Aksi Solidaritas Mahasiswa PTMA untuk Korban Banjir Jabodetabek

Bencana banjir di Jabodetabek-Banten pada awal tahun 2020 menggerakkan mahasiswa-mahasiswa PTMA di berbagai wilayah Indonesia untuk menggelar aksi solidaritas. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dengan menggalang dana di beberapa titik kampus dan Kota Sukabumi, Senin-Jumat (6-10/1). Sebanyak 30 mahasiswa disebar ke beberapa titik kota seperti Pasar Ciwangi, alun-alun, dan Lapangan Merdeka. Nantinya hasil penggalangan dana disalurkan melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Sementara itu di Kota Metro, Lampung, puluhan mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Muhammadiyah Metro melakukan aksi sosial penggalangan dana di beberapa titik keramaian Kota Metro, Selasa (7/10). Rencananya hasil pengumpulan dana akan didonasikan kepada korban bencana banjir melalui Yayasan One Care Indonesia.

Berbeda dengan UMMI dan UM Metro, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerjunkan langsung mahasiswa untuk menjadi relawan di tempat kejadian bencana. Tim relawan ini terdiri dari mahasiswa yang mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa Hizbul Wathan, Menwa, dan Malimpa UMS. Penurunan relawan ini bekerja sama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Tim relawan berangkat menuju Jakarta pada hari Sabtu (4/1) dan ditugaskan selama dua minggu ke depan. Penugasan tersebut dapat diperpanjang atau pun mengalami pergantian tim dilihat dari evaluasi dan perencanaan saat di lapangan.

FKIP UMMI Siap Berangkatkan 390 Mahasiswa Magang

Senin (23/12), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) melakukan pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan program magang III Tahun Akademik 2019/2020 di auditorium kampus setempat. Sebanyak 390 mahasiswa mengikuti program pembekalan ini. Rencananya sejumlah mahasiswa tersebut akan dibagi dan ditempatkan di 55 sekolah, di antaranya, 5 Taman Kanak-kanak (TK), 21 Sekolah Dasar (SD), 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs), 6 Sekolah Menengah Pertama (SMA) dan, 8 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kota/Kabupaten Sukabumi.

Sistiana Windyariani, M Pd, Dekan FKIP UMMI, menyampaikan melalui kegiatan observasi, orientasi, dan menjadi asisten guru, mahasiswa dapat memiliki pengalaman dan keterampilan dalam mengelola pendidikan serta pembelajaran. “Sehingga mereka bisa mempelajari lebih detail tentang seluk-beluk standar kerja yang profesional sebagai bekal dalam menjalani jenjang karir yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Pada kesempatan ini dilakukan juga penandatanganan perjanjian kerja sama antara FKIP UMMI dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi. Kerja sama ini menyangkut kegiatan pembelajaran dan pengabdian masyarakat.

Prodi Kimia UMMI Gelar Pelatihan Instalasi Pengelolaan Air Limbah dan Air Bersih

Puluhan perusahaan di Kota dan Kabupaten Sukabumi mengikuti pelatihan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan air bersih yang digelar oleh Program Studi (Prodi) Kimia Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Jumat (6/9). Pelatihan yang ditujukan kepada penanggung jawab dan operator IPAL ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan petugas lingkungan. Selain itu, mereka juga mendapatkan sertifikat keahlian dasar yang bisa digunakan sebagai syarat uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikat Profesi (LSP).

“Prodi Kimia terus konsen terhadap lingkungan, hal ini sesuai dengan visi dan misi program studi kami. Tentunya tidak hanya mata pelajarannya saja, tetapi riset yang diadakan oleh mahasiswa kami lebih ke arah lingkungan terutama limbah air,” terang Salih Muharram, dosen Prodi Kimia UMMI.

Program pelatihan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri LHK No P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018 tentang Standar dan Sertifikasi Kompetensi Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah dan Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air. Ke depannya, Salih berharap program pelatihan ini dapat dilakukan secara rutin. Bahkan bisa bekerja sama dengan LSP Operator IPAL.

Kota Sukabumi Miliki Kampus Peduli AIDS

Universistas Muhammadiyah Sukabumi (Ummi) ditetapkan Pemkot Sukabumi sebagai kampus peduli AIDS. Langkah ini untuk menggiatkan upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS di kalangan mahasiswa dan pelajar.

“Penetapan kampus peduli AIDS ini akan semakin menekan penyebaran HIV/AIDS di Sukabumi,” ujar Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Selasa (14/4).

Harapannya, kampus berperan dalam kegiatan sosialisasi mengenai bahaya HIV/AIDS di tengah masyarakat.Sebelumnya kata Fahmi, KPA juga telah memfasilitasi pembentukan warga peduli AIDS (WPA) di sejumlah kecamatan. Selain itu membentuk WPA di lingkungan lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Wakil Rektor III Ummi Sakti Alamsyah mengatakan, keterlibatan kampus dalam pencegahan HIV/AIDS didasarkan pada fakta banyaknya kasus HIV di Sukabumi. “Kita berupaya membantu pencegahan penyebaran HIV/AIDS,” terang dia.

Rencananya kata Sakti, pihak kampus akan memilih sebanyak 19 mahasiswa pilihan untuk menjadi relawan dalam pencegahan HIV/AIDS. Mereka yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini akan turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi bahaya penyebaran HIV.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID