UMKT Sumbang Medali di POMNAS XVI

Atlet pencak silat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menyumbangkan medali untuk Kalimantan Timur di perhelatan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) ke XVI 2019. Digelar di Jakarta dari tanggal 19 September 2019 hingga 27 September 2019, prodi Pendidikan Olahraga UMKT berhasil menyabet dua medali dalam keikutsertaan POMNAS yang pertama kali ini. Satu medali perak kelas D putra diraih oleh Reza Restu Priyai dan satu medali perunggu kelas G putra atas nama Ricky Sopyan Safutra.

Pelatih pencak silat UMKT, Aris Ariyadi menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraih atlet didikannya. Menurutnya ini akan menjadi motivasi bagi para atlet lainnya untuk lebih semangat dalam meraih prestasi yang lebih baik lagi.

“Alhamdulillah, kami ucapkan syukur atas hasil yang diperoleh mahasiswa UMKT. Meskipun ini kali pertama kita mengikuti POMNAS namun prestasi ini sudah cukup signifikan. Kami mohon doa untuk atlit anggar kami yang berlaga besok, semoga mendapat hasil yang memuaskan,“ ujar Nanda Alfian Mahardia selaku Sekretaris Prodi Pendidikan Olahraga UMKT

Rektor Unismuh Makassar Penerima Anugerah Pendidikan Indonesia 2019

Jumat (20/9), Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Prof Dr H Abd Rahman Rahim SE MM, menjadi salah satu penerima Anugerah Pendidikan Indonesia 2019 dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat. Bertempat di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, penganugerahan tersebut merupakan wujud apresiasi yang diberikan kepada seluruh elemen bangsa yang turut serta dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru di Indonesia.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Pameran dan Konferensi Pendidikan Internasional GESS (Global Educational Supplies and Solutions) 2019. Terdapat juga penganugerahan kepada guru-guru yang berinovasi dalam pembelajaran menggunakan android, 1.000 guru penulis yang sudah menerbitkan buku, pengurus IGI wilayah dan daerah, serta kanal-kanal pelatihan yang IGI yang sudah meningkatkan kompetensi guru..

Di antara penerima Augerah Pendidikan Indonesia 2019 termasuk Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Dr Husain Syam ST MTP, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Sudirman Sulaiman, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Syahruddin Alrif.

Tanggulangi Kabut Asap, STIK Muh Pontianak Dirikan Rumah Oksigen

Menanggapi kabut asap yang semakin parah di daerah Kalimantan khususnya wilayah Kota Pontianak,  STIK Muhammadiyah Pontianak bersama MDMC Kalimantan Barat mendirikan Rumah Oksigen. Dalam waktu cepat Rumah Oksigen sudah banyak dipenuhi masyarakat untuk meminta bantuan terkait dengan masalah pernapasan.

Di rumah oksigen tersedia tabung oksigen, masker dan alat-alat yang dapat memberikan pertolongan pertama. Tersedia juga tenaga yang bertugas menjaga rumah oksigen diantaranya tenaga dosen, staf dan mahasiswa.

Rumah oksigen ini beroperasi selama 24 Jam sampai dengan kondisi asap dirasakan tidak membahayakan lagi. “Pendirian Rumah Oksigen adalah salah satu bentuk pengabdian masyarakat dan dakwah kepada masyarakat,” papar Amilyadi, S.Ag.,M.Si melalui press release yang kami terima.

Mapala Umri Tinjau Langsung Karhutla Riau

Jumat (20/9), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Lintas Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar. Tinjauan langsung bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPD) Riau, Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemadam kebakaran (damkar), Dinas Kehutanan Provinsi Riau, dan Satuan Pamong Praja (PP) ini bertujuan untuk memadamkan beberapa titik api yang memicu kabut asap.

Karhutla yang telah berlangsung lebih dari satu bulan mulai berdampak kepada kesehatan masyarakat. Ribuan masyarakat Riau mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Lebih lanjut, Mapala Umri bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pekanbaru, Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) Pengurus Daerah (Pengda) Riau, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) membuka posko tanggap darurat asap 24 jam di Klinik Pratama Kampus Utama Umri. Posko tanggap darurat asap ini menyediakan tiga buah kamar dengan fasilitas tempat tidur, tabung oksigen, masker, cek kesehatan, obat-obatan dan konsumsi bagi ibu hamil, anak-anak, dan lansia.

Dukungan juga disampaikan Rektor Umri, Dr H Mubarak MSi. “Kita telah meminta kepada Mapala turun ke rumah warga. Berikan pemahaman tentang bahaya kabut asap,” jelasnya.

PKKMB STIT Muh Sibolga, Narkoba NO! Prestasi YES!

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Sibolga terima penyuluhan bahaya narkoba dari Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja. Bertujuan untuk melakukan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahan dan Peredaran Gelap Narkoba dan Sosialisasi Radikalisme di kampus, kegiatan ini diikuti sekitar 60 mahasiswa baru.

Turut hadir, Kasat Binmas dan sebanyak 3 orang yang memaparkan materi mengenai radikalisme dan KBO Sat Resnarkoba sebanyak 3 orang. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini peserta dapat bertanggung jawab dan siap untuk memberantas peredaran gelap narkoba di Kota Sibolga khususnya di lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan lainnya.

“Kami mahasiswa STIT Muhammadiyah Sibolga anti narkoba, narkoba NO! Prestasi YES!,” papar mahasiswa baru STIT Muh Sibolga di akhir acara.

UMPP Fasilitasi Pengolahan Sampah Organik

Sejak Maret 2019, Program Studi D-3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) memfasilitasi warga di Perumahan Villa Pisma Asri Desa Podo Kecamatan Kedungwuni Pekalongan mengenai pemanfaatan sampah organik rumah tangga. Kegiatan yang direncanakan hingga bulan November 2019 ini merupakan hibah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) dalam bentuk Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

Serangkaian kegiatan sudah dilaksanakan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap masalah penumpukan sampah. Sosialisasi pilah sampah pada ibu-ibu, bapak-bapak, anak, dan remaja menjadi pembuka kegiatan. Kemudian dilanjutkan dengan penyegaran komunitas dan pengkaderan anggota komunitas peduli lingkungan Villa Pisma Asri dengan bentuk pelatihan biokonversi sampah organik rumah tangga, aplikasi pemilahan dan pengolahan sampah, sampai pada pembentukan wahana edukasi berupa urban farming, dan kolam bioflok sebagai media pemanfaatan hasil pengolahan sampah.

Ketua PKM Waduk Pangan Bio-Somat Ini, Nur Chabibah, memaparkan bahwa pemilihan sampah rumah tangga akan sulit terealisasikan jika tidak ditekankan sejak dari dapur. Selain itu agar pemilahan dan pengolahan sampah tidak hanya menjadi pengurangan sampah saja tetapi juga bernilai produktif bagi masyarakat, ruang terbuka hijau yang ada di perumahan dapat dimanfaatakan secara lebih optimal oleh warga untuk pembuatan urban farming. “Kegiatan program kemitraan masyarakat ini bertujuan mengajak serta masyarakat dalam kemandirian pemanfaatan pengolahan sampah organik rumah tangga sehingga dapat mengangkat nilai ekonomi maupun kemandirian pangan,” tambahnya.

Poltekkes Muh Makassar Gelar Wisuda Angkatan Pertama

Sebanyak 369 wisudawan-wisudawati mengikuti prosesi wisuda angkatan pertama tahun akademik 2018/2019 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Muhamamdiyah Makassar di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Selasa (17/09).

Terdiri atas 4 prodi, wisudawan terbagi menjadi Prodi Sanitasi sebanyak 5 orang, Prodi Radiologi sebanyak 153 orang, Prodi Teknik Elektro Medis (TEM) sebanyak 50 dan Prodi Teknik Laboratorium (TLM) sebanyak 161 orang.

Dr. H Effendy Rasiyanto, M.Kes selaku Direktur Poltekkes Muh Makassar berpesan agar wisudawan harus menjaga betul etika yang telah menjadi ikrar. “Tugas ilmiah memang sudah selesai tapi tugas ke masyarakat baru akan dimulai, jaga nama baik Alamamater dan jaga nama baik perserikatan Muhammadiyah karena kalian ini adalah kader-kader mudah Muhammadiyah,” ucapnya.

Mahasiswa UM Metro Raih Medali Emas di Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup II

Zamira Salsabila, mahasiswa Program studi S-1 Akuntansi Universitas Muhammadiyah Metro, meraih medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Kapolri Cup II Jakarta Timur, Jumat-Sabtu (13-15/9). Ini merupakan pencapaian Zamira yang kesekian kalinya setelah bulan April lalu, Zamira juga menyabet medali emas di Taekwondo Friendship Championship se-Lampung.

Zamira mengamini bahwa kemenangannya merupakahan buah dari kerja keras dalam berlatih taekwondo sejak kelas empat sekolah dasar. “Setiap kali akan bertanding biasanya latihan akan lebih diintesifkan. Untuk Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup ini, saya berlatih setiap hari selama tiga bulan. Selain itu juga menjaga kesehatan dan pola makan dengan menghindari pantangan-pantangan tertentu, seperti tidak boleh makan yang pedas-pedas dan minum es,” jelas Zamira.

Target yang ingin dicapai dalam waktu dekat ialah medali emas di Kejuaraan Internasional Taekwondo pada bulan Oktober mendatang. Ia tak lupa mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang selalu mendukung dan mengapresiasinya.

PKKMB UM Riau, Jumlah Mahasiswa Baru Meningkat

Dihadapan 2.130 mahasiswa baru tahun akademik 2019-2020, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMR) Dr.H Mubarak, M.Si membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Taaruf Mahasiswa (Masta).

“Saya berharap kehadiran mereka bisa menjadi sebuah energi dan semangat baru bagi UMRI ke depan,” papar DR.H.Mubarak,M.Si dalam sambutannya di Gelanggang Olahraga Remaja Pekanburi, Senin (16/9).

Rektor Umri melanjutkan, jumlah mahasiswa baru Umri pda tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni dari 1.820 menjadi 2.130 mahasiswa. Hal ini membuktikan, bahwa Umri semakin diminati masyarakat Riau dengan beragam fasilitas yang dimiliki.

Dalam arahannya, rektor menekankan agar para mahasiswa baru selalu menanamkan sikap harus menjadi yang terbaik, dengan menanamkan empat prinsip utama. “Pertama adalah integritas. Kedua, peduli tehadap lingkungan sekitar dan sesama makluk hidup. Ketiga, selalu berpikir positif dan menjadi yang terbaik dan keempat adalah religius,” ungkap Mubarak.

Pena Berkarya Raih Juara Lomba Cipta Lagu Mars Jurnal Ilmiah Kemeristekdikti

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof Dr Dyah Aryani Perwitasari MSi PhD Apt, meraih juara 1 lomba cipta lagu mars jurnal ilmiah oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI), Sabtu (14/9). Mars Jurnal Ilmiah berjudul Pena Berkarya ini berhasil menyisihkan 30 peserta dari seluruh Indonesia dan menjadi pemenang di antara 8 finalis lainnya.

Wakil Rektor I UAD, Dr H Muchlas MT, mengucapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. Menurutnya ini bisa mengukuhkan nama UAD di Perguruan Tinggi Indonesia. “Nantinya lagu ini akan dipakai untuk mengawali kegiatan-kegiatan jurnal ilmiah Kemenristekdikti, seperti di pelatihan, pendampingan, atau sosialisasi tentang jurnal. Setelah dikumandangkannya lagu Indonesia Raya kemudian diteruskan lagu ini, itu keinginan Kemenristekdikti kira-kira,” papar Muchlas saat melakukan press conference di Kampus I UAD, Selasa (17/9).

Tujuan pembuatan mars ini ialah untuk mengingatkan kembali bahwa jurnal ilmiah adalah suatu sarana untuk dosen terutama dalam penataan karier akademik dalam hal jabatan fungsional. “Jurnal di Indonesia itu perlu ditingkatkan menuju ke level tingkat internasional. Jika jurnal kita sudah masuk ke level internasional, Indonesia mudah-mudahan mulai menjadi negara maju. Nah, itu semua sudah ada di lagu itu secara runut. Sehingga Insyallah bisa memotivasi dosen-dosen untuk mengembangkan jurnal dan karya-karya ilmiah lain.” ujar Dyah.

Dyah mengungkapkan proses pembuatan mars tersebut hanya dalam waktu dua jam saja. Ide lagu muncul selama perjalanan pulang. Sesampainya di rumah, Dyah langsung menulis lirik dan membuat nada sederhana. “Sebenarnya untuk lagu ini saya tidak perlu mencari inspirasi terlalu rumit, karena sudah menjadi aktifitas dosen sehari-hari yang memang membuat proposal penelitian, membuat penelitian, dan kemudian menuliskan dalam bentuk publikasi ilmiah,” tambahnya.

Latar belakang keluarga yang mencintai musik membuatnya tidak bisa lepas dari dunia ini meskipun berprofesi sebagai dosen. Sampai saat ini, sudah terdapat lima lagu yang diciptakannya untuk mengikuti kompetisi cipta lagu baik di sekolah maupun di radio. “Kali ini agak berbeda ya, karya ini akan disumbangkan, didedikasikan untuk negara melalui kemenristekdikti,” pungkasnya.