Mahasiswa Fisipol Hadiahkan Buku kepada Rektor

Mahasiswi Fisip Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Wahdania Suardi, memberikan hadiah buku karyanya yang berjudul: Dinamika Ilmu Pemerintahan dan Politik Perkotaan, kepada Rektor Unismuh Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, di Aula Fisip Unismuh Makassar, Rabu, 21 September 2016.

Hadiah buku tersebut diserahkan saat rektor melakukan kunjungan silaturrahim ke Fisipol Unismuh, yang merupakan rangkaian kegiatan kunjungan silaturrahim ke seluruh fakultas dan Program Pascasarjana.

Sebelumnya, Rektor sudah melakukan kunjungan ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta ke Fakultas Pertanian.

Sesungguhnya ini (menulis buku) tugas dosen, tapi ananda Wahdaniah sudah melakukannya. Seandainya ananda sudah selesai kuliah S2 (magister), ananda akan langsung saya angkat jadi dosen. Tapi sebagai apresiasi, rektorat Unismuh akan memberikan bantuan dana penulisan, kata Rahman Rahim, yang disambut tepuk-tangan dari para dosen, karyawan, dan perwakilan mahasiswa.

Mengenai Fisip yang berada di bawah kendali Dr Muhlis Madani sebagai dekan, Rahman mengatakan, Fisip menjadi simbol akreditasi program studi (prodi) di Unismuh Makassar, karena Prodi Ilmu Administrasi Negara Fisip Unismuh Makassar sudah memperoleh nilai Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Saya selalu mengemukakan dalam berbagai forum bahwa Fisip Unismuh menjadi simbol akreditasi prodi, karena Prodi Ilmu Administrasi Negara Fisip Unismuh Makassar adalah prodi pertama di Unismuh Makassar yang memperoleh nilai Akreditasi A dari BAN-PT, ungkap Rahman.

Dalam kunjungan silaturrahim ke Fisipol, Rektor Unismuh didampingi Wakil Rektor III Drs H Samhi Muawan Djamal MAg, Direktur AKSI Dr Budi Setiawati, Direktur SDK Dr Ruliaty, dan Humas Unismuh.

Sementara Dekan Fisip Muhlis Madani didampingi Wakil Dekan I Drs H Muhammad Idris MSi, WD II Dr Hj Ihyani Malik SSos MSi, WD III Drs Muhammad Tahir Msi, Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Andi Luhur Priyanto SIP MSi, Ketua Prodi Administrasi Negara Dr Burhanuddin SSos MSi, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Drs H Muhammad Idris MSi, Kepala Tata Usaha Fisip Bakri Salempang, serta sejumlah dosen dan perwakilan mahasiswa Fisip Unismuh. (win/hh/ar)

HADIAH BUKU. Mahasiswa Fisip Unisuh Makassar, Wahdania Suardi, memberikan hadiah buku karyanya kepada Rektor Unismuh Abdul Rahman Rahim, disaksikan Direktur SDK Ruliaty (berdiri di belakang paling kiri), Direktur AKSI Budi Setiawati (kedua dari kiri), Dekan Fisip Muhlis Madani (kedua dari kanan), dan Wakil Dekan I Muhammad Idris, di Aula Fisip Unismuh Makassar, Rabu, 21 September 2016. (Foto: Andi Luhur Priyanto)

sumber : www.unismuh.ac.id

Unmuh Jember Gelar Sosialisasi TAX AMNESTY

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember gelar sosialisasi Tax Amnesty pada hari Jum’at 16 September 2016 di Gedung D Unmuh Jember. Sosialisasi ini bertema Trik Menyelesaikan Tax Amnesty dengan pembicara Dr. Elia Mustikasari, M.Si, BKP, BAK, CMA, CA, Ak. Dari IAI Jawa Timur sekaligus konsultan pajak.

Peserta sosialisasi terdiri dari perbagai kalangan di Jember baik yang mempunyai NPWP atau belum mempunyai NPWP. Mereka begitu antusias untuk mendapatkan konsultasi gratis dari pembicara, hingga waktu sudah berakhir masih banyak peserta yang semangat untuk menanyakan berkenaaan dengan tax amnesty. Menurut Dr. Elia Mustikasari kita tidak perlu takut dengan peraturan pemerintah mengenai tax amnesty atau pengampunan pajak, karena wajib pajak diberi opsi untuk memilih tax amnesty atau pembetulan SPT. Dan sasaran utama tax amnesty adalah wajib pajak yang mempunyai penghasilan diatas PTKP.
Untuk mendorong penerimaan negara, baru-baru ini pemerintah meluncurkan kebijakan ekonomi berupa pengampunan pajak (TAX AMNESTY).Amnesti pajak sendiri adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan.
Amnesti pajak adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT, dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan. Yang dapat memanfaatkan kebijakan amnesti pajak adalah Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, Wajib Pajak yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM), Orang Pribadi atau Badan yang belum menjadi Wajib Pajak. Program yang akan diterapkan hingga Maret 2017 itu diharapkan dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi yang tertekan oleh menurunnya harga komoditas dan mampu mengurangi kebutuhan finansial yang cukup besar untuk tahun anggaran 2016.
“Sebagai warga negara yang taat pajak yang memiliki NPWP perlu mengetahui secara mendalam apa lisensi dari Undang-Undang tersebut,” kata ketua panitia Diyah Probowulan, SE.,MM. Oleh sebab itu, diimbau bagi para peserta sosialisasi yang mengikuti  acara pada hari itu untuk segera memanfaatkan program ini dikarenakan banyak keuntungan yang akan didapatnya antara lain penghapusan pajak yang seharusnya terutang, wajib Pajak tidak akan dikenai sanksi administrasi dan sanksi pidana perpajakan, tidak akan dilakukan pemeriksaan, penghentian proses pemeriksaan bukti permulaan, atau penyidikan, jaminan rahasia data pengampunan pajak, yang nantinya tidak dapat dijadikan dasar penyelidikan dan penyidikan tindak pidana apa pun, dan pembebasan pajak penghasilan (PPh) untuk balik nama harta tambahan.(ZA)(JpRj/DP)(ZA)

Sumber : unmuhjember.ac.id

UMM Dorong Mitigasi Pemanasan Global

SALAH satu aksi nyata yang dilakukan UniversitasMuhammadiyah Malang (UMM) untukmengurangi dampak pemanasan global telah dicanangkan lewat program Green and Clean sejak 2013. Program ini diupayakan untuk membangun kesadaran mahasiswa dan civitas akademika bahwa lingkungan yang hijau dan bersih merupakan kebutuhan hidup sehari-hari.

Untuk mendukung hal ini, Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) UMM membuat beberapa terobosan. Kepala PSLK UMM Husamah mengatakan, selain kebijakan UMM tentang penggunaan sepeda di lingkungan kampus dan adanya kawasan konservasi Arboretum, PSLK saat ini tengah menggalakkan penanaman tumbuhan, dan reduksi sampah.

Untuk kebijakan soal sepeda, kata Husamah, memang bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di kawasan kampus, baik oleh dosen maupun mahasiswa, serta mendorong kebiasaan jalan kaki.

“Harapannya, mampu mengurangi emisi gas karbondioksida dan karbonmonoksida yang dihasilkan kendaraan. Hal ini karena kedua gas tersebut merupakan penyumbang global warming dan perubahan iklim.”

Sedangkan tumbuhan, lanjut Husamah, selain menyerap karbondioksida, juga menghasilkan oksigen. Tumbuhan, berdasarkan perhitungan terbaru, mampu menyerap karbondioksida 123 ton per tahunnya di kawasan Kampus III UMM. Penggunaan kertas yang proporsional juga menjadi perhatian bagi UMM.  Salah satunya melalui penggunaan kertas seperlunya. Bila tidak perlu menggunakan kertas, informasi yang akan disebarluaskan bisa disiasati melalui media sosial, penggunaan kertas secara bolak-balik, atau kertas bekas yang disulap jadi amplop.

Sementara itu, arboretum merupakan kawasan di mana berbagai macam pohon ditanam untuk tujuan penelitian dan pendidikan. Di UMM, arboretum sedang difokuskan untuk penanaman tanaman langka. Saat ini, PSLK masuk pada tahap penambahan jumlah tumbuhan, termasuk tumbuhan langka. Kurang lebih ada 200 spesies tumbuhan langka yang memiliki fungsinya masing-masing. Selain menyerap polusi, juga berbuah enak. Misalnya buah jambu darsono.

“Harapannya, arboretum akan menjadi laboratorium,  selain untuk mencegah pemanasan global, juga untuk menambah angka tumbuhan langka. Tujuannya saat wisata kampus, kunjungan dari sekolah lain, wisata lain, atau daerah lain, arboretum bisa menjadi media edukasi,” urai Husamah.

Ada yang unik dan menarik dari pengembangan arboretum ini. Tahun ini, PSLK bekerjasama dengan dosen dan mahasiswa teknik tengah menciptakan QR code yang akan dipasang pada tiap-tiap tanaman. QR code ini akan dicetak pada sebuah papan dan dipasang pada pohon menggunakan kawat yang dipasang melingkari pohon.

“Jadi tak ada lagi nama pohon yang dipasang dengan paku. Paku sejatinya akan merusak pohon,” lanjut Husamah.

Terobosan QR code ini akan sangat berguna nantinya. Karena, ketika discan, akan muncul informasi akurat meliputi nama pohon, fungsi, dan deskripsi pohon tersebut. Hal ini akan memudahkan pengunjung untuk mengetahui informasi terkait semua tanaman yang ada di arboretum. Husamah menekankan, sebagai kampus berbasis teknologi, UMM harus bisa jadi pelopor. Ia mengatakan persiapan untuk ini tidak lama, hanya satu bulan, lalu mulai dikerjakan.

Keempat program yang sedang dalam proses realisasi ini, kata Husamah, terbukti mampu meningkatkan kepekaan mahasiswa UMM terhadap kesadaran membuang sampah dan menjaga lingkungan UMM. Tak hanya itu, dalam waktu dekat, PSLK bekerjasama dengan Program Penelitian dan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (P3EBT) UMM sedang bersiap untuk menggarap sampah di Tempat Pembuangan Akhir Supit Urang kota Malang untuk mengelola sampah menjadi  pupuk, energi, atau bentuk bahan bakar. (ich/han)

 

Sumber : www.umm.ac.id

Angkatan Ketiga, 19 Mahasiswa China Kuliah di UMM Melalui Sistem Kredit Transfer

SEBANYAK 19 mahasiswa asal Tongren University, China, baru saja datang ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka memulai kegiatan pertamanya di UMM melalui kegiatan pembekalan, Senin (19/9), sebelum nantinya akan kuliah di kampus ini hingga satu semester ke depan.

Di UMM, mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi (prodi) di Tongren University ini akan menjalani sistem kredit transfer di UMM sesuai dengan prodi yang mereka ambil di Tongren.

“Jadi, mereka bukan belajar pada prodi atau jurusan tertentu di sini, melainkan sesuai dengan mata kuliahnya saat di China. Contohnya, mereka ingin belajar seni atau drama, bisa kami ikutkan mata kuliah drama yang ada di prodi Bahasa Indonesia,” jelas Kepala Divisi Eropa dan Amerika International Relations Office (IRO) UMM, Drs Jarum MEd.

Salah satunya adalah Zhang Mei, mahasiswi jurusan Secretarial Science di Tongren ini mengaku ingin mempelajari Bahasa Inggris untuk menunjang pekerjaannya di masa mendatang.  Zhang Mei lantas bergabung di prodi Pendidikan Bahasa Inggris di UMM.

Mengenai sistem perkuliahan, kata Jarum, mereka akan menjalaninya sama laiknya mahasiswa UMM. “Mereka akan bergabung dengan kelas reguler seperti mahasiswa lainnya. Makanya, dosen yang mengampu mata kuliah yang akan diikuti mahasiswa China ini akan menyesuikan cara mengajarnya, yaitu menggunakan Bahasa Inggris. Modul perkuliahan juga disusun dalam Bahasa Inggris,” urai Jarum.

Kerjasama UMM dengan Tongren University sudah berjalan sejak 2014 lalu. Tak hanya Tongren yang mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di UMM, sebaliknya, UMM pun mengirimkan delegasi mahasiswa untuk belajar di Tongren. Tahun 2016 ini adalah tahun angkatan ketiga Tongren mengirim mahasiswanya ke UMM. Sedangkan, UMM baru angkatan kedua di Tongren.

Belajar dari pengalaman, UMM semakin meningkatkan pelayanan terhadap mahasiswa asing yang belajar di UMM. Oleh karenanya, tahun ini UMM mewajibkan mahasiswa asal China untuk memiliki asuransi kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Saat ditemui di sesi pembekalan, Zhang Mei, mengaku sangat senang bisa datang ke Indonesia, ke Malang, dan belajar di UMM.

World is big. Saya ingin tahu berbagai negara. Saya ingin belajar tentang Indonesia. Indonesia itu kaya, cantik. UMM juga sangat cantik, besar, dan indah. Danaunya, sama seperti danau yang ada di kampus kami. Mahasiswanya ramah, dan saya rasa mereka memiliki keyakinan yang kuat untuk belajar, itu yang berbeda dari kampus saya. Tidak ada alasan kenapa saya tidak belajar di UMM,” kesannya sambil tersenyum. (ich/han)

Sumber : www.umm.ac.i

Kedubes Ungkap Tiga Hal Penting Agar Lolos Beasiswa Australia

INTERNATIONAL Relations Office (IRO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia untuk Indonesia mengadakan kuliah tamu sekaligus presentasi beasiswa, Jumat (16/9). Acara ini menghadirkan perwakilan Kedubes yang menjabatDirector of Development Partnership in Education, Sarah Lendon.

Pada kesempatan ini, Sarah membeberkan kegiatan yang sudah dilakukan pemerintah Australia di Indonesia terkait pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Selain itu, Sarah juga memberikan pemaparan program beasiswa untuk masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Australia, yaitu Australia Awards Scholarships (AAS).

“Ada banyak manfaat dengan mendapatkan beasiswa studi ini,” kata Sarah. “Di antaranya, pelatihan English for Academic Purpose (EAP) di Indonesia, visa, tes kesehatan, asuransi kesehatan, tiket pesawat kembali ke tanah air, serta biaya perjalanan untuk reuni keluarga khusus untuk program Master dan doktor,” lanjutnya.

AAS memang memberikan fasilitas reuni keluarga untuk mahasiswa Master dan Doktor. Biaya transportasi pun ditanggung sepenuhnya. Namun, meski sudah ditanggung AAS, beberapa universitas tak jarang juga menyediakan fasilitas untuk program reuni ini.

Ada tiga poin penting yang diuraikan Sarah yang harus dimiliki calon penerima beasiswa AAS. Pertama, tujuan mahasiswa yang ingin melanjtukan studi di Australia harus jelas. “Maunya apa? Ingin belajar apa, itu harus sudah terprogram. Serta, di universitas mana ingin belajar tentang hal itu.”

Kedua, apa saja yang akan dilakukan mahasiswa di Australia. Sarah mengungkapkan pentingnya perencanaan tentang kegiatan apa saja yang akan dilakukan mahasiswa di Australia di samping kuliah, atau siapa saja yang harus ditemuinya untuk menjalankan rencananya.

“Ketiga,” lanjutnya, “Apa yang akan dilakukan sekembalinya ke tanah air, ke Indonesia?”

Sarah menjelaskan, mahasiswa harus sudah menuliskan langkah­langkah apa saja yang akan dilakukan sekembalinya ke Indonesia. Karena, dari pendidikan tinggi yang sudah ditempuh tersebut, Sarah menekankan kontribusi apa yang akan diberikan untuk lingkungan kerjanya, lingkungan tempat tinggalnya, dan untuk negaranya.

Kepala Divisi Australia dan New Zealand IRO UMM, Rinjani Bonavidi PhD, mengatakan presentasi beasiswa semacam ini bukan pertama kali digelar. Sepanjang 2016, ini adalah presentasi kedua oleh Kedubes Australia. Sedangkan pada 2015 silam, terhitung lima kali Kedubes memberikan presentasi terkait program beasiswa.

Yang terbaru dari kerjasama antara Australia dan UMM adalah akan adanya program New Combo Plan. “Ini adalah program oleh pemerintah Australia yang diperuntukkan bagi mahasiswa Australia untuk mendapatkan beasiswa belajar di Indonesia. Salah satunya ke UMM,” terang Rinjani. (ich/han)

Sumber : www.umm.ac.id

Kuliah Tamu IP UMM, Konjen AS Ulas Sistem Pemilu Amerika

PROGRAM Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (IP UMM) menggelar kuliah tamu bertajuk “The Dynamic of Presidential Election in America”, Kamis (15/9). Kuliah tamu menghadirkan Konsul Jenderan Amerika Serikat (Konjen AS) Surabaya, Heather Variava, yang sehari sebelumnya, Rabu (14/9), menghadiri pameran pendidikan Amerika di UMM serta networking dinnerbersama pimpinan UMM dan sejumlah delegasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).

Dalam paparannya, Heather Variava menjabarkan persamaan dan perbedaan sistem pemilihan presiden di Indonesia dan Amerika. Persamaan pemilu di Indonesia dan Amerika adalah sama-sama pemilihan langsung. Para kandidat berasal dari daerah pemilihan (dapil). Di Amerika, jelasnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya sebatas general rule, atau sekadar bentuk kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku. SedangkanKomisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) berperan penting terhadap pelaksanaan pemilu.

Sebaliknya, kata Heather, di Indonesia KPUD adalah hanya sekadar representasi saja. KPUD bertindak sebagai kepanjangan tangan dari KPU, sedangkan KPU memegang peranan penting pada pelaksanaan pemilu presiden.

Kepala Program Studi IPUMM, Hevi Kurnia Hardini MA menambahkan, suara terbanyak pada hasil pemilu presiden di Amerika tak menjadi patokan siapa presiden yang terpilih.

“Di Indonesia, siapapun kandidat presiden yang mendapatkan suara terbanyak pada pemilu, ia akan menjadi presiden. Sedangkan di Amerika, hasil pemilu dari tiap state yang menjadi patokannya,” jelasnya.

Hevi menguraikan, capres A mendapatkan suara  terbanyak daripada calon B. Akan tetapi, suara terbanyak ini hanya berasal dari beberapa daerah, sedangkan capres B mendapatkan suara dari lebih banyak daerah, maka capres B lah yang menjadi presiden.

“Sehingga, jumlah daerah pemilih yang menjadi tolak ukur kemenangan presiden, bukan jumlah suara,” ujar Hevi mengintikan.

Tak hanya tentang pemilu presidensial, Heather Variava juga membahas tentang sistem pemilu untuk anggotaHouse of Representative dan senat. Di Amerika, pemilihan House of Representative atau setara DPR di Indonesia, dipilih tiap 2 tahun sekali dan presiden dipilih tiap4 tahun sekali. Sedangkan di Indonesia, baik DPR,DPD, maupun Presiden, dipilih tiap 5 tahun sekali.

Kuliah tamu ini dihadiri oleh 50 mahasiswa IP semester 5 yang sedang menempuh MataKuliah Sistem Pemilu dan Kepartaian serta perwakilan kelas dan anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan. Duatahun lalu,mahasiswa IP mengunjungi Konsulat Jenderal ASdi Surabaya, sedangkan 2015 lalu mengunjungi Kedutaan Besar Amerika di Jakarta. Hevi mengungkapkan semangatnya agar mahasiswa IP tak hanya belajar tentang pemerintahan lokal, tapi juga harus bisa bersentuhan dan berkomunikasi dengan organisasi atau lembaga asing di Indonesia.

“Esensi sesungguhnya dari adanya kedutaan besar di Indonesia adalah untuk menjalin hubungan antar pemerintahan. Hubungan internasional ada, karena adanya hubungan antar pemerintahan. Jadi, ini tak hanya milik Hubungan Internasional semata, tapi juga pemerintahan.” (ich/han)

Sumber : www.umm.ac.id

Unismuh Loloskan Empat Mata Kuliah Daring

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berhasil meloloskan empat mata kuliah Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT) yang dapat diakses oleh mahasiswa se-Indonesia melalui jaringan internet (daring/dalam jaringan).

Ke-4 mata kuliah tersebut adalah mata kuliah Linguistik Umum, mata kuliah Speaking II, mata kuliah Language Learning Strategy, serta mata kuliah Media Pembelajaran Matematika.

Kami mengajukan enam mata kuliah, tapi jatah yang disediakan untuk setiap perguruan tinggi maksimal hanya empat, maka Unismuh Makassar pun hanya bisa meloloskan empat mata kuliah,” jelas Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar, Khaeruddin SPd MPd, kepada Operator Wartawan AKSI Unismuh Makassar, Selasa, 20 September 2016.

Perguruan tinggi besar lainnya juga hanya mendapat jatah empat mata kuliah, bahkan ada juga yang kurang dari empat mata kuliah, antara lain Institut Teknologi Bandung (3 mata kuliah), Institut Teknologi Sepuluh November (4 mata kuliah), Universitas Airlangga (3 mata kuliah), Universitas Gadjah Mada (1 mata kuliah), Universitas Padjadjaran (4 mata kuliah), dan Universitas Pendidikan Indonesia (2 mata kuliah).

Mata kuliah yang lolos PDITT akan menjadi digunakan sebagai bahan ajar standar untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia, yang dibiayai oleh Kementerian Ristek dan Dikti, kata Khaeruddin.

Perguruan tinggi yang lolos proposalnya, katanya, telah diundang mengikuti Bimbingan Tekniks PDITT di Kampus Universitas Indonesia (UI).

Dosen Unismuh Makassar yang mengikuti Bimtek PDITT, yaitu Dr Munirah MPd, Andi Adam SPd MPd, Ishaq Made Amin SPd MPd, Ma’rup SPd MPd, Samsah SPd, dan Nuryadin SPd.

27 Perguruan Tinggi
Dari sekitar 4.400 perguruan tinggi di Indonesia, hanya 27 perguruan tinggi yang berhasil meloloskan proposal PDITT. Unismuh Makassar adalah satu-satunya perguruan tinggi dari kawasan timur Indonesia yang berhasil meloloskan proposalnya PDITT-nya.

Ke-27 perguruan tinggi tersebut adalah Unismuh Makassar, Institut Seni Indonesia Surakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Semarang.

Selanjutnya, STIE Atma Bhakti, STIE IBBI, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi LSPR, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Bina Nusantara, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Djuanda Bogor, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Bandung, Universitas Lampung.

Kemudian, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pakuan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Telkom, dan Universitas Udayana. (win/hh/ar)

Keterangan gambar:
PDITT. Wakil Dekan I FKIP Unismuh Makassar, Khaeruddin (kiri) berbincang-bincang dengan Dekan FKIP Andi Sukri Syamsuri. Khaeruddin menjelaskan, Unismuh Makassar berhasil meloloskan empat mata kuliah Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT) yang dapat diakses oleh mahasiswa se-Indonesia melalui jaringan internet (daring/dalam jaringan).

Sumber  : www.unismuh.ac.id

Networking Dinner dengan Kampus AS Perluas Jejaring Internasional PTM

SELEPAS Pameran Pendidikan Amerika yang diadakan pada pagi harinya, relasi Universitas Muhammadiyah (UMM) dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat AS dilanjutkan pada malam harinya, Rabu (14/9) melalui kegiatan Networking Dinner. Selain menghadirkan delegasi 17 kampus AS beserta penyalur beasiswa, UMM turut mengundang para rektor dan wakil rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dari berbagai kota dan provinsi.

Beberapa delegasi PTM yang hadir di antaranya berasal dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Prof Hamka Jakarta, Universitas Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Muhammadiyah Madiun, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surabaya. Hadir pula delegasi dari IKIP PGRI Madiun.

Rektor UMM Fauzan mengatakan, kegiatan networking dinner ini menjadi kesempatan bagi PTM-PTM yang hadir untuk memperluas jejaring internasional, khususnya dengan berbagai kampus dan institusi di Amerika. “Karena inidinner, maka sifatnya santai, tapi sangat bagus dimanfaatkan untuk mengembangkan kerjasama antar negara,” ujarnya.

Fauzan menambahkan, ada banyak skema kerjasama yang bisa dilakukan dengan kampus Amerika, di antaranya pengirimin dosen-dosen PTM ke berbagai universitas di sana. “Apalagi, ini kan yang datang langsung dari perwakilan kampus-kampus di Amerika, jadi bisa langsung membicarakan tentang rencana dan model kerjasama,” kata Rektor.

Sementara itu Konsul Jendral AS Surabaya Heather Variava mengaku sangat terbuka untuk diajak berkomunikasi terkait kerjasama dengan para pimpinan PTM yang hadir pada acara networking dinner ini. “Contohnya UMM yang sudah lama menjalin kerjasama dengan kami, salah satunya yaitu persiapan relawan Peace Corps AS dalam bidang bahasa dan budaya,” jelas Heather.

UMM, menurut staf Education USA Advising Center UMM Zaki Zulkarnain, memang telah memiliki kerjasama yang erat dengan berbagai kampus dan institusi di Amerika. Karena kuatnya kerjasama itu, UMM telah memiliki kantor Education USA Advising Center dan American Corner sebagai pusat informasi dan jejaring kemitraan. Hal itu menandai kuatnya kepercayaan Kedutaan Besar AS melalui pada UMM. (rin/han)

Sumber : www.umm.ac.id

Sukseskan Program BULO, Camat Rapocini Gandeng Unismuh

Pemerintah Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, menggandeng Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar guna mendukung dan menyukseskan program Badan Usaha Lorong (BULO) di Kecamatan Rappocini.

Perjanjian kerjasama kedua pihak ditandatangani Camat Rappocini Dr Hamri Hayat, Rektor Unismuh Makassar Dr H Abdul Rahman Rahim, dan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, dalam rangkaian acara Launching Inovasi Pelayanan Publik, di Kantor Pemerintah Kecamatan Rappocini, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Senin, 19 September 2016.

Selain dengan Unismuh Makassar, Pemerintah Kecamatan Rappocini juga melakukan kerjasama dengan STIA LAN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ombudsman Sulsel, dan Yayasan Peduli Negeri.

Kami menggandeng Unismuh Makassar karena kantor kami berdekatan dengan kampus Unismuh dan selama ini hubungan kami cukup bagus. Untuk mendukung program Badan Usaha Lorong Pemkot Makassar, kami menggandeng Unismuh dan berharap Unismuh menjadikan Kecamatan Rappocini sebagai lokasi KKN (Kuliah Kerja Nyata, red) mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Pertanian, tutur Hamri, kepada wartawan seusai acara launching.
Rektor Unismuh Makassar, Abdul Rahman Rahim menyambut gembira dan memberi apresiasi kepada Camat Rappocini yang menggandeng Unismuh dalam mendukung program Badan Usaha Lorong (BULO) di Kecamatan Rappocini.

Unismuh siap mensupport program ini dengan sumber daya manusia mahasiswa dan dosen, baik dari Fakultas Pertanian, maupun Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Kedokteran, ujar Rahman. (win/hh/ar)
KERJASAMA. Rektor Unismuh Makassar Dr Abdul Rahman Rahim (kedua dari kiri) foto bersama Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto (ketiga dari kiri), Kepala Ombudsman Sulsel Subhan Djoer (ketiga dari kanan), Camat Rappocini Dr Hamri Hayat (kedua dari kanan), Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Ekoregion Sulawesi-Maluku, Darhamsyah (paling kanan), dan Direktur Eksekutif Yayasan Peduli Negeri Saharuddin Ridwan (paling kiri), seusai penandatanganan perjanjian kerjasama, di Kantor Pemerintah Kecamatan Rappocini, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Senin, 19 September 2016. (Foto: Andriani/Humas Unismuh Makassar)

Sumber : www.unismuh.ac.id

Mahasiswa Unismuh Pimpin Delegasi Indonesia ke Tiongkok

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Muhammad Hardian Nugraha Syam, terpilih sebagai pimpinan delegasi pemuda Indonesia yang berjumlah 100 orang dalam program Pertukaran Pemuda Indonesia–Tiongkok (PPIT), 18 September hingga 2 Oktober 2016.

PPIT, kata Hardian, merupakan bagian dari Program Pertukaran Pemuda Antar-Negara (PPAN) Tahun 2016, dengan nama resmi Indonesia–China Youth Exchange Program, yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Sebenarnya Unismuh Makassar tidak mendapat undangan. Kebetulan saja saya mendapatkan informasinya di Facebook dan kemudian saya mendaftar. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi yang dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulsel, akhirnya saya lolos mewakili Provinsi Sulsel dan saya juga terpilih sebagai pimpinan delegasi pemuda Indonesia, tutur Hardian.

Hal tersebut diungkapkan Hardian pada acara pelepasan oleh Rektor Unismuh Makassar Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, di Ruang Rapat Senat Rektorat Unismuh Makassar, Sabtu, 17 September 2016.

Acara pelepasan dihadiri Wakil Rektor III Drs Samhi Muawan Djamal M.Ag, Dekan Fakultas Kedokteran dr Mahmud Ghaznawie PhD SpPA(K), Dekan Fisip Dr Muhlis Madani, Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Dr KH Mawardi Pewangi, Dekan Fakultas Teknik Hamzah Al Imran ST MT, Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran dr Wiwiek Dewiyanti SpKK MKes, Sekretaris Prodi Profesi Dokter dr Andi Weri Sompa MKes SpS, serta pimpinan lembaga kemahasiswa tingkat universitas Unismuh Makassar.

Dekan Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar Mahmud Ghaznawie menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Rahman Rahim selaku Rektor Unismuh, atas inisiatifnya mengadakan acara pelepasan secara resmi tersebut.

Rektor Unismuh Rahman Rahim mengatakan acara pelepasan secara resmi tersebut merupakan wujud perhatian pimpinan Universitas kepada mahasiswa yang berhasil mencatat dan meraih prestasi pada tingkat regional, nasional, dan internasional.

Ini adalah gambaran prestasi masa depan. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Unismuh Makassar bukan hanya mampu mencatat prestasi pada tingkat regional dan nasional, melainkan juga mampu berprestasi pada tingkat internasional, kata Rahman Rahim. (win/hh/ar)

Keterangan gambar:
PELEPASAN. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, Muhammad Hardian Nugraha Syam (berdiri di barisan depan, keempat dari kiri), foto bersama Rektor Unismuh Abdul Rahman Rahim (ketiga dari kanan), Wakil Rektor II Samhi Muawan Djamal (kedua dari kiri), Dekan Fakultas Kedokteran Mahmud Ghaznawie (paling kanan), serta sejumlah dosen dan pengurus lembaga kemahasiswaan, di tangga Rektorat Unismuh Makassar, Sabtu, 17 September 2016.

Sumber : www.unismuh.ac.id