Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar Hadiri Upacara HUT TNI di Karebosi

Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 Tentara Nasional Indonesia (TNI), di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu, 5 Oktober 2016.

Rahman Rahim duduk di jejeran kursi terdepan bersama unsur pimpinan perguruan tinggi, Kasdam VII/Wirabuana Brigjen TNI Supartodi, Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Nanang S, Kapolda Sulsel Anton Charliyan, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Kabinda Sulsel, Aslog Danlantamal VI Kolonel Laut (T) Didik Joko Sukmono, Walikota Makassar Ramdhan Pomanto, Ketua DPRD Provinsi Sulsel Mohammad Roem, pimpinan perguruan tinggi, Ketua Dharma Pertiwi Daerah G Ny Bella Sapira Agus Surya Bakti, serta sejumlah undangan lainnya.

Upacara yang dipimpin Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dengan Komandan Upacara Letkol Pasukan Wendi Bahtiar Danyon Paskas 466 dari TNI Angkatan Udara, dihadiri seluruh unsur TNI di Sulawesi Selatan.

Usai upacara dilanjutkan dengan defile seluruh unsur Prajurit dan PNS TNI/POLRI beserta Satpol PP dan Alutsista TNI yang ada, serta demontrasi oleh sejumlah prajurit.

HUT ke-71 TNI mengusung tema: Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian.

Syahrul Yasin Limpo selaku inspektur upacara membacakan amanat Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (win/hh/ar)

Sumber : www.unismuh.ac.id

Unisversitas Muhammadiyah Makassar Banyak Bertumpu pada FKIP

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar merupakan fakultas pertama (tertua) dan sekaligus fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Unismuh Makassar.

FKIP selalu berada di garda terdepan. Unismuh banyak bertumpu pada FKIP, kata Rektor Unismuh Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, saat melakukan kunjungan silaturrahim dan diterima di Mini Hall FKIP Unismuh, Jumat, 30 September 2016.

FKIP yang dipimpin Dr Andi Sukri Syamsuri sebagai dekan, kata rektor, merupakan lumbung pemuda dan lumbung dosen-dosen muda berprestasi.

FKIP juga selalu besar skim dana penelitiannya. FKIP pintar cari uang dan juga pintar bagi-baginya, kata Rahman Rahim sambil tersenyum yang langsung disambut tepuk-tangan meriah dari puluhan dosen, karyawan, dan perwakilan mahasiswa.

Dia mengatakan, kunjungannya ke FKIP sekaligus ingin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada dirinya menjadi Rektor Unismuh masa bakti 2016-2020 (dilantik pada 10 Agustus 2016).

Mudah-mudahan amanah ini dapat secara bersama-sama kita memikulnya untuk membesarkan Unismuh Makassar, kata Rahman.
Dia mengingatkan bahwa perguruan tinggi merupakan bisnis jasa non-profit yang mengutamakan pelayanan prima kepada para stakeholder.

Dalam bisnis, katanya, keuntungan dapat terus-menerus diperoleh jika produknya berkualitas dan disenangi oleh pelanggan. Sebaliknya, usaha bisnis akan bangkrut jika kualitas produk yang dihasilkannya menurun.

Salah satu program strategis yang kita sudah canangkan bersama untuk empat tahun ke depan adalah meningkatkan kualitas seluruh produk Unismuh, yakni lulusan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, serta ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (Ipteks), sebut Rahman.

Kunjungan silaturrahim Rektor Unismuh di Mini Hall FKIP, dihadiri Wakil Rektor III Samhi Muawan Djamal MAg, Direktur AKSI Dr Budi Setiawati, mantan Rektor Unismuh yang juga mantan Dekan FKIP Dr Irwan Akib, Dekan FKIP Dr Andi Sukri Syamsuri, Wakil Dekan II FKIP Dra Hj Syahribulan MPd, dan Wakil Dekan III FKIP Drs H Nurdin MPd. (win/hh/ar)

Sumber : www.unismuh.ac.id

Abubakar Idhan, LP3M Unismuh, dan Bawang Merah

Dalam beberapa tahun terakhir, nama Abubakar Idhan tampaknya tidak bisa dipisahkan dengan Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Di tangan dinginnya, LP3M Unismuh Makassar menjelma menjadi salah satu lembaga penghasil penelitian terbanyak di antara ratusan perguruan tinggi swasta di lingkungan Kopertis Wilayah IX Sulawesi.

Abubakar yang menjabat Sekretaris LP3M Unismuh Makassar, bersama Ir HM Amin Ishak MSc selaku ketua, dan beberapa dosen yang menggawangi lembaga tersebut, bukan hanya terus-menerus berhasil mendapatkan tambahan dana penelitian dari Kemenristek-Dikti, melainkan juga berhasil menaikkan peringkat Unismuh Makassar dalam hal jumlah dana penelitian, yaitu dari Klaster Binaan menjadi Klaster Madya.

Unismuh Makassar sudah masuk Klaster Madya dalam bidang penelitian perguruan tinggi. Tahun 2016, Unismuh Makassar memperoleh dana penelitian sebesar Rp 5 miliar dari Kemenristek-Dikti, jelas Abubakar kepada Operator Wartawan AKSI Unismuh Makassar, belum lama ini.

Rektor Unismuh Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, pun langsung memberikan apresiasi kepada ketua, sekretaris, dan anggota LP3M Unismuh atas prestasi mereka menaikkan peringkat Unismuh Makassar dari klaster binaan menjadi klaster madya dalam bidang penelitian perguruan tinggi.

Apresiasi dan ucapan terima kasih tersebut disampaikan pada acara Sosialisasi Klaster Madya Penguatan Strategi Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, Sabtu, 3 September 2016.

Kini Unismuh Makassar memiliki dana peneitian sebesar tujuh miliar, terdiri atas lima miliar dari Kementerian Ristek-Dikti dan dua miliar dari Unismuh Makassar. Ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk aktif melakukan riset. Jangan sampai uang yang lima miliar dari kementerian itu tidak bisa dihabiskan, karena bisa-bisa turun lagi peringkat penelitian kita, tutur Rahman.

Jadi Dosen Sejak 1986
Abubakar Idhan yang lahir di Bulukumba, pada 2 Juni 1958, sebenarnya baru sekitar sembilan tahun menjadi dosen di Unismuh Makassar, tepatnya sejak 1 Januari 2007.

Sebelumnya, suami dari Siti Zakia Djuddin, ayah dari empat anak, dan kakek dari dua cucu ini, adalah dosen Universitas 45 Makassar (sekarang Universitas Bosowa).

Waktu itu (tahun 1986) di saya diangkat sebagai dosen tetap yayasan. Jadi, secara keseluruhan, saya sudah 30 tahun jadi dosen, katanya.

Tahun 1992, anak dari Muhammad Idris (almarhum) dan Sitti Hawan (almarhumah) terangkat menjadi pegawai negeri sipil sebagai Dosen Kopertis Wilayah IX Sulawesi yang Diperbantukan (DPK) di Universitas 45 Makassar.

Teliti Bawang Merah
Setelah 30 tahun jadi dosen dan di usianya yang ke-58 tahun, barulah ia berhasil meraih gelar doktor dalam bidang pertanian.

Abubakar Idhan berhasil meraih gelar doktor pertanian dari Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, pada 20 Januari 2016, setelah melakukan penelitian tentang produksi biji botani bawang merah.

Mengusung judul disertasi Produksi Biji Botani Bawang Merah dengan Perlakuan Vernalisasi dan Giberellin (Ga₃) pada Dua Ketinggian Tempat, Abubakar mengatakan, masalah utama dalam produksi biji botani bawang merah (True Shallot Seed/TSS) di Indonesia adalah kemampuan berbunga dan menghasilkan biji tanaman bawang merah masih rendah.

Banyak faktor yang memengaruhi pembungaan dan pembijian bawang merah, antara lain faktor genetik (varietas), dan faktor cuaca, terutama panjang hari yang relatif pendek yakni kurang dari 12 jam, dan rata-rata temperatur udara yang cukup tinggi yakni di atas 18 derajat celcius di Indonesia, kurang mendukung terjadinya inisiasi pembungaan, katanya.

Mengutip Sumarni (2013), Abubakar, mengatakan, aplikasi zat pengatur tumbuh giberelin (GA3) dapat menggantikan seluruh atau sebagian fungsi temperatur rendah dan hari panjang untuk inisiasi pembungaan.

Sehubungan dengan itu dan setelah melakukan dua kali percobaan pada penelitiannnya, Abubakar menyarankan bahwa produksi biji botani bawang merah dapat dikembangkan dengan menggunakan varietas Bangkok adaptasi Jeneponto, Varietas Bima Brebes, Varietas Mentes, Varietas Bauji, dan Varietas Manjung pada lokasi dataran tinggi (1000 m dpl).

Produksi biji botani bawang merah pada ketinggian 1000 m dpl, perlu dikembangkan karena secara bersamaan dapat dihasilkan biji botani dan umbi konsumsi atau umbi bibit, katanya di hadapan yang terdiri atas Prof Hazairin Zubair, Prof Elkawakib Syam’un, Prof Badron Zakaria, Dr Muhammad Riadi, Dr Amirullah Dahlan, Dr Novati Eny Dungga, dan Dr Syatrianty A Syaiful. (asnawin)

Sumber : www.unismuh.ac.id

Mutu Produk Unismuh Harus Terus Dikembangkan

Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, mendapat kunjungan silaturrahim selanjutnya dari rektor Unismuh Makassar, Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM., di lantai IV Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, Senin, 26 September 2016.

Pada kunjungan silaturrahim tersebut, rektor menjelaskan tentang mutu kualitas produk Unismuh Makassar yang harus terus dikembangkan dalam rangkaian 5 langkah strategis yang telah dilakukan dalam mengelola dan mencapai visi Unismuh untuk Menjadi Perguruan Tinggi Islam Terkemuka, Unggul, Terpercaya, dan Mandiri.

Mutu kualitas produk Unismuh tersebut meliputi antara lain (1) mutu lulusan, (2) mutu penelitian dan pengabdian masyarakat, (3) mutu akhlak, (4) mutu kerjasama/networking, dan (5) mutu pembinaan kemahasiswaan.

Produk Unismuh yang baik untuk lulusan adalah ditemukannya lulusan kita itu selesai dengan masa studi antara 3,8 tahun sampai 4 tahun dan IPKnya setinggi-tingginya 4.00. itulah produk lulusan Unismuh yang menjadi target kita, ungkap rektor Unismuh Makassar, Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM.

Rektor juga menambahkan bahwa dalam mencapai produk lulusan terbaik tersebut, tentunya itu tidak mudah ibarat dengan istilah simsalabim, dia juga memberikan contoh perumpaan permainan sepak bola yang butuh proses dan waktu untuk mencapai target dan goal.

Jadi kita ini butuh waktu satu periode kepemimpinan karena visinya ini 2024, maka dalam satu periode pelaksanaan itu 4 tahun, jadi di tahun 2020 akan dilanjutnya. Jadi dalam dua masa kepemimpinan ini kita sudah bisa capai. Tapi progressnya dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang signifikan dan terus meningkat untuk mendekati target yang telah ditetapkan. Dan hasil perolehan ini merupakan akibat dari prestasi mahasiswa sendiri dari proses pembelajaran dan pendidikan yang baik. Jadi yang ingin kita tingkatkan adalah memperpendek masa studi dan meningkatkan IPKnya, jelas Rahman Rahim.

Selain itu, Rektor juga mengungkapkan bahwa mutu penelitian dan pengabdian masyarakat itu bisa ditinjau dari penelitian yang baik, bermanfaat dan bisa digunakan oleh stakeholders dan begitu pula sama halnya dengan pengabdian masyarakat yang harus dikembangkan. Penelitian yang baik adalah penelitian yang bisa dimanfatkan oleh internal persyarikatan Muhammadiyah, masyarakat maupun pemerintah, tandas Rahman.

Selajutnya, mutu produk Unismuh juga terkait dengan akhlak, katanya, sesuai dengan visi untuk menjadikan perguruan Islami. Dan cerminan Unismuh sebagai kampus Islami tergambar dari keseharian budaya yang ditampilkan oleh para civitas akademika, yang mencakup bagaimana hubungan kita antar staf, bagaimana hubungan antar dosen, dan bagaimana hubungan dengan mahasiswa. Dalam hal ini, karakter atau akhal yang paling bisa terlihat dan diukur adalah ketika saling bertemu dan saling menyapa dengan salam. Secara rinci, akhlak ini terdiri dari (1) akhlak senyum, salam, sapa, (2) karakter tidak saling menyalahkan dan saling membantu sebagai wujud persaudaraan, dan (3) sholat berjamaah.

Ciptakan keharmonisan melalui sebaran salam. Sehingga kedamaian itu Nampak di antara kita dan persaudaraan itu semakin kental. Itulah akhlak. Itulah karakter. Karakter yang paling bagus adalh kita tidak saling menyalahkan, ungkap Rahman.

Terkait dengan pembinaan kemahasiswaan, rektor Unismuh, Dr. Rahman Rahim SE MM, mengungkapkan bahwa ada tiga hal ini yang ingin dicapai, yakni penyelesaian studi tepat waktu, pemerolehan IPK tertinggi, dan pembinaan soft skill (kecakapan hidup) yang meliputi kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, kemapuan mengkomunikasikan keinginan dan kemampuan untuk menerima informasi.

Jadi arah pembinaan kemahasiswaan kita itu ada tiga, yakni tepat waktu, IPK tertinggi, dan memiliki soft skill. Penyelesaian studi tepat waktu dan IPK tertinggi bisa diperoleh dari proses akademik, sedangkan kemampuan soft skill dapat diperoleh dari proses organisasi-organisasi kemahasiswaan yang melatih mahasiswa kita untuk berorganisasi. Dalam berorganisasi, mahasiswa dilatih untuk menjadi pemimpin. Mahasiswa itu adalah para calon pemimpin. Dalam organisasi itulah mahasiswa dilatih untuk memahami orang lain, dilatih untuk bisa menerima pendapat dan mengemukakan pendapat, tandas Rahman.

Pada akhir kesimpulan, rektor menyatakan bahwa semua produk Unismuh Makassar dalam rangkaian 5 langkah strategis akan bisa dicapai dengan sinkronisasi penerapan 3 budaya, yakni integrity, professional, and entrepreneurship.

Integrity lahir dari kepercayaan para stakeholders, yakni satunya kata dan perbuatan, mampu jadi teladan, dan mampu/berani mengambil tanggung jawab orang lain. Professional yakni mampu mengerjakan tugas dengan baik dan penuh tanggungjawab. Dan ketiga adalah entrepreneurship atau kemandirian. Simbol kemandirian itu adalah kreatif dan inovatif, mampu menyelesaikan persoalan dengan baik dan menemukan solusi terhadap permasalahan, ungkap Rahman.

Sumber : www.unismuh.ac.id

Mahasiswa Harus Berani Mengemukakan Ide

Sebanyak 147 mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi dan mahasiswa Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, mengikuti Baitul Arqam, selama tiga hari, di Masjid Baitussalam, Malino, Kabupaten Gowa, Jumat s.d. Ahad, 23-25 September 2016.

Kegiatan Baitul Arqam dibuka oleh Dekan FEB Dr H Mahmud Nuhung pada Jumat malam, 23 September 2016, dan ditutup secara resmi oleh Rektor Dr H Abdul Rahman Rahim, pada Ahad, 25 September 2016.

Wakil Dekan III FEB Samsul Rizal SE MM, menjelaskan, Baitul Arqam wajib diikuti oleh mahasiswa yang tidak sempat mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Materinya kurang lebih sama dengan DAD IMM, tapi lebih dipadatkan karena para peserta Baitul Arqam umumnya adalah mahasiswa kelas reguler sore, jelas Samsul, seraya menambahkan bahwa kegiatan Baitul Arqam berlangsung tertib, lancar, dan aman.

Wakil Dekan IV FEB Drs Ali Hakka, mengatakan, seluruh peserta dinyatakan lulus dalam Baitul Arqam, tetapi nilai yang diperoleh berbeda-beda. Seluruh peserta dinyatakan lulus, tetapi nilainya berjenjang, ungkap Ali Hakka.

Baitul Arqam ditutup Rektor

Mahasiswa harus banyak membaca dan berdiskusi, serta harus berani mengemukakan ide-ide dalam berbagai forum atau setiap ada kesempatan, tetapi ide yang dikemukakan sebaiknya telah melalui pemikiran yang matang, sehingga ide-ide tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Yang terpenting adalah ide awal untuk melakukan sesuatu, termasuk sesuatu yang oleh banyak orang dianggap tidak masuk akal, kata Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, pada acara penutupan Baitul Arqam Mahasiswa FEB, di Masjid Baitussalam, Malino, Kabupaten Gowa, Ahad, 25 September 2016.

Rahman Rahim yang mantan Dekan Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar kemudian mengungkapkan bahwa ketika dirinya mengemukakan ide membangun gedung berlantai 17 (Menara Iqra) di Kampus Unismuh Makassar, Jl Sultan Alauddin 259, pada sepuluh tahun silam (2006), hampir tidak ada yang percaya bahwa ide tersebut bisa diwujudkan.

Hampir tidak ada yang percaya bahwa ide tersebut bisa diwujudkan, tetapi saya katakan bahwa kalau kita mengandalkan uang yang ada di Unismuh dari SPP mahasiswa, memang tidak mungkin bisa dibangun. Saya bilang, banyak sekali uang di luar sana yang bisa dimasukkan ke Unismuh dan kita harus bisa memasukkan uang tersebut, katanya.

Setelah melalui berbagai cara dan strategi, termasuk menghadap dan menghadirkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketika masih mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) untuk melakukan pemancangan pembangunan tower Unismuh, akhirnya gedung berlantai 17 tersebut dapat diwujudkan.

Awalnya diberi nama Unismuh Tower, tetapi dengan berbagai pertimbangan setelah mendengarkan berbagai masukan, gedung berlantai 17 itu akhirnya diberi nama Menara Iqra, yang kini menjadi salah satu ikon Unismuh Makassar, tutur Rahman.

Kata Kunci

Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Ismail Rasulong SE MM, tidak menyangka kalau dirinya tiba-tiba diminta memberikan kata kunci, pada acara penutupan Baitul Arqam Mahasiswa FEB, di Masjid Baitussalam, Malino, Kabupaten Gowa, Ahad, 25 September 2016.

Selanjutnya kami minta Wakil Dekan II untuk memberikan kata kunci, kata Wakil Dekan III FEB Samsul Rizal SE MM, yang memandu acara penutupan oleh Rektor Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM.

Sambil tersenyum, Ismail Rasulong menerima mic wireless dari tangan Samsul Rizal, dan setelah mengucapkan salam langsung mengungkapkan bahwa sebelum acara penutupan dimulai, dirinya tidak pernah diberitahu bahwa ia akan diminta memberikan kata kunci.

Saya tidak diberitahu bahwa saya akan diminta memberikan kata kunci, katanya yang langsung mengundang senyum dan tawa dari para peserta Baitul Arqam.

Tapi tidak apa-apa. Saya kira, kata kunci dari kegiatan Baitul Arqam ini adalah mahasiswa dan kita semua, selalu harus siap memberikan solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi, jadilah problem solver, jadilah pemecah masalah. Berilah solusi supaya ada selisih, kata Ismail yang lagi-lagi disambut senyum, tawa, dan tepuk-tangan meriah dari peserta Baitul Arqam.

Acara Baitul Arqam dihadiri Wakil Dekan I FEB Drs H Sultan Sarda MM, Wakil Dekan II Ismail Rasulong SE MM, Wakil Dekan IV Drs Ali Hakka, Ketua Prodi Ekonomi Islam Dr H Agus Salim Harrang SE MM, Sekretaris Prodi Ekonomi Islam Hj Naidah SE MM, Sekretaris Prodi Manajemen Muhammad Nur Rasyid SE MM, dosen FEB Drs Hamzah Limpo MS dan Irwan Abdullah SSos MM, serta tim instruktur Pimpinan Komisariat IMM FEB Unismuh Makassar. (win/hh/ar)

Sumber : www.unismuh.ac.id

Ratusan Ners Ikut Uji Kompetensi di FK Unismuh

Sebanyak 651 ners dari lima perguruan tinggi, mengikuti Uji Kompetensi Ners (secara online serentak pada sejumlah perguruan tinggi di seluruh Indonesia), di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, 24-26 September 2016.

Ke-651 ners tersebut berasal dari Universitas Islam Makassar (UIM), STIKES Stella Maris Makassar, STIKES Yapika Makassar, STIKES Gema Insani Akademik Makassar, dan STIKES Amanah Makassar.

Dekan Fakultas Kedokteran Unismuh, dr Mahmud Ghaznawie PhD SpPA(K), kepada Operator Wartawan AKSI Unismuh Makassar, Sabtu, 24 September 2016, mengatakan, Fakultas Kedokteran Unismuh hanya tempat pelaksanaan Uji Kompetensi Ners, tetapi bukan penyelenggara.

Panitia pusat memilih FK Unismuh sebagai tempat pelaksanaan uji kompetensi ners, karena ruang CBT Fakultas Kedokteran Unismuh sudah dilengkapi dengan berbagai perlengkapan dan alat yang memenuhi persyaratan untuk pelaksanaan Uji Kompetensi Kesehatan, tutur Mahmud yang didampingi Pengawas Uji Kompetensi Ners dari Kemenristek-Dikti, Tuti Herawati dan Gunawan.

Tuti Herawati menambahkan, Uji Kompetensi Ners di Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar dilangsungkan selama tiga hari.

Setiap hari dibagi dua sesi, pagi dan siang. Waktu yang disediakan bagi peserta yaitu tiga jam, jelas Tuti.

Sehari sebelum pelaksanaan Uji Kompetensi, katanya, terlebih dahulu diadakan briefing atau pengarahan kepada seluruh peserta tentang teknis pelaksanaan uji kompetensi secara online. (win/hh/ar)

Keterangan gambar:
Dekan Fakultas Kedokteran Unismuh, Mahmud Ghaznawie (paling kiri) berbincang-bincang dengan Pengawas Uji Kompetensi Ners dari Kemenristek-Dikti, Tuti Herawati (tengah) dan Gunawan, saat berlangsungnya Uji Kompetensi Ners, di Ruang CBT Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, Sabtu, 24 September 2016. (Foto: Asnawin)

Sumber : www.unismuh.ac.id

Pembentukan Asosiasi Dekan Fisip PTM Sangat Penting

Pembentukan Asosiasi Dekan Fisip Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia sangat penting dan strategis, karena para dekan dapat saling bertukar informasi, bertukar pengalaman, serta memberi respons terhadap masalah-masalah politik, sosial, dan kemasyarakatan.

Secara internal, para Dekan Fisip (Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Politik) dapat saling bertukar informasi dan bertukar pengalaman tentang fakultas yang dipimpin dan disitulah kita dapat saling membantu dan melengkapi. Secara eksternal, kita juga dapat terlibat atau memberi respons terhadap masalah-masalah politik, sosial, dan kemasyarakatan,” papar Dekan Fisip Unismuh Makassar, Dr Muhlis Madani, kepada Operator Wartawan AKSI Unismuh Makassar, Sabtu, 24 September 2016.

Asosiasi Dekan Fisip juga dapat membahas standar kurikulum mata kuliah yang diajarkan pada Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Politik, sehingga ada acuan bagi seluruh Fisip PTM dalam menyusun kurikulum dan bahan ajar.

Saya kira akan banyak manfaatnya kalau asosiasi ini dibentuk, karena sudah ada beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah yang memperoleh Akreditasi A secara institusi, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kami di Fisip Unismuh Makassar juga bisa menjadi contoh untuk akreditasi program studi, karena Prodi Ilmu Administrasi Negara Fisip Unismuh sudah mengantongi Akreditasi A, tutur Muhlis.

Pendapat tersebut dikemukakan setelah mengikuti Pertemuan Dekan Fisip PTM se-Indonesia dengan agenda Rencana Pembentukan Asosiasi Dekan Fisip PTM se-Indonesia, di Gedung Pascasarjana Lantai I Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta, Senin, 19 September 2016.

Selain Muhlis Madani selaku Dekan Fisip Unismuh Makassar, pertemuan tersebut juga dihadiri Prof Sudarnoto (PP Muhammadiyah), Daniel (PP Muhammadiyah), Nurmandi (PP Muhammadiyah), Endang (Universitas Muhamamdiyah Jakarta/UMJ), Asep (UM Malang), Yusup (UM Ponorogo), Kosasih (UM Tangerang), Abrar (Universitas Muhamamdiyah Sumatera Utara/UMSU), Harianti (Stisipol Sidrap), Said Ramadan (Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka/Uhamka), dan Ali (UM Yogyakarta).

Pertemuan ke-2 di UM Jakarta
Dalam pertemuan pertama di UM Yogyakarta, kata Muhlis Madani, disepakati beberapa hal, antara lain pertemuan ke-2 akan dilaksanakan pada Oktober 2016, di kampus UMY, dengan agenda pembentukan pengurus Forum Dekan Fisip PTM se-Indonesia.

Acara diawali dengan mengadakan seminar tentang isu-isu nasional. Dalam pertemuan pertama juga disepakati bahwa Ibu Endang dari UM Jakarta ditunjuk sebagai ketua sementara sampai dengan ditentukannya ketua definitif dalam pertemuan berikutnya dengan mengundang seluruh PTM dan sekolah tinggi yang ada Prodi Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu Politiknya, jelas Muhlis Madani. (win/hh/ar)

ASOSIASI DEKAN FISIP PTM. Dekan Fisip Unismuh Makassar, Dr Muhlis Madani (keenam dari kiri), foto bersama dengan sejumlah Dekan Fisip perguruan tinggi Muhammadiyah, di Pertemuan Dekan Fisip PTM se-Indonesia, di Gedung Pascasarjana Lantai I Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta, Senin, 19 September 2016.

Sumber : www.unismuh.ac.i

Puluhan Dosen Ikut Pelatihan AA di Unismuh Makassar

Sebanyak 40 dosen Universitas Muhammadiyah (Unimuh) Makassar dan dosen dari beberapa perguruan tinggi lainnya, mengikuti Pelatihan Applied Approach (AA), di Ruang UBC Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, 22-25 September 2016.

Selama empat hari, para peserta Pelatihan AA memperoleh materi antara lain Manajemen Mutu dan Kebijakan Pendidikan Tinggi, Etika dan Moral dalam Pembelajaran, Latihan dan Pengembangan Strategi Kognitif, Konstruktivisme dalam Pembelajaran.

Selanjutnya, Latihan Program Pembelajaran, Latihan dan Penulisan Pengembangan Bahan Ajar, Latihan Analisis Kompetensi, Latihan dan Rekonstruksi Kurikulum, Peningkatan Kualitas Pembelajaran/Aplikasi PTK, Kontrak Perkuliahan, Rekonstruksi RPS & SAP, serta Pengembangan KPT Berdasarkan KKNI dan SNPT.

Unismuh Makassar sudah empat kali melaksanakan Pelatihan AA, sedangkan Pelatihan Pekerti sudah lima angkatan. Selain itu, kami juga melaksanakan kegiatan Pelatihan Penulisan Buku Ajar, serta Pelatihan Monitoring dan Evaluasi, jelas Sekretaris Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (P4M) Unismuh Makassar, Dr Lukman Hakim.

Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Unismuh Makassar, Syaiful Saleh, dalam pengajian singkatnya meminta para peserta agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti Pelatihan AA tersebut.

Orang yang bersungguh-sungguh itu akan dimudahkan oleh Allah SWT segala urusannya dan Allah akan memberikan rezeki dari sumber yang tidak terduga, kata Syaiful.

Rektor Unismuh Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM mengungkapkan bahwa Unismuh Makassar kini mengembangkan tiga budaya, yaitu budaya integritas, budaya profesionalisme, dan budaya enterpreneurship.

Integritas itu satunya kata dan perbuatan, mampu menjadi teladan, serta mampu mengambil tanggungjawab terhadap kesalahan yang dibuat oleh orang lain atau bawahan. Bukan sebaliknya, melemparkan tanggung-jawab atau kesalahan kepada orang lain atau kepada bawahannya, jelas Rahman.

Profesionalisme, katanya, yaitu mampu melaksanakan tugas dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab, sedangkan enterpreneurship yaitu mandiri dan mampu mencari solusi atas segala permasalahan yang timbul.

Unik dan Menarik
Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi yang diwakili Prof Guntur, mengatakan Pelatihan AA tergolong pelatihan yang unik dan memiliki daya tarik tersendiri.

Unik karena pada saat mengikuti Pelatihah AA, biasanya belum terasa manfaatnya, tetapi makin lama makin terasa manfaatnya. Inilah yang dirasakan oleh teman-teman dosen yang telah mengikuti Pelatihan AA dan disinilah pula daya tariknya, kata Prof Guntur.

Pelatihan AA yang merupakan kelanjutan dari Pelatihan Pekerti (Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional), katanya, bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sebagai dosen, kita harus terus-menerus memperbaharui bahan ajar dan menyesuaikan metode pengajaran, karena kita harus menyesuaikan diri dengan pekembangan yang terjadi di tengah masyarakat, tutur Guntur. (win/hh/ar)

Keterangan gambar:
PELATIHAN AA. Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, memberikan kata sambutan pada pembukaan kegiatan Pelatihan Applied Approach (AA), didampingi Prof Guntur yang mewakili Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi (paling kanan), dan Sekretaris P4M Unismuh Makassar Dr Lukman Hakim (tengah), di di Ruang UBC Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, 22-25 September 2016. (Foto: Asnawin)

Sumber : www.unismuh.ac.id

Mahasiswa Fisipol Hadiahkan Buku kepada Rektor

Mahasiswi Fisip Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Wahdania Suardi, memberikan hadiah buku karyanya yang berjudul: Dinamika Ilmu Pemerintahan dan Politik Perkotaan, kepada Rektor Unismuh Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, di Aula Fisip Unismuh Makassar, Rabu, 21 September 2016.

Hadiah buku tersebut diserahkan saat rektor melakukan kunjungan silaturrahim ke Fisipol Unismuh, yang merupakan rangkaian kegiatan kunjungan silaturrahim ke seluruh fakultas dan Program Pascasarjana.

Sebelumnya, Rektor sudah melakukan kunjungan ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta ke Fakultas Pertanian.

Sesungguhnya ini (menulis buku) tugas dosen, tapi ananda Wahdaniah sudah melakukannya. Seandainya ananda sudah selesai kuliah S2 (magister), ananda akan langsung saya angkat jadi dosen. Tapi sebagai apresiasi, rektorat Unismuh akan memberikan bantuan dana penulisan, kata Rahman Rahim, yang disambut tepuk-tangan dari para dosen, karyawan, dan perwakilan mahasiswa.

Mengenai Fisip yang berada di bawah kendali Dr Muhlis Madani sebagai dekan, Rahman mengatakan, Fisip menjadi simbol akreditasi program studi (prodi) di Unismuh Makassar, karena Prodi Ilmu Administrasi Negara Fisip Unismuh Makassar sudah memperoleh nilai Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Saya selalu mengemukakan dalam berbagai forum bahwa Fisip Unismuh menjadi simbol akreditasi prodi, karena Prodi Ilmu Administrasi Negara Fisip Unismuh Makassar adalah prodi pertama di Unismuh Makassar yang memperoleh nilai Akreditasi A dari BAN-PT, ungkap Rahman.

Dalam kunjungan silaturrahim ke Fisipol, Rektor Unismuh didampingi Wakil Rektor III Drs H Samhi Muawan Djamal MAg, Direktur AKSI Dr Budi Setiawati, Direktur SDK Dr Ruliaty, dan Humas Unismuh.

Sementara Dekan Fisip Muhlis Madani didampingi Wakil Dekan I Drs H Muhammad Idris MSi, WD II Dr Hj Ihyani Malik SSos MSi, WD III Drs Muhammad Tahir Msi, Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Andi Luhur Priyanto SIP MSi, Ketua Prodi Administrasi Negara Dr Burhanuddin SSos MSi, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Drs H Muhammad Idris MSi, Kepala Tata Usaha Fisip Bakri Salempang, serta sejumlah dosen dan perwakilan mahasiswa Fisip Unismuh. (win/hh/ar)

HADIAH BUKU. Mahasiswa Fisip Unisuh Makassar, Wahdania Suardi, memberikan hadiah buku karyanya kepada Rektor Unismuh Abdul Rahman Rahim, disaksikan Direktur SDK Ruliaty (berdiri di belakang paling kiri), Direktur AKSI Budi Setiawati (kedua dari kiri), Dekan Fisip Muhlis Madani (kedua dari kanan), dan Wakil Dekan I Muhammad Idris, di Aula Fisip Unismuh Makassar, Rabu, 21 September 2016. (Foto: Andi Luhur Priyanto)

sumber : www.unismuh.ac.id

Unismuh Loloskan Empat Mata Kuliah Daring

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berhasil meloloskan empat mata kuliah Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT) yang dapat diakses oleh mahasiswa se-Indonesia melalui jaringan internet (daring/dalam jaringan).

Ke-4 mata kuliah tersebut adalah mata kuliah Linguistik Umum, mata kuliah Speaking II, mata kuliah Language Learning Strategy, serta mata kuliah Media Pembelajaran Matematika.

Kami mengajukan enam mata kuliah, tapi jatah yang disediakan untuk setiap perguruan tinggi maksimal hanya empat, maka Unismuh Makassar pun hanya bisa meloloskan empat mata kuliah,” jelas Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar, Khaeruddin SPd MPd, kepada Operator Wartawan AKSI Unismuh Makassar, Selasa, 20 September 2016.

Perguruan tinggi besar lainnya juga hanya mendapat jatah empat mata kuliah, bahkan ada juga yang kurang dari empat mata kuliah, antara lain Institut Teknologi Bandung (3 mata kuliah), Institut Teknologi Sepuluh November (4 mata kuliah), Universitas Airlangga (3 mata kuliah), Universitas Gadjah Mada (1 mata kuliah), Universitas Padjadjaran (4 mata kuliah), dan Universitas Pendidikan Indonesia (2 mata kuliah).

Mata kuliah yang lolos PDITT akan menjadi digunakan sebagai bahan ajar standar untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia, yang dibiayai oleh Kementerian Ristek dan Dikti, kata Khaeruddin.

Perguruan tinggi yang lolos proposalnya, katanya, telah diundang mengikuti Bimbingan Tekniks PDITT di Kampus Universitas Indonesia (UI).

Dosen Unismuh Makassar yang mengikuti Bimtek PDITT, yaitu Dr Munirah MPd, Andi Adam SPd MPd, Ishaq Made Amin SPd MPd, Ma’rup SPd MPd, Samsah SPd, dan Nuryadin SPd.

27 Perguruan Tinggi
Dari sekitar 4.400 perguruan tinggi di Indonesia, hanya 27 perguruan tinggi yang berhasil meloloskan proposal PDITT. Unismuh Makassar adalah satu-satunya perguruan tinggi dari kawasan timur Indonesia yang berhasil meloloskan proposalnya PDITT-nya.

Ke-27 perguruan tinggi tersebut adalah Unismuh Makassar, Institut Seni Indonesia Surakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Semarang.

Selanjutnya, STIE Atma Bhakti, STIE IBBI, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi LSPR, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Bina Nusantara, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Djuanda Bogor, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Bandung, Universitas Lampung.

Kemudian, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pakuan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Telkom, dan Universitas Udayana. (win/hh/ar)

Keterangan gambar:
PDITT. Wakil Dekan I FKIP Unismuh Makassar, Khaeruddin (kiri) berbincang-bincang dengan Dekan FKIP Andi Sukri Syamsuri. Khaeruddin menjelaskan, Unismuh Makassar berhasil meloloskan empat mata kuliah Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT) yang dapat diakses oleh mahasiswa se-Indonesia melalui jaringan internet (daring/dalam jaringan).

Sumber  : www.unismuh.ac.id