Mohon Doanya, Semoga Mushallah “Sang Pencerah” Cepat Kelar

Rappang, Stisip – Mohon doanya, Mushallah “Sang Pencerah”, di Kawasan Kampus Stisip Muhammadiyah Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, dalam waktu dekat, segera bisa rampung, dan digunakan sebagai mana mestinya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Tata Usaha (Ka Tu) Stisip Muhammadiyah Rappang, Harianto, saat ditemui di sekitar mushallah, beberapa waktu lalu. “ Mohon doanya, semoga mushallah kita bisa segera rampung,” kata Harianto.

Menurut Harianto, pembangunan mushallah tersebut, diharapkan bisa menjadi pusat dakwah, khususnya di internal kampus kita. “ Harapannya, dengan adanya mushallah kita ini, civitas kampus bisa berjamaah, dan tak perlu keluar dari areal kampus, khususnya saat waktu shalat tiba.

Sekedar diketahui, Mushallah yang berlantai dua tersebut, dibangun tepat di samping Kantin Berkah Stisip Muhammadiyah Rappang. Rencanaya lantai satu untuk tempat wudhu dan mini hall atau ruang rapat skala kecil, dan lantai dua untuk kegiatan keagaaman, termasuk untuk pengajian di internal mahasiswa.

Ia juga menambahkan bahwa Mushallah tersebut, rencanya juga akan digunakan sebagai wadah bagi dosen dan staf kampus setempat, untuk mengajari anak anak yang  bermukim di sekitar kampus, dalam mensinergikan program pemerintah Kabupaten Sidrap, memberantas buta baca tuis Al Qur’an.

Sementara itu, Wakil Ketua II Stisip Muhammadiyah  Rappang, membidangi Administrasi Umum dan Keuangan Andi Astinah Adnan, SS., S.Pd., M.Si, yang dikonfirmasi ditempat yang sama, mengatakan pihak kampus memberikan kesempatan bagi para mahasiswa dan alumni dalam perampungan mushalla tersebut.

“ Ini baru 45 persen pembangunannya. Mahasiswa, ataupun alumni, termasuk simpatisan Muhammadiyah Kabupaten Sidrap, bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan mushalla kita ini,” jelasnya.

Sekedar diketahui, pembagunan mushallah tersebut terwujud atas sumbangsih dari  sebagian alumni dan dosen dan staf Stisip Muhammadiyah, yang tersebar di beberapa tempat. “Ada diantara mereka yang menyumbang semen, krikil, pasir dan sebagainya. Bagi teman teman alumni yang ingin ikut berpartisipasi, bisa menghubungi saudara Harianto, di 081 237 298 572.

Sumber : www.stisipmrappang.ac.id

Mahasiswa Baru STIKes Muhammadiyah Gombong Mengalami Peningkatan Dari Tahun ke Tahun

STIKes Muhammadiyah Gombong –Sejumlah 656 Mahasiswa Baru STIKes Muhammadiyah Gombong, Kebumen selama empat hari mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) dan Baitul Arqom, Kegiatan yang berlangsung sejak Kamis (15/9/2016) tersebut ditutup oleh Ketua STIKes Muhammadiyah Gombong M, Madkhan Anis, S.Kep, Ns, Minggu (18/9/2016) siang, bertempat di Aula Lantai 3 Gedung STIKes Muhammadiyah Gombong.

Para mahasiswa yang terdiri atas 132 orang mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan, 61 mahasiswa D3 Kebidanan, 180 orang mahasiswa S1 keperawatan, 69 mahasiswa S1 Farmasi, 76 mahasiswa Profesi Ners A, 42 mahasiswa Profesi Ners jalur B dan 96 mahasiswa S1 Keperawatan jalur B itu dikenalkan kehidupan kampus. Para mahasiswa baru diberikan sejumlah materi antara lain program akademik, pengenalan SDM dan sarana prasarana. Materi lain yang akan diberikan meliputi program pengembangan kemahasiswaan dan program pengembangan keislaman. Mahasiswa baru juga diberikan materi pengenalan organisasi dan pembentukan karakter.

Selain diisi oleh para dosen kampus setempat, dalam kegiatan itu juga mengahadirkan pembicara dari luar. Antara lain Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Khudzaifah Dimyati, SH yang menyampaikan materi Pengenalan Pendidikan Tinggi di Indonesia.

Ikut memberikan sambutan Bupati Kebumen Ir. H. Yahya Fuad, SE, mengatakan “stikes muhammadiyah gombong adalah pilihan tepat untuk melanjutkan pendidikan tinggi khususnya pendidikan kesehatan selain itu STIKes Merupakan Perguruan Tinggi terbesar di Kabupaten Kebumen serta telah terakreditasi B “. Setelah sambutan Bupati Kebumen menyempatkan diri memberikan penghargaan bagi peserta berprestasi.

Ketua STIKes Muhammadiyah gombong M. Madkhan Anis, S,Kep, Ns, menyampaikan selamat kepada para mahasiswa baru. Beliau juga menyampaikan terimakasih kepada para orang tua mahasiswa baru yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk melanjutkan pendidikan di STIKes Muhammadiyah Gombong.

Dia menyampaikan bahwa visi kampus STIKes muhammadiyah gombong ialah menjadi lembaga pendidikan kesehatan yang unggul, modern dan islami. Bahwa mahasiswa atau lulusan, baik perawat, apoteker maupun bidan secara kompetensi dijamin mutunya sesuai dengan kebutuhan. Selain itu lulusan STIKes muhammadiyah gombong juga memiliki kemampuan soft skill yang Islami, berdisiplin , ramah dan bertanggungjawab.

“ Lulusan STIKes dapat bersaing di era global, baik di tingkat nasional maupun internasional, “ ujarnya seraya menyebutkan kampus yang berada di Jalan yos Sudarso 461 Gombong.
Anis mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang terus memberikan keparcayaan kepada kampus yang dia pimpin untuk mendidik anak-anaknya menjadi tenaga kesehatan. Besarnya kepercayaan masyarakat itu ditandai dengan meningkatnya jauml;ah mahasiswa. Jika tahun lalu jumlah mahasiswa baru 387 orang, tahun ini meningkat menjadi 656 orang.

“ Mahasiswa berasal dari seluruh Indonesia. Selain dari Kebumen, mahasiswa berasal dari 13 Provinsi di Indonesia seperti Bengkulu, Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kamlimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Papua, Papua Barat, Sumatera Selatan dan Yogyakarta, “ tandas Madkhan Anis.
Ketua Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus dan baitul Arqom, Ike Mardiati Agustin, M.Kep, SpJ mengatakan, masa orientasi ini digelar untuk mengenalkan kepada mahasiswa baru terhadap model dan cara pembelajaran sekaligus mengenalkan fasilitas agar dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menunjang pembelajaran mereka. Harapannya para mahasiswa baru dapat memanfaatkan fasilitas yang ada dengan maksimal serta setelah masuk perkuliahan dapat menjalani proses pendidikan dengan optimal.
Sementara itu, saat penutupan acara diisi dengan penyerahan beasiswa bidikmisi kepada empat orang mahasiswa baru. Penerima beasiswa bidikmisi adalah Hanin Nailisa Hasna asal MAN Kebumen 2, Tobiatun Khasanah asal SMA N 1 Sirampog Brebes, Femalanti Primanda Sari asal SMA Muhammadiyah Gombong dan Fitri Faijah asal SMK VIP Al Huda Kebumen.

Secara bersamaan juga diserahkan beasiswa khusus dari STIKes Muhammadiyah gombong kepada Yuliawati asal Banyumas, Agung Wicaksono asal Purworejo dan Brenda Santana Rahmat G asal Kebumen, “ ujar Ike Mardiyati.

Rapat Senat UMY Tetapkan Balon Rektor

Penjaringan Bakal Calon Rektor UMY yang dilakukan sejak Mei hingga Agustus 2016 yang lalu oleh Senat Universitas, menghasilkan 6 nama yang dinyatakan lolos verifikasi. Keenam nama tersebut yakni Dr. Achmad Nurmandi, Prof. Dr. Bambang Cipto, MA., Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, Dr. Mukti Fajar Nur Dewata, S.H., M.Hum., dan Dr. Sukamta. Dari keenam nama tersebut kemudian mengerucut menjadi empat nama yang lantas ditetapkan sebagai Bakal Calon (Balon) Rektor UMY periode Tahun 2016 -2020.

Menurut Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor UMY Periode Tahun 2016 – 2020, Dr. Trisno Raharjo, S.H., M.Hum, keempat nama Balon Rektor UMY tersebut telah ditetapkan dalam Rapat Senat Universitas yang dilakukan pada Jum’at (23/9). Ada 42 anggota Senat Universitas yang menghadiri rapat penentuan Balon Rektor UMY periode 2016 – 2020 tersebut, dengan resmi izin tidak hadir sebanyak 12 orang. “Empat nama yang telah ditetapkan sebagai Balon Rektor UMY periode 2016 – 2020 tersebut adalah Dr. Achmad Nurmandi, Prof. Dr. Bambang Cipto, MA., Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., dan Dr. Mukti Fajar Nur Dewata, S.H., M.Hum. Keempat nama tersebut dipilih oleh 42 anggota Senat Universitas, dengan turut mengundang pengurus Badan Pembina Harian (PBH) UMY yang sekaligus menyaksikan proses pemilihan Balon Rektor tersebut,” jelas Trisno saat ditemui di Biro Humas UMY pada Senin (26/9).

Trisno juga memaparkan bahwa rapat Senat Universitas tersebut juga dengan resmi telah mengesahkan keempat nama tadi sebagai Balon Rektor UMY tahun 2016 – 2020, yang kemudian keempat nama Balon Rektor tersebut akan diserahkan kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY untuk dimintakan pertimbangan terkait Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. “Keempat nama tersebut sudah kami serahkan kepada PWM DIY untuk dimintakan pertimbangannya terkait Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dari para Balon Rektor tersebut. Karena itu, saat ini kami sedang menunggu rekomendari dari PWM, apakah keempat nama tersebut direkomendasikan sebagai Balon Rektor UMY,” paparnya.

Setelah rekomendasi dari PWM tersebut diterima oleh panitia penjaringan, Trisno kembali menambahkan bahwa pada 20 Oktober 2016 mendatang, Senat Universitas direncanakan akan melakukan pemilahan calon rektor definitif dari empat nama menjadi 3 nama saja. “Hasil dari pemilahan Senat Universitas dengan memutuskan tiga nama yang berhak menjadi Calon Rektor UMY periode 2016 – 2020 inilah, yang kemudian akan dikirimkan ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Dikti PP Muhammadiyah. Merekalah yang kemudian akan memilih dan menetapkan satu orang Rektor definitif dari ketiga nama yang kami ajukan sebelumnya,” tutup Trisno.

Sumber : www.umy.ac.id

Perguruan Tinggi Dukung Optimalisasi Daya Saing Global

Dalam rangka untuk memperkuat eksistensi pengembangan daya saing bidang ekonomi dan bisnis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY) selaku institusi pendidikan tergerak menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertajuk “Membangun Daya Saing Bangsa dalam Perspektif Ekonomi dan Bisnis.” Dengan diadakan seminar nasional tersebut menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan peran Perguruan Tinggi dan Fakultas Ekonomi dalam mendukung optimalisasi daya saing global.

“Ekonomi dan Bisnis dapat memberikan dorongan persaingan antar bangsa yang sudah ada ukurannya, sebagaimana persaingan setiap tahunnya terus dilakukan. Ada 12 pilar yang bisa menjadi ukuran apakah sebuah negara itu termasuk dalam kompetitif global. Salah satu pilar itu yaitu pilar di bidang bisnis. Hal yang menarik ada satu pilar yaitu pilar bidang perguruan tinggi. Ini bisa menjadi dasar bahwa bagaimana Indonesia memiliki pola pikir agar perguruan tinggi kita bisa menjadi perguruan tinggi kelas dunia dan bisa menjadi pendukung daya saing global. Mudah-mudahan Fakultas Ekonomi ini bisa mengejar untuk berkompetitif di daya saing global,” papar Rektor UMY, Prof. Bambang Cipto saat memberikan sambutan sekaligus membuka Seminar dan Launching Fakultas Ekonomi UMY menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY.

Pada sambutannya, Sabtu (24/9) di gedung AR Fachruddin B lantai 5, Prof. Bambang mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peranan penting dalam mengoptimalisasi daya saing. Terlebih dengan perubahan nama yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi UMY menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY dapat memberikan acuan penguatan Sumber Daya Manusia untuk meningkatkan daya saing bangsa. “Indonesia memiliki kolektivitas bagaimana perguruan tinggi ini bisa masuk ke global kompetitif. Minimal produk-produk di perguruan tinggi ini bisa menjamin dan menyeimbangkan 12 pilar yang menjadi persaingan antar negara. Mudah-mudahan FEB bisa berkompetitif di daya saing global,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Menteri PPN/ Kepala Bappenas bidang ekonomi, Dr. Ir. Leonard VH. Tampubolon, MA., selaku keynote speaker mengatakan bahwa daya saing merupakan salah satu faktor penting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pada lima tahun ke depan. Leonard menyampaikan, RPJM pada tahun 2015 hingga 2019 guna memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing.

“Hal yang menjadi dasar untuk memantapkan daya saing yaitu berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berkualitas serta kemampuan IPTEK yang terus meningkat. Selain itu, daya saing tidak hanya bergantung pada efisiensi dan produktivitas, namun daya saing juga harus mampu meningkatkan kerjasama ekonomi Internasional dan regional, serta mampu meminimalisasi dampak globalisasi,” jelas pakar ekonomi tersebut.

Leonard melanjutkan, guna meningkatkan daya saing bangsa, maka perlu penguatan Sumber Daya Manusia. Seperti yang disebutkan, terdapat empat pilar utama Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang merupakan upaya untuk mewujudkan terbentuknya integrasi ekonomi regional di kawasan Asia Tenggara. “Empat pilar MEA 2015 yaitu pasar tunggal dan kesatuan basis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi, pertumbuhan ekonomi yang merata, serta integrasi ke perekonomian global. Dalam pertumbuhan ekonomi yang merata ini untuk mewujudkannya bisa dilakukan melalui pengembangan UKM,”ujarnya. (hv)

Sumber : www.umy.ac.id

Mindset Belajar Bahasa Arab Sulit Harus Dihilangkan

Dalam praktik belajar bahasa Arab, banyak mahasiswa yang memandang bahasa Arab lebih sulit daripada bahasa asing lainnya. Mindset ini yang mendasari proses belajar bahasa Arab semakin sulit. Sehingga mindset ini harus dihilangkan sejak awal belajar.

Hal tersebut disampaikan oleh promofendus, Ahmad Fauzi, M.A., dalam Sidang Promosi Doktor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana lantai 4 pada Sabtu (24/09). Promofendus menyampaikan disertasi yang berjudul “Aspek Psikologis dan Metodologis dalam Pengajaran Bahasa Arab di IAIN Surakarta.”

Ahmad menyebutkan bahwa sesuai penelitiannya terhadap mahasiswa IAIN Surakarta, ada perbedaan ketika mahasiswa belajar Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. “Waktu belajar bahasa Inggris, keinginannya kuat. Sedangkan waktu belajar bahasa Arab, tidak ada keinginan untuk belaja bahasa Arab. Padahal bahasa Arab tidak susah, tetapi metodologi mengajarnya yang harus diperbaiki,” ujar Ahmad.

Kesulitan belajar bahasa Arab dinilai Ahmad dipengaruhi oleh sisi metodologis dan psikologis. Sisi metodologis merupakan cara mengajar bahasa Arab yang dinilai Ahmad, bahwa sistem yang diberlakukan guru di Indonesia masih kurang efektif. “Saat mahasiswa belajar bahasa Arab, seharusnya dimulai dengan listening atau mendengarkan. Bukan dengan menulis dan mengeja kata. Karena prinsipnya sama dengan bayi yang baru mau belajar bicara. Mereka mendengarkan orang lain bicara dulu, baru memulai belajar,” jelas Ahmad.

Kesalahan dalam metodologi lainnya adalah cara guru menyalahkan mahasiswa yang masih belajar. Ahmad mengungkapkan bahwa guru di Indonesia cenderung menyalahkan mahasiswa ketika berbicara atau mempraktikkan bahasa yang baru saja mereka pelajari. “Berdasarkan pengalaman kuliah saya di Sudan, ketika saya salah berbicara, guru tidak menyalahkan saya dan membiarkan saya melanjutkan perkataan saya. Terkadang dengan menyalahkan mahasiswa, akan dapat mempengaruhi mental belajar mahasiswa tersebut,” tutur Ahmad.

Sedangkan dari sisi psikologis, permasalahan berasal dari mental mahasiswa sendiri. Mahasiswa yang menerapkan mindset belajar bahasa Arab susah, akan cenderung mengalami kesulitan saat proses belajar. “Oleh karenanya, dosen atau pengajar bahasa Arab harus dapat membawa suasana mahasiswa. Kita harus membuat susana yang menyenangkan sehingga mahasiswa tidak bosan,” jelas Ahmad.

Dengan begitu, permasalahan psikologis juga memiliki kaitan dengan permasalahan metodologis dalam pembelajaran bahasa Arab. Pada intinya, pengajar harus dapat menumbuhkan mental senang belajar bahasa bagi mahasiswa, dengan metode mengajar yang variatif dan inovatif. Dalam Sidang Prmosi Doktor ini, Ahmad Fauzi dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan. (Deansa)

Sumber : www.umy.ac.id

Pengukuhan Pengurus Pc IMM Kota Metro Periode 2016-2017

Kota Metro — Sabtu 24 September 2016 lalu, lebih dari 400 peserta memadati ruangan Aula Gedung E Universitas Muhammadiyah Metro untuk menghadiri acara  Pengukuhan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Metro Periode 2016-2017.

 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Imawan Taufan Putra Revolusi Korompot, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro Ayahanda Daud Sidiq dan Sekretraris Umum PDM Hoirudin Mustam, M.Iqbal W.T sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Provinsi Lampung Beserta Jajarannya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kota Metro, Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah se-Kota Metro, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Metro Ayahanda Jazim Ahmad, dan Wakil Rektor IV Ayahanda Sarbini, Jajaran Dekan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro, Pimpinan Ortom Muhammadiyah se-Kota Metro, Pimpinan Cabang IMM se-Indonesia, Pimpinan Organisasi Kepemudaan Tingkat Daerah se-Kota Metro, dan Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Andi Pebriudin sebagai Ketua Bidang Kader DPD IMM Lampung diamanahkan untuk melantik pengurus PC IMM Kota Metro Periode 2016-2017 oleh M.Iqbal W.T. kegiatan ini berlangsung secara khidmat, dengan telah dilaksanakannya serah terima jabatan, maka Pengurus PC IMM Kota Metro telah resmi bertugas.

 

Dalam kesempatan sambutannya Hairudin Mustam Berpesan “harus memaksimalkan kaderisasi agar muncul kader-kader yang lain dan harus total dalam ber-IMM”.

Sumber : www.ummetro.ac.id

Kegiatan Pembekalan Mahasiswa Peserta Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT)

Universitas Muhammadiyah Metro — Kegiatan Pembekalan Mahasiswa Peserta Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT) dilaksanakan pada Kamis-Jum’at, 15-16 September 2016 bertempat di Gedung E Kampus I Universitas Muhammadiyah Metro. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut bertujuan memberikan bekal awal kepada mahasiswa peserta program PBBT agar dapat lebih memahami dan mempersiapkan kegiatan magangnya selama 3 (tiga) bulan ke depan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Prof. Dr. H. Karwono, M.Pd., yang memberikan pengarahan sekaligus membuka jalannya kegiatan.

Fenny Thresia, S.Pd., M.Pd., yang merupakan Ketua dalam kegiatan ini menyampaikan “kami berharap dengan berjalannya program ini kapasitas enterpreneurship mahasiswa melalui kemitraan UMKM dapat ditingkatkan.” Turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut Dr. Bambang Suhada, M.Si. yang juga Wakil Rektor II UM Metro memberikan materi pembekalan tentang Manajerial UMKM, Nedi Hendri, S.E., M.Si.Ak.CA yang menyampaikan materi Start UpUsaha Kecil, juga Ardiansyah J., M.B.A., AWM selaku Kepala Unit Pengembangan Usaha Kampus dan Kewirausahaan (PUKK) UM Metro menyampaikan materi Membangun Jaringan Usaha, serta Tim PBBT UM MetroTahun 2016 yang menyampaikan detail jalannya program selama tiga bulan ke depan.

 

Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT) atau dikenal juga dengan Cooperative Academic Education Program (Co-op) adalah program yang mengintegrasikan berbagai latar belakang ilmu yang didapatnya di bangku kuliah dengan pengalaman nyata dunia usaha. Di dunia internasional program seperti ini dikenal dengan nama “work-integrated learning” atau “work based learning”. Sedikit berbeda dengan program “link and match” yang lebih dulu dicanangkan pemerintah yang lebih berorientasi pada “subject based” atau “curriculum and practice-based learning”, PBBT/Co-op lebih mementingkan “work place experience” atau pengalaman dan berkegiatan dalam dunia kerja nyata. Untuk pekerjaan yang dilakukannya, mahasiswa peserta mendapat kompensasi keuangan dari perusahaan atau tempat bekerja. Selama mengikuti kegiatan, mahasiswa peserta program akan dievaluasi oleh pemilik UMKM dan mentor yang ditunjuk oleh perguruan tinggi, setelah selesai akan mendapatkan sertifikat.

 

“Untuk peserta kami sudah lakukan tahap seleksi sebelum kegiatan pembekalan ini (baca juga : Pengumuman Seleksi Mahasiswa Peserta Program Belajar Terpadu), tidak hanya mahasiswa saja yang kami seleksi, tetapi UMKM yang akan kami jadikan mitra pun telah kami lakukan survei kelayakan terlebih dahulu, pasalnya dalam kegiatan ini mahasiswa dititipkan ditempat magang (baca: UMKM) tidak hanya sekedar belajar di rumah-rumah produksi usaha, tetapi juga belajar bagaimana cara pengelolaannya, sehingga harapannya setelah mengikuti program ini mereka dapat membuka usaha secara mandiri. Sedangkan untuk jalannya kegiatan ini, pendanaan kami peroleh dari Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan/Ditjenbelmawa (baca juga : Tawaran Program Co-op Tahun 2016) bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Metro, kami sangat bangga bahwa UM Metro adalah salah satu perguruan tinggi yang lolos seleksi dari seluruh PT di Indonesia yang mengikuti seleksi program di Tahun 2016 ini,” ungkap dosen Pendidikan Bahasa Inggris yang oleh mahasiswa akrab disapa Mom Fenny ini.

Keduabelas mahasiswa peserta PBBT ini menurut jadwal akan menjalankan proses pemagangan selama tiga bulan, dimulai sejak tanggal 19 September lalu dan berakhir pada 19 Desember 2016. Keduabelas mahasiswa tersebut terdiri mahasiswa FKIP, FAI, dan FH UM Metro telah ditempatkan di enam UMKM mitra yang bergerak di bidang jasa pendidikan, dan olahan makanan ringan yang bertempat di Kota Metro dan sekitarnya.

Sumber : www.ummetro.ac.id

UM Metro Bekerjasama Dengan Bank Eka Menggelar Kuliah Umum

Metro, Alhamdulillah UM Metro yang diprakasi oleh Fakultas Ekonomi bekerja sama dengan Bank Eka telah menggelar Kuliah Umum Tentang Edukasi Literasi Keuangan Dalam Rangka Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Peranan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ). Kuliah umum ini diselenggarakan di Aula Fakultas Ekonomi Gedung C dimulai pada jam 09.00 sampai jam 11.00 pada tanggal 24 September 2016.

Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi Bapak Dr. Suharto, SE., MM. dan dilanjutkan dengan kuliah umum yang dimoderatori oleh Bapak Yateno, SE., MM. sedangkan sebagai nara sumber perwakilan dari OJK adalah Bapak Muhammad Amin Siregar.

Kuliah umum ini ditutup dengan acara sesi photo bersama serta pembagian doorprize bagi para peserta, terlihat raut muka gembira saudara Triyasto mahasiswa D3 Perbankan semester tiga setelah menerima doorprize utama yang diserahkan oleh salah Personil Bank Eka.

 

Selain bekerja sama dalam kuliah umum, UM Metro dan Bank Eka juga mengadakan pertandingan persahabatan futsal guna mempererat tali silaturrahmi diantara kedua instansi. Pertandingan persahabatan ini berjalan sangat seru karena kuatnya kekuatan kedua tim, namun Pak Andresta selaku ketua tim UM Metro dan Pak Eko sebagai manager sekuat UM Metro mampu mematahkan serangan demi serangan sekuat Bank Eka sehingga mampu memperoleh kemenangan.

Sumber :www.ummetro.ac.id

UM Metro Gelar Dialog Pembelajaran AIK Bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Metro, Mata kuliah AIK adalah salah satu mata kuliah utama yang harus dipelajari oleh seluruh mahasiswa UM Metro. Prof. Dr. H. A. Munir Mulkhan, SU adalah Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan pengamat sosial keagamaan. Dialog pada hari kamis tanggal 15 september 2016 yang dimulai ba’da sholat ashar di UM Metro diharapkan dapat mengoptimalkan MK AIK sehingga bisa berjalan sesuai harapan dan tujuan.

Disela-sela dialog Prof. Syeikh (Panggilan akrab Prof. Dr. H. A. Munir Mulkhan, SU) memberikan hadiah kenang-kenangan kepada Prof. Dr. H. Karwono. M. Pd.

Karena pentingnya mata kuliah AIK, banyak permasalahan-permasalahan baru yang dilontarkan oleh para peserta dialog untuk didialogkan dan ditemukan solusinya, salah satunya yang disampaikan oleh Dr. Muhfahroyin, M.T.Atentang wacana materi-materi MK AIK yang sesuai dengan setiap prodinya.

Dialog ini diikuti oleh dosen-dosen dari beberapa Universitas; Universitas Muhammadiyah Metro dan STKIP Muhammadiyah Kota Bumi, dan ditutup dengan sesi photo bersama.

Sumber : www.ummetro.ac.id

 

UMM Kukuhkan Guru Besar Ilmu Pendidikan Matematika

PROF Dr Yus Mochamad Cholily MSi tidak ingin dikenal sebagai pembelajar matematika, tapi pekerja matematika. Bagi Guru Besar Ilmu Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dikukuhkan pada Sabtu (24/9) ini, dengan bekerja Matematika, ia harus membaca, mencoba, terus berlatih, mengevaluasi, dan dilanjutkan dengan reformulasi.

“Khusus untuk Matematika, saya memang lebih senang menyebutnya dengan bekerja matematika. Bagi saya, learning mathematicis doing mathematics,” kata Yus Cholily saat menyampaikan orasi ilmiah pengukuan guru besar bertema “Matematika: Sains, Terapan, dan Pendidikan” di theater UMM Dome.

Filosofi itu membuat Yus sangat produktif dalam menelurkan karya ilmiah. Di bidang penelitian, setidaknya tercatat Yus telah menulis 23 karya ilmiah. Sebanyak 29 tulisannya juga telah dipublikasikan di berbagai jurnal, nasional maupun internasional.

Salah satu cabang ilmu matematika yang mendapat perhatian khusus bagi Yus adalah Teori Graf, terlebih teori ini merupakan salah satu cabang termuda karena baru lahir pada 1736. “Karenanya, hingga saat ini banyak sekali persoalan di teori graf yang belum terselesaikan,” kata Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UMM ini.

Padahal, aplikasi teori graf sangat berguna, tidak hanya bagi pembelajaran di kelas, namun juga untuk kebutuhan sehari-hari, hingga aspek-aspek yang lebih luas, seperti persoalan sosial dan ekonomi. Misalnya untuk pengaturan sistem transportasi dan tata kota, aplikasi jejaring sosial, hingga membaca target pasar untuk kepentingan pemasaran.

Menariknya, sejumlah temuan ilmiah Yus tentang teori graf lantas menjadi rujukan bagi pakar teori graf terkemuka, Mirka MillerdanJozef Sirán, yang pada 2013 membuat rangkuman temuan-temuan dunia tentang salah satu persoalan paling krusial dalam teori graf, yaitu persoalan degree/diameter. Dari 365 paper yang jadi rujukan dalam tulisan kedua pakar berjudul “Moore Graphs and Beyond: A surfey of Degree/Diameter Problem”itu, 4 di antaranya merupakan temuan ilmiah Yus hasil kolaborasi dengan afiliasi UMM.

Dalam konteks yang lebih luas, Yus menilai bahwa matematika itu tidak saja ilmu eksak, tapi juga ilmu sosial. Karena itu, ia membagi matematika dalam tiga bagian, yaitu sains, terapan, dan pendidikan. “Nah karena di UMM namanya Pendidikan Matematika, maka itu ilmu sosial,” kata Yus yang pernah menjadi dosen teladan UMM pada 2006.

Namun, Yus tidak heran jika masyarakat umum terlampau mengidentikkan matematika dengan berhitung serta kumpulan rumus-rumus. “Ya karena mereka memang baru mengenal dan belajar pada tahapan itu. Padahal, ilmu matematika itu dimensi dan manfaatnya sangat luas,” papar dosen yang mengambil gelar master dan doktoral di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Prof Dr Yus Mochammad Cholily MSi berpose bersama keluarga besar selepas pengukuhan: Foto: Rino Anugrawan/Humas.

Mengamini hal tersebut, Rektor UMM Fauzandalam sambutan pengukuhan guru besar menilai bahwa setiap ilmu harus fungsional bagi kehidupan sehari-hari. “Ilmu itu hanya logika, eksistensi dalam kehidupan nyata-lah yang lebih penting. Matematika harus menjadi ilmu yang berorientasi fungsional bagi kehidupan kita,” kata Rektor.

Sementara itu KetuaBadan Pembina Harian UMM Prof HA Malik Fadjar MSc mengatakan, guru besar dituntut untuk menjawab harapan masyarakat.“Guru besar itu mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan. Guru besar adalahtolak ukur kualitas universitas,” papar anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI ini.

Lebih dari itu, Ketua Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Lincolin Arsyad MA berpesan agar guru besar tak mengikuti filosofi pohon pisang.“Jangan anut filosofi pohon pisang, sekali berbuah setelah itu mati. Sumbangsih setelah menjadi guru besar harus lebih banyak, terlebih untuk meningkatkan marwah institusi,” tutupnya. (acs/han)

Sumber : www.umm.ac.id