Closing Ceremony MSPP Batch II

Setelah berlangsungnya Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch II selama tiga bulan, pada Senin, 7 Mei 2018 kemarin dilaksanakan Closing Ceremony yang bertempat di Gedung Pusbang Muhammadiyah, Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Majelis Diktilitbang (Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D), Wakil Ketua Majelis Diktilitbang (H. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A), Sekretaris Majelis Diktilitbang (Muhammad Sayuti, M.Pd,. M.Ed., Ph.D), Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang (H. Ahmad Muttaqin, M,Ag., M.A., Ph.D), Ketua LazisMu (Hilman Latief, Ph.D), Ketua Majelis Pendidikan Kader (Dr. Ari Anshori, M.Ag), Rektor Universitas Ahmad Dahlan (Drs. Kasiyarno, M.Hum), Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta (Dr. Muhammad Da’i, M.Si), Ketua Lembaga Pengembangan Ilmu Dasar dan Bahasa Universitas Muhammadiyah Surakarta (LPIDB UMS)Dr. M. Thoyibi, Global English Pare, Anggota dan Tim Asistensi Majelis Diktilitbang dan DPP IMM.

Pada kesempatan ini juga disampaikan laporan bahwa terdapat 7 peserta program reguler yang sudah melaksanakan tes IELTS dan 15 peserta program afirmasi juga telah mengikuti tes TOEFL ITP. Selain itu juga tercatat dua peserta sudah mendapatkan beasiswa untuk studi lanjut masing-masing di jenjang master dan doktoral. Untuk mengapresiasi peserta selama pelaksanakan program, Majelis Diktilitbang memberikan sejumlah penghargaan kepada peserta berpresetasi yang terbagi menjadi 7 kategori: peserta dengan komitmen terbaik, peserta paling disiplin, peserta dengan peningkatan signifikan, peserta yang paling rajin sholat, peserta yang paling rajin membaca Al Qur’an, peserta dengan bakat leadership terbaik dan peserta dengan capaian nilai tertinggi.

Selain memberikan apresiasi kepada peserta, Majelis Diktilitbang juga memberikan penghargaan kepada mitra program baik pemberi funding atau institusi penyelenggara pelatihan Bahasa Inggris. Penghargaan diberikan kepada LazisMu, Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, LPIDB UMS, Pesma KH Mas Mansur UMS dan Global English.

Acara ditutup dengan soft-launching catatan peserta afirmasi Muhammadiyah Scholarship Preparation Program 2018 yang berjudul “Memoirs from Surakarta”. (sz)

Diktilitbang Luncurkan SBM PTM

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) secara resmi meluncurkan SBMPTM atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Hotel Harris Gubeng, Surabaya, Sabtu (14/4).

“Pelaksanaan SBMTPM dilandasi kebersamaan dan untuk membesarkan PTM”.

Harapannya dengan program ini dapat menyerap input yang baik, lulusan berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Ujar Lincolin Arsyad Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

SBMPTM menggandeng 12 Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang memiliki Fakultas Kedokteran yakni Universitas Ahmad Dahlan, UM Jakarta, UM Makassar, UM Malang, UM Palembang, UM Prof. Dr. Hamka, UM Purwokerto, UM Semarang, UM Sumatera Utara, UM Surabaya, UM Surakarta, dan UM Yogyakarta. Tes seleksi menggunakan Computer Based Test (CBT). Ada dua macam tes yaitu Potensi Akademik (TPA) dan Materi IPA.

Lincolin mengungkapkan Muhammadiyah memiliki 173 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) tersebar di seluruh Indonesia. Persebaran tersebut menjadi potensi dilakasnakannya seleksi bersama terintragasi.

Muhammad Da’i sekretaris Panitia Pusat SBMPTM menambahkan, keunggulan pendaftaran online SBMPTM adalah memudahkan bagi calon mahasiswa dalam memilih PTM tujuannya. Calon mahasiswa yang berada di Surabaya misalnya, tidak harus mengikuti test di Jakarta, saat ingin masuk ke prodi Pendidikan Dokter UM Jakarta. Calon mahasiswa cukup mendaftar melalui portal online dan melakukan pembayaran melalui transfer via Bank Syariah Mandiri terdekat.

“Sehingga pada pelaksanaannya diharapkan lebih efisien, murah, dan fleksibel karena adanya mekanisme lintas wilayah,”

Harga pedaftaran yang harus dibayarkan 750 ribu dapat memilih 3 prodi di PTM yang berbeda. Pendafaran melalui SBMTPM ini akan dibuka selama sebulan mulai 1-30 juni 2018. Tes aka dilakukan pada minggu ke tiga bulan juli 2018. Kuota yang dibuka untuk tahun ini yakni 5 ribu mahasiswa. Panitia menyediakan 210 kursi calon mahasiwa lolos tahap satu. Calon mahasiswa yang lolos kan melanjutkan tes selanjutnya di PTM masing-masing.

6 Orang Alumni UM Tasikmalaya Berangkat ke Taiwan

Kabar gembira kembali hadir di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) dengan lolosnya 6 orang alumni UMTAS dalam seleksi Short-Term Elder Care Training Program di National Taipei University of Nursing and Health Science di Taiwan. Selasa, 23 Rajab 1439 H/10 April 2018 pukul 10.00 dilakukan Pelepasan Peserta yang dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Dekan FIKes beserta jajarannya, serta dosen dan mahasiswa UMTAS. Pelepasan yang berlangsung di Graha UMTAS tersebut bertambah khidmad dengan hadirnya orang tua para mahasiswa yang akan diberangkatkan ke Taiwan tersebut. Mereka adalah Anisa Setyawati, S. Kep. Ners (lulusan 2017), Asep Nursamsi, A. Md. Kep. (lulusan 2016), Dede Pipin, S. Kep. Ners (lulusan 2017), Gani, A. Md. Kep (lulusan 2016), Nur Aziz Ajharrahmat, S. Kep. Ners (lulusan 2017), dan Maya Nurfitria Ningrum, S. Kep. Ners (lulusan 2017). Ke-6 orang tersebut akan berada di sana selama 10 bulan terhitung sejak Maret 2018 hingga Januari 2019.

Nur Aziz Ajharrahmat, S. Kep. Ners., memberikan sambutan mewakili mahasiswa yang lolos seleksi tersebut. Pertama, ia mengucapkan syukur Alhamdulillah atas kesempatan yang diberikan Allah kepadanya. “Alhamdulillah, atas doa dan dukungan orang tua-lah saat ini kami ada di sini. Dan, saya terharu, karena diantara sekian pidato saya, ini adalah pidato pertama saya di depan ibu saya,” ujarnya. Aziz juga menghaturkan terimakasih kepada UMTAS -yang menjadi tempat pengabdian- atas kesempatan yang diberikan. “Mohon doanya, semoga kami disehatkan, dilancarkan, diberikan kesuksesan, selesai pendidikan di sana (Taiwan -red) mendapatkan ilmu yang dapat mengharumkan UMTAS,” tambahnya. Aziz juga berpesan kepada adik-adik mahasiswa agar semakin tekun dalam belajar meraih ilmu, menghormati dosen sebagaimana menghormati orang tua, karena syariatnya ilmu sampai kepada mahasiswa melalui ikhtiar dan doa orang tua serta kerja para dosen sebagai orang tua kedua yang mendidik dengan sepenuh hati. “Di program ini, kami menjejaki langkah pertama, dan kalian adalah langkah berikutnya,” pungkasnya.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UMTAS, Saryomo, M. Si., mengucapkan selamat kepada peserta yang lolos seleksi. “Saya terharu. Semua mahasiswa itu anak saya. Semoga kalian mendapatkan ilmu dan pengalaman yang diridhoi Allah. Jangan lupa untuk selalu bersyukur dan berbakti kepada orang tua. Manfaatkan ilmu kalian untuk kesejahteraan umat manusia,” katanya. Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar belajar dengan sungguh-sungguh, termasuk belajar Bahasa Inggris, supaya visi UMTAS untuk menjadi kampus yang unggul, islami, dan terkemuka dapat tercapai.

Pesan serupa juga disampaikan oleh Rektor UMTAS, Dr. Ahmad Qonit AD, MA. “Selamat kepada anda yang berangkat. Hasil yang kalian rasakan saat ini adalah pertemuan antara kerja keras dan potensi dengan kesempatan yang Allah berikan. Support dan doa dari orang tua kita juga sangat penting memberikan andil dalam pencapaian kalian,” tuturnya. Rektor juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh sivitas akademika UMTAS, khususnya FIKes, atas sinergi dalam proses pembelajaran selama ini.
Rektor menjelaskan, bahwa capaian ini bukan proses yang tiba-tiba, melainkan telah melalui sebuah proses yang panjang. “UMTAS telah bekerjasama dengan NTUNHS (National Taipei University of Nursing and Health Science) sejak tahun 2015. MoU tersebut beranjak dari visi dan misi UMTAS untuk menjadi kampus yang Unggul, Islami dan Terkemuka, sebagai bentuk ikhtiar UMTAS demi memberi yang terbaik kepada mahasiswa, dosen, karyawan, dan alumni agar mendapatkan pendidikan yang berkualitas sehingga tercipta SDM yang baik,” jabarnya.

Total ada 8 orang dari Tasikmalaya yang berangkat ke Taiwan, 6 dari UMTAS, 2 dari STIKES BTH. “Kalau dari PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah), Universitas Muhammadiyah Semarang telah memberangkatkan 23 mahasiswa ke NTUNHS dalam program yang sama. Memang, kerja sama antara Muhammadiyah dengan Taiwan sudah sangat luas. Beberapa waktu lalu NTUNHS merayakan ulang tahun dan mengundang 25 rektor PTM di Indonesia yang bekerja sama dengannya, full ditanggung semuanya mulai dari transportasi akomodasi dan fasilitas selama satu minggu. Termasuk kita juga diundang. Namun karena waktunya yang bentrok dengan akreditasi FIKes, waktu itu kita tidak menghadiri undangan itu,” jelas rektor.

Terkait keberangkatan 6 orang alumni UMTAS ke Taiwan, rektor menanggapinya dengan menyampaikan QS Al-Baqarah: 2, inni jaa’ilun fil ardli khaliifah, sesungguhmya Aku hendak menciptakan khalifah di muka bumi. “Kita disiapkan oleh Allah untuk menjadi pemimpin di muka bumi, jadi ini adalah hal yang lumrah, biasa-biasa saja orang pergi ke luar negeri itu. Bahkan, memang sudah seharusnya mahasiswa memiliki semangat seperti itu, supaya termotivasi untuk terus mengasah potensi,” paparnya.
Sebagai khalifah, pemimpin, tentu kita diberikan beban. Rektor mengutip ayat 287 QS Al-Baqarah bahwa Allah tidak akan membebankan sesuatu di luar batas kemampuan kita. “Segala yang dibebankan Allah kepada kita sejatinya masih dalam kapasitas kita sebagai hambaNya. Jadi, sebenarnya kita bisa jauh lebih hebat dari saat ini jika kita maksimalkan ikhtiar, doa, dan tawakkal kita kepadaNya. Selama ini kita masih gini-gini aja hanya dikarenakan kita malas-malasan, manja-manjaan, tidak ikhtiar dengan serius. Padahal tidak boleh main-main di dalam Islam. Hanya Al-Qur’an yang menyebutkan dalil seperti di atas (Al-Baqarah 287-red), kitab yang lain tidak ada,” ulasnya.
Terakhir, rektor berpesan kepada peserta yang akan berangkat agar serius menata akhlaq. “Akhlaq itu harus 100% baik, tidak boleh 99% baik. Karena, ilmu itu bisa dicari, keahlian bisa dilatih, tetapi dimanapun kalian berada, yang dicari pertama kali adalah akhlaq yang 100% baik,” pungkasnya. [humas umtas]

Mahasiswa UM Jakarta dan Singapore Terjun Bareng Ke Masyarakat

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bekerjasama dengan Singapore Polytechnic (SP) menyelenggaraan Program Learning Express (LeX) bersama. Program LeX ini baru pertama kalinya dilakukan oleh SP yang bermitra dengan UMJ, yang saat ini dilaksanakn oleh Fakultas Agama Islam UMJ. SP mengirimkan 25 mahasiswa, dan FAI UMJ menyiapkan 25 mahasiswa juga untuk mendampingi mereka. Program LeX ini berbentuk community development yang akan berlokasi di desa Tegal Waru – Bogor, yang merupakan desa pembuat kerajinan tangan. Di sana mahasiswa SP dan UMJ akan belajar cara membuat kerajinan tangan bersama warga masyarakat yang ada di lokasi tersebut. Mahasiwa SP dan UMJ akan berada di desa Tegal Waru selama 4 hari dan bermalam di rumah penduduk di desa tersebut, mereka akan belajar dan berbaur dengan masyarakat. Kemudian mereka akan kembali ke Kampus UMJ untuk melakukan diskusi tentang hasil observasi mereka dan melakukan design thinking (DT) dan Empathy Study bersama.

Selama berjalannya program, mahasiswa didampingi oleh 3 dosen pendamping dari SP, dan 4 dosen pendamping dari Fakultas Agama Islam UMJ, yaitu Suharsiwi, Rabiatul Adawiyah,  Nur Hidayat, dan Saomi Rizqiyanto. Acara pembukaan Program LeX dilakukan di Aula Pascasarjana UMJ pada hari Senin, 19 Maret 2018 dan dibuka oleh Rektor UMJ, Prof. Dr. Syaiful Bakhri, SH, MH. Syaiful menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran bersama antara mahasiswa UMJ dan SP.  Dekan FAI UMJ, Rini Fatma Kartika, MH yang juga hadir dalam acara pembukaan tersebut menyampaikan bahwa mahasiswa FAI UMJ sangat senang dalam mengikuti program ini, dan dengan program LeX ini, mahasiswa dapat belajar design thinking dari mahasiswa SP selama 12 hari mereka di Jakarta. Rini menambahkan, melalui program ini mahasiswa dapat saling mengisi dan melengkapi.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UMJ, Endang Zakaria, menyampaikan bahwa program LeX antara UMJ dengan SP ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat bersama antara mahasiswa kedua lembaga pendidikan tinggi ini, untuk belajar bersama masyarakat dalam membuat kerajinan tangan, yang mana hal tersebut tidak didapatkan oleh mahasiswa SP di Singapore. (EZ/AW)

UM Jakarta Jembatani Kerja sama PTM Dengan Chikyujin Japan

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menjadi tuan rumah acara Pertemuan Inisiasi Kerjasama antara 14 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dengan Chikyujin Foundation untuk program Student Internship bagi mahasiswa Fakultas Pertanian di Jepang. Pertemuan ini dihadiri oleh 26 perwakilan dari 14 PTM dari seluruh Indonesia, yang terdiri dari Rektor, Dekan Fakultas Pertanian dan Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) masing-masing PTM. Sebelumnya, Chikyujin Foundation telah menjalin kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), di mana UMSU telah mengirimkan 12 mahasiswanya untuk program magang di Perusahaan Jamur Yukiguni Maitake di Niigata, Jepang, pada periode Agustus 2017 sd Februari 2018.

Chikyujin Foundation sendiri memiliki tujuan untuk menyediakan berbagai pelayanan pendukung untuk mahasiswa asing dari berbagai belahan dunia yang ingin belajar di Jepang, dimana mereka dapat belajar mengenai kebudayaan, tradisi, teknologi di Jepang. Pertemuan di UMJ dihadiri langsung oleh pendiri Chikyujin Foundation, Iwamoto Shinichi dan Managing Director Chikyujin Foundation, yait

Melalui Program MSPP Lahirkan Bibit Muhammadiyah Berdaya Saing

Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) program gagasan Majelis Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah bekerjasama dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) dan Lazismu kembali di gelar.

Pembekalan dan pembinaan untuk mempersiapkan studi lanjut baik di jenjang S2 maupun S3 selama seminggu di laksanakan di Gedung Pusbang Muhammadiyah Kaliurang sebelum proses pelatihan Bahasa Inggris selama tiga bulan di Kampung Pare Kediri (Jawa Timur).

Selama tiga bulan di Pare Kediri peserta mendapatkan sejumlah fasilitas Pelatihan Bahasa, Tes IELTS, Sertifikat, Biaya Hidup dan Akomodasi. Jelas Sayuti pada Ahad (4/2) dalam acara pembukaan orientasi program di Gedung Pusbang Muhammadiyah Kaliurang.

Sayuti juga mengatakan, “program ini merupakan proses pembibitan kader Muhammadiyah yang diproyeksikan untuk masa yang akan datang.. Selain fokus pada peningkatan kualitas bahasa Inggris kader, juga fokus dalam pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan, yang meliputi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, rencana studi, dan tips mendapatkan beasiswa studi lanjut,”

Selain itu, melalui program MSPP ini juga merupakan bekal PP Muhammadiyah dalam menyiapkan intelektual Muhammadiyah masa depan.

“Ini adalah pilot project bagaimana Muhammadiyah merancang program untuk keberlanjutan majunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) kedepan,” jelas Sayuti. (Adam/Arif)

 

 

Cetak Pimpinan PTM yang Unggul

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan “Leadership Training Bagi Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah” angkatan satu  dengan tema “Strategi Perubahan Menghadapi Era Disrupsi” di Hotel Jayakarta pada tanggal 22 hingga 28 Januari 2018. Acara ini diikuti oleh 44 perwakilan PTM yang merupakan para pimpinan PTM.

Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam sambutannya mengatakan training ini menjadi salah satu kebutuhan pokok untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul guna menghadapi dinamika Perguruan Tinggi yang semakin menantang.

“Selain menjadi tonggak untuk perbaikan-perbaikan program di Majelis Diktilitbang, training ini dibutuhkan mengingat sisi perubahan sosial politik dan lingkungan eksternal yang cepat berubah,” ujarnya.

Lincolin juga menegaskan, kegiatan training ini merupakan langkah awal menciptakan pemimpin yang visioner, inovatif serta fleksibel untuk kemajuan PTM.

“Saat ini terjadi perkembangan dunia pendidikan tinggi yang sangat kompleks, perguruan tinggi asing akan mulai masuk ke Indonesia, salah satunya Australia, sehingga harus diantisipasi dengan menyiapkan SDM yang unggul serta ide-ide solutif dan langkah strategis untuk menghadapinya,” imbuhnya.

Lincolin menegaskan, saat ini tantangan perguruan tinggi adalah menyiapkan SDM yang unggul dan bisa berkompetisi untuk meningkatkan kualitas.

“Kualitas PTM yang unggul adalah sebuah keharusan, sehingga kita harus sama-sama mewujudkannya untuk kebaikan institusi maupun persyarikatan Muhammadiyah,” tutupnya. (nisa)

 

Pengumuman Seleksi Wawancara MSPP Batch II

Berdasarkan hasil penilaian dan seleksi wawancara oleh Tim yang ditunjuk Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terhadap calon penerima Beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch II pada 03 – 11 Januari 2018 di Yogyakarta, diberitahukan bahwa nama-nama terlampir dinyatakan

LULUS SELEKSI WAWANCARA

Selanjutnya Tim MSPP Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah akan mengirimkan informasi terkait Pembekalan Kader.

Demikian informasi ini kami sampaikan. Terima kasih.

 

Yogyakarta, 19 Januari 2018.

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

 

 

 

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

Unduh berkas pengumuman disini

Pengumuman MSPP Batch II

Berdasarkan hasil seleksi dan penilaian calon penerima Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch II oleh tim reviewer yang ditunjuk Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengernbangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhamrnadiyah, maka nama-nama terlampir dinyatakan.

LULUS SELEKSI ADMINISTRASI

Selanjutnya tim MSPP Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah akan mengirimkan informasi terkait jadwal interview dan tahap selanjutnya .

Demikian informasi kami sampaikan, terima kasih.

Yogyakarta, 30 Desember 2017

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

 

 

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

 

Download berkas pengumuman disini

 

Pelantikan WR UNISMUH

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad hadir dalam pelantikan Wakil Rektor (WR) Periode 2016-2020 di Auditorium Al Amien Kampus Unismuh Makassar Senin (19/12/2016) . Empat WR yang dilantik yakni WR I Ir Abd Rachim Nanda, MT, WR II Dr Andi Sukri Syamsuri M Hum, WR III Drs Muhammad Tahir, M Si, dan WR IV Ir Saleh Molla yanhg dimpimpin langsung oleh Rektor Unismuh Rahman Rahim.

Setelah Prosesi pelantikan WR dilanjutkan kuliah tamu oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Lincolin Arsyad , mengatakan, secara umum keadaan pengembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di seluruh Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan.

Tidak hanya dari sisi jumlah perguruan tinggi yang dikelola yang saat ini mencapai 173 buah PTM, serta 1.500 program studi, tetapi juga dari sisi pengembangan mutu perguruan tinggi.

Dari jumlah 173 PTM, sudah tercapai sebanyak 110 yang terakreditasi institusi, yakni 5 PTM terakreditasi A, 45 PTM terakreditasi B, dan 60 PTM lainnya masih terakreditasi C.

“Dan masih ada 63 PTM lainnya yang belum terakreditasi institusi. Kesemuanya ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah kedepan,” kata Prof Lincolin Arsyad. (rfw)