa UM Palembang merupakan satu di antara enam PTM yang ditargetkan Majelis Dikti PP Muhammadiyah untuk meraih akreditasi unggul. “Kami berharap UM Palembang agar segera menyiapkan segala sesuatunya untuk mewujudkan akreditasi unggul. Karena Dekan merupakan ujung tombak dalam peningkatan mutu UMPalembang. Kembangkan dialog dan diskusi sesama pimpinan struktural dengan menyamakan persepsi antara pimpinan untuk visi yang sama,” tambahnya.

Mahasiswa UMSB Juara 1 Lomba Essay Nasional

Waradzi Mustakim mahasiswa UM Sumatera Barat berhasil mengukir prestasi menjadi juara pertama dalam Andalas Social Essay Competition 2019. Diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosiologi Universitas Andalas, kompetisi ini diikuti oleh lebih dari 100 tim dari berbagai universitas di Indonesia.

Berlangsung selama empat hari (18-22/09), Waradzi Mustakim berhasil menjadi pemenang mengalahkan Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Riau, dan lainnya.

Membawa nama Teknik Elektro, ia berharap prestasi ini dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa UMSB untuk terus berprestasi. “Diharapkan melalui prestasi yang ini, mahasiswa UMSB dapat terinspirasi untuk menjadi mahasiswa berprestasi demi memberi kontribusi nyata kepada UMSB,” tutupnya.