UMJ Tuan Rumah Rakornas APTAIM

Majelis Diktilitbang PP. Muhammadiyah menyelenggarakan Silaturrahim dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perguruan Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (APTAIM) se-Indonesia di Kampus  Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (27/9). Dekan FAI-UMJ Rini Fatma Kartika mengatakan  acara Rakornas APTAIM dihadiri oleh 62 peserta dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia, dan akan berlangsung hingga tanggal 29 Sept mendatang.

Acara Rakornas APTAIM dibuka oleh Rektor UMJ Syaiful Bakhri. Menurut Syaiful Bakhri, Al-Islam Kemuhammadiyahan menjadi butir pertama dalam catur dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Sehingga suasana keislaman diharapkan dapat mewarnai semua kegiatan di kampus Muhammadiyah agar lebih Islami.

“FAI-UMJ juga merupakan fakultas pertama di UMJ yang menginspirasi munculnya fakultas lainnya di lingkungan UMJ yang hingga sekarang sudah memiliki 43 program studi di UMJ,” kata Syaiful Bakhri.

Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP. Muhammadiyah, Sudarnoto Abdul Hakim menekankan agar Perguruan Tinggi Agama Islam ke depan harus mampu membangun sinergi. Misalnya dengan Majelis Dikdasmen dan Lembaga Pengambangan Pesantren Muhammadiyah untuk menjawab tantangan semakin langkanya Ulama. Kehadiran ulama itu sangat penting untuk merawat bangsa dan Muhammadiyah melalui PTM bisa memberikan jawaban yang tepat.

Sumber : www.republika.co.id

Mutu Produk Unismuh Harus Terus Dikembangkan

Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, mendapat kunjungan silaturrahim selanjutnya dari rektor Unismuh Makassar, Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM., di lantai IV Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, Senin, 26 September 2016.

Pada kunjungan silaturrahim tersebut, rektor menjelaskan tentang mutu kualitas produk Unismuh Makassar yang harus terus dikembangkan dalam rangkaian 5 langkah strategis yang telah dilakukan dalam mengelola dan mencapai visi Unismuh untuk Menjadi Perguruan Tinggi Islam Terkemuka, Unggul, Terpercaya, dan Mandiri.

Mutu kualitas produk Unismuh tersebut meliputi antara lain (1) mutu lulusan, (2) mutu penelitian dan pengabdian masyarakat, (3) mutu akhlak, (4) mutu kerjasama/networking, dan (5) mutu pembinaan kemahasiswaan.

Produk Unismuh yang baik untuk lulusan adalah ditemukannya lulusan kita itu selesai dengan masa studi antara 3,8 tahun sampai 4 tahun dan IPKnya setinggi-tingginya 4.00. itulah produk lulusan Unismuh yang menjadi target kita, ungkap rektor Unismuh Makassar, Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM.

Rektor juga menambahkan bahwa dalam mencapai produk lulusan terbaik tersebut, tentunya itu tidak mudah ibarat dengan istilah simsalabim, dia juga memberikan contoh perumpaan permainan sepak bola yang butuh proses dan waktu untuk mencapai target dan goal.

Jadi kita ini butuh waktu satu periode kepemimpinan karena visinya ini 2024, maka dalam satu periode pelaksanaan itu 4 tahun, jadi di tahun 2020 akan dilanjutnya. Jadi dalam dua masa kepemimpinan ini kita sudah bisa capai. Tapi progressnya dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang signifikan dan terus meningkat untuk mendekati target yang telah ditetapkan. Dan hasil perolehan ini merupakan akibat dari prestasi mahasiswa sendiri dari proses pembelajaran dan pendidikan yang baik. Jadi yang ingin kita tingkatkan adalah memperpendek masa studi dan meningkatkan IPKnya, jelas Rahman Rahim.

Selain itu, Rektor juga mengungkapkan bahwa mutu penelitian dan pengabdian masyarakat itu bisa ditinjau dari penelitian yang baik, bermanfaat dan bisa digunakan oleh stakeholders dan begitu pula sama halnya dengan pengabdian masyarakat yang harus dikembangkan. Penelitian yang baik adalah penelitian yang bisa dimanfatkan oleh internal persyarikatan Muhammadiyah, masyarakat maupun pemerintah, tandas Rahman.

Selajutnya, mutu produk Unismuh juga terkait dengan akhlak, katanya, sesuai dengan visi untuk menjadikan perguruan Islami. Dan cerminan Unismuh sebagai kampus Islami tergambar dari keseharian budaya yang ditampilkan oleh para civitas akademika, yang mencakup bagaimana hubungan kita antar staf, bagaimana hubungan antar dosen, dan bagaimana hubungan dengan mahasiswa. Dalam hal ini, karakter atau akhal yang paling bisa terlihat dan diukur adalah ketika saling bertemu dan saling menyapa dengan salam. Secara rinci, akhlak ini terdiri dari (1) akhlak senyum, salam, sapa, (2) karakter tidak saling menyalahkan dan saling membantu sebagai wujud persaudaraan, dan (3) sholat berjamaah.

Ciptakan keharmonisan melalui sebaran salam. Sehingga kedamaian itu Nampak di antara kita dan persaudaraan itu semakin kental. Itulah akhlak. Itulah karakter. Karakter yang paling bagus adalh kita tidak saling menyalahkan, ungkap Rahman.

Terkait dengan pembinaan kemahasiswaan, rektor Unismuh, Dr. Rahman Rahim SE MM, mengungkapkan bahwa ada tiga hal ini yang ingin dicapai, yakni penyelesaian studi tepat waktu, pemerolehan IPK tertinggi, dan pembinaan soft skill (kecakapan hidup) yang meliputi kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, kemapuan mengkomunikasikan keinginan dan kemampuan untuk menerima informasi.

Jadi arah pembinaan kemahasiswaan kita itu ada tiga, yakni tepat waktu, IPK tertinggi, dan memiliki soft skill. Penyelesaian studi tepat waktu dan IPK tertinggi bisa diperoleh dari proses akademik, sedangkan kemampuan soft skill dapat diperoleh dari proses organisasi-organisasi kemahasiswaan yang melatih mahasiswa kita untuk berorganisasi. Dalam berorganisasi, mahasiswa dilatih untuk menjadi pemimpin. Mahasiswa itu adalah para calon pemimpin. Dalam organisasi itulah mahasiswa dilatih untuk memahami orang lain, dilatih untuk bisa menerima pendapat dan mengemukakan pendapat, tandas Rahman.

Pada akhir kesimpulan, rektor menyatakan bahwa semua produk Unismuh Makassar dalam rangkaian 5 langkah strategis akan bisa dicapai dengan sinkronisasi penerapan 3 budaya, yakni integrity, professional, and entrepreneurship.

Integrity lahir dari kepercayaan para stakeholders, yakni satunya kata dan perbuatan, mampu jadi teladan, dan mampu/berani mengambil tanggung jawab orang lain. Professional yakni mampu mengerjakan tugas dengan baik dan penuh tanggungjawab. Dan ketiga adalah entrepreneurship atau kemandirian. Simbol kemandirian itu adalah kreatif dan inovatif, mampu menyelesaikan persoalan dengan baik dan menemukan solusi terhadap permasalahan, ungkap Rahman.

Sumber : www.unismuh.ac.id

Mahasiswa Harus Berani Mengemukakan Ide

Sebanyak 147 mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi dan mahasiswa Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, mengikuti Baitul Arqam, selama tiga hari, di Masjid Baitussalam, Malino, Kabupaten Gowa, Jumat s.d. Ahad, 23-25 September 2016.

Kegiatan Baitul Arqam dibuka oleh Dekan FEB Dr H Mahmud Nuhung pada Jumat malam, 23 September 2016, dan ditutup secara resmi oleh Rektor Dr H Abdul Rahman Rahim, pada Ahad, 25 September 2016.

Wakil Dekan III FEB Samsul Rizal SE MM, menjelaskan, Baitul Arqam wajib diikuti oleh mahasiswa yang tidak sempat mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Materinya kurang lebih sama dengan DAD IMM, tapi lebih dipadatkan karena para peserta Baitul Arqam umumnya adalah mahasiswa kelas reguler sore, jelas Samsul, seraya menambahkan bahwa kegiatan Baitul Arqam berlangsung tertib, lancar, dan aman.

Wakil Dekan IV FEB Drs Ali Hakka, mengatakan, seluruh peserta dinyatakan lulus dalam Baitul Arqam, tetapi nilai yang diperoleh berbeda-beda. Seluruh peserta dinyatakan lulus, tetapi nilainya berjenjang, ungkap Ali Hakka.

Baitul Arqam ditutup Rektor

Mahasiswa harus banyak membaca dan berdiskusi, serta harus berani mengemukakan ide-ide dalam berbagai forum atau setiap ada kesempatan, tetapi ide yang dikemukakan sebaiknya telah melalui pemikiran yang matang, sehingga ide-ide tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Yang terpenting adalah ide awal untuk melakukan sesuatu, termasuk sesuatu yang oleh banyak orang dianggap tidak masuk akal, kata Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, pada acara penutupan Baitul Arqam Mahasiswa FEB, di Masjid Baitussalam, Malino, Kabupaten Gowa, Ahad, 25 September 2016.

Rahman Rahim yang mantan Dekan Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar kemudian mengungkapkan bahwa ketika dirinya mengemukakan ide membangun gedung berlantai 17 (Menara Iqra) di Kampus Unismuh Makassar, Jl Sultan Alauddin 259, pada sepuluh tahun silam (2006), hampir tidak ada yang percaya bahwa ide tersebut bisa diwujudkan.

Hampir tidak ada yang percaya bahwa ide tersebut bisa diwujudkan, tetapi saya katakan bahwa kalau kita mengandalkan uang yang ada di Unismuh dari SPP mahasiswa, memang tidak mungkin bisa dibangun. Saya bilang, banyak sekali uang di luar sana yang bisa dimasukkan ke Unismuh dan kita harus bisa memasukkan uang tersebut, katanya.

Setelah melalui berbagai cara dan strategi, termasuk menghadap dan menghadirkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketika masih mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) untuk melakukan pemancangan pembangunan tower Unismuh, akhirnya gedung berlantai 17 tersebut dapat diwujudkan.

Awalnya diberi nama Unismuh Tower, tetapi dengan berbagai pertimbangan setelah mendengarkan berbagai masukan, gedung berlantai 17 itu akhirnya diberi nama Menara Iqra, yang kini menjadi salah satu ikon Unismuh Makassar, tutur Rahman.

Kata Kunci

Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Ismail Rasulong SE MM, tidak menyangka kalau dirinya tiba-tiba diminta memberikan kata kunci, pada acara penutupan Baitul Arqam Mahasiswa FEB, di Masjid Baitussalam, Malino, Kabupaten Gowa, Ahad, 25 September 2016.

Selanjutnya kami minta Wakil Dekan II untuk memberikan kata kunci, kata Wakil Dekan III FEB Samsul Rizal SE MM, yang memandu acara penutupan oleh Rektor Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM.

Sambil tersenyum, Ismail Rasulong menerima mic wireless dari tangan Samsul Rizal, dan setelah mengucapkan salam langsung mengungkapkan bahwa sebelum acara penutupan dimulai, dirinya tidak pernah diberitahu bahwa ia akan diminta memberikan kata kunci.

Saya tidak diberitahu bahwa saya akan diminta memberikan kata kunci, katanya yang langsung mengundang senyum dan tawa dari para peserta Baitul Arqam.

Tapi tidak apa-apa. Saya kira, kata kunci dari kegiatan Baitul Arqam ini adalah mahasiswa dan kita semua, selalu harus siap memberikan solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi, jadilah problem solver, jadilah pemecah masalah. Berilah solusi supaya ada selisih, kata Ismail yang lagi-lagi disambut senyum, tawa, dan tepuk-tangan meriah dari peserta Baitul Arqam.

Acara Baitul Arqam dihadiri Wakil Dekan I FEB Drs H Sultan Sarda MM, Wakil Dekan II Ismail Rasulong SE MM, Wakil Dekan IV Drs Ali Hakka, Ketua Prodi Ekonomi Islam Dr H Agus Salim Harrang SE MM, Sekretaris Prodi Ekonomi Islam Hj Naidah SE MM, Sekretaris Prodi Manajemen Muhammad Nur Rasyid SE MM, dosen FEB Drs Hamzah Limpo MS dan Irwan Abdullah SSos MM, serta tim instruktur Pimpinan Komisariat IMM FEB Unismuh Makassar. (win/hh/ar)

Sumber : www.unismuh.ac.id

Ratusan Ners Ikut Uji Kompetensi di FK Unismuh

Sebanyak 651 ners dari lima perguruan tinggi, mengikuti Uji Kompetensi Ners (secara online serentak pada sejumlah perguruan tinggi di seluruh Indonesia), di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, 24-26 September 2016.

Ke-651 ners tersebut berasal dari Universitas Islam Makassar (UIM), STIKES Stella Maris Makassar, STIKES Yapika Makassar, STIKES Gema Insani Akademik Makassar, dan STIKES Amanah Makassar.

Dekan Fakultas Kedokteran Unismuh, dr Mahmud Ghaznawie PhD SpPA(K), kepada Operator Wartawan AKSI Unismuh Makassar, Sabtu, 24 September 2016, mengatakan, Fakultas Kedokteran Unismuh hanya tempat pelaksanaan Uji Kompetensi Ners, tetapi bukan penyelenggara.

Panitia pusat memilih FK Unismuh sebagai tempat pelaksanaan uji kompetensi ners, karena ruang CBT Fakultas Kedokteran Unismuh sudah dilengkapi dengan berbagai perlengkapan dan alat yang memenuhi persyaratan untuk pelaksanaan Uji Kompetensi Kesehatan, tutur Mahmud yang didampingi Pengawas Uji Kompetensi Ners dari Kemenristek-Dikti, Tuti Herawati dan Gunawan.

Tuti Herawati menambahkan, Uji Kompetensi Ners di Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar dilangsungkan selama tiga hari.

Setiap hari dibagi dua sesi, pagi dan siang. Waktu yang disediakan bagi peserta yaitu tiga jam, jelas Tuti.

Sehari sebelum pelaksanaan Uji Kompetensi, katanya, terlebih dahulu diadakan briefing atau pengarahan kepada seluruh peserta tentang teknis pelaksanaan uji kompetensi secara online. (win/hh/ar)

Keterangan gambar:
Dekan Fakultas Kedokteran Unismuh, Mahmud Ghaznawie (paling kiri) berbincang-bincang dengan Pengawas Uji Kompetensi Ners dari Kemenristek-Dikti, Tuti Herawati (tengah) dan Gunawan, saat berlangsungnya Uji Kompetensi Ners, di Ruang CBT Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, Sabtu, 24 September 2016. (Foto: Asnawin)

Sumber : www.unismuh.ac.id

Pembentukan Asosiasi Dekan Fisip PTM Sangat Penting

Pembentukan Asosiasi Dekan Fisip Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia sangat penting dan strategis, karena para dekan dapat saling bertukar informasi, bertukar pengalaman, serta memberi respons terhadap masalah-masalah politik, sosial, dan kemasyarakatan.

Secara internal, para Dekan Fisip (Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Politik) dapat saling bertukar informasi dan bertukar pengalaman tentang fakultas yang dipimpin dan disitulah kita dapat saling membantu dan melengkapi. Secara eksternal, kita juga dapat terlibat atau memberi respons terhadap masalah-masalah politik, sosial, dan kemasyarakatan,” papar Dekan Fisip Unismuh Makassar, Dr Muhlis Madani, kepada Operator Wartawan AKSI Unismuh Makassar, Sabtu, 24 September 2016.

Asosiasi Dekan Fisip juga dapat membahas standar kurikulum mata kuliah yang diajarkan pada Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Politik, sehingga ada acuan bagi seluruh Fisip PTM dalam menyusun kurikulum dan bahan ajar.

Saya kira akan banyak manfaatnya kalau asosiasi ini dibentuk, karena sudah ada beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah yang memperoleh Akreditasi A secara institusi, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kami di Fisip Unismuh Makassar juga bisa menjadi contoh untuk akreditasi program studi, karena Prodi Ilmu Administrasi Negara Fisip Unismuh sudah mengantongi Akreditasi A, tutur Muhlis.

Pendapat tersebut dikemukakan setelah mengikuti Pertemuan Dekan Fisip PTM se-Indonesia dengan agenda Rencana Pembentukan Asosiasi Dekan Fisip PTM se-Indonesia, di Gedung Pascasarjana Lantai I Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta, Senin, 19 September 2016.

Selain Muhlis Madani selaku Dekan Fisip Unismuh Makassar, pertemuan tersebut juga dihadiri Prof Sudarnoto (PP Muhammadiyah), Daniel (PP Muhammadiyah), Nurmandi (PP Muhammadiyah), Endang (Universitas Muhamamdiyah Jakarta/UMJ), Asep (UM Malang), Yusup (UM Ponorogo), Kosasih (UM Tangerang), Abrar (Universitas Muhamamdiyah Sumatera Utara/UMSU), Harianti (Stisipol Sidrap), Said Ramadan (Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka/Uhamka), dan Ali (UM Yogyakarta).

Pertemuan ke-2 di UM Jakarta
Dalam pertemuan pertama di UM Yogyakarta, kata Muhlis Madani, disepakati beberapa hal, antara lain pertemuan ke-2 akan dilaksanakan pada Oktober 2016, di kampus UMY, dengan agenda pembentukan pengurus Forum Dekan Fisip PTM se-Indonesia.

Acara diawali dengan mengadakan seminar tentang isu-isu nasional. Dalam pertemuan pertama juga disepakati bahwa Ibu Endang dari UM Jakarta ditunjuk sebagai ketua sementara sampai dengan ditentukannya ketua definitif dalam pertemuan berikutnya dengan mengundang seluruh PTM dan sekolah tinggi yang ada Prodi Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu Politiknya, jelas Muhlis Madani. (win/hh/ar)

ASOSIASI DEKAN FISIP PTM. Dekan Fisip Unismuh Makassar, Dr Muhlis Madani (keenam dari kiri), foto bersama dengan sejumlah Dekan Fisip perguruan tinggi Muhammadiyah, di Pertemuan Dekan Fisip PTM se-Indonesia, di Gedung Pascasarjana Lantai I Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta, Senin, 19 September 2016.

Sumber : www.unismuh.ac.i

Lagi, Kolaborasi Mahasiswa UMM-Singapura Tingkatkan Produksi Masyarakat Desa

SETELAH sukses pada lima angkatan sebelumnya, program Learning Express (LEx) kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Singapore Polytechnic (SP) kembali dilakukan. Kolaborasi 24 mahasiswa UMM dan 24 mahasiswa SP ini akan mengerjakan proyek LEx selama dua pekan, yaitu sejak 26 September hingga 5 Oktober 2016.

Ke-48 mahasiswa lintas negera tersebut akan dibagi dalam tiga kelompok untuk melakukan tiga proyek berbeda, yaitu proyek manajemen sampah, mainan truckdan pembuatan panci atau oven. Lokasi pengabdian mereka dipusatkan di sejumlah desa di Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Perwakilan Politeknik Singapura, Virendra Yadav mengatakan, LEx memang sengaja didesain agar dalam waktu singkat mahasiswa dapat belajar dari dunia nyata sekaligus memberi manfaat kongkrit bagi masyarakat setempat. Dengan cara itu, mahasiswa Singapura selain dapat terkoneksi dengan masyarakat setempat, juga sekaligus membuktikan rasa pedulinya dengan menciptakan teknologi baru yang bisa langsung dimanfaatkan untuk kepentingan produksi yang lebih efisien.

Virendra juga berpesan pada seluruh peserta LEx dari Singapura agar memanfaatkan kesempatan emas ini untuk berbagi ide, mencari pengalaman baru dan belajar lebih dari masyarakat Indonesia.“Nanti kalian akan menemukan perbedaan antara Singapura dan Indonesia. Jangan pernah membandingkan, tapi belajarlah,dan buatlah solusi agar kekurangan itu menjadi kelebihan,” paparnya saat Opening Ceremony LEx yang berlangsung di Auditorium UMM, Senin (26/9).

Sementara itu, koordinator LEx UMM Hari Obbie mengatakan, selepas opening ceremony, para mahasiswa Singapura ini terlebih dulu akan dikenalkan dengan budaya dan bahasa Indonesia, khususnya kultur dan pola hidup masyarakat yang dijadikan tempat pengabdian, yaitu di Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Nantinya, lanjut Obbie, peserta LEx gabungan mahasiswa UMM dan SP ini akan melakukan riset terlebih dahulu untuk menganalisis kebutuhan dan cara bekerja masyarakat setempat. Setelah itu, peserta membuat teknologi yang memudahkan produksi masyarakat desa. “Di akhir proyek, akan ada presentasi dan pameran hasil pengabdian. Berdasarkan proyek-proyek sebelumnya, terlihat bahwa karya para peserta LEx sangat bermanfaat bagi produksi masyarakat setempat,” ujarnya.

Dalam sambutanopening ceremony, Asisten Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri, Soepartomenyatakan, UMM saat ini tengah memaksimalkan kerjasama internasional guna meraih rekognisi internasional. “Menciptakan kesadaran internasional menjadi sebuah kebutuhan di zaman sekarang. LEx adalah salah satu program yang bisa mendorong kesadaran itu,” kata Soeparto.(ich/han)

Sumber : www.umm.ac.id

Festival Kedokteran Islami Angkat Isu Kesehatan Ibu dan Anak

FORUM Kajian Islam Ibnu Sina Medical Association (FK ISMA) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berada dibawah naungan Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran (FULDFK) berkesempatan menjadi tuan rumah lomba dan seminar nasional Islamic Medical Science Festival (IMSF) ke-8, Jumat-Ahad (23-25/9)di Auditorium UMM.

Acara yang diikuti oleh berbagai universitas se-Indonesia ini diawali dengan penyaringan lomba yang dibagi dalam beberapa kategori. Diantaranya lomba karya tulis ilmiah, esai, tahfidzul-Quran, poster dan video. 50 finalis diundang untuk mempresentasikan karyanya di UMM. Seluruh perlombaan tersebut bertemakanmaternal and child health (kesehatan ibu dan anak).

Ketua Panitia IMSF Muchamad Fadil menyatakan,kesehatan ibu dan anak saat ini masih dalam tahap mengkhawatirkan menjadi salah satu alasan diangkatnya tema tersebut.

Mahasiswa FK UMM itu memaparkan adanya Millennium Development Goals (MDGs) merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kematian ibu dan anak. MDGs menargetkan pada 2015  mengurangi dua per  tiga rasio kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun serta mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan.  “Kami berharap dengan diadakannya perlombaan dan seminar nasional ini paling tidak bisa memberikan solusi untuk masyarakat sekitar atas permasalahan tersebut,” jelas mahasiswa semester 7 tersebut.

Tak hanya itu, tujuan lain diadakannya perlombaan ini, lanjut Fadil, untuk mengembalikan kejayaan islam dalam ilmu kedokteran Islam. “Sejatinya semua ilmu ada di Al-Quran, dan seluruh ilmu seharusnya mengacu pada Al-Quran,” jelas mahasiswa asal Malang tersebut.

Wakil Dekan IFK UMM, dr Mochammad Ma’roef SpOG berharap agar semua peserta lomba maupun seminar bisa menyebarluaskan ilmu yang di dapatkan di UMM. Dengan tema yang diangkat tersebut, seluruh peserta maupun panitia berniat membahagiakan orang tuanya. “Sehabis dari sini, kalian harus berjanji akan membahagiakan orang tua kalian dengan belajar dan lulus tepat waktu,” jelas dokter ahli genokologi tersebut.

Ada empatpakar yang menjadi pemateri pada seminar yang menjadi puncak IMSF 8. Mengangkat tema “Motherhood: Let’s Become a Good Parent to Create an Extraordinary Generation”, keempat pakar menyedot antusias para peserta. Adalah dr I Wayan Agung Indrawan Sp OG(K) yang mengupas tentang kehamilan, Dr dr Wisnu Barlianto MSi Med SpA(K) yang membeberkan imunisasi, pakar parenting nasional Ustadz Fauzil Adhim, serta Amelia Aziz  CHt CPC Mpsi, psikolog yang juga pengurus Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Malang yang membahas tuntas kengerian anak di zaman serba digital ini.

Wayan menjelaskan, faktor penting dari sebuah kehamilan adalah kehamilan yang diinginkan. Menurutnya, kehamilan yang tak diinginkan akan mempengaruhi perlakuan orangtua dan anak sepanjang hidupnya.

“Kekerasan dalam rumah tangga yang dialami ibu hamil akan sangat berpengaruh terhadap outcome janin,” jelas Wayan.

Hal ini selaras dengan yang disampaikan Amelia Aziz. “Kekerasan pada anak yang banyak terjadi saat ini,” katanya, “berangkat dari latar belakang kesiapan orangtua untuk menjadi orang tua,” lanjutnya.

Amelia menekankan, motherhood adalah spirit keibuan, tetapi pelakunya bisa siapa saja, tak melulu ibu. Bagi seorang anak yang tinggal dengan nenek misalnya, bisa jadi motherhood datang bukan dari ibu, tapi nenek. Amelia menguraikannya melalui kasus kekerasan Angelina yang sempat mendominasi media beberapa waktu silam.

“Semua orang mengatakan bahwa pembunuh Angelina adalah ibu tirinya. Tapi, sebenarnya ada yang ‘membunuh’ sebelum ibu tirinya. Siapa? Ibu kandungnya sendiri. Mengapa? Karena ibu kandung Angelina menitipkan anaknya pada orang yang tak dikenal. Analoginya, anak dibiarkan di hutan belantara, jangan salahkan kalau ada harimau ganas di dalamnya,” bebernya.

Ia menegaskan, yang paling dibutuhkan anak adalah kasih sayang dan pengawalan orang tua. Oleh karenanya, Amelia meminta pada semua peserta yang hadir yang notabene adalah para calon orang tua untuk mengutamakan kelayakan kasih sayang yang diberikan pada anak.

“Orang tua sekarang, jika merasa perilaku anaknya bermasalah, kerap menjadikan pondok pesantren sebagai salah satu jalan keluar yang paling top. Padahal, orangtua lah yang paling berperan dalam pembentukan segala sesuatu sang anak.”

Berkaca dari kekerasan seksual yang kerap mewarnai berita akhir-akhir ini, Amelia menekankan bahwa sumber utama mental anak yang kuat berasal dari orang tuanya.

“Anak yang mentalnya kuat lahir dari orang tua yang mentalnya kuat. Penuhi hak kasih sayang anak, agar anak tak mencari kasih sayang dari luar. Tak terjadi pacaran di usia anak SD, apalagi sampai terjadi kekerasan seksual. Ini tak hanya tugas saya sebagai psikolog, tapi tugas saya dan Anda semua sebagai mahasiswa,” pungkasnya. (ich/jal/han)

Sumber : www.umm.ac.id

Color Guard DC UMY juarai JOMC 2016

Color Guard Drum Corps Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (DC UMY) berhasil menyabet juara 1 dalam cabang lomba Color Guard Contest pada kejuaraan International Jember Open Marching Competition (JOMC) 2016, yang diselenggarakan sejak Jum’at (23/9) hingga Minggu (25/9). Pengumuman juara tersebut diumumkan dalam upacara penutupan kejuaraaan JOMC 2016 di Stadion Jember Sport Garden, Jember, Minggu malam (25/9). Selain itu, dalam mata lomba Individual Contest Marimba DC UMY juga berhasil meraih prestasi dengan merebut Juara 3 atas nama Faqih Rishatul Hayati.

Triana Widyastuti selaku ketua DC UMY ketika diwawancara tim BHP UMY mengaku cukup bangga dengan capaian tersebut. “Alhamdulilah, kami cukup bangga dengan capaian tersebut. Hasil yang didapat harus selalu disyukuri. Semoga kami mendapat pelajaran berharga dari keikutsertaan dalam event ini,” ungkapnya.

Selain color guard dan individual contest, DC UMY juga mengirimkan wakilnya di mata lomba Brass Battle dan Drum Battle. Namun keduanya harus terhenti di babak 8 besar. Terkait hal tersebut Triana tidak bisa menyembunyikan kekecewaaanya. “Kami akan segera melakukan evaluasi dengan kekalahan ini, banyak pelajaran yang bisa diambil dari kekalahan ini. Semoga dalam kejuaraan selanjutnya kami bisa lebih baik lagi,” tuturnya.

Pada JOMC 2016 ini, Color Guard DC UMY berhasil mengalahkan Color Guard dari berbagai unit lainnya seperti Color Guard Marching Band Gita Wibawa Praja, Color Guard Mb Suara Tapin, dan Color Guard MAN Model Gorontalo. Dengan membawakan tema ” You’ll Never Walk Alone” Color Guard DC UMY telah berhasil memukau para juri. JOMC 2016 kali ini juga diikuti oleh beberapa peserta yang berasal dari 7 negara, yakni Indonesia, Filiphina, Thailand, Jepang, Malaysia, Hongkong dan Afrika Selatan. JOMC sendiri merupakan ajang internasional tahunan yang diadakan di Jember dan didukung oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI), Asian Marching Band Confederation (AMBC) dan Winter Guard Internasional (WGI ) dari Amerika Serikat, dan sudah diselenggarakan sejak tahun 2012.

Sementara wakil DC UMY dalam Individual Contest Marimba, Faqih Rishatul Hayati menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masuk 3 besar. Di peringkat 1 terdapat wakil Thailand yaitu Jirattkorn Chaibenjaphol dan di peringkat dua disabet Marco Antonio dari Filiphina. Dengan kembali suksesnya Color Guard dan Individual contest ini, sekaligus menjaga tradisi bagi DC UMY dalam upayanya untuk meraih piala sejak keikutsertaannya pada tahun 2013. Hal ini juga mengulang prestasi DC UMY dalam keikursertan JOMC 2014 dimana saat itu DC UMY berhasil mnjadi 2nd runner-up dalam drumbattle. (Bagas)

Sumber : www.umy.ac.id

Himposip Dan Prodi IP Bedah Buku Birokrasi Dalam Pelayanan Publik

Rappang, STISIP — Lagi untuk yang kesekian kalinya, Program Studi Ilmu Pemerintahan (IP), Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Muhammadiyah Rappang, menggelar bedah buku.

Namun kali ini, Prodi Ilmu Pemerintahan, menggandeng Himpunan Mahsiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (Himposip) sebagai partnership dalam bedah buku tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Prodi IP Ahmad Mustanir S.I.P., M.Si, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (22/9).

” Jadi kali ini kami bekerja sama dengan adik adik dari Himposip, dalam bedah buku. Insya Allah kedepan juga demikian,” kata Ahmad Mustanir.

Tak hanya itu, hal istimewa dalam bedah buku tersebut, karena dihadiri langsung oleh pengarang buku yang juga dosen kampus setempat Dr Zainuddin M.Si.

“Jika selama ini buku dari luar yang kita bedah, sekarang yang kita bedah adalah buku dosen internal kita sendiri. Ini menjadi menarik dan tentu suasananya berbeda, karena dihadiri oleh penulis buku,” tambahnya.

Terpisah, Dr Zainuddin Samad M.Si, yang dikonfirmasi mengaku sangat gembira, melihat sikap para peserta, yang begitu antusias dalam bedah buku tersebut.

” Ini yang saya suka, awalnya saya menduga bedah buku berlangsung biasa, namun ternyata tidak. mereka sangat antusias, apalagi saat menereka mendengar konsep Old Public Administration (OPA), New Public Managment (NPM), dan New Public Service (NPS),” Jelasnya.

Sementara itu, Ketua Himposip, Rustanto mengaku mengapresiasi kegiatan bedah buku tersebut. Namun ia berharap agar bedah buku yang akan datang, digelar dalam suasana yang berbeda.

” Kalau bisa usul, mungkin ada baiknya bedah buku tidak hanya dilakukan di dalam ruangan. Mungkin bisa outdoor, agar suasananya lebih nyaman dan rileks,” harapnya.

Sumber : www.stisipmrappang.ac.id

Pelayanan Prima Bagi Umat, STISIPM Rappang Sediakan Ambulance

Rappang, STISIP – Tak hanya focus pada pengelolaan pendidikan, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP), Muhammadiyah Rappang, juga menyiapkan pelayanan prima bagi umat, khususnya dalam pengantaran jenazah dan pasien.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua STISIP Muhammadiyah Rappang, Dr Jamaluddin Ahmad, S. Sos., M.Si, saat dikonfirmasi belum lama ini. Menurutnya, semoga dengan adanya ambulance tersebut dapat perguna bagi pelayanan umat.

“ Semoga hal ini bisa meningkatkan pelayanan bagi umat, dan semoga bernilai ibadah. Alhamdulillah, saat ini STISIP Muhammadiyah Rappang, telah memiliki sejumlah kendaraan, diantaranya oprasional dan ambulance,” jelasnya.

Tak hanya itu, pengarang buku Metode “Penelitian Administrasi Publik, Teori dan Aplikasi” juga mengatakan bahwa, rencananya ambulance baru tersebut, akan dioprasikan di bawah komando Majlis Pelayanan Sosial (MPS), Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Sidenreng Rappang.

“ Insya Allah, STISIP Muhammadiyah Rappang yang menyediakan pasilitasnya, dan oprasionalnya di bawah kendali Majlis Pelayanan Sosial (MPS), Pimpinan Daerah Muhammadiyah,” Kata Jamaluddin Ahmad.

Terpisah Ketua Majlis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidrap, Ir M Rais Rahmat Razak., M.Si, yang dikonfirmasi membenarkan ada ambulance baru yang dilengkapi dengan peralatan medis tersebut.

Ia bahkan mengatakan, saat ini Muhammadiyah Sidrap, juga sudah memiliki lahan pekuburan baru di Wilayah Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap. “ Sudah ada ambulance. Kita juga sudah memiliki lahan pekuburan baru. Semoga semuanya bernilai ibadah,” tutupnya.

Sumber : www.stisipmrappang.ac.id