Pemahaman Masyarakat Akan Pengelolaan Hutang Negara dan SBSN Masih Minim

Pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan hutang negara dinilai masih minim. Selain itu, masyarakat juga masih banyak yang belum memahami kerja pemerintah dalam menanggulangi Pengelolaan Utang Negara dan Surat Berharga Negara (SBN). Untuk itulah, Kementerian Keuangan Republik Indonesia selayaknya perlu mengadakan sosialisasi serta menyebarluaskan informasi mengenai SBN kepada kalangan akademisi dan masyarakat luas.

Berdasar atas latar belakang itulah, Kementrian Keuangan Republik Indonesia diwakili Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Direktorat Surat Utang Negara bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan talkshow dan sosialisasi mengenai Surat Berharga Negara dan Pengelolaan Utang Negara, pada Selasa (12/5) bertempat di Gedung AR Fachruddin B lantai 5 dengan tema Surat Berharga Negara (SBN) Goes to Campus.

Dwi Irianti Hadiningdyah, S.H, M.A. selaku Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara dalam sambutannya menjelaskan, memang masih banyak masyarakat yang belum paham atas kerja pemerintah dalam menanggulangi Pengelolaan Utang Negara dan Surat Berharga Negara (SBN), khususnya Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai instrumen keuangan dan investasi yang memiliki peran strategis bagi pembangunan nasional. Sementara itu, menurut Dwi, lingkungan kampus, terutama mahasiswa dan dosen, adalah kelompok masyarakat yang kritis terhadap berbagai kebijakan Pemerintah, sehingga acara sosialisasi semacam ini juga dapat menjaring masukan dan opini dari mahasiwa dan dosen, selain itu membuka basis investor SBN yang potensial bagi mahasiswa dan dosen dimasa depan. “UMY yang merupakan institusi pendidikan tinggi yang berkembang pesat dan concern terhadap pengembangan pasar keuangan di Indonesia terutama syariah menjadi salah satu alasan kami mengadakan sosialisasi di kampus ini,” jelasnya.

Ditambahkan Dwi, tujuan utama dari adanya Talkshow dan sosialisasi ini adalah menyebarluaskan informasi mengenai SBN kepada kalangan akademisi, menjaring masukan dan opini akademisi bagi kebijakan pengelolaan Surat Berharga Negara dimasa yang akan datang, karena untuk saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan paham akan SBN. “Berbagai tujuan penting kami harapkan dengan adanya sosialisasi ini, dan kami sangat mendorong pengembangan pasar keuangan di Indonesia terutama syariah melalui penyebarluasan informasi di kalangan akademisi,” tambahnya.

Di dalam mencapai pembangunan ekonomi yang ditargetkan oleh pemerintah, Negara mencari sumber-sumber dana yang dapat dikembangkan untuk pembangunan Negara, dan salah satunya yaitu dengan berhutang. Dr. Imamudin Yuliadi, S.E., M.Si sebagai Kaprodi Ilmu Ekonomi UMY dan Ketua Komisariat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) salah satu pemateri dalam workshop tersebut menyampaikan bahwa akibat dari kurs rupiah melemah menyebabkan hutang negara meningkat. “Hutang jika dikelola dengan baik akan menjadi lompatan-lompatan pembangunan ekonomi negara. Dan saya jamin, tidak ada negara di dunia ini yang tidak punya hutang dalam melakukan pembangunan di negaranya,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Imamudin lagi, keuangan Islam merupakan harapan masa depan Indonesia. Berbagai jenis lembaga keuangan Islam yang ada di Indonesia, seperti pasar modal syariah, Bank Islam, pegadaian syariah, asuransi Islam, dan bisnis syariah seharusnya dapat membantu ekonomi keuangan Indonesia. “Keuangan Islam dapat membantu perkembangan ekonomi Indonesia, namun sangat disayangkan masih minimnya masyarakat yang mengetahui apa itu keuangan syariah,” tambahnya.

Sementara itu, Dian Handayani, S.E., Ak., MBA. selaku Kepala Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor Direktorat Pembiayaan Syariah dalam materinya menyampaikan, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing. Berlandaskan UU Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara memberi landasan penerbitan SBSN sebagai kewenangan pemerintah untuk menerbitkan SBSN, dan penggunaan barang milik negara dan objek pembiayaan sebagai underlying asset. Underlying asset sendiri adalah asset yang menjadi objek atau dasar transaksi dalam penerbitan sukuk.

•Sukuk berasal dari kata dalam bahasa Arab, yang berarti dokumen atau sertifikat. Istilah Sukuk merupakan bentuk jamak (plural) dari kata Sakk. (adm)

Sumber : UMY

Rektor UMSurabaya berikan Souvenir Cantik untuk KPK

Bersiap melawan korupsi rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) Dr.dr. Sukadiono, M.M. berikan parcel lem tikus dan obat kuat kepada Johan Budi selaku pelaksana tugas (plt) komisioner komisi pemberantas korupsi (kpk) dihadapan ratusan civitas academica UMSurabaya.

Melalui agenda kuliah umum BEM Fakultas Hukum UMSurabaya yang bertajuk Sketsa Buram Masa Depan Pemberantas Korupsi di Indonesia pada senin (30/03/2015) bertempat di Auditorium Gedung G Inspire Rektor UMSurabaya memberikan kado spesial kepada KPK berupa parcel yang berisi Racun Tikus, Lem Tikus dan Obat Kuat.

“Penyerahan parcel tersebut merupakan simbol bahwa saya selaku rektor mendukung penuh penguatan KPK dan mendukung KPK untuk menyelesaikan kasus-kasus besar yang sampai hari ini masih mengantung” ujar Dr.dr Sukadino,MM.

Racun tikus adalah simbol bahwa KPK harus membasmi para koruptor dengan racun-racun keberanian. Lem tikus merupakan simbol bahwa KPK perlu menjerat para koruptor yang hari ini sudah ditetapkan menjadi tersangka agar tidak lepas. Sedangkan obat kuat adalah simbol bahwa KPK harus tetap kuat ditengah tekanan kekuasaan dan kriminalisasi komisioner. Rakyat adalah obat kuat dari KPK.

Pemberian kado spesial tersebut disambut hangat oleh Johan Budi selaku Plt. Ketua KPK.  “ini merupakan catatan penting bagi kami dan kami sangat mengapresiasi dukungan seluruh civitas academika UMSurabaya. Tentunya kami akan bekerja keras dalam pemberantasan korupsi di negeri ini”, jelas Johan Budi setelah kuliah umum.

Sumber : UM-Surabaya

Syiarkan Muktamar, Muhammadiyah Gelar Rangkaian Seminar di Unmuha

PP Muhammadiyah kerjasama Universitas Muhammadiyah Aceh menyelenggarakan Seminar pra Muktamar Muhammadiyah “Peran Muhammadiyah dalam Rekonstruksi Keislaman dan Keindonesiaan” di Gedung Bantuan New Zealand Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), Banda Aceh, (Kamis, 30/4).

Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah ke-47 tersebut dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama tentang “Pandangan Muhammadiyah tentang Kemajemukan Bangsa Indonesia” dengan pembicara Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. dan Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Aceh, Dr. H. Aslam Nur, LML., M.A.

Sedangkan sesi kedua “Reaktualisasi Islam sebagai Jalan Menuju Integrasi Keislaman dan Keindonesiaan” diisi  Ketua PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, MA dan Dosen UIN Jakarta Prof. Dr. Bahtiar Effendy.

Sementara itu di sesi ketia “Tantangan dan Peluang Dakwah Muhammadiyah dalam Penerapan Syariat Islam Menuju Indonesia Berkemajuan” diisi Ketua PW Muhammadiyah Aceh Prof. Dr. H. Al Yasa’ Abubakar, M.A. dan Chaider S. Bamualim, M.A.

Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, MA saat membuka acara tersebut menjelaskan, seminar ini untuk mencari masukan program Muhammadiyah pasca Muktamar ke-47 dan bagian dari syiar Muhammadiyah menjelang Muktamar pada tanggal 3-8 Agustus 2015 di Makassar.

“Seminar Pra Muktamar putaran ke-6 yang berlangsung di Banda Aceh ini memiliki tujuan untuk menguatkan relevansi ideologi Muhammadiyah di tengah realitas perkembangan masyarakat dan tuntutan perwujudan Islam dalam realitas kehidupan; mempertajam basis ideologi Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan Islam; dan menemukan formula konteks organisasi Muhammadiyah memasuki abad kedua,” tandasnya. [humas unmuha | mimi]

Sumber : Universitas Muhammadiyah Aceh

Rektor UMRI bertemu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan R.I

Disela Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Siti Nurbaya ke Pekanbaru (6/5/2015), Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Dr. Mubarak berkesempatan menemui Ibu Menteri. Pertemuan Rektor dengan Ibu Menteri di Ruang VIP Bandara SSK Pekanbaru dimaksudkan untuk menyampaikan keinginan UMRI meminta Ibu Menteri sebagai Keynotespeaker utama dalam rencana Seminar Nasional.

Tema Seminar Nasional yang akan ditaja UMRI adalah “Pendidikan Vokasi Sebagai Langkah Cerdas Untuk Mengatasi Kerusakan Lingkungan Hidup & Perubahan Iklim”. Tujuan akhir dari seminar ini adalah merancang pembukaan program studi vokasi dibidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim di Universitas Muhammadiyah Riau.

Usulan Rektor UMRI kepada Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan disampaikan sebagai bentuk kepedulian UMRI terhadap perlindungan lingkungan hidup di Indonesia. Dari hasil pertemuan singkat itu, Ibu menteri secara lisan telah menyetujui rencana kegiatan tersebut dan selanjutnya meminta UMRI untuk mengatur teknis pelaksanaan dalam bentuk waktu dan tempat pelaksanaan yang disesuaikan dengan jadwal kegiatan Ibu menteri. Tentunya keberhasilan pelaksanaan kegiatan seminar nasional tersebut dan kedatangan ibu menteri Lingkungan hidup dan kehutanan sangat diharapkan oleh Sivitas Akademika UMRI.

Kunjungan Ibu Siti Nurbaya dalam kapasitasnya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke Provinsi Riau dimaksudkan untuk melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Daerah Riau serta perwakilan kabupaten/kota. Rapat yang dilakukan terkait moratorium penggunaan lahan gambut di Provinsi Riau. Pertemuan tersebut dilakukan hanya beberapa jam di Bandara VIP Bandara SSK Pekanbaru.Ibu Menteri tiba pada hari Rabu (6/5/2015) pukul 12.30 WIB Pada pukul 16.00 Menteri berangkat kembali ke Jakarta. (Humas)

Sumber : Universitas Muhammadiyah Riau

Din Syamsuddin Narasumber Dialog Ideopoliter di UMSU

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menjadi narasumber kunci pada dialog idiologi, politik dan organisasi (Idiopolitor) regional 7 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

“Acara yang akan diikuti oleh PW, PD Muhammadiyah,PW dan PD Aisyiah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat,Riau dan Kepulauan Riau akan berlangsung mulai 23-25 April,” kata Ketua Pelaksana Drs, Bahril Datuk, MM kepada wartawan di Medan, Selasa.

Dijelaskan dia, dialog Idiopolitor dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan menyambut Muktamar Muhammadiyah di Makasar Agustus mendatang. Dasar pemikirannya sendiri berangkat dari berbagai peristiwa di Indonesia yang menunjukkan semakin rapuhnya sendi-sendi dan nilai-nilai kehidupan dan moralitas bangsa.

“Konflik horizontal-komunal yang terjadi di berbagai wilayah, menurunnya tingkat kepercayaan terhadap aparat birokrasi, runtuhnya wibawa penegak hukum, korupsi merupakan masalah yang dipandang perlu segera disikapi,” katanya.

Lebih lanjut, carut marut kehidupan sosial, ekonomi dan politik yang terjadi juga mengindikasikan runtuhnya nilai-nilai keagamaan, pandangan hidup dan kemanusiaan. Karena itu bagi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amal makruf nahi mungkar, tajdid, krisis multi dimensi itu menjadi tantangan tersendiri.

“Untuk itu perlu upaya serius dan sistematis guna mngambil bagian dalam menyelesaikan baik di level, nasional, wilayah dan daerah,” katanya.

Dalam perspektif idiologi dijelaskan Bahril, saat ini banyak bermunculan idiologi baru, baik mengatasnamakan agama maupun pemikiran rasional.Idiologi baru itu menghasilkan prilaku ekonomi dan politik yang tidak selalu berpihak pada terciptanya kehidupan yang berkeadilan.

Ideologi global neo-liberalisme, umpanya telah mendorong negara untuk lebih percaya diri menarik diri dari peran sentral menyejahterakan masyarakat, membiarkan atau bahkan memfasilitasi pemegang modal.Indonesia sebagai Negara Muslim terbesar dunia, juga tidak terlepas dari pengaruh berkembangnya ideologi tersebut.

“Maka dalam menghadapi persoalan yang semakin kompleks tersebut, upaya untuk memperkuat basis ideologis dan keorganisasian Muhammadiyah perlu dilakukan dari berbagai sisi,” tegas Bahril Datuk.

Dijelaskan dia, dalam dialog nantinya, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin akan membawakan makalah dengan tema” Transformasi Gerakan Muhammadiyah dalam Dinamika Ideologi Organisasi dan Politik Kontemporer”. Narasumber lainnya yang akan tampil diantaranya,Prof Yunahar Ilyas, MAg, Prof Dr H Ahmad Jaenuri, MA dan Prof Dr H Amin Abdullah.

Melalui kegiatan dialog tersebut diharapkan, dapat memberikan pemahaman bagi pimpinan dan kader Muhammadiyah tentang peta mutakhir ideologi politik, ekonomi dan gerakan keagamaan yang berkembang di Indonesia. Selain itu juga memperkuat basis ideologis bagi pimpinan dan kader Muhammadiyah dalam menghadapi persoalan-persoalan sosial, ekonomi dan politik Indonesia kontemporer yang berimbas pada kehidupan di daerah.

Sumber : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Bahasa Indonesia Alat Pemersatu Bangsa

bertepatan dengan ulang tahun Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (IMABSI) seluruh indonesia yang ke-11 pada (06/05), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sastra Indonesia (Himadiksatria) mengadakan aksi “Gerakan Cinta Basaha dan Sastra Indonesia” yang dilaksanakan di Depan Laboratuium Terpadu Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) dan di Bundaran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), aksi tersebut berlangsung dari pukul tiga sore hingga petang berupa pembacaan puisi dan orasi berlangsung ramai.

Aksi yang menggalakan Gerakan Cinta Bahasa dan sastra Indonesia ini berlangsung atas himbauan Sekjen pusat IMABSI kepada seluruh anggota IMABSI di seluruh Indonesia. “Aksi ini merupakan himbauan dari sekjen pusat IMABSI kepada seluruh anggota IMABSI di seluruh indonesia agar menyelenggarakan aksi serentak pada 6 mei bertepatan dengan ulang tahun IMABSI ke-11,” ungkap koordinator lapangan (korlap) Itsnan Fauzan.

Tidak hanya itu, lewat aksi yang diselenggarakan Himadiksatria, orator sekaligus bersosialisasi kepada seluruh mahasiswa UMP untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. “kami berinisiatif untuk tidak hanya membacakan puisi saja tapi kami juga menghimbau kepada seluruh mahasiswa UMP untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar misalnya menggunaan kata sekedar menjadi sekadar, tergantung menjadi bergantung dan masih banyak lagi,”ungkap Itsnan.

Tema yang dingkat dalam pembacaan puisi beraneka ragam. Dari nasionalisme, kedaulatan rakyat, hingga romantisme mahasiswa diera revormasi 1998. Walaupun dengan tema yang beraneka ragam para orator memfokuskan untuk masalah nasionalisme. Seperti yang terdapat pada teks sumpah pemuda “Kami putra dan putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia” Himadiksatria berupaya untuk mengalakan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. “Disini kami tidak hanya berbicara bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar, tapi juga bagaimana menaggapi budaya dengan benar. Karena dari dulu nasionalisme hanya berkutat dengan tanah air dan bangsa. Padahal bahasa juga sebagai alat pemersatu bangsa,” tandasnya.(Nur)

Sumber : UMP

Dinkes dan RS UMM Sepakat Setop Pemasungan di Malang

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang menggandeng rumah sakit (RS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menanggulangi fenomena pemasungan yang dilakukan keluarga terhadap penderita sakit jiwa. Kedua pihak melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama camat dan petugas kesehatan se-kabupaten, di auditorium RS UMM, Selasa (5/5).

Acara yang dibuka Wakil Direktur Pelayanan Medis RS UMM dr Thontowi Djauhari tersebut dihadiri seluruh petugas kesehatan dan puskesmas kecamatan di seluruh Kabupaten Malang. Hadir pula, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang dr Abdurrachman, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Abdul Malik.

Kadinkes Abdurrachman menyebut, di Kabupaten Malang masih banyak masyarakat yang memasung anggota keluarganya yang mengalami penyakit kejiwaan. “Mereka masih dianggap berbahaya jika dibiarkan. Selain itu, masyarakat beranggapan jika mereka dibawa ke rumah sakit membutuhkan biaya yang mahal,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.

Untuk itu, Dinkes Kabupaten Malang menggelar rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi mengenai penyakit jiwa ini beserta cara penanganannya. “Di sini kita juga akan menyamakan data dari seluruh daerah di Kabupaten agar data mengenai masyarakat yang mengalami penyakit kejiwaan dan mengalami pemasungan bisa valid,” kata Abdrurachman.

Pemberantasan pemasungan di Kabupaten Malang, menurutnya, untuk mewujudkan program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yakni Indonesia Bebas Pasung 2019. Khusus di Jawa Timur, ditargetkan Desember 2015 sudah terealisasi Jawa Timur Bebas Pasung. “Untuk Kabupaten Malang sendiri lebih cepat, yaitu Agustus 2015 Kabupaten Malang bebas pasung,” terang Abdurrachman.

Dia menjelaskan, bersama puskesmas, perawat, dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Malang, Dinkes akan mensosialisasikan agar masyarakat mau membawa keluarganya yang dipasung untuk dirujuk ke rumah sakit.

“Mereka akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang dan RS Saiful Anwar (RSSA). Tentunya, seluruh biaya akan ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Jika sudah terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, maka akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Abdurrachman berharap masyarakat tidak lagi menggunakan pasung jika ada keluarga yang mengalami penyakit kejiwaan. Dia menyarankan untuk membawa saja ke RS atau melaporkan kepada petugas kesehatan di sekitar lingkungan tempat tinggal.

“Supaya program Indonesia Bebas Pasung bisa terealisasikan. Jika sudah sembuh dari penyakit kejiwaannya, mohon untuk ikut memantau perkembangannya. Jika penyakitnya kembali kambuh, jangan dipasung lagi tapi bawa kembali ke RS.”

Sumber : REPUBLIKA

Pengabdian Kepada Masyarakat Singorojo Kendal oleh Ormawa Unimus

Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan kegiatan pengabdianmasyarakat (Pengabmas) di Dusun Kaligedang Singorojo Kendal. Organisasi mahasiswa yang terlibat diantaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan melibatkan sejumlah mahasiswa Unimus lainnya.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan Kesehatan

Pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut, mulai hari Jum’at sampai Minggu. Agenda pertama adalah silaturrahim dan perkenalan dengan perangkat desa untuk mengkoordinasikan kegiatan yang akan dilaksanakan selanjutnya. Hari kedua kegiatan dimulai dengan melaksanakan opening ceremonial yang dihadiri oleh perangkat Desa Kalirejo, tim penyelenggara dari UNIMUS dan diikuti oleh masyarakat setempat dan dilanjutkan dengan memberikan penyuluhan cara mencuci tangan dan sikat gigi yang baik kepada anak-anak SDN 1 Kalirejo. Anak-anak SD terlihat sangat antusias ketika mengikuti serangkaian acara yang diselenggarakan panitia mulai dari penyuluhan sikat gigi dan mencuci tangan, semua tampak ceria mengikuti instruksi dari mahasiswa. Hal ini juga nampak ketika mahasiswa mengajar di kelas, para siswa aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar yang dipimpin mahasiswa. “Rangkaian kegiatan pengabmas ini merupakan salah satu bentuk aplikasi Tridharma perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh mahasiswa”, hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor III (Dr. Djoko Setyo, SE., SH., MM.,MH.).

Kegiatan lainnya yang dilaksanakan bagi warga adalah demonstrasi memasak yang melibatkan ibu-ibu PKK setempat. Kegiatan tersebut meliputi tutorial membuat roti dan puding dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sekitar Dusun Kaligedang Desa Kalirejo. Menurut salah satu Ibu PKK, kegiatan seperti ini harus sering diadakan sebagai ajang pelatihan dan referensi kegiatan ibu-ibu PKK. Selain kelompok ibu, kegiatan juga melibatkan kelompok bapak yaitu penyuluhan bagi kelompok tani Kaligedang dengan pemateri Bapak Zulkifli, S.Pt. (Staff ahli DPRD kota Semarang). Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru bagi kelompok tani mengenai ilmu bertani dan bercocok tanam. Peserta nampak antusias meskipun mengalami sedikit kendala bahasa tapi dapat diantisipasi oleh mahasiswa yang bertindak sebagai fasilitator.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Penyerahan Sumbangan Unimus oleh WR III (Dr. Djoko Setyo, SE., SH., MM.,MH.)
Penyerahan Sumbangan Unimus oleh WR III (Dr. Djoko Setyo, SE., SH., MM.,MH.)

Kegiatan hari ketiga sebagai puncak acara, diawali dengan kegiatan senam pagi yang diikuti warga setempat kemudian dilanjut dengan pembagian sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis. Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan kolestrol darah, kadar asam urat dalam darah, tekanan darah, dan konsultasi gizi. Seluruh warga antusias mengikuti serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Ormawa Unimus. Tercatat lebih dari 100 warga yang hadir untuk memeriksakan kesehatan mereka, tutur Guntur, penanggungjawab stand pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan diperoleh bahwa mayoritas warga memiliki kadar kolesterol dan asam urat yang tinggi sehingga hal tersebut disampaikan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat sebagai rekomendasi penanganan lebih lanjut. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dilanjutkan dengan penutupan.

Harapan dari kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Unimus adalah agar mahasiswa lebih kritis dan aware terhadap kebutuhan masyarakat yang tinggal jauh dari perkotaan. Selain itu kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang promosi kepada masyarakat tentang keberadaan Unimus dengan melibatkan diri kedalam kegiatan masyarakat. (ukm-komunikasi&humas-jipc).

Sumber : UNIMUS

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Tiga Mahasiswa UMY Manfaatkan Limbah Tebu Untuk Bahan Pembuatan Beton

Umumnya, limbah tebu tidak pernah dijadikan bahan olahan lain oleh kebanyakan orang. Kebanyakan dari kita pun mungkin juga tidak pernah berfikir bahwa limbah tebu tersebut ternyata dapat pula dimanfaatkan sebagai bahan olahan untuk pembangunan. Inilah yang kemudian menjadikan Hernawan Fajar, Aditya Wibawa Mukti, dan Alfi Arifai (mahasiswa Teknik Sipil UMY) memanfaatkan limbah tebu tersebut untuk campuran pembuatan beton.

Hasil inovasi dan kreativitas dari mereka bertiga pun membawa kemenangan untuk Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam ajang Concrete Competition D’Village 5th Edition yang diselenggarakan pada 24-26 April 2015 di Institut Teknologi Surabaya (ITS). “Ide memanfaatkan limbah tebu ini sebenarnya kita dapat dari mas Aditya, yang waktu itu membaca 3 jurnal, di mana dalam jurnal tersebut menyarankan ketiga limbah ini untuk digabung karena nantinya akan menghasilkan beton yang baik, akhirnya dari si​tulah kami membuat beton dari limbah tebu. Pemanfaatan limbah ini juga didukung dengan tema yang ada, yaitu memanfaatkan limbah lokal, “ jelas Hernawan Fajar saat di wawancarai pada Jum’at (7/5) di BHP UMY.

Fajar menambahkan, bahwa limbah tebu yang digunakan ada 3 macam, pertama, satu beton ditambahkan dengan abu ampas tebu. Kedua, satu beton ditambahkan abu ampas tebu teraketel, dan ketiga, satu beton ditambahkan dengan molase atau cairan gula yang sudah dikristalkan berulang-ulang yang tidak bisa digunakan lagi. “Dari ketiga campuran limbah tersebut akhirnya kita jadikan satu dan dicampurkan dengan beton, “ tambahnya.

Dalam pembuatan beton ini ada beberapa hal yang harus diperhitungkan, yaitu kekuatan dan juga ketepatan. “Untuk total pembuatan beton ini kami hanya diberi waktu 30 hari, untuk pembuatan beton ini kami hanya membutuhkan waktu satu hari saja untuk membuat adonannya. Namun, bukan hanya berhenti di situ saja, kita tetap harus melakukan pengujian kekuatan dan ketepatan beton tersebut. Waktu pengujian kita lakukan pada hari ke-14 yang kita uji di laboratorium UMY dan hari ke-28 kita lakukan pengujian di ITSnya, “ jelasnyanya.

Fajar kemudian menambahkan bahwa, awalnya mereka agak pesimis dengan hasil pengujian pada hari ke-14 yang dilakukan di laboratorium. Karena hasilnya tidak sesuai dengan yang mereka harapkan yaitu hanya 16-17 Mpa padahal pada ketentuan lomba kekuatannya harusnya 30 Mpa. “Pada hari ke-28 akhirnya beton itu diuji lagi, namun kali ini langsung di ITS waktu lomba dan ketika diuji hasilnya sangat mencengangkan karena target yang kita buat malah melebihi yaitu 30-37 Mpa. Di situ kita merasa sangat senang sekali, “ tambahnya gembira.

Namun, bukan hal mudah untuk Fajar, Alfi, dan Aditya untuk bisa mencapai kemenangan itu ada beberapa hambatan yang mereka temui. “Untuk hambatannya tentu ada, misalnya soal waktu kita merasa kesulitan untuk menyamakan waktu karena kami punya kesibukkan masing-masing. Selain itu waktu lombanya juga mepet jadi kekurangan waktu. Untuk bahan pembuatannya kami sedikit memiliki hambatan, karena waktu itu kita survey ke madukismo untuk minta bahan untuk tebunya tapi perizinannya sulit. Akhirnya kita dapat bahan itu di laboratorium kampus, jadi sebuah keberuntungan buat kami selalu diberi jalan keluar setiap ada kesulitan, “ terang Fajar.

Alfi Arifai juga menjelaskan, bahwa dalam kompetisi ini ada 2 tahap yang dilalui, pertama pengumpulan proposal yang akhirnya hanya terpilih 5 Unversitas di Indonesia yang pada saat itu UMY adalah satu-satunya Universitas Swasta yang masuk dalam 5 besar. “Kedua, pengujian beton yang dibawa langsung ke ITS dan akhirnya kita mendapatkan juara pertama dan berhasil mengalahkan Universitas Negeri Jember (UNEJ), Universitas Negeri Malang (UNM), Universitas Negeri Bangka Belitung (UBB), dan Universitas Indonesia (UI), “ jelasnya.

Dengan kemengan yang sangat apik ini membuat Fajar, Alfi dan Aditya mengubah pandangannya tentag kualitas Universitas Swasta dan Negeri. “Setelah berhasil mengalahkan Universitas Negeri saya jadi merubah pandangan saya, bahwa sebenarnya dari segi kualitas tidak beda jauh, yang membedakan kalau kita terus berusaha tentunya kita akan berada di depan mereka. Jadi, jangan pernah merasa minder kalau kalian kuliah di Universitas Swasta yang menentukan kualitas itu ya dirimu sendiri, “ timpal Fajar lagi.

Alfi juga berharap bahwa kemengan ini tentunya tidak akan membuat mereka untuk terus puas, sebab masih banyak kompetisi-kompetisi lain yang dapat mengembangkan kemampuan mereka. “Bagi adik-adik kelas yang nantinya akan mengikuti lomba, kami sarankan untuk bisa menggunakan nama tim kami yaitu “Yogyakarya”. Karena nama tim ini juga sebenarnya bisa dijadikan sebagai branding untuk Prodi Teknik Sipil di UMY ini, “ tutupnya.

Sumber : UMY

UM MAGELANG HADIAHKAN BEASISWA

Lomba Kompetensi Siswa (LKS) untuk SMK se-Kabupaten Magelang yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) Kabuupaten Magelang bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Magelang telah berakhir pada Kamis 30 April 2015.

10 bidang yang dilombakan, telah berhasil ditetapkan beberapa peserta yang menjadi pemenang dari juara 1, 2 dan 3. Bidang Akuntansi, juara 1 diraih Siti Azizah (SMK Muhammadiyah Salaman), juara 2 diraih Shofia Rahayu Zulfa (SMK Satya Pratama), juara 3 diraih Anisah Wulandari (SMK Abdi Negara Muntilan).

Bidang Pemasaran, juara 1 diraih Ulung Khasanah & Ari Suharyati (SMKN 1 Ngablak), juara 2 Triana Febriyanti & Wahyu Tri Lestari (SMK Satya Pratama), juara 3 Siti Nur Latifah & Mufarikhah (SMK Abdi Negara Muntilan).

Bidang Adminidtrasi Perkantoran, juara 1 diaraih Hesti Yuliastanti (SMK Muhammadiyah Samalaman), juara 2 Puput Selviana A ( SMK Muhammadiyah 1 Borobudur), juara 3 Ika Kritian (SMK Muhammadiyah II Muntilan).

Abdul Rahman (SMK Muhammadiyah Sawangan), juara 3 M.Kholik Setiawan (SMK Muhammadiyah Salaman).

Bidang Design Grafis, juara 1 diraih M.Fika A (SMK Syubbabul Wathon), juara 2 Feriadi ( SMK Muhammadiyah Sawangan), juara 3 M.Noky H (SMK Muhammadiyah Salaman).

Bidang Software Aplikasi, juara 1 diraih oleh Afif Budi Setyawan (SMK Syubbanul Wathon), juara 2 Latif Hidayatullah (SMK Muhammadiyah II Muntilan), juara 3 Deri M Ramadhan (SMK Muhammadiyah Salam).

Bidang Animasi, juara 1 diraih SMK Syubbanul Wathon, juara 2 SMK Ma’arif Walisongo, juara 3 SMK Muhammadiyah Salaman.

Bidang Networking Support, juara 1 diraih M.Dzaki Mubarok (SMK Syubbanul Wathon), juara 2 Ahmad Muflikhun (SMK Muhammadiyah Bandongan), juara 3 Ina Mila Sirli (SMK Muhammadiyah Muntilan).

Bidang Kendaraan Ringan, juara 1 diraih SMKN 1 Windusari, juara 2 SMK Pangudi Luhur, juara 3 SMK Muhammadiyah 1 Salam.

Bidang Teknik Mesin, juara 1 diraih SMK Muhammadiyah Mungkid, juara 2 SMK Pangudi Luhur, dan juara 3 diraih SMK Muhammadiyah 1 Salam.

Zamzin, S.Pd perwakilan Disdikpora Kab.Magelang mengatakan, para pemenang masing-masing mendapatkan tropi+uang pembinaan dari Disdikpora Kabupaten Magelang, dan beasiswa studi lanjut Perguruan Tinggi dari UM Magelang.(RIFA’I-HUMAS)

Sumber : UMMGL.AC.ID