UMSB Racik Hand Sanitizer untuk Sivitas Akademika dan Masyarakat Sekitar

Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) mulai memproduksi massal hand sanitizer di laboratorium Farmasi UMSB Kampus 1, Padang. Dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Prodi Farmasi, kegiatan ini diharapkan dapat menekan penyebaran Covid-19.

Dr. Fifi Harmnely, S.Si, M.Farm Apt selaku Ketua Prodi Farmasi UMSB menjelaskan bahwa hand sanitizer ini menggunakan daun sirih sebagai bahan baku. “Daun sirih dipilih karena memiliki aktivitas antibakteri yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Staphylococcus auerus dan Escherichia coli. Selain itu, penggunaan antibiotik sintetik banyak menimbulkan resistensi bakteri sehingga diperlukan formulasi dari bahan alami seperti daun sirih hijau,” jelasnya. Dr. Fifi menambahkan bahan lain yang digunakan ialah alkohol, gliserin, pewarna, dan pewangi. Semua bahan dicampur dengan komposisi tertentu.

Kegiatan produksi hand sanitizer ini diharapkan menjadi alternatif solusi mengatasi kelangkaan dan mahalnya hand sanitizer di pasar. Nantinya hand sanitizer akan dibagikan gratis kepada sivitas akademika UMSB dan masyarakat sekitar kampus.

UM Purworejo Gelar Pelatihan Peningkatan Akses Pendidikan

Sabtu (14/3), mengusung tema “Kiat dan Strategi Meraih Kesempatan Belajar di Perguruan Tinggi”, UM Purworejo bekerja sama dengan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlinduangan Anak (Sosdukkbpppa) Kabupaten Purworejo menggelar pelatihan peningkatan akses pendidikan bagi keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Dikuti oleh 200 warga, kegiatan yang dilaksanakan di kampus 3 UM Purworejo ini dihadiri oleh Koordinator Wilayah PKH Jawa Tengah Arif Rahman dan Kepala Bidang Asistensi, PPK, dan NNS, Dinsosdukkbpppa Kabupaten Purworejo, Sigit Joko Purnomo, S.IP.

Rektor UM Purworejo, Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag, mengungkapkan dirinya berharap pelatihan ini dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi anak-anak keluarga PKH untuk melanjutkan kuliah. Dalam mendukung program tersebut, UM Purworejo memberikan banyak peluang beasiswa seperti Beasiswa LAZISMU, Beasiswa Kader, Beasiswa Prestasi Olahraga, Seni, dan Sains, serta beasiswa lainnya. Tak hanya itu, terdapat juga peluang pendanaan untuk sejumlah program seperti PKM dan Program Kompetisi Wirausaha atau Bisnis.

Sementara itu WR II Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Budi Setiawan, M.Si menyampaikan tentang kemajuan teknologi yang memunculkan lapangan pekerjaan baru. Dr. Budi juga berpesan kepada peserta agar dapat memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya agar dapat memaksimalkan diri dalam berkarya.

FAI UMSB Hadirkan Ilmuan Asal Tunisia

Dalam upaya meningkatkan Pengetahuan Mahasiswa Tentang Pembelajaran Agama Islam, Fakultas Agama Islam UMSB  gelar kuliah Umum  dengan menghadirkan ilmuan asal Tunisia yaitu Prof. Abdel Jelil sebagai narasumber. Bertemakan  “Pembelajaran Islam Pada Perguruan Tinggi negara Barat dan Arab”  kegiatan ini di moderatori oleh Direktur Program Pascasarjana UMSB yaitu Dr. Mahyudin Ritonga, M.A, Senin (16/03) di Ruang Seminar Program Pascasarjana UMSB

Dalam sambutannya Dr. Mursal, M.Ag selaku WR II berharap dengan kuliah umum ini dapat meningkatkan akreditasi dan FAI UMSB  akan semakin dikenal  oleh masyarakat luas. Pernyataan ini disambut baik oleh  Firdaus, AN, M.HI selaku Dekan FAI dan akan terus berusaha mendatangkan Narasumber lain asal luar negeri nantinya.

Turut hadir Dekan FAI, Wakil Rektor II, Dosen dan seluruh Mahasiswa  FAI UMSB,

Prodi Ilmu Komunikasi UMY dan UAD Gelar 2nd JCC

Jogjakarta Communication Conference (JCC) kembali diselenggerakan oleh Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Rabu (18/03). Konferensi komunikasi tingkat internasional ini awalnya akan diselenggarakan secara langsung, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, format konferensi dibuat secara daring.

Filosa Gita Sukmono selaku ketua panitia memaparkan bahwa pada 2019 silam level JCC pada tingkat nasional dan diikuti sebanyak 60 peserta. “Sedangkan pada 2020, jumlah peserta meningkat menjadi 103 peserta,” paparnya.

Pembicara konferensi, Prof. Dr. Mohd Azizuddin Mohd Sani dari Universiti Utara Malaysia (UUT) menyampaikan materinya dari Malaysia melalui teleconference, karena Malaysia sedang lockdown sebagai akibat wabah Corona. Demikian pula, Dr. Kasiyarno dari Universitas Ahmad Dahlan yang menyampaikan materinya melalui teleconference.

Para peserta juga mempersentasikan masing-masing paper secara daring dan akan mengikuti workshop yang dipandu oleh Andre Pranolo dosen UAD yang sedang menempuh studi doktotal di Honai University dan editor in chief jurnal IJAIN yang terindeks Scopus Q2. “Selanjutnya, paper pesera akan terbit di prosiding terindeks Atlantis Press, dan jurnal terindeks Scopus, Web of Science, CNKI, Dimensions, dan Sinta,” lanjut Filosa,

Kegiatan 2nd JCC ini didukung oleh Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah – ‘Aisyiyah (APIK PTM). Dukungan terhadap 2nd JCC juga berasal dari berbagai jurnal internasional dan nasional, diantaranya Atlantis Press, Communication and Science Society, International Journal on Communication and Society, The Messenger, Komunikator, Channel, Journal of Healthy Studies, SosPol, Nyimak, Medialog dan Interaksi.

UMP Tambah Prodi Berakreditasi A

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menambah enam prodi berakreditasi A. Akreditasi ini didapat dari dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Keenam prodi tersebut adalah Pendidikan Geografi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Manajemen, dan Akuntansi. Hasil ini merupakan upaya UMP dalam meningkatkan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT).

UMP saat ini memiliki lebih dari 43 program studi dan 11 fakultas. UMP juga memiliki 5 program profesi. “Untuk Program Profesi, terdapat Profesi Apoteker, Profesi Ners, Profesi Dokter, Profesi Kebidanan, dan Profesi Pendidikan Guru,” ujar Dr Jebul, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja sama UMP.

Dijelaskan oleh Dr Jebul, UMP telah dilengkapi berbagai fasilitas demi menunjang kegiatan pembelajaran. Seluruh lokal perkuliahan ber-AC, ber-LCD, dan memiliki broadband internet 16 kali standar akreditasi. Berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa juga tersedia untuk menyalurkan minat dan bakat. Tak hanya itu, sejumlah program ditawarkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan seperti, pertukaran mahasiswa ke luar negeri, beasiswa belajar bahasa Arab selama 2 tahu, Beasiswa Erasmus, Program KKN ke luar negeri, dan masih ada beberapa lagi.

Pengangkatan Riyanto Jadi Kaprodi MAP

“Kehadiran Pak Riyanto sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Administrasi Pendidikan (MAP) diharapkan bisa membawa Program Pascasarjana UM Metro lebih kuat dan berkemajuan,” terang Wakil Rektor II Suyanto, MSi, Akt, CA, ACPA, CRA, setelah menyerahkan SK pengangkatan, Kamis (12/3). Berlangsung di Ruang Rapat Gedung Rektorat kampus setempat, Dr. Riyanto, M.M mendapat amanah untuk menjabat Kaprodi MAP UM Metro. Sebelumnya, jabatan tersebut dipegang oleh Prof Dr Juhri AM, MPd.

Dalam sambutannya, Suyanto berharap agar jabatan Kaprodi MAP dijalankan secara amanah. Tak hanya itu, WR II UM Metro ini juga menyampaikan pesan kepada semuanya agar profesional dengan tidak mencampuradukkan urusan pribadi dengan urusan lembaga sehingga bisa berlaku adil dalam setiap mengambil keputusan. Hal tersebut diamini oleh Ketua BPH UM Metro Drs. H. Masnuni M Ro’i, M.Pd. Menurutnya para pejabat harus fokus agar pekerjaannya dapat diselesaikan dengan baik.

Drs. Masnuni juga mengingatkan dengan menjadi pejabat di Amal Usaha Muhammadiyah merupakan salah satu pengabdian kepada Muhammadiyah. “Ini adalah lahan pengabdian kita, mudah-mudahan bisa menjadi seperti di muqaddimah Muhammadiyah, dengan bermuhammadiyah kita bisa meraih jannah–Nya. Sehingga apa yang kita kerjakan, semuanya bermuara hanya untuk meraih ridho-Nya,” imbaunya.

Pembangunan Perpustakaan UMMAT untuk Gerakan Literasi Berkemajuan

Selasa (10/3),  peletakkan batu pertama dalam pembangunan Gedung Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dilakukan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Drs Muhammad Syarif Bando, MM. Acara juga dirangkaikan dengan kuliah umum bersama Kepala Perpusnas RI di aula lantai 3 Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Membawakan tema “Membangun Kesadaran Literasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”, kuliah umum diikuti oleh mahasiswa, Asosiasi Perpustakaan dan Pustakawan NTB, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah se-Pulau Lombok, Akademisi, dan Penggiat Literasi se-Pulau Lombok. Drs Muhammad menjelaskan bahwa eksistensi perguruan tinggi dapat dilihat dari kualitas informasi yang tersedia di perpustakaan. Maju tidaknya sebuah perguruan tinggi dapat dilihat dari keberadaan perpustakaan dan berapa banyak orang yang mengunjunginya. “Perpustakaan harus menjadi jantung peradaban dan sumber ide dalam menjalankan aktivitas dan kreativitas kehidupan yang lebih maju,” tegasnya.

Beliau menambahkan bahwa revolusi industri 4.0 sekarang merupakan produksi massal yang salah satunya bisa diwujudkan dengan gerakan literasi yang berkelanjutan. Salah satu contohnya ditandai dengan kemampuan membaca cepat dan tepat sehingga kemampuan menangkap informasi jauh lebih cepat dan akurat dengan hanya hitungan menit. “Gerakan literasi yang berkelanjutan akan mampu mengarahkan masyarakat menuju kehidupan yang solutif dalam menyelesaikan masalah. Masyarakat diajarkan untuk tidak berjibaku dengan teori tapi lebih dituntut untuk melakukan aplikasi berdasarkan hasil bacaan dari gerakan literasi yang mereka tekuni,” tambah Kepala Perpusnas RI tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UMMAT Dr. Arsyad Gani berharap dibangunnya gedung perpustakaan UMMAT tersebut dapat meningkatkan kesadaran literasi baik masyarakat kampus maupun masyarakat umum. “Semoga dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung perpustakaan ini menjadi langkah awal bagi UMMAT untuk berkontribusi demi kemajuan daerah dan masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya serta Indonesia pada umumnya. Dengan melakukan gerakan literasi berarti kita menjemput suatu kemajuan”, tutup Rektor UMMAT.

Kampus Merdeka : Akankah Masalah Pendidikan Teratasi?

Sabtu- (14/03).

Program Pascasarjana UMSB gelar kuliah umum dengan tema “Arah Baru Pendidikan Tinggi Indonesia Melalui Kebijakan Kampus Merdeka : Akankah Masalah Pendidikan Teratasi?”. Mengundang Rektor UHAMKA (Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum) sebagai Narasumber yang kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh Dosen dan mahasiswa Program Pascasarjana UMSB

sudah menjadi tradisi di program pascasarjana UMSB bahwa setiap awal semester menyambut kuliah perdana selalu di awali dengan kuliah umum. Hal ini di tegaskan direktur Program pascasarjana UMSB (Dr. Mahyudin Ritonga, M.A)  tujuannya adalah sebagai ajang silaturahim antar civitas akademika dan sebagai pemantik untuk menumbuhkan semangat bagi mahasiswa.

Dalam penyampaian materinya Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum mengungkapkan bahwa kampus merdeka maksudnya adalah merdeka dalam belajar dan arah dari kampus merdeka tersebut yaitu untuk mendorang para Guru/Dosen untuk berinovasi dalam menyampaiakan pembelajaran.

Antisipasi Penyebaran Corona, ITB Ahmad Dahlan Keluarkan Kebijakan Kuliah Online

Dalam rangka mengantisipasi penyebaran COVID-19 atau Virus Corona, Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta mengeluarkan kebijakan kuliah online. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik ITB Ahmad Dahlan, Sutia Budi, saat dimintai keterangan seusai acara Yudisium Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma ITB Ahmad Dahlan Tahun Akademik 2019/2020 pada Sabtu (14/03) di Auditorium Syafruddin Prawiranegara, ITB Ahmad Dahlan – Kampus Ciputat.

“Kami dari bidang akademik memberitahukan kepada para dosen Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta untuk melaksanakan perkuliahan secara online atau e-learning, untuk mengantisipasi penyebaran wabah Virus Corona,” ujar Sutia Budi pada Sabtu, (14/3).

Sutia menjelaskan pihaknya telah meminta kepada para dosen untuk menyelenggarakan perkuliahan secara online. Dengan perangkat sistem yang sudah disiapkan, Sutia yakin perkuliahan akan tetap berjalan efektif dan penyebaran virus corona pun bisa diantisipasi.

“Penyebaran virus ini makin tidak terkendali tentu kami harus menjaga dan harus mengantisipasi, kami juga meminta dosen dan mahasiswa tetap waspada dan jangan panik,” katanya.

Sutia menyampaikan dari hasil rapat pimpinan, kampus saat ini mengambil keputusan dan tindakan preventif untuk belajar secara online, sistem ini juga sudah diterapkan sebagian kampus.

“Tentu koordinasi tetap kami lakukan dengan Lembaga Layanan Dikti, dengan adanya penyebaran virus corona ini, semua perkuliahan reguler pagi, reguler malam dan blended e-learning (campuran tatap muka dan belajar online) sudah online semua,” tuturnya.

Lebih lanjut Sutia mengatakan pembelajaran secara online ini akan di laksanakan sampai akhir semester genap 2019/2020, saat ini pihak kampus sudah memberikan informasi perkuliahan melalui pesan berantai aplikasi WhatsApp dan kemudian akan diterbitkan suratnya.

“Kalau jadwal perkuliahannya masih tetap sama. Hanya metode belajarnya saja yang berubah. Senin lusa mungkin kampus sudah mulai sepi. Ya semoga penyebaran Virus Corona ini cepat berakhir agar kembali normal,” tandasnya.

Ilmu Komunikasi UMY Rilis Jurnal Mahasiswa Pertama di Indonesia

Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) merilis Jurnal Audiens, di kampus terpadu UMY, Kamis (12/3). Berbeda dengan jurnal-jurnal yang ada sebelumnya, Jurnal Audiens dikhususkan untuk mahasiswa.

Pada umumnya karya skripsi atau bagian dari skripsi yang ditulis ulang dalam format artikel jurnal hanya dipublikasikan di repository yang tidak ada proses review. Di Jurnal Audiens, semua karya artikel yang masuk (submit) harus mengikuti mekanisme review. “Proses review yang dialami oleh mahasiswa saat mengirimkan artikel adalah bagian dari usaha menumbuhkan atmosfer akademik di kampus, sekaligus mendorong semakin banyaknya publikasi,” terang Dr. Fajar Junaedi, editor in chief Jurnal Audiens.

Sebelumnya, Prodi Ilmu Komunikasi UMY secara rutin menerbitkan Jurnal Komunikator yang telah terakreditasi dan berbahasa Inggris. “Jurnal Audiens memang difokuskan untuk mewadahi mahasiswa dalam publikasi ilmiah,” jelas Fajar. “Artikel yang ada di jurnal ini berasal dari mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY dan kampus-kampus lain,” tambah Fajar.

Dalam tata kelola jurnal, Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah – ‘Aisyiyah (APIK PTMA) menjadi mitra dalam publikasi ini. Reviewer jurnal berasal dari berbagai program studi yang tergabung dalam APIK PTMA. Melalui publikasi ini, diharapkan agar semakin banyak karya mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY yang terpublikasikan di jurnal.