Rekognisi Internasional UMM Dipercepat Melalui Implementasi KPT

IMPLEMENTASI Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) merupakan prasyarat bagi perguruan tinggi yang tengah meningkatkan rekognisi internasional. Hal itu dikatakan Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah Prof Dr H Lincolin Arsyad MA saat menjadi pembicara pada Jumat (23/9) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Lincolin menjelaskan, KPT merupakan program yang disusun untuk menghasilkan lulusan berkualitas, sehingga program tersebut seharusnya menjamin agar lulusannya mempunyai kualifikasi setara dengan yang disepakati dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Capaian pembelajaran KKNI tersebut sepatutnya mengandung empatunsur, yakni sikap dan tata nilai, kemampuan kerja, penguasaan keilmuan, serta kewenangan dan tanggung jawab.

Penyusunan kurikulum adalah hak perguruan tinggi, tetapi selanjutnya harus mengacu pada standar nasional. KPT dikembangkan oleh setiap perguruan tinggi dengan merujuk pada Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT) untuk setiap program studi yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, akhlakmulia, dan keterampilan. Hal ini sesuai yang dijabarkan dalam UU No 12 Tahun 2012 Pasal 35 Ayat 1.

“Ada sejumlah ukuran untuk menilai internasionalisasi sebuah kampus. Misalnya mahasiswa dan dosen harus beranekaragam kebangsaan dan budaya, hasil riset dan lulusannyadigunakan di pasar dunia, serta mobilitas mahasiswa dan dosen yang tinggi dalam program-program pertukaran pelajar,” urai Lincolin.

UMM, lanjut Lincolin, sudah berhasil dalam hal keragaman bangsa dan budaya. Hal ini ditunjukkan dengan semakin bertambahnya jumlah mahasiswa asing yang belajar di UMM tiap tahunnya. Ia lantas menekankan pada seluruh jajaran pengajar UMM untuk lebih meningkatkan produktivitasnya dalam hal kepenulisan.

Lincolin tak menampik bahwa salah satu hal yang menjadi tantangan terberat dalam KPT adalah perubahan metode pembelajaran pada mahasiswa. Akan tetapi, saat ini pihaknya sudah merumuskan strategi implementasi KPT. Di antaranya yakni pembentukan tim gugus tugas percepatan implementasi KPT.

Mengamini hal itu, Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSimenjelaskan, saat ini UMM tengah menyelesaikan susunan KPT yang akan segera diimplementasikan pada 2017 mendatang. KPT ini, katanya, ada yang by given dan ada pula yang dibuat oleh kalangan sendiri seperti yang disampaikan oleh Lincolin dimana acuan penyusunan KPT tetap berpedoman pada SNPT. Ada tigafakultas di UMM yang sudah menerapkan KPT ini, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, serta Fakultas Psikologi.

UMM sekarang sedang dalam tahap klinik untuk jurnal yang akan di-upload dan terindeks Scopus. Ia berharap dalam waktu singkat dapat bertambah jumlah jurnal yang terindeks Scopus. Selain itu, UMM juga membentuk tim pendamping percepatanguru besar. (ich/han)

Seminar Nasional Peluang Teknopreneur

Program Pascasarjana STIE Ahmad Dahlan Jakarta mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Peluang Teknopreneur di Era Financial Technology Pada Industri Keuangan Syariah” pada hari sabtu (24/09/2016). Seminar ini diadakan sekaligus menyambut Mahasiswa Pascasarjana yang baru untuk Tahun Akademik 2016-2017, dengan pembicara Dr.Tjahjanto (Praktisi Financial Technology), Lic. Romi Rizal, MFE (Master of Financial Economic), Aji Erlangga, SE. Ak, CA, M.Si (Dosen Pascasarjana STIEAD).

Acara tersebut dibuka oleh Mukhaer Pakkanna, SE, MM, (Ketua STIE Ahmad Dahlan Jakarta), dilanjut dengan pembicara pertama Dr.Tjahjanto. Beliau menyampaikan kita semua harus memaksimalkan Internet, selain itu beliau juga menyampaikan bahwa kita harus memanfaatkan internet dengan produktif. Sebagai penutup beliau menyampaikan bahwa kini sudah saatnya industri banking syariah berkembang.

Setelah Dr.Tjahjanto selanjutnya Lic. Romi Rizal, MFE yang menyampaikan materinya, beliau menyampaikan mahasiswa/i saat ini harus memiliki konsep untuk membangun kota. Selain itu beliau juga menjelaskan bagaimana perusahaan mengerti kebutuhan pelanggan, dan harus menservice pelanggannya dengan baik. setelah itu Aji Erlangga, SE. Ak, CA, M.Si, sebagai pembicara ketiga menyampaikan, bahwa mahasiswa/i harus mendoktrin diri sendiri untuk menegakkan Ekonomi Syari’ah.

Setelah Pembicara selesai memberikan materinya, acara tersebut dilanjut dialog dengan peserta Seminar yang dipandu oleh moderator Uki Masduki, SE. Seusai dialog selesai acara dilanjut dengan pemberian piagam oleh Mukhaer Pakkanna, SE, MM kepada Pembicara yang mengisi materi dan dilanjut dengan photo bersama.

Sumber : stiead.ac.id

PUSAM UMM Cetak Aktivis HAM dan Perdamaian

RANGKAIAN kegiatan MasterLevel Course (MLC) Hak Asasi Manusia (HAM) dan Syariah yang digelar Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (PUSAM) Pascasarjana Universitas  Muhammadiyah Malang (UMM) memasuki fase ketiga, yaitu presentasi riset. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (22-23/9) merupakan kelanjutan dari kursus yang diberikan pada 24 peneliti muda terseleksi pada 30 Mei-3 Juni lalu.

Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi menjelaskan, MLC merupakan program studi jangka pendek setingkat master yang fokus pada isu-isu kekinian seputar HAM dan syariah. Mulai dilaksanakan sejak 2011, hingga saat ini program MLC telah memasuki angkatan keenam. Rangkaian MLC terdiri dari kursus selama sepekan, lalu penelitian terkait isu HAM dan syariah selama tiga bulan, yang selanjutnya hasil riset itu dipresentasikan para peneliti muda tersebut.

Program ini merupakan hasil kerjasama Pascasarjana UMM dengan Oslo Coalition, sebuah organisasi yang bergerak di bidang HAM dan kebebasan beragama di bawah naungan Fakultas Hukum University of Oslo Norwegia, dan International Center for Law and Religion Studies, Bringham Young University Amerika Serikat.Tahun ini, MLC mengakat tema Sharia and Human Right, Background and Core Issues in Contemporary Indonesia.

Ada tiga pakar yang bertindak sebagai penilai pada presentasi kali ini, yakni Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin, Program Officer Islam and Development The Asia Foundation Dr Budhy Munawar-Rahman, serta Dosen Fakultas Hukum UMM Cekli Setya Pratiwi SH LLM.Peneliti muda terbaik selanjutnya akan dikirim ke Norwegia untuk mengikuti kursus tingkat advanced.

Staf PUSAM UMM, Hasyim Musthofa menegaskan, MLC diikuti oleh peserta yang merupakan hasil seleksi yang ketat.“Alhamdulillah, tiap tahun antusiasmepeserta meningkat. Tahun ini, ada lebih dari 40 pendaftar. Mereka harus mengikuti seleksi administrasi terlebih dahulu, serta membuat motivation letter,” jelas Hasyim.

Tak hanya itu, ide tentang penelitian apa yang akan digarap di fase kedua sudah harus dibeberkan di awal bersamaan dengan pengumpulan berkas administrasi. Hingga memasuki fase ketiga, tersisa 24 peserta yang tuntas mengirim artikelhasil ringkasaan riset, dan 20 di antaranya hadir untuk melakukan presentasi.

Hasyimmengatakan, MLC bertujuan untuk membumikan dan menyosialisasikan pada masyarakat bahwa antara syariah dan HAM adalah satu kesatuan yang saling berkaitan. Para jebolan MLC kini sudah berkiprah di berbagai lini. Ada yang menjadi tim mediasi konflik untuk kasus multikulturalisme, aktivis perdamaian, penyuluh isu-isu keberagamaan, peneliti, maupun pendidik. Hasyim berharap, MLC mampu menjadi salah satu muatan untuk mendorong program internasionalisasi UMM melalui pengembangan relasi lintas negara dengan berbagai kalangan akademisi,baik dalam lingkup nasional maupun internasional.

Presentasi penelitian MLC yang dihelat di Aula Ki Hajar Dewantara Hotel UMM Inn ini diikuti 20 peserta yang merupakan mahasiswa Master dan Doktor dari berbagai kampus di Indonesia dan mancanegara. Kampus tersebut antara lain Central European UniversityHungaria, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universitas Sultan Zainal Abidin Malaysia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret (UNS)Surakarta, Universitas Islam Negeri (UIN)Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Alauddin Makassar, UIN Maliki Malang, IAIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH)Banten, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan, Universitas Brawijaya, serta tuan rumah UMM. (ich/han)

 Sumber : www.umm.ac.id

BSDM UMY Dorong Dosen Baru Ikuti Scout Talent dari Kemenristek Dikti

Untuk mendorong semangat melanjutkan studi bagi dosen-dosen baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Biro Sumber Daya Manusia (BSDM) bekerja sama dengan Kemenristek Dikti menyelenggarakan Talent Scouting pada Kamis (22/09). Program ini dilaksanakan selama tiga hari terhitung sejak Kamis hingga Sabtu mendatang.

Kepala BSDM UMY, RIni Juni Astuti, M.Si, menyampaikan bahwa program Talent Scouting merupakan program dari Kemenristek Dikti yang bertujuan untuk melakukan penelusuran bakat bagi para dosen yang akan melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Program ini juga dimaksudkan untuk memotivasi para dosen lulusan S2 untuk mendapatkan beasiswa seperti Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI), Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI), maupun beasiswa Luar Negeri lainnya.

Rini menyebutkan bahwa UMY sendiri memiliki target jumlah dosen lulusan doktor harus semakin meningkat setiap tahunnya. “Maka kami mencoba melakukan terobosan bahwa persiapan tidak hanya dilakukan oleh dosen secara mandiri tapi juga harus dikelola oleh pihak universitas. Terutama oleh Biro Sumber Daya Manusia, agar pemetaan mereka ketika akan melakukan studi lanjut sesuai dengan yang sudah disepakati saat rekrutmen pertama masuk UMY. Saya harapkan para dosen baru, target setelah 1,5 tahun (mengajar) di UMY, mereka segera go untuk melaksanakan study lanjut,” ungkap Rini.

Rini menyebutkan bahwa program Talent Scouting ini akan bermanfaat bagi para dosen, karena akan membantu mereka melakukan persiapan sebelum mengajukan beasiswa. Apalagi saat ini kebanyakan proses beasiswa dilaksanakan oleh kemenristek dikti. Sehingga progam talent scounting ini merupakan program yang sangat bermanfaat terutama bagi para dosen yang akan melakukan persiapan dengan adanya penelusuran bakat yang dilakukan oleh ahlinya.

“Karena kebanyakan beasiswa prosesnya melalui Kemenristek Dikti. Dengan begitu harapannya para dosen bisa mengetahui mapping-nya perguruan tinggi mana yang akan dituju, persiapan apply ke program doktor, bagaimana negara-negara yang sesuai tujuan kemampuan masing-masing orang. Sampai pada test TOEFL yang memang eligible yang biasa digunakan untuk doktor2 di luar negeri,” jelas Rini.

Sementara itu, Wakil Rektor II UMY, Dr. Suryo Pratolo, M.Si., Akt, mendukung penuh program yang baru diadakan pertama kali di UMY ini. “Sebuah kampus bisa menjadi besar itu tidak terjadi secara insidental saja, namun melalui proses design. Talent Scouting ini yang merupakan salah satu bentuk design sebagai upaya untuk membesarkan UMY,” ujar Suryo.

Workshop Talent Scouting ini akan diadakan selama tiga hari, dengan disertai test TOEFL pada hari Jum’at (23/09). Hasil dari test TOEFL akan diumumkan pada Sabtu. Test TOEFl sendiri disertakan untuk dapat mengukur kemampuan bahasa Inggris para dosen. Dan bagi dosen yang memiliki nilai tertinggi akan diikutkan dalam program kursus bahasa oleh Kemenristek Dikti secara gratis. (Deansa)

Sumber : www.umy.ac.id

Bank Syariah Mandiri Berikan Beasiswa bagi Mahasiswa UMY

Bank Syariah Mandiri (BSM), pada Kamis (22/09) menyerahkan dana sebesar 120 juta rupiah kepada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dana tersebut akan dialokasikan kepada para mahasiswa UMY sebagai bentuk Beasiswa dari BSM.

Dana tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Agus Sudiarto kepada Rektor UMY, Prof. Bambang Cipto, M.A. Dalam penyerahan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor II UMY, Dr. Suryo Pratolo, M.Si., Akt, CA, AAP dan Wakil Rektor III UMY, Sri Atmaja P. Rosyidi, PhD. P.eng, Kepala LPKA UMY Ir. Agus Nugroho Setiawan, M.P, serta Region Head BSM Sugeng Hariyadi, Group Head – Jakarta Dharmawan Hadad, Dept Head – Jakarta Sunardi, Area Manager Sukma Dwie Priardi, dan Cash Outlet Manager BSM UMY Lily Artika Dewi.

Ir. Agus Nugroho Setiawan, M.P, selaku Kepala LPKA (Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni) UMY menerangkan bahwa dana yang diberikan BSM merupakan bentuk apresiasi dari BSM yang telah lama menjalin kerjasama dengan UMY. Wujud kerjasama yang dimaksud seperti pembayaran SPP mahasiswa dan penyaluran gaji dosen dan karyawan melalui BSM.

“Dalam beberapa kesempatan, BSM memberikan apresiasi atas kepercayaan dari UMY, antara lain dalam bentuk beasiswa. Tahun kemarin dan tahun ini. Di beberapa acara mereka juga memberikan dukungan baik dalam bentuk dana maupun dalam bentuk yang lainnya,” jelas Agus.

Agus menambahkan tahun lalu (2015), BSM memberikan dana beasiswa sebanyak 50 juta rupiah kepada UMY. Dana tersebut kemudian dialokasikan kepada 50 mahasiswa berprestasi yang diseleksi oleh pihak LPKA UMY. “Dari BSM sudah ada ketentuan, setiap mahasiswa akan mendapatkan dana sebesar satu juta rupiah. Jadi untuk tahun ini, jumlah penerima beasiswa BSM akan lebih banyak daripada tahun lalu yang hanya terbatas 50 mahasiswa saja,” ujar Agus.

Dosen Fakultas Pertanian ini juga menyebutkan bahwa mahasiswa peminat beasiswa BSM ini lumayan banyak. Namun, pendaftaran untuk pengajuan beasiswa baru akan dibuka pada bulan Oktober mendatang. “Saat ini kami (LPKA UMY), sedang menangani beasiswa dari Dispora, yang batas akhirnya sampai akhir bulan September. Baru setelah itu di bulan Oktober, kita akan proses seleksi untuk beasiswa BSM ini,” ungkap Agus.

Beasiswa dari BSM ini dipertegas Agus, akan diberikan kepada mahasiswa yang belum pernah mendapatkan beasiswa dari pihak manapun. Hal ini dimaksudkan agar jumlah mahasiswa penerima beasiswa di UMY semakin banyak jumlahnya. “Kami di LPKA memang membuat strategi agar penerima beasiswa dari mahasiswa bisa sebanyak-banyaknya. Dan dibuat mekanisme supaya mahasiswa yang sudah mendapatkan beasiswa dari satu sumber kemudian tidak mengajukan beasiswa, atau imbasnya tidak akan mendapatkan beasiswa dari sumber yang lain,” tutup Agus. (Deansa)

Sumber : www.umy.ac.id

UMY Sepakati Kerjasama dengan KODIM Bantul

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali bekerjasama dengan institusi-institusi dalam negeri. Kali ini bertempat di Lobi Rektor pada Kamis (22/9), UMY menyepakati kerjasama dengan Komando Distrik Militer 0729 Bantul. Nota Kesepakatan yang berisi tentang kerjasama dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi dan pengembangan serta pemberdayaan sumber daya tersebut ditandatangai oleh Sri Atmaja P. Rosyidi, Ph. D selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni UMY, serta Letnan Kolonel Inf. Agus Widianto selaku Komandan Distrik Militer 0729 Bantul.

“Kerjasama dengan KODIM ini sebagai bentuk kebersamaan dalam menyukseskan tugas Negara. Terlebih saat ini UMY baru gencar-gencarnya mengirimkan KKN di daerah perbatasan. Diharapkan dengan adanya kerjasama ini bisa saling memantau kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Di samping itu, kegiatan seperti MENWA yang ada di UMY ini juga memberi manfaat supaya mereka memiliki empati yang tinggi kepada masyarakat,” papar Sri saat memberi sambutan sebelum prosesi penandatanganan nota kesepakatan tersebut.

Lingkup kerja dari MoU yang telah ditandatangani dari pihak UMY meliputi melaksanakan Pendidikan Kedisiplinan, Pelatihan Bela Diri Yongmoodo dan Pemberian Materi Bela Negara, serta mempunyai program-program kegiatan di wilayah Kabupaten Bantul. Sedangkan dari pihak KODIM Bantul, dalam rangka mewujudkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dalam mendukung pembinaan territorial di wilayah Kabupaten Bantul, memerlukan kerjasama dan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi.

Saat memberi sambutan, Inf. Agus Widianto mengungkapkan bahwa pihaknya merasa senang karena UMY sangat menyambut baik kerjasama tersebut. Selain itu terkait kerjasama di bidang kegiatan mahasiswa dalam mewujudkan Sapta Marga, UMY juga telah banyak berkiprah melalui MENWA (Resimen Mahasiswa). “Semoga kerjasama ini dapat mempererat tali asih, serta kegiatan seperti MENWA ini, kampus turut mendampingi dan turut serta mendukung kegiatan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi,” harap Inf. Agus. (hv)

Kemah Bakti Racana PTM se-Indonesia 2016 Ajang Perkuat Karakter

Kemah Bakti Racana Muhammadiyah (Kembaramunas) Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Indonesia 2016 yang ke II dapat menjadi ajang untuk memperkuat karakter mahasiswa dalam menghadapi dunia global. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Rektor UMY, Prof. Bambang Cipto, MA saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut pada Kamis, (22/09) di Lapangan Bintang Universirtas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan Kembaramunas tersebut akan diselenggarakan selama 4 hari yang dimulai pada tanggal 22 sampai 25 September 2016.

Kegiatan kemah bakti Racana yang diikuti oleh 13 Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Indonesia tersebut, turut pula dihadiri oleh Gusti Kanjeng Ratu Pambayun selaku Ketua Kwartir Daerah D.I. Yogyakarta. Prof. Bambang menyampaikan bahwa kegiatan positif ini dapat menanamkan kemandirian dan meningkatkan mental pada diri mahasiswa. “Kemah Bakti yang diikuti PTM se Indonesia ini mudah-mudahan bisa menjadi wadah kemandirian dan sarana belajar mahasiswa untuk menguatkan karakter agar mampu menghadapi dunia global yang semakin terbuka. Serta dapat menjadi teladan dalam kegiatan pengabdian masyarakat,” papar Prof. Bambang

Sementara itu Mohammad Johari selaku Ketua Pelaksana Kembaramunas yang ke II, mengatakan bahwa kegiatan yang bertemakan “Cinta Alam dalam Membangun Masyarakat,” tahun ini mengajarkan kepada mahasiswa untuk peduli kepada alam, serta bersosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar. “Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari ini dapat menjadi salah satu ajang silaturahim antar pramuka. Ini dapat menjadi wadah penanaman karakter kepada para pandega untuk memiliki jiwa mengabdi kepada masyarakat,” jelas Johari saat diwawancarai di sela-sela prosesi pembukaan acara tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan selama 4 hari tersebut, Johari menjelaskan pada hari pertama kegiatan akan diawali dengan pembukaan Kembaramunas di UMY. Pada hari kedua (23/09) para peserta melakukan pengelolaan sampah di Pantai Parangtritis untuk menyadarkan masyarakat sekitar dan wisata turis asing. Agenda pada hari ketiga (24/09) para peserta melakukan penanaman mangrove di Baros, Bantul sebagai upaya penyelamatan abrasi. “Pada hari terakhir yaitu hari minggu, nantinya para peserta akan melaksanakan kegiatan di Bumi Perkemahan Bramasta Prambanan. Pada kegiatan ini setiap peserta akan menampilkan atraksi budaya mereka dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya mereka di daerah masing-masing,” jelasnya.

Dalam persiapan tersebut Johari mengaku memerlukan waktu selama 10 bulan sebelum acara tersebut dihelat. Jumlah peserta pada tahun ini meningkat menjadi 90 peserta dengan peserta terjauh dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah Gorontalo. “Melalui kegiatan ini kami berharap agar mahasiswa-mahasiswi PTM dari seluruh Indonesia dapat mengabdi dan membangun masyarakat di daerahnya masing-masing. Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bahwa pemuda bisa menjaga daerah. Karena kitalah yang berkewajiban menjaganya. Diharapkan kegiatan positif ini terus didukung dari berbagai pihak,” harap Johari. (hv)

Sumber : www.umy.ac.id

Volunteer American Corner UMY Terima Penghargaan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat

Keberhasilan para volunteer (relawan) American Corner Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Amcor-UMY) dalam menjalankan program-programnya, mendapatkan apresiasi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Apresiasi tersebut ditandai dengan diberikannya penghargaan kepada paravolunteer Amcor UMY, yang diberikan langsung oleh Judy Moon selaku Publik Affairs Officer dari Kedutaan Besar USA di Jakarta.

Menurut Puthut Ardianto selaku Direktur Amcor UMY mengatakan bahwa para volunteer Amcor UMY batch 2 tersebut telah berhasil menyelesaikan tugasnya selama satu tahun. Dalam masa tugasnya tersebut, mereka bekerjasama menghidupkan American Corner UMY. “Para volunteer yang merupakan mahasiswa UMY ini berasal dari berbagai jurusan. Mereka sangat aktif dalam menjalankan tugas-tugas dan program-program Amcor UMY. Selain itu, jiwa relawan yang mereka miliki juga sangat tinggi,” ujarnya, melalui rilis yang diterima Biro Humas UMY pada Kamis (22/9).

Di tangan para volunteer inilah, lanjut Puthut, American Corner UMY bisa menyelenggarakan program-program reguler mingguan, bulanan maupun tahunan yang bermanfaat untuk sekitar. Beberapa contoh program-program yang berhasil terselenggara di tangan mereka antara lain MONDAY (Music ON today), Fun Conversation, Litterary Appreciation, Movie Talk, Coffee Dialog, Tea Talk, dan Game Challenge. “Penghargaan ini baru terselenggara di Amcor UMY. Kerja keras paravolunteer selama inilah yang menjadikan Keduataan Besar USA di Jakarta merasa layak untuk memberikan penghargaan kepada mereka,” jelasnya.

Puthut juga mengatakan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada para volunteer Amcor UMY di sela-sela kunjungan peserta Konferensi American Spaces Indonesia ke Amcor UMY, pada Rabu (21/9). “American Spaces Indonesia pada tanggal 20 hingga 21 September kemarin mengadakan konferensi tahunan 2016 dan bertempat di Hotel Phoenix Yogyakarta. Dalam konferensi ini seluruh perwakilan American Spaces yang terdiri dari 10 American Corner yakni Amcor UMY, Amcor Universitas Tanjungpura (Pontianak), Amcor UM Malang, Amcor UIN Wali Songo Semarang, Amcor Universitas Andalas Padang, Amcor Universitas Pattimura (Ambon), Amcor Universitas Hasanuddin (Makasar), Amcor UIN Syarif Hidayatullah (Jakarta), Amcor ITB (Bandung), dan Amcor Universitas Airlangga (Surabaya) hadir dalam acara tersebut. Selain American Corner, hadir pula perwakilan dari My America Jakarta, My America Surabaya dan @amerika. Selain Indonesia, ada pula satu perwakilan dari American Spaces Timor Leste, yang bernama UMA Amerika,” paparnya.

Dalam rangkaian acara konferensi itulah, imbuh Phutut lagi, para peserta mengunjungi Amcor UMY, dengan salah satu agendanya yakni Volunteer Award atau Penghargaan Kepada Volunteer (relawan Amcor UMY). “Dan dalam kesempatan tersebut hadir pula tamu spesial dari Amerika yakni Thomas Smitham dan Gretchen Weintraub serta dua officer dari Kedutaan Besar Amerika di Jakarta yaitu Sarah Ziebell dan Judy Moon,” tutupnya.

Sumber : www.umy.ac.id

Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Ekonomi Islam, Butuh Modal Sosial

Proses pembangunan ekonomi saat ini masih lebih banyak dipegang oleh kaum elit maupun kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan di dalamnya, hal itu pun kemudian memunculkan kerugian pada masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Di sisi lain, sistem perekonomian dunia menggunakan paham neo liberalisme dengan tujuan mengembalikan kepercayaan pada kekuasaan pasar atau perdagangan bebas dengan memaksimalkan keuntungan pribadi. Akan tetapi banyak yang beranggapan bahwa sistem ini justru memunculkan krisis ekonomi yang menyebabkan ketidakadilan.

Kondisi itulah yang kemudian mendorong sistem ekonomi yang berbasis perekonomian Islam untuk membangun ekonomi berkelanjutan ke arah yang lebih baik. Hal ini karena sistem berbasis ekonomi Islam diyakini mampu menciptakan kebersamaan ekonomi dengan konsep yang adil. Namun untuk menciptakannya masih diperlukan modal sosial dan dukungan dari berbagai pihak.

“Pembangunan berkelanjutan untuk menciptakan solidaritas ekonomi ini perlu diawali di tingkat masyarakat lokal. Untuk mendorong pembangunan tersebut membutuhkan modal sosial. Modal sosial ini yang benar-benar ampuh untuk membantu menyukseskan agenda besar ini,” papar DR. Anidah Robani selaku pembicara pada seminar Internasional yang bertajuk “Islam, Microfinance and Economic Development in Southeast Asia,” Rabu (21/9) di Ruang Sidang Pasca Sarjana lantai 4 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

DR. Anidah melanjutkan, dalam pembangunan masyarakat bagi microfinance atau layanan masyarakat berpenghasilan rendah, bukan hanya modal keuangan maupun modal intelektual yang dibutuhkan, melainkan mampu menumbuhkan konsep sosial kapital. Konsep sosial kapital ini mencakup jaringan sosial, kepercayaan, dan norma sosial. Selain itu juga perlu membangun konsep komunikasi yang sangat dibutuhkan. “Dalam pengalaman saya saat mewawancarai pengusaha dan manager BMT (Baitul Maal Wat Tamwil, red), mereka lebih melihat pembangunan sosial yang mampu memakmurkan BMT itu sendiri. Rata-rata mereka mengatakan bahwa modal kapital adalah penggerak utama dalam menyukseskan pembangunan berkelanjutan, karena mereka menggunakan konsep perkongsian secara bersama dan memunculkan saling percaya dan mempercayai,” jelas dosen University Technical Malaysia (UTEM-Malaysia) tersebut.

Untuk menciptakan hal tersebut, lanjut DR. Anidah, perlu juga membangun tiga pilar yang saling bergantung dalam menumbuhkan pembangunan berkelanjutan. Diantara ketiga pilar tersebut yaitu adanya roda pertumbuhan ekonomi, modal kelestarian lingkungan, serta modal sosial berkelanjutan. “Untuk menciptakan dan membangun roda ekonomi, maka dibutuhkan kegiatan kewirausahaan yang mampu menghasilkan pendapatan dan kekayaan. Modal sumber daya alam juga menjadi pilar yang saling bergantung dalam pembangunan berkelanjutan. Ini karena SDM sebagai modal saham, dan penggunanya pun harus adil dalam pendistribusian. Selain itu modal sosial seperti jaringan, nilai-nilai sosial, norma, dan afiliasi sebagai modal yang mendukung juga,” ujarnya.

Dalam seminar Internasional tersebut, Ketua Jurusan Ekonomi Perbankan Islam (EPI), Syarif As’ad, SEI., M.Si mengatakan bahwa perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Asia tenggara sangat cepat. Dimana Negara-negara tersebut menginginkan kolaborasi serius bagaimana pemerintah dan orang-orang berkompeten di dalamnya terus didorong untuk mau turut mengembangkan ekonomi Islam. “Microfinance bisa dikatakan baik dalam kurun waktu 20 sampai 25 tahun. Saat ini Malaysia menjadi tolak ukur dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis ekonomi Islam. Sehingga pada kesempatan ini mengundang pembicara yang mempunyai pakar terkait microfinance Islam dalam pembangunan berkelanjutan,” tandasnya. -(hv)

Sumber : www.umy.ac.id

Puluhan Dosen Ikut Pelatihan AA di Unismuh Makassar

Sebanyak 40 dosen Universitas Muhammadiyah (Unimuh) Makassar dan dosen dari beberapa perguruan tinggi lainnya, mengikuti Pelatihan Applied Approach (AA), di Ruang UBC Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, 22-25 September 2016.

Selama empat hari, para peserta Pelatihan AA memperoleh materi antara lain Manajemen Mutu dan Kebijakan Pendidikan Tinggi, Etika dan Moral dalam Pembelajaran, Latihan dan Pengembangan Strategi Kognitif, Konstruktivisme dalam Pembelajaran.

Selanjutnya, Latihan Program Pembelajaran, Latihan dan Penulisan Pengembangan Bahan Ajar, Latihan Analisis Kompetensi, Latihan dan Rekonstruksi Kurikulum, Peningkatan Kualitas Pembelajaran/Aplikasi PTK, Kontrak Perkuliahan, Rekonstruksi RPS & SAP, serta Pengembangan KPT Berdasarkan KKNI dan SNPT.

Unismuh Makassar sudah empat kali melaksanakan Pelatihan AA, sedangkan Pelatihan Pekerti sudah lima angkatan. Selain itu, kami juga melaksanakan kegiatan Pelatihan Penulisan Buku Ajar, serta Pelatihan Monitoring dan Evaluasi, jelas Sekretaris Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (P4M) Unismuh Makassar, Dr Lukman Hakim.

Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Unismuh Makassar, Syaiful Saleh, dalam pengajian singkatnya meminta para peserta agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti Pelatihan AA tersebut.

Orang yang bersungguh-sungguh itu akan dimudahkan oleh Allah SWT segala urusannya dan Allah akan memberikan rezeki dari sumber yang tidak terduga, kata Syaiful.

Rektor Unismuh Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM mengungkapkan bahwa Unismuh Makassar kini mengembangkan tiga budaya, yaitu budaya integritas, budaya profesionalisme, dan budaya enterpreneurship.

Integritas itu satunya kata dan perbuatan, mampu menjadi teladan, serta mampu mengambil tanggungjawab terhadap kesalahan yang dibuat oleh orang lain atau bawahan. Bukan sebaliknya, melemparkan tanggung-jawab atau kesalahan kepada orang lain atau kepada bawahannya, jelas Rahman.

Profesionalisme, katanya, yaitu mampu melaksanakan tugas dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab, sedangkan enterpreneurship yaitu mandiri dan mampu mencari solusi atas segala permasalahan yang timbul.

Unik dan Menarik
Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi yang diwakili Prof Guntur, mengatakan Pelatihan AA tergolong pelatihan yang unik dan memiliki daya tarik tersendiri.

Unik karena pada saat mengikuti Pelatihah AA, biasanya belum terasa manfaatnya, tetapi makin lama makin terasa manfaatnya. Inilah yang dirasakan oleh teman-teman dosen yang telah mengikuti Pelatihan AA dan disinilah pula daya tariknya, kata Prof Guntur.

Pelatihan AA yang merupakan kelanjutan dari Pelatihan Pekerti (Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional), katanya, bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sebagai dosen, kita harus terus-menerus memperbaharui bahan ajar dan menyesuaikan metode pengajaran, karena kita harus menyesuaikan diri dengan pekembangan yang terjadi di tengah masyarakat, tutur Guntur. (win/hh/ar)

Keterangan gambar:
PELATIHAN AA. Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, memberikan kata sambutan pada pembukaan kegiatan Pelatihan Applied Approach (AA), didampingi Prof Guntur yang mewakili Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi (paling kanan), dan Sekretaris P4M Unismuh Makassar Dr Lukman Hakim (tengah), di di Ruang UBC Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, 22-25 September 2016. (Foto: Asnawin)

Sumber : www.unismuh.ac.id