Prodi Agribisnis UMMI Gelar Lokakarya Kurikulum MBKM

Prodi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar lokakarya Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), Kamis (24/9). Lokakarya disiarkan secara daring diikuti 30 peserta dari mahasiswa, alumni, dosen, dan tenaga kependidikan. Kegiatan mengundang narasumber ahli kurikulum dari UPI Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A serta menghadirkan mitra, user dan stakeholder Prodi Agribisnis dari berbagai unsur. Beberapa di antaranya  Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sukabumi, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Ketua Program Studi Agribisnis Faster Universitas Cianjur, OISCA Internasional (Organization for Industrial and Cultural Advancement), Puspa Agro Sukabumi serta dari kalangan Penyuluh pertanian.

Lokakarya kurikulum MBKM telah berhasil menghimpun berbagai masukan dan saran untuk perbaikan kurikulum Prodi Agribisnis. Saran dan masukan tersebut di antaranya terkait kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa, perbaikan beberapa bahan kajian pada mata kuliah, saran untuk memastikan lulusan mampu mandiri menjadi enterpreuneur, dan saran untuk perbaikan penyelenggaraan perkuliahan. Saran juga disampaikan untuk secara khusus mengadakan mata kuliah terkait dengan pengembangan pangan lokal dan kegiatan tematik. Semua masukan dan saran tersebut dibahas dan ditampung sebagai bahan penyempurnaan dokumen kurikulum Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian UMMI.

Dalam implementasinya, untuk penyelenggaraan pembelajaran MBKM ini Prodi agribisnis akan melaksanakan secara bertahap. Dari delapan bentuk pembelajaran MBKM, yang segera dilaksanakan adalah kegiatan pertukaran pelajar dan magang. Pertukaran pelajar pada prodi yang berbeda dalam perguruan tinggi yang sama Prodi Agribisnis bermitra dengan Prodi akuntansi, administrasi bisnis dan teknik informatika. Sedangkan mitra kerja sama kegiatan pertukaran pelajar dengan prodi yang sama/berbeda di luar perguruan tinggi akan dilaksanakan dengan Fakultas pertanian UNPAD. Kemudian untuk kegiatan magang kerja sama akan dilaksanakan dengan perusahaan pertanian Puspa Agro Sukabumi.

Mahasiswa KKN UMMI Sosialisasikan Pencegahan Covid-19

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2020 Gelombang I Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 ke warga setempat. Sosialisasi ini dilakukan di dua lokasi yaitu Kampung Cimanggu, Kecamatan Cikembar dan Kampung Nagrok, Kecamatan Sukabumi, Senin-Selasa (6-7/4).

“Mencuci tangan dengan benar selama 60 detik setelah melakukan aktivitas, lebih banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, rajin berolahraga, menghindari kontak langsung dengan orang sakit, dan menutup mulut ketika bersin atau batuk,” ujar Siti Nurjanah, peserta KKN Prodi Teknik Informatika, ketika menerangkan materi. Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa penggunaan masker sesuai rekomendasi WHO merupakan salah satu cara pencegahan yang efektif.  “Menggunakan masker kesehatan bagi yang sakit serta masker kain bagi yang sehat,” tambahnya.

Siti mengungkapkan bahwa mahasiswa KKN juga membagikan hand sanitizer dan masker gratis. Hand sanitizer ini merupakan buatan mahasiswa KKN dengan takaran pembuatan racikan sesuai rekomendasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMMI.

Dr Sakti Alamsyah Dilantik Jadi Rektor UMMI

Dr Sakti Alamsyah MPd dilantik sebagai Rektor UM Sukabumi masa bakti 2019-2023, Senin (4/11). Pelantikan yang berlangsung di kampus UMMI tersebut dilakukan Waket Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid dan dihadiri Walikota Sukabumi Ahmad Fahmi, Ketua PWM Jabar Suhada, dan segenap sivitas akademika UMMI.

Dalam sambutannya Prof Edy menegaskan agar Rektor yang baru dilantik perlu bekerja keras dan melakukan percepatan dalam semua bidang. Tantangan ke depan kian berat, dan era yang dihadapi juga berbeda, yakni era Revolusi Industri 4.0 yang sangat mengedepankan teknologi informasi dan inovasi.

“Karena itu tepat kalau UMMI akan mendesain kurikulum berbasis Revolusi Industri 4.0 dan ke-Islaman,” ujar Edy. Diingatkan, satu hal yang perlu menjadi fokus UMMI adalah penguatan SDM. Ini mengingat jumlah doktor di UMMI baru 14 orang dan belum satu pun dosen yang memiliki jabatan akademik lektor kepala, apalagi guru besar.

Sementara Walikota Sukabumi Ahmad Fahmi mengatakan, reputasi UMMI sangat baik di mata Pemda. “Kita berharap kontribusi UMMI bagi pembangunan daerah dan masyarakat makin banyak,” kata Bupati. Sementara itu Rektor Sakti Alamsyah usai dilantik mengatakan tekadnya untuk menggapai akreditasi institusi Unggul. “Kami menargetkan itu dapat terwujud tahun 2022. Oleh karena itu, sekarang kami memperbanyak APS yang A dulu. Sekarang sudah ada dua APS yang terakreditasi Unggul,” pungkas Dr Sakti Alamsyah.

UMMI Kolaborasi dengan Management and Science University Malaysia Buka Program Internasional

Memasuki tahun akademik 2019/2020 Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) membuka program kelas internasional. Bekerjasama dengan Management and Science University (MSU) program ini direncanakan akan dibuka sampai 14 September 2019 mendatang.

Program ini telah mendapatkan ijin dari Kemenristek Dikti RI sehingga ijazah yang dikeluarkan sudah diakui negara. Pada kelas internasional dibagi menjadi dua sesi yaitu tiga tahun pertama di UMMI dilanjutkan satu tahun di MSU Malaysia. Setelah mendapatkan double degree S-1 UMMI-Malaysia mahasiswa dapat melanjutkan Program Master degree selama satu tahun.

Program studi yang akan dibuka antaranya Teknik Informatika, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, Akuntansi, Perpajakan, Ilmu Hukum, Keperawatan, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

UM Sukabumi, KKN, KKN tematik, dikti, diktilitbang.jpeg

UM Sukabumi Pelopori KKN Tematik Lingkungan Muhammadiyah

Rektor Univesitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)  Sakti Alamsyah melepas 512 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)  tematik Lingkungan Hidup. UMMI merupakan salah satu pelopor Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang melaksanakan jihad lingkungan hidup Muhammadiyah di abad ke-Dua.

Sakti Alamsyah menegaskan kepada mahasiwa akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. “Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang sehat dan terawat. Tugas mahasiswa bagaimana bisa memberikan pemahaman dan bersama-sama masyarakat mewujudkannya,” kata dia, dalam acara pelepasan Mahasiswa KKN UMMI, Selasa (24/7).

Selain itu, Rektor yang juga sebagai pendiri UMMI tersebut, mengingatkan kembali pentingnya peran KKN sebagai aktualisasi mahasiswa selama studi. “Ini adalah pembelajaran riil, sejauh mana kemanfaatan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Amalia Nur Milla Dekan Fakultas Pertanian (FP) UMMI, menyampaikan bahwa KKN tematik lingkungan merupakan ide yang terus digelorakan oleh FP sebagai bentuk response atas kondisi lingkungan hidup di Sukabumi. “Di UMMI tema KKN bisa diajukan oleh Fakultas dan Lembaga, kita FP selalu mendorong dan akan terus mendorong tema ini,” ungkapnya.

KKN tematik Lingkungan sendiri di UMMI sudah dilaksanakan dalam Tiga tahun terakhir, bekerjasama baik dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PPWA) Jawa Barat dan juga Dinas Lingkungan Hidup kota dan kabupaten Sukabumi.