UMM Buka Call Center Covid-19

Tak perlu panik, kini masyarakat Malang Raya dapat mengikuti perkembangan Corona melalui Call Center Covid-19 Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Call Center Covid-19 dapat diakses melalui telepon seluler biasa dan WhatsApp (aplikasi WA). Terdapat tiga nomor yang dapat dihubungi, yaitu 0821 3253 1661/1663/1664. Layanan ini beroperasi dari Senin sampai Minggu pada jam 09.00 hingga 21.00.

dr. Thontowi Djauhari , M.Kes., selaku koordinator Tim Tanggap Covid-19 RSU UMM menyampaikan Call Center Covid-19 RSU UMM merupakan garda terdepan dari rumah sakit untuk menanggapi keingintahuan masyarakat mengenai perkembangan kasus Covid-19. Masyarakat juga dapat mengetahui kondisi dirinya dengan menanyakan beberapa hal termasuk gejala dan faktor risiko.

Selain itu, RSU UMM menyediakan deteksi dini Covid-19 online melalui alamat hospital.umm.ac.id/covid/. Deteksi dini online dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dengan menjawab beberapa pertanyaan yang tersedia. Nantinya hasil jawaban akan dianalisis untuk menduga status termasuk dalam kategori sehat/bebas Covid-19, ODP (Orang Dalam Pemantauan), atau PDP (Pasien Dalam Pemantauan).

Edaran Pencegahan dan Penanganan Pandemi COVID-19 di Lingkungan PTMA

EDARAN

Nomor: 0297/EDR/I.3/H/2020

tentang

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PANDEMI COVID-19

DI LINGKUNGAN PTMA

 

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Menindaklanjuti surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 3 Tahun 2020 tertanggal 9 Maret 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) Pada Satuan Pendidikan dan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/H/2020 tertanggal 19 Rajab 1441 H. bertepatan dengan tanggal 14 Maret 2020 M. perihal Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), maka Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyusun edaran sebagai berikut:

1. Ketentuan Umum

a. Semua pimpinan, dosen, tenaga kependidikan,dan mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) diminta untuk tetap tenang, tidak panik, meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta melakukan tindakan pencegahan penyebaran sesuai protokol kewaspadaan yang telah diatur.

b. Semua pimpinan, dosen, tenaga kependidikan,dan mahasiswa PTMA dihimbau untuk turut mendukung kebijakan kampus terkait dengan pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19.

c. Semua pimpinan, dosen, tenaga kependidikan,dan mahasiswa  PTMA diminta untuk cerdas dalam berliterasi menyaring dan membagi informasi yang benar dan bijak dalam penggunaan media sosial (bermedsos).

d. Semua pimpinan PTMA harap melakukan pembatasan maksimal di kampusnya untuk melindungi segenap sivitas universitas dan tenaga kependidikannya dengan memperhatikan kondisi terkini penyebaran Covid-19 dan kedaruratan di daerahnya.

e. Implementasi atas edaran ini diatur lebih detil oleh pimpinan PTMA dengan memperhatikan kondisi kedaruratan dan standar keselamatan.

f. Pimpinan PTMA harus senantiasa memantau kondisi kedaruratan terkini dan meninjau kembali secara periodik atas aturan yang dibuatnya terkait Covid-19 tersebut dengan memperhatikan kondisi regional, nasional, dan internasional.

2. Ketentuan terkait dengan Catur Dharma

a. Dharma Pendidikandan Pembelajaran

(1) Dihimbau kepada seluruh PTMA untuk menyelenggarakan pembelajaranjarak jauh berbasis daring (online) pada semua jenis pembelajaran baik teori, praktikum, tutorial, maupun pembelajaran lapangan/klinik jika memungkinkan untuk semua fakultas/prodi.

(2) Kegiatan pembelajaranjarak jauh berbasis daring ini dapat dilakukan dengan menggunakan platform e-learning yang dapat diakses oleh mahasiswa dari luar kampus sesuai kondisi PTMA masing-

(3) Proses pembelajaran yang tidak dapat dilaksanakan secaradaring dan harus tatap muka, wajib memiliki dan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, antara lain mencakup ketentuan sebagai berikut.

(a) Jumlah pintu masuk dan pintu keluar harusdikurangi dengan tetap membuka akses sangat vital atau emergency;

(b) Setiap orang harus diminta melakukan cuci tangan sebelum masuk dan setelah keluar dari area perkuliahan/kerja;

(c) Pengecekan suhu tubuh sivitas akademik dan tenaga kependidikan. Bagi yang memiliki suhu tubuh tinggi (37,5°C ke atas) tidak diperkenankan mengikuti kegiatan di kampus serta diminta untuk melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan terdekat serta istirahat yang cukup;

(d) Jarak posisi duduk antarmahasiswa dan antara mahasiswa dengan dosen disesuaikan dengan kaidah social distancing (minimal berjarak 1 meter);

(e) Jumlah orang dalam kelas/kelompok tidak boleh melebihi dari rasio orang dalam ruangan dimana harus memperhatikan jarak minimal 1 meter.

(f) Durasi waktu pembelajaran diatur sedemikian rupa sehingga dapat selesai sesingkat-singkatnya.

(4) Untuk kegiatan praktik profesi yang tidak dapat digantikan dengan pembelajaran daring, pelaksanaannya harus sesuai protokol yang ketat kecuali rumah sakit atau penyelenggaraan tempat praktik melarang praktik.

(5) Bagi mahasiswa profesi yang rumah sakit atau tempat penyelenggaraan praktiknya melarang praktik maka pelaksanaan perkuliahan praktik harus ditunda sampai diselenggarakannya kembali kegiatan praktik profesi.

(6) Dalam hal praktik profesi tetap dilaksanakan, maka harus ada mekanisme monitoring dan evaluasi yang ketat dan tegas.

(7) Semua kegiatan akademik lain dan kegiatan kemahasiswaan di luar kampus untuk sementara ditunda sampai kondisi memungkinkan.

(8) Pimpinan PTMA dan jajarannya harus selalu mengingatkan dan menghimbau mahasiswa untuk belajar dari rumah, menghindari kerumunan, menghindari area publik/wisata, dan menghindari datang ke kampus selama pembelajaran jarak jauh secara daring.  Apabila dirasa perlu, pimpinan PTMA dapat melakukan pembatasan akses internet untuk lingkungan dan waktu tertentu guna membatasi mobilitas mahasiswa.

b. Dharma Penelitian dan Publikasi

(1) Kepada seluruh dosen dan mahasiswa dihimbau dan didorong untuk  terlibat aktif dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 dengan melakukan penelitian aplikatif/terapan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat baik terkait masalah  fisik, psikis, sosial, ekonomi, dan  spiritual terkait dampak Keadaan Luar Biasa (KLB) Covid-19.

(2) Kepada pimpinan PTMA dihimbau untuk proaktif, mendorong, dan mendukung penelitian dan publikasi dosen serta mahasiswa terkait dengan KLB Covid-19, termasuk untuk memanfaatkan secara optimal laboratorium riset yang dimiliki.

c. Dharma Pengabdian Kepada Masyarakat

(1) Seluruh dosen dan mahasiswa diminta untuk terlibat aktif dalam melakukan edukasi dan  sosialiasasi yang benar terkait Covid-19 kepada masyarakat.

(2) Mendorong kepada pimpinan PTMA untuk melakukan identifikasi dan menyiapkan kader/tenaga relawan (tenaga kesehatan, psikolog, maupun tenaga lainnya)  yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan ketenagaan pada fasilitas kesehatan maupun fasilitas sosial, khususnya di lingkungan Persyarikatan (rumah sakit, klinik, panti asuhan, pondok pesantren, dll milik Muhammadiyah-‘Aisyiyah) dalam penanganan Covid-19 yang semakin hari semakin banyak anggota dan keluarga dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) beserta tenaga kesehatan (social organic/regular)-nya mengalami kelelahan dan keterbatasan energi, stamina, dan waktu.

(3) Mendorong kepada pimpinan PTMA untuk menggunakan jejaring alumni dalam rangka memenuhi tenaga relawan yang dibutuhkan oleh Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (RSMA).

(4) Mendorong kepada pimpinan PTMA dapat berkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua unsur Persyarikatan di wilayahnya masing-masing, antara lain dengan Tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) setempat untuk mengoptimalkan relawan dari unsur PTMA.

(5) Mendorong kepada pimpinan PTMA untuk turut berpartisipasi membantu sarana dan prasarana termasuk pendanaan dan penggalangan dana (fund rising) dalam penanganan KLB Covid-19, sepertikebutuhan APD bagi petugas kesehatan di lingkungan RSMA. Perlu diketahui saat ini dalam 1 hari (3 shift) kebutuhan APD untuk 1 PDP kira-kira 12 APD (dengan harga 1 set APD berkisar Rp 450.000,00). Pada kondisi demikian, beberapa RSMA mengalami kesulitan ruang isolasi. Penggalangan dana ini dapat dikoordinasikan dengan MCCC dan LazisMu Pusat. Info donasi Bersatu Hadang Corona yang dikoordinasi oleh LazisMu dapat dilihat pada laman: https://matahatimu.org/program/bersatuhadangcorona.

d. Dharma Al-Islam dan Kemuhammadiyahan

(1) Mendorong pimpinan PTMA untuk mengarahkan pada semua dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan keluarganya untuk selalu meningkatkan ibadah sebagaimana telah dituntunkan dan menjadi tauladan bagi masyarakat di sekitarnya.

(2) Mendorong pimpinan PTMA untuk memberikan himbauan kepada dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa agar selalu berkoordinasi dengan Pimpinan Persyarikatan di tingkat Pusat, Wilayah, Daerah, Cabang, dan Ranting dalam langkah pencegahan dan penanganan Pandemi Covid-19 di wilayah dan daerahnya masing-masing terutama yang berhubungan dengan kegiatan terkait Al-Islam dan Kemuhammadiyahan selama beraktivitas di rumah dan masyarakat.

(3) Mendorong pimpinan PTMA untuk memberikan himbauan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk mengambil hikmah adanya Pandemi Covid-19 sebagai satu tahapan untuk meningkatkan ketahanan keluarga dan kesehatan terutama dalam menjalankan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam keluarga dan masyarakat.

(4) Pimpinan PTMA harap terus melakukan internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui model, metode, dan media yang kreatif dan inovatif di tengah Pandemi Covid-19.

3. Edaran ini dapat disesuaikan dan dievaluasi dengan melihat perkembangan situasi terkini.

 

Ditetapkan di: Yogyakarta

Pada tanggal : 27 Rajab  1441 H.

22 Maret 2020 M.

Lampiran :

0297. EDARAN COVID-19

UMSU Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Kawasan Kampus

Setelah membentuk tim peduli Covid-19 yang melibatkan para dosen Fakultas Kedokteran serta pengelola Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Sumut. UMSU kembali mengambil tindakan dengan menyemprotkan disinfektan ke seluruh kawasan kampus guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.  Sterilisasi yang dilakukan UMSU ini sesuai anjuran pemerintah dan arahan PP Muhammadiyah.

Rektor UMSU, Dr Agussani menghimbau kepada seluruh civitas akademika dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan gerakan menjaga pola bidup sehat guna mencegah penyebaran Covid-19. “Saya mengimbau kepada masyarakat, khususnya civitas akademika UMSU bisa memberikan dukungan dalam mencegah penyebaran Covid-19,” kata Rektor di Kampus Pascasarjana UMSU di Jalan Denai, Medan, Minggu (22/3).

Ia juga menjelaskan terkait tugas yang dilakukan tim peduli Covid-19 yaitu untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat agar lebih waspada dalam menyikapi pandemi corona. Dikutip langsung dari website UMSU menyatakan tim ini berkoordinasi dengan instansi pemerintah, bahkan direktur Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Sumut, dr Reza menjadi salah satu unsur tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut). “Tentu kita berharap langkah-langkah antisipasi penyebaran Covid-19 khususnya di dalam kampus,” tutupnya.

Mahasiswa KKN UAD Kreasikan Plastik Goreng Jadi Paving Blok

Alfa Mohammad Algifari mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Informatika mengenalkan paving blok berbahan dasar sampah plastik kepada warga Mojosari Gunungkidul. Inovasi ini ia dapatkan dari kota asalnya Serang dan ia terapkan saat melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Fari melakukan inovasi dengan menggunakan oli bekas yang memiliki keunggulan tidak mengeluarkan banyak modal dan lebih keras dibandingkan paving blok yang biasa terbuat dari semen. “Paving blok ini membutuhkan oli bekas yang bisa diperoleh dari bengkel, sampah rumah tangga berupa plastik, dan abu gosok dari ibu-ibu setelah mencuci piring. Fungsi abu gosok untuk mengentalkan dan mempercepat pengeringan cairan oli yang sudah tercampur sampah plastik,” ujarnya dikutip dari website resmi UAD.

Karyanto selaku seksi pembangunan Mojosari merasa terbantu adanya mahasiswa KKN yang memberikan teori serta inovasi baru. “Program ini bagus. Praktik sekala kecil telah berjalan lancar. Paling penting adalah tahu bahan dan caranya, warga akan mengembangkan sendiri untuk ke depannya,” Ujar Karyanto.

UMG Antisipasi Penyebaran COVID-19

Kasus positif COVID-19 di Indonesia mengalami eskalasi. Hal ini meningkatkan kewaspadaan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) untuk mencegah penyebaran virus ini. Salah satu wujud usaha tersebut ialah dengan melakukan pengecekan suhu badan bagi seluruh sivitas UMG sebelum memasuki area kampus. UMG menyiapkan ruang isolasi apabila ditemukan sivitas yang suhu badannya mencapai di atas 38 derajat. dr.Abdur Rivai, M.Kes Dekan Fakultas Kesehatan UMG, memaparkan bahwa UMG akan bekerjasama dengan RSUD Ibnu Sina Gresik untuk teknis antisipasi dan penaggulangan virus Corona. “Kita akan antisipasi serta koordinasi dengan RSUD Ibnu Sinas untuk seperti apa teknisnya. Apalagi di kampus tidak hanya sivitas yang datang, tapi juga masyarakat umum yang memang ada kepentingan di UMG,” ujar dr. Rivai.

UMG juga segera membentuk Tim Khusus Penanganan COVID-19. Tim yang diketuai oleh Ernawati, M.Kes, Dosen Fakultas Kesehatan, ini telah melakukan beberapa usaha yang diharapkan dapat membantu sivitas UMG dalam menghadapi situasi darurat Corona. Salah satu usaha tersebut ialah membuat hand wash yang menggunakan bahan aktif antiviral dan antibacterial. “Mengingat sulitnya mendapat hand sanitizer di pasaran, kami berusaha membuat hand wash sendiri yang nantinya akan dibagikan untuk seluruh civitas UMG,” ujar Ernawati. Tim Khusus Penanganan Covid-19 UMG juga akan menjadwalkan program penyemprotan desinfektan di semua spot Kampus 1 dan Kampus 2 UMG.

Selain itu, para mahasiswa pun turut andil dalam pencegahan penyebaran virus tersebut. Himpunan Mahasiswa Teknik Perkapalan (Himatekpal) UMG mengatur posisi dalam lift dengan menempelkan arah di lantai lift. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan orang untuk berdesakan di dalam lift. Adanya tanda tersebut membuat jumlah orang yang akan masuk ke lift dibatasi serta diatur tempat berdirinya sehingga masing-masing orang tidak akan berhadapan satu sama lain. Rekan Himatekpal juga membuka Layanan Mitigasi & Semprot Desinfectant (COVID-19) untuk masyarakat umum di Area Gresik dan sekitar. Dijelaskan bahwa khusus untuk rumah ibadah tidak akan dipungut biaya.

UMPAR Produksi Hand Sanitizer Mandiri

Semakin langkanya hand sanitizer di pasaran mendorong Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) membuat hand sanitizer secara mandiri. Pembuatan hand sanitizer dibimbing langsung oleh Dekan Fikes Haniarti, S.Si., Apt., M.Kes bersama dosen, staf, dan mahasiswa, Selasa (17/3) di Lab Praktikum Fikes UMPAR.

Sementara itu di waktu yang sama, Dr. Nur Ismirawati, M.Pd dan sejumlah mahasiswanya juga tengah memproduksi hand sanitizer di Laboratorium Program Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Selasa (17/3). Ismirawati menyampakan bahwa produksi ini masih terbatas untuk kalangan internal UMPAR, namun tidak menutup kemungkinan untuk dibagikan ke masyarakat.

“Tidak perlu panik, kita bisa cegah infeksi virus Corona dengan menjaga kebersihan diri, rajin cuci tangan, dan gunakan hand sanitizer,” pungkasnya Haniarti.

UMSU-Tanoto Foundation Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan terus digenjot oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Tanoto Foundation. Hal ini terlihat dari diteruskannya kerja sama antara UMSU dan Tonoto Foundation melalui Program PINTAR. Program Pintar atau Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran adalah kelanjutan dari Program Pelita Pendidikan. Kegiatannya berfokus pada tiga pendekatan, yaitu membangun praktik-praktik baik pembelajaran, budaya baca, manajemen dan kepemimpinan sekolah, mendukung pemerintah menyebarluaskan praktik-praktik baik, dan mendukung Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam pendidikan calon guru.

“Pendidikan yang berkuallitas akan mempercepat kesetaraan peluang terhadap para lulusan,” ungkap Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation Margaretha Ari Widowati, saat melakukan kunjungan sekaligus evaluasi Program PINTAR di Kampus Utama UMSU, Medan. Kerja sama UMSU dengan Tanoto Foundation dilakukan melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMSU. Dalam program ini, mereka yang terlibat dalam proses pendidikan di sekolah mendapatkan pendampingan dan pelatihan untuk menerapkan pembelajaran aktif, menumbuhkan dan memelihara budaya baca, serta manajemen berbasis sekolah.

Sebanyak 38 dosen UMSU telah dilatih untuk menjadi pendamping atau trainer dalam program ini. Mewakili Rektor UMSU, Wakil Rektor I Dr Muhammad Arifin M Hum mengatakan akan terus melanjutkan program kerja sama ini dengan Tanoto Foundation. “Apa yang telah didapat oleh dosen dapat diteruskan dengan mahasiswa, untuk membangkitkan gairah belajar mahasiswa agar dapat menjadi mahasiswa yang sesuai dengan yang diharapkan nantinya,” kata Arifin.

UML Gelar Seminar Hibah Secara Distance Review

Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) menyelenggarakan Seminar Proposal Hibah bagi seluruh dosen tetap di lingkungan UML secara Distance Review, Senin (16/3). Diungkapkan oleh Dr. Mardiana, M.Pd.I. selaku Ketua LP3M UML bahwa hal ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

Reviewer luar dalam Seminar Proposal Hibah ini adalah Syafrimen, M.Ed., Ph.D dan Dr. Muhfahroyin, S.Pd., M.TA dari UM Metro. Teknis pelaksanaan review dilaksanakan secara daring. Setelah Dosen mengirimkan proposal ke pihak LP3M, nantinya proposal akan didistribusikan oleh LP3M dalam bentuk soft file dan hardcopy. Dr. Mardiana menambahkan meskipun tim reviewer menilai dari jarak jauh, hal ini tidak akan mengurangi substansi dalam penilaian proposal tersebut. “Hanya metode saja yang berbeda namun konteks review tetap, di antaranya urgensi penelitian Bapak/Ibu, keterbaruan, serta luaran atau capaian yang diinginkan selain jurnal,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UML, Dr. H.Dalman M.Pd, sekaligus bertindak salah satu reviewer mengungkapkan apresiasianya atas kenaikan jumlah proposal dalam dua tahun ini. Disebutkan peningkatan terlihat jelas dari 19 proposal menjadi 33 proposal. “Alhamdulillah ada peningkatan jumlah proposal. Saya harao semuanya layak dan lulus melewati penilaian. Seminar ini awalnya akan mendatangkran reviewer dari luar, namun karena ada kekhawatiran akan penyebaran virus Covid-19, maka tim reviewer melaksanakan review secara online di rumah,” ujar Dalman.

Antisipasi Penyebaran Covid-19, UMRI Luncurkan 4 Sistem Layanan Terpadu

Pandemi Covid-19 semakin meresahkan masyarakat, sebagai bentuk antisipasinya banyak perguruan tinggi yang menerapkan kebijakan perkuliahan sistem daring salah satunya UM Riau. UMRI mempersiapkan layanan berbasis online demi mendukung akademik maupun non-akademik agar tetap berjalan dengan baik di tengah-tengah merebaknya virus corona.

16 Maret lalu, UMRI meluncurkan empat sistem layanan diantaranya SiPaTu online, SiJaMu online, SiRaTu online dan SiLaT online. Keempat sistem ini akan membantu segala kebutuhan administrasi mahasiswa diantaranya sistem administrasi, penjaminan mutu, seminar terpadu, dan layanan terpadu.

Sri Fitria Retnawaty selaku WR I mengatakan sistem ini menjadi salah satu upaya UMRI untuk mencegah penyebaran virus dan memastikan agar segala aktifitas kampus tetap berjalan dengan baik. Ia menambahkan bahwa sistem tersebut akan terus dievaluasi kebermanfaatannya bagi tiap sivitas UMRI. “Sehingga tidak menutup kemungkinan sistem akan mengalami pembaharuan kedepannya, ” tutupnya.

UMM Produksi Massal Hand Sanitizer

Dalam rangka pencegahan persebaran wabah virus Corona, Universitas Muhammadiyah Malang memproduksi hand sanitizer massal. Dijelaskan oleh Raditya Weka Nugraheni selaku penanggung jawab bahwa pada awalnya kegiatan ini merupakan wujud pengabdian dari Prodi Farmasi dan Apoteker untuk warga FIKES. Namun ternyata, terdapat masukan untuk memperluas cakupan ke seluruh area kampus.

Kegiatan produksi hand sanitizer melibatkan mahasiswa yang tengah menempuh tugas akhir dan Asisten Laboratorium Teknologi Farmasi. Pada minggu ini, ditargetkan hand sanitizer sudah terpasang di seluruh lorong kampus dan disebar di berbagai area.

“Melalui pelibatan mahasiswa, diharapkan mereka bisa belajar secara langsung mengenai proses pembuatan produk hand sanitizer,” tambah Raditya.