Fikkes Unimus Bagikan Paket Berbuka bagi Mahasiswa Terdampak Covid-19

Jumat (24/4), Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) membagikan paket berbuka (takjil) gratis kepada mahasiswa Fikkes yang terdampak Covid-19. Sebanyak 150 paket didistribusikan kepada mahasiswa D-3, D-4, S-1, Profesi, dan S-2 Fikkes yang tidak bisa pulang akibat Covid-19.

Pembagian takjil secara simbolis diberikan oleh Dekan Fikkes Unimus Dr. Ali Rosidi, S.K.M, M.Si didampingi Gubernur BEM Fikkes kepada perwakilan mahasiswa di Hall Gedung NRC Fikkes Unimus. Disebutkan bahwa donasi paket takjil diperoleh dari dosen, tenaga kependidikan, dan pimpimnan Fikkes. Pembagian akan dilaksanakan setiap hari menjelang berbuka puasa selama 30 hari di bulan Ramadhan. “Kegiatan ini juga untuk membantu usaha catering masyarakat di sekitar kampus yang berkurang omsetnya karena terdampak Covid-19,” jelas Ali.

Zulkarnaen Burhanil Khakim selaku Gubernur BEM Fikkes Unimus menyampaikan bahwa BEM membantu pendistribusian paket takjil sebagai wujud dari kegiatan departemen pengabdian masyarakat BEM Fikkes. Burhan berharap dengan adanya pembagian ini, teman-teman mahasiswa dapat betah di kos dan tidak perlu pulang kampung agar dapat menekan penyebaran Covid-19.

PTMA Salurkan Dana Miliaran Lawan Covid-19

“Watak dasar PTM adalah catur dharma, yang terdiri dari pendidikan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat serta Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK), yang menjadi misi dasar PTMA untuk tergerak membantu masyarakat pasca musibah covid-19 ini,” papar Muhammad Sayuti selaku Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM saat diwawancarai via telepon, Rabu (29/04).

Musibah Covid-19 memang telah melumpuhkan banyak sendi kehidupan masyarakat diseluruh Indonesia. Sehingga banyak PTMA yang turut melakukan penanggulangan dari sisi pencegahan dan meminimalisir dampaknya. Hingga berita ini dipublikasikan, kontribusi PTMA dalam penanggulangan Covid-19 sudah mencapai 78,69 M dengan total penerimaan manfaat mencapai 393.864 jiwa di seluruh Indonesia (sumber data: Media Center Muhamamdiyah Covid-19 Comand Center).

Sayuti menambahkan, jumlah yang terkumpul baru melibatkan 32 PTMA dari jumlah keseluruhan 166 PTMA di seluruh Indonesia. “Kami menerima laporan dari para rektor yang turut memberikan bantuan namun belum dilaporkan ke MCCC,” ujarnya. Adapun sumber biaya yang terkumpul berasal dari anggaran biaya pengabdian masyarakat kampus yang dialihkan untuk penanggulangan Covid-19, adanya dana infaq dosen dan karyawan, mitra bank, dan donasi lain yang tidak mengikat.

Sayuti mengharapkan agar PTMA terus mengedepankan solidaritas dan spirit Al Ma’un untuk membantu dalam memecahkan problem masyarakat. Selain itu, dari sisi pencatatan atau pendataan PTMA harus membangun tradisi tidak hanya beramal namun juga didata. “Agar PTMA tidak hanya mengambil peran namun dapat menjadi inspirasi pula bagi yang lain,” tegasnya.

Diakhir ia memaparkan bahwa Majelis Diktilitbang bersama 166 PTMA adalah bagian yang tidak terpisahkan dari MCCC, karena itu Muhammadiyah tidak pernah berhenti untuk beramal shaleh dan berkomitmen untuk terus melebarkan kiprah dakwah ini. “Ada 2 hal yang perlu dilakukan kedepannya yaitu, riset masyarakat yang terdampak, dan kedua adalah publikasi misi kita untuk beramal sholeh dan mengabdi ke masyarakat,” tutupnya melalui Press Conference MCCC di PP Muhammadiyah Cikditiro, (29/04).

55 Dokter Baru UMM Melakukan Sumpah via Video Conference

Senin (20/4), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan sumpah kepada 55 dokter baru melalui video conference. Dalam Sumpah Dokter Angkatan 42 Periode III ini, 3 calon dokter tetap hadir di Aula Kampus II sebagai perwakilan, sedangkan 52 calon dokter lainnya mengucap sumpah dari rumah masing-masing. Sumpah dokter kali ini juga menghadirkan tiga rohaniawan, yaitu Muslim, Katolik, dan Protestan. Hal ini dikarenakan agama yang dianut mereka berbeda-beda.

Dekan FK UMM, Dr.dr. Meddy Setiawan, Sp.PD, FINASIM, memaparkan di tengah kondisi pandemi ini sebagai akademisi dan berasal institusi kesehatan harus memberi contoh pada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Oleh karena itu, penting untuk tetap menaati dan mendukung anjuran pemerintah dalam melakukan physical distancing.

Prosentase kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) baik Computer Based Test (CBT) maupun Objective Structured Clinical Examination (OSCE) FK UMM periode ini mencapai 100%. Wakil Rektor I, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si mengucapkan selamat kepada para dokter baru. “Mudah-mudahan para dokter baru dapat bermanfaat bagi bangsa, terutama di tengah kondisi seperti ini,” tutupnya.

UM Bulukumba Sumbang Wastafel Portabel

Selasa (21/4), Rektor UM Bulukumba, Drs Jumase Basra, MSi, menyerahkan secara simbolis tiga unit wastafel portabel kepada Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali. Wastafel tersebut diserahkan kepada Pemda Bulukumba untuk dipasang di fasilitas umum. Apresiasi disampaikan oleh Bupati Bulukumba atas bantuan dari UM Bulukumba.

Wastafel portabel merupakan salah satu program kerja utama dari kegiatan KKN Reguler 1 UM Bulukumba 2020. Setiap kelompok KKN juga melakukan program kerja tambahan yaitu membagikan masker kepada masyarakat. Sebanyak 3.420 masker dibagikan di fasilitas umum, desa, dan posko relawan desa maupun kota. Selain itu, mahasiswa melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat umum seperti masjid dan pasar. Pembagian sembako kepada masyarat kurang mampu yang terdampak wabah Covid-19 juga dilakukan dengan tetap menerapkan physical distancing.

Jumase Basra menyatakan UM Bulukumba ingin bersama-sama dengan pemda melakukan upaya penanggulangan virus Corona. Pengelolaan wastafel diserahkan sepenuhnya kepada Pemda Bulukumba dengan harapan bantuan ini dapat mendorong masyarakat semakin sadar untuk hidup bersih dan rajin mencuci tangan. “Wastafel yang kami berikan sudah dengan tempat sabun, tempat tissue, dan edukasi cara mencuci tangan yang benar. Terdapat juga kampanye pencegahan penularan virus Corona,” paparnya.

UMPRI Galakkan Gerakan Seribu Masker bagi Dhuafa

Selasa-Kamis (21-23/4), UMPRI menggalakan gerakan seribu masker bagi dhuafa terdampak pandemi Covid-19. Pembagian masker ini sendiri ditujukan kepada para tukang becak, buruh, kuli, petugas parkir, pedagang sayur, dan pedagang kaki lima. Pembagian ini juga dilakukan melalui PCM Gadingrejo, PCM Margomulyo, PCM Pardasuka, PCM Tanjung Rusia, RSUD Pringsewu, dan PCM Sukoharjo

Atoriadi, Ketua PDM Kabupaten Pringsewu menyampaikan bahwa Muhammadiyah harus hadir disaat masyarakat membutuhkan. “Muhammadiyah tidak boleh tutup mata disaat melihat masyarakat terancam dampak pandemi Covid-19,” ujarnya. Menurutnya kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat untuk memproteksi masyarakat dari potensi terjangkit kuman atau virus, terutama covid-19. Selain itu, langkah ini juga untuk membantu Pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk menjaga Kesehatan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Rektor UMPRI, Wakil Rektor 3, Dekan FKES, Wakil Dekan 2 FKES, Dekan FKIP, Wakil Dekan 3 FKIP, Wakil Dekan FEB dan jajaran MCCC Kabupaten Pringsewu. (Eko Suncaka)

Umsida Siap Sarana Prasarana Kuliah Daring

Mendukung kebijakan kesiapsiagaan dan pencegahan penyebaran Covid-19, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) telah menyelenggarakan kuliah daring sejak 16 Maret 2020. Umsida menilai kegiatan pembelajaran daring efektif dilakukan di tengah pandemi ini. Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr Hana Catur Wahyuni MT, pun memiliki pandangan yang sama. Menurutnya daring merupakan cara paling efektif dengan tanpa resiko namun proses transfer ilmu tetap dapat dilakukan. Melalui sistem ini juga mahasiswa dan dosen dapat melaksanakan kewajiban masing-masing. “Sehingga peluang mahasiswa untuk lulus tepat waktu tetap ada,” tambah Hana.

Untuk mendukung proses pembelajaran daring, Umsida telah menyiapkan panduan penggunaan e-learning bagi mahasiswa dan dosen termasuk panduan pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Selain itu, Badan Penjaminan Mutu (BPM) dan Direktorat Akademik (DA) rutin melakukan monitoring dan evaluasi e-learning. Hal ini bertujuan untuk memastikan materi dan pelaksanaan e-learning berjalan sesuai rencana. Umsida juga menyediakan tim fasilitator dan help desk. Tugas tim ini membantu bila dosen ataupun mahasiswa mendapat kesulitan dalam pelaksanaan e-learning.

Pada masa pandemi ini, Umsida turut memberikan subsidi kepada mahasiswa sebesar Rp 100.000,00 untuk kegiatan e-learning. Subsidi ini nantinya berbentuk pengurangan biaya SPP. Lebih lanjut, secara teknis Hana tidak melihat ada permasalahan yang berarti karena sarana dan prasaran sudah disiapkan sejak jauh hari. Bahkan, pada bulan Februari 2020 telah dilakukan pelatihan optimalisasi media pembelajaran dengan daring untuk dosen Umsida. “Umsida sudah melakukan pembelajaran daring sejak 1,5 tahun yang lalu. Selama ini sistem daring dilakukan 4 kali pertemuan per semester. Tapi, khusus semester ini, daring dilakukan sepanjang semester,” imbuhnya.

UMSU dan UPM Luncurkan Buku Medis-Pandemik Dunia Islam

Medan, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bekerjasama dengan Universitas Putra Malaysia (UPM) meluncurkan dan bedah buku berjudul “Kepustakaan Medis-Pandemik di Dunia Islam” secara online melalui program Webinar, Rabu (15/4). Rektor Dr. Agussani mengatakan UMSU kali ini memberikan kontribusi pemikiran secara akademik dalam bentuk buku tentang kepustakaan medis-pandemik di dunia Islam. Buku setebal 110 halaman karya Ketua Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU Dr. Arwin Rakhmadi ini diluncurkan bertepatan dengan pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia. Rektor Dr. Agussani berharap buku ini menambah khasanah keilmuan tentang wabah (tha’un) yang sudah ada dan dikaji oleh para ulama Islam seribu tahun lalu. “Saya apresiasi kepada penulis Dr. Arwin atas terbitnya karya buku yang fenomenal ini semoga memberikan inspirasi kepada kita sivitas akademika, masyarakat dan bangsa. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada UPM yang turut serta dalam peluncuran dan memberikan pemikiran bersama terkait isi buku dan persoalan pandemi Covid-19,” ujarnya.

Rektor Dr. Agussani juga menyambut baik keikutsertaan yang begitu antusias dari sivitas akademika UMSU dan UPM dalam acara peluncuran dan bedah buku dengan menggunakan teknologi komunikasi ini. Rektor Dr. Agussani pada penutupan acara menyampaikan bahwa UMSU dan UPM akan terus menggali manuskrip tentang keilmuan Islam tentang ilmu falak dan medis-pandemik yang menjadi perhatian dunia sekarang, termasuk terus memperluas dan mempertajam buku yang sudah diterbitkan. Program kajian dan riset tentang pengembangan keilmuan, lanjut rektor, sudah disepakati dalam MoU antara UMSU dan UPM.

Dr. Shamsudin Othman dari UPM mengatakan buku karya Dr. Arwin dari UMSU sangat penting dan layak menjadi sumber referensi di bidang medis-pandemik yang bersumber dari dunia Islam. Buku yang digali dari manuskrip ulama klasik sangat langka. Dari buku itu terungkap bahwa wabah sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan Islam telah mengkaji bagaimana menanggulanginya termasuk apa yang disebut sebagai penjarakan sosial (social distancing) sekarang. Penulis buku Dr. Arwin mengatakan memang benar istilah social distancing sudah ada seribu tahun lalu dalam penanganan wabah sebagaimana yang tertera dalam kajian ulama Islam klasik.

Sementara itu, Ketua Tim Covid-19 UMSU dr. Siti Maslianah Siregar, Sp.THT-KL mengatakan kasus virus corona (SARS-Cov-2) penyebab Covid-19 di Indonesia seharusnya di bawah kasus SARS sebelumnya pernah terjadi atau paling tidak mendekati, tetapi saat ini angkanya justru melampaui virus tersebut. dr. Maslianah menilai telah terjadi perubahan siklus dan penyebaran virus antarmanusia. Dia berharap dengan buku ini yang tergolong langka dapat menjadi referensi bagi masyarakat dan pengambil kebijakan bagaimana menanggulangi Covid-19 secara agama, sosial di tanah air khususnya Sumatera Utara. dr. Maslianah mengakui baru mengetahui terdapat literatur Islam klasik mengkaji tentang medis-pandemik sekaligus penanggulangannya yang sama dengan sekarang wabah.
Moderator acara Dr. Muhammad Qorib mengatakan para pembedah buku dari kalangan medis maupun non-medis serta penulis memiliki perspektif yang sama melihat wabah setelah mengkaji buku yang diluncurkan dan dikaitkan dengan pandemi Covid-19 bahwa semua penyakit berkaitan dengan bagaimana manusia menjaga diri dan lingkungannya secara baik dan sehat sehingga lingkungan akan memberi respons yang sehat kepada manusia dan semesta. []Sumber Humas UMSU

STIKES Muh Palembang Bagikan Sembako Untuk Masyarakat

STIKES Muh Palembang membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan, Jumat (17/04). Sebanyak 80 paket diberikan kepada masyarakat kurang mampu dan pekerja informal di Jakabaring, Plaju, 7 Ulu, Naga Swidak, Kuto dan Sayangan. Sebelumnya telah dilakukan bantuan paket pertama berlokasi di Silaberanti, (08/04). Bantuan yang diberikan berupa makanan pokok seperti beras, minyak sayur dan gula.

Semoga pemberian paket sembako ini bermanfaat. STIKES MP juga turut membagikan 600 masker dan 60 botol hand sanitizer melalui jalan area Jakabaring, Plaju dan Kertapati. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian STIKes MP dari para donatur yang terhimpun dalam donasi Bersatu Melawan Covid-19.

UMY Bagikan 1.600 Paket Logistik bagi Mahasiswa

Selasa-Rabu (14-15/4), UMY bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 dan relawan melakukan pembagian logistik kepada 1.600 mahasiswa yang telah mendaftarkan diri. Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto berharap program ini dapat berlangsung baik dan bisa menambah rasa aman dan nyaman para mahasiswa selama masa pandemi. “Setidaknya selama menjalani masa sulit, kesejahteraan mahasiswa diperhatikan oleh pihak kampus sehingga mereka bisa merasa lebih tenang,” papar Gunawan.

Penerapan physical distancing dan kewajiban menggunakan masker sesuai anjuran pemerintah terlihat dalam pelaksanaan program ini. Pembagian logistik dilakukan dengan teknis drive thru. Mahasiswa masuk melalui gerbang selatan, antri sesuai sengan jalur yang ditentukan, kemudian verifikasi data untuk pengambilan logistik. Waktu pengambilan disesuaikan dengan jadwal berdasar fakultas dan daerah asal mahasiswa.

Logistik merupakan kebutuhan dasar mahasiswa berupa sembako seperti beras, mie instan, gula, dan minyak goreng. Mahasiwa juga diberikan peralatan mandi, mencuci, dan alat perlindungan diri berupa masker serta hand sanitizer.

Lazismu Unimus Bantu Mahasiswa Terdampak Corona

Senin (13/4), bantuan untuk mahasiswa terdampak Covid-19 secara simbolik diserahkan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Prof Dr Masrukhi Md kepada perwakilan mahasiswa di Rektorat Unimus. Bantuan ini diserahkan kepada mahasiswa dengan kriteria kurang mampu atau mengalami kendala pengiriman uang bulanan dari orang tua selama pendemi Covid-19 berlangsung.

Ketua Lazismu Unimus Drs Taberi Hasani memaparkan teknis penggalangan dana bantuan melalui infak dan shodaqoh dari dosen dan karyawan Unimus. Dijelaskan bahwa dari 320 data nama yang masuk, dipilih 273 mahasiswa yang memenuhi kualifikasi bantuan. Tiap mahasiswa mendapat bantuan Rp 150.000,00. “Total infak yang diberikan kepada mahasiswa sebesar Rp 40.950.000,00,” ujar Taberi.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian Unimus, seluruh mahasiwa mendapat bantuan pulsa untuk kelancaran perkuliahan daring. Anggaran paket data disiapkan sebesar Rp 1,4 milyar untuk 8.400 mahasiswa. Sebagai tambahan, Masrukhi berpesan kepada mahasiswa untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh protokol pencegahan penularan Covid-19 secara disiplin.