KKN Internasional UMY Angkatan ke-7 Resmi Ditutup

Program Learning Express dan KKN Internasional periode 19 September – 1 Oktober 2016 telah usai dan ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor I UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP bertempat di Hall UMY Boga, Kamis (29/9). Program KKN Internasional UMY ini sudah memasuki angkatan ke 7 dalam pelaksanaannya. Sebanyak total 52 orang mahasiswa yang terdiri dari 25 mahasiswa Singapore Polytechnic (SP), 11 mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta, dan 16 mahasiswa UMY telah mengikuti KKN ini. Dalam acara ini, para peserta juga memamerkan hasil prototype mereka guna membantu mengangkat potensi di desanya masing-masing.

Wakil Rektor I Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP dalam sambutannya menyatakan apresiasinya terhadap peserta KKN. “Terima kasih untuk seluruh peserta KKN Internasional yang hadir di sini. Bekerjasama dengan UPN dan Singapore Polytechnic adalah pengalaman yang baik bagi kami, khususnya bagi mahasiswa kami. Diskusi dan bekerja bersama untuk memecahkan masalah teknologi yang tepat bagi masyarakat merupakan kesempatan yang baik untuk meningkatkan skill para mahasiswa. Dan tentunya melalui Learning Express dan KKN Internasional ini, para mahasiswa mempunyai atmosfer Internasional untuk meningkatkan hardskill dan softskill mereka dan dapat menyadari peran mereka dalam mengembangkan masyarakat,”paparnya.

Gunawan juga menambahkan pentingnya teknologi lokal yang membantu masyarakat memudahkan pekerjaan untuk meningkatkan hasil produksi potensi lokal. “Indonesia merupakan negara besar dengan banyak keragaman dalam ekonomi, pengetahuan dan teknologi. Hal ini menjadi dasar mengapa kita harus mengembangkan teknologi lokal untuk membantu memudahkan pekerjaannya. Oleh karena itu, masyarakat pedesaan butuh bantuan untuk menemukan teknologi baru yang simpel tanpa meninggalkan kearifan lokal mereka. Saya percaya bahwa dengan Program Learning Express ini, mahasiswa mampu membantu kesulitan mereka,”jelasnya.

Sementara itu, Mr. Agus selaku perwakilan dari Singapore Polytechnic berterima kasih kepada tuan rumah, UMY dan UPN. “Saya berterima kasih kepada seluruh peserta, juga UMY dan UPN sebagai tuan rumah di Yogya ini telah menyambut kami dengan baik. Terima kasih telah memberikan fasilitas-fasilitas yang membantu mensukseskan program ini,” ungkapnya.

Sebagai penutup Mr. Agus juga sempat menyodorkan pantun perpisahan khas melayu kepada para peserta. “Kalu ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada umur panjang, boleh kita bertemu kembali,”katanya.

Dalam acara ini, para peserta juga memamerkan hasil prototype mereka guna membantu mengangkat potensi di desa pengabdiannya masing-masing. Selama satu minggu mereka telah menyusun prototype teknologi untuk membantu mengangkat potensi yang ada di desa mereka. Salah satu peserta KKN Internasional, Aqil (HI UMY 2013) merasakan manfaat dari kegiatan ini. Kelompoknya membuat prototype yang membuat jamur tumbuh lebih besar. “Mengikuti program ini bisa menambah teman, tidak menutup kemungkinan dari seluruh dunia. Selain itu, kita bisa membantu menemukan teknologi yang bisa membantu pekerjaan masyarakat. Saya harap program ini terus berlanjut dan terus mengalami perkembangan,” tutupnya. (bagas)

Sumber : www.umy.ac.id

761 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari Diwisuda

Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) menggelar wisuda sarjana XIV di Hotel Zahra Kendari, kemarin 27-28 September 2016. Ceremony akhir studi ini diikuti sebanyak 761 alumni yang terbagi dalam dua gelombang. Gelombang I terdiri dari Fakultas Teknik 28 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 19 orang, Fakultas Ekonomi 83 orang dan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan 257 orang. Gelombang II terdiri dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 218 orang, Fakultas Hukum 139 orang dan Fakultas Pertanian 17 orang.

Seperti universitas lainnya, pihak UMK juga memberikan beberapa kategori penghargaan, yaitu :

  1. Wisudawan Terbaik
  2. Prodi Teknik Arsitektur : Akbar (IPK : 3,79)
  3. Prodi Teknik Lingkungan : Hasman (IPK : 3,01)
  4. Prodi PSP : Linda Pratiwi (IPK : 3,81)
  5. Prodi THP : Meri Puspita (IPK : 3,44)
  6. Prodi Manajemen : Arwin (IPK : 3,80)
  7. Prodi Administrasi Pendidikan : Puput Purwanto (IPK : 3,79)
  8. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris : Iis Riyanti Mansyur (IPK : 3,72)
  9. Prodi Pendidikan Luar Sekolah : Badaria (IPK : 3,74)
  10. Prodi PGPAUD : Nur Fitri Dahlan (IPK : 3,63)
  11. Prodi Ilmu Pemerintahan : Tety Anggriani (IPK : 3,87)
  12. Prodi Ilmu Hukum : Ridwan Noveri Praja (IPK : 3,83)
  13. Prodi Agribisnis : Asri Munawati (IPK : 3,74)
  14. Universitas : Tety Anggriani (IPK : 3,87)
  15. Dosen Berprestasi
  16. Prodi Teknik Arsitektur : Nahdatunnisa, ST., M.Si
  17. Prodi Teknik Lingkungan : Wa Ndibale, ST., M.Si
  18. Prodi PSP : Fajriah, S.Pi., M.Si
  19. Prodi THP : Lely Okmawaty Anwar, S.Pi., M.Si
  20. Prodi Manajemen : Sitti Sakiah M, SE
  21. Prodi Administrasi Pendidikan : Junaiddin, S.Pd., M.Pd
  22. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris : Titin Rahmiatin, S.Pd., M.Pd
  23. Prodi Pendidikan Luar Sekolah : Pahendra, S.Sos., M.Pd
  24. Prodi PGPAUD : Wa Ode Sari Amaliah, S.Pd., M.Pd
  25. Prodi Ilmu Pemerintahan : Muh. Nato Alhaq, S.IP., M.Si
  26. Prodi Ilmu Hukum : Ahmad Rustan, SH., MH
  27. Prodi Agribisnis : Sitti Rosmala, SP., MP
  28. Prodi Pendidikan Agama Islam : Mulyani, S.Pd.I., M.Pd.I

 

  1. Mahasiswa Berprestasi Bidang PKM dan Hibah Bina Desa
  2. Fakultas Perikanan : Ahmad Jayadi, Lela Monika, Sasmiyanti
  3. Fakultas Teknik : Alham Sukur
  4. Fakultas Pertanian : Putri Ramadhani dan Asri Munawati
  5. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik : Sri Damayanti

 

  1. Tenaga Kependidikan Berprestasi :
  2. Darman Bakrie, S.Si : Staf Prodi Ilmu Hukum
  3. Aruwia, S.I.K : Staf Lemocen
  4. A. M. Indra Suprianto, S.Ars : Staf Humas
  5. Nujuluddin, SH : Staf Prodi Ilmu Pemerintahan
  6. Sahid, A.md : Staf Prodi Bahasa Inggris
  7. Mayasari, S.Sos., M.Si : Staf Keuangan

 

Rektor UMK, Muh. Nur, S.P., M.Si, mengatakan keyakinannya pada lulusan UMK akan terserap dalam lapangan kerja. Mengingat pihak universitas yang dipimpinnya telah maksimal mempersiapkan alumninya, sesuai bidang studi masing-masing. Lulusan UMK harus mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam karirnya.

Kami juga sudah bekali mereka dengan beberapa pelatihan sebelumnya, seperti pelatihan kewirausahaan maupun softskill. Semoga itu menjadi salah satu dasar mereka untuk berkiprah di dunia kerja, ungkapnya.

Muh. Nur juga berharap alumni UMK tetap menjaga nama baik almamaternya. Walaupun mereka sudah menjadi lulusan, tetapi silahturahmi dengan kampus harus selalu terjalin, sebagaimana yang telah diikrarkan saat wisuda. Mereka harus senantiasa ikut dalam memajukan UMK.

Saya selaku rektor, dengan sangat senang memberikan rekomendasi untuk lulusan terbaik yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jika lulusan yang bersangkutan berkenan

Sumber : www.umkendari.ac.id

Alumni Universitas Muhammadiyah Kendari Dibekali Kewirausahaan

Sebagai bentuk tanggung jawab atas alumninya setelah berstatus alumni, pihak Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) membekali mahasiswanya dengan kemampuan wirausaha. Melalui seminar kewirausahaan yang menghadirkan pemateri dari Universitas Padjajaran Bandung dan Head Kalla Group.

Kegiatan yang diikuti 781 Alumni UMK tersebut, diharapkan mampu menciptakan lulusan yang siap bekerja serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Rektor UMK melalui Warek III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ir. Bambang Indro Yuwono, M.Si., menjelaskan, UMK terus berupaya untuk menelorkan alumni yang punya peluang.

Kata dia, tak harus berorientasi menjadi PNS, alumni UMK juga harus mampu berjiwa usaha sehingga dapat mencari peluang serta menciptakan peluang tersebut. Saya yakin jika mereka mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, maka secara otomatis tidak hanya membuka peluang untuk dirinya, tetapi juga memberikan kesempatan kerja pada orang lain, jelasnya.

Para pemateri yang dihadirkan, erat kaitannya dengan mitra atau kerjasaman. Universitas Padjajaran merupakan salah satu universitas di Indonesia yang sudah berhasil menjalankan program pusat pengembangan karir. Karenanya, pihak UMK memanfaatkan sebagai momen untuk melakukan kerjasama.

Artinya, buka berarti para lulusan hanya berpangku tangan saja, namun kampus harus mencari dan membukakan jalan. Alumni pun mendapat informasi mengenai dunia kerja serta informasi lainnya, termasuk bagaimana membuka dan mengembangkan suatu usaha sehingga pemateri yang dihadirkan hari ini, akan kami jadikan sebagai mitra, terangnya.

Sumber : www.umkendari.ac.id

Mahasiswa Komunikasi UMM Borong Penghargaan di Social Media Day Award 2016

MAHASISWA Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memborong tiga penghargaan sekaligus pada gelaran Social Media Day Award 2016, Senin lalu (26/09). Penghargaan-penghargaan yang dimenangkan meliputi kategori Platform Media Terkreatif oleh Tim Rencang Makaryo, Event Kampus Terfavorit oleh Tim Social Media Festival Kommaksi dan Social Media Terfavorit oleh Tim UMM Story. Socmed Day Award 2016 dilaksanakan oleh Acara Malang Media Network dalam rangka Hari Jadinya yang kedua.

“Dengan adanya acara ini, kami merasa sangat diapresiasi dan tentunya masyarakat, khususnya para pemuda Kota Malang menjadi tahu karya-karya kami,Mahasiswa Komunikasi UMM,” tutur MaharinaNovia Zahro, Ketua Social Media Festivalyang merupakan salah satu rangkaian acara Kommaksi 2016.

Maharina menambahkan, dalam acara ini Mahasiswa Komunikasi UMM memang terbukti unggul dibidangnya. “Jelas terbukti ya, dari total enam nominasi, kami bisa mendapatkan tiga penghargaan, semoga ke depannya bisa memacu untuk terus berkarya.”

Lebih dari itu, sejumlah mahasiswa UMM juga mendapatkan penghargaan khusus, yaitu special achievement untuk komunitas inspiratif, diraih oleh kelompok Guys Pro UMM sebagai pemrakarsa Kampung Wisata Jodipan, serta mahasiswa Komunikasi UMM, Hena Wirasatya, sebagai tokoh inspirasi social media.

Kesuksesan dan karya para mahasiswa Komunikasi UMM itu tidak lepas dari bimbingan dan dukungan para dosennya. Menurut ketua Prodi Komunikasi UMM Sugeng Winarno, para mahasiswa memang harus dapat berkarya secara nyata melalui kegiatan-kegiatan yang rutin dilakukan, seperti Kommaksi. Kommaksi merupakan kegiatan yang setiap tahun diadakan Laboratorium Komunikasi dan diorganisir langsung oleh para mahasiswa Komunikasi UMM.

Dalam acara Kommaksi, seluruh karya mahasiswa Komunikasi bidang Public Relations, Jurnalistik dan Audio Visual dipamerkan dan diapresiasi melalui penghargaan-perhargaan.Selain itu juga ada pentas seni serta Social Media Festival. “Tidak hanya itu, para mahasiswa Komunikasi UMM juga selalu kami arahkan untuk fokus pada bidang yang diminati sehingga dapat berkarya secara profesional,” imbuh Sugeng.

Kepala Laboratorium Komunikasi UMM Jamrojijuga turut berbangga atas penghargaan-penghargaan yang didapatkan mahasiswanya. “Kalau ada event-event kampus, sebisa mungkin kami memberdayakan skill yang dimiliki mahasiswa kami, sehingga mahasiswa tersebut lebih terlatih dan memiliki skill yang lebih matang.”

Jamroji lantas mencontohkan Rencang Makaryo yang mendapatkan penghargaan Paltform Media Terbaik.Bagi Jamroji, kesuksesan Rencang Makaryo tidak lepas dari usahanya dalam melibatkan mahasiswanya dalam proyek-proyekkampus.

“Kami memang sering diikutkan dalam proyek-proyek kampus, seperti garapan Dokumentasi Pesmaba, Dokumentasi Peresmian Kampung Warna-Warni Jodipan, dan masih banyak lagi,” kata Fuji Suchroni, salah satu anggota Rencang Makaryo.

Acara Social Media Day Award 2016 dilaksanakan di Studio RRI Malang. Para nominator mendapatkandukungan melalui votingsecara online dengan hestek #2NuhatAcaraMalang. Nominasi terdiri dari Selebgram Terfavorit, Komunitas Terfavorit, Event Sekolah Terfavorit, Platform Media Terkreatif, Social Media Terfavorit dan Event Kampus Terfavorit. Para nominator telah dinilai perkembangannya oleh Tim Acara Malang selama tiga bulan terakhir. “Semoga acara ini dapat menjadi ajang mempererat Acara Malang dengan para pemuda di Malang, dan kedepannya dapat terus bekerjasama,” tutur Diva, founder Acara Malang Media Network.(fid/han)

Sumber : www.umm.ac.id

Terapkan Gaya Hidup Sehat dengan Produk Organik

Dewasa ini masyarakat pada umumnya, terutama mahasiswa dalam mengkonsumsi makanan semakin mengkhawatirkan hingga berimbas pada gangguan kesehatan. Dengan potensi alam yang dimiliki oleh Indonesia ini, masyarakat harus mampu mengolah pola makan yang instan dengan mengkonsumsi makanan bebas pencemaran zat kimia yang lazimnya disebut dengan produk organik. Karena produk organik terbebas dari residu yang mengakibatkan masalah kesehatan.

“Yang dinamakan makanan sehat adalah makanan yang jelas prosesnya dimulai dari input, hingga cara penyajiannya. Saat ini makanan sehat lebih condong pada konsumsi produk organik. Ini karena produk organik tidak mengandung residu. Residu inilah yang mengakibatkan munculnya penyakit tumor, kanker, dan penyakit lainnya dari zat tersebut,” papar Dr. Gatot Supangkat selaku dosen Pertanian UMY saat memberikan penjelasan pada salah satu rangkaian perayaan Pesta Sains-Fete de la Science (FDS) 2016 yang diselenggarakan oleh Warung Prancis UMY (WP UMY), Selasa (27/09) di Aula Baca Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dr. Gatot kembali menjelaskan pada diskusi yang bertemakan “Makanan dan Kehidupan Kita,” bahwa makanan organik akan terlihat berbeda daripada makanan yang mengandung zat kimia. Perbedaan tersebut akan terlihat dari gestur dan warna pada makanan tersebut. “Saya mencontohkan pada sayuran organik. Jika dilihat dari sisi warna, sayuran organik tidak akan hijau menyala. Dan biasanya, ketika dipatahkan akan susah. Gesturnya akan lemas dan sulit dipatahkan pada batang sayur. Sementara produk seperti beras organik, jika dicuci tidak akan menimbulkan buih. Untuk rasa pasti lebih pulen dan relatif lebih tahan lama,” jelasnya.

Dalam penjelasannya menurut Dr. Gatot, gaya hidup sehat bukan hanya mengkonsumsi produk organik, melainkan harus menghindari dari hal-hal yang mengakibatkan masalah kesehatan. “Gaya hidup sehat, perilaku harus memenuhi beberapa hal di samping mengkonsumsi makanan organik. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah makan sepantasnya, makan ketika lapar dan jangan berlebihan. Biasanya orang ketika makan masih terpaku pada jam makan. Seharusnya ketika keadaan lapar maka harus segera makan. Selanjutnya diimbangi dengan olahraga, namun juga jangan berlebihan. Olahraga yang paling bagus adalah jalan kaki. Rumusnya 3,5,7. Artinya berjalan kaki 3 km selama 5 hari dalam seminggu (7 hari, red). Hindari rokok dan alkohol, serta memiliki mental, senang dan seimbang,” ujarnya.

Pada Pesta Sains 2016 yang berlangsung selama tiga hari yakni 26 hingga 28 September 2016 tersebut, Puthut Ardianto, M.Pd selaku penanggungjawab WP UMY mengatakan bahwa WP perlu mengangkat tema makanan dan kehidupan mahasiswa pada khususnya. Karena mahasiswa pada akhir-akhir ini dihadapkan dengan pilihan gaya hidup yang kurang terarah dalam hal asupan makanan. “Kecenderungan mahasiswa pada khususnya ini dalam mengkonsumsi makanan instan membuat kita lupa akan bahaya bahan-bahan pengawet makanan dan gaya hidup sehat. Padahal melalui tumbuhan di sekitar kita ini ada banyak hal yang perlu kita pelajari untuk memiliki pola hidup sehat,” tandas Puthut.

Acara yang diusung oleh Kedutaan Prancis dan didukung sepenuhnya oleh Institute Prancis Indonesia di Yogyakarta, Puthut berharap dengan diselenggarakannya acara tersebut dapat mengajak mahasiswa untuk memiliki pola hidup sehat. “Diharapkan ini menjadi salah satu sarana untuk memberi wawasan akan pentingnya gaya hidup sehat di lingkungan mahasiswa pada khususnya. Serta diharapkan melalui salah satu rangkaian acara yaitu diskusi yang menghadirkan ahli pertanian, mahasiswa maupun yang hadir dapat mampu mengenali makanan sehat yang ada di sekitar kita,” harap puthut.

Adapun rangkaian acara pada Pesta Sains 2016 yang terbuka untuk umum diantaranya, Pameran dengan tema Tumbuhan dan Manusia, Lestarikan Keberagaman, Pemutaran Film berjudul “Demain” dan “La Guerre des Graines,” diskusi “Bonjour!,” serta bazar makanan sehat. Untuk bazar makanan sehat diikuti oleh Cello Compyang (Coklat dan Kacang Mede), Our Foods (Cocornut-Coconut dan Corn), Lien’s Kitchen (Carrot, Banana, dan Tape Cake), Rose Pie, serta Cokelat nDalem. (hv)

Sumber : www.umy.ac.id

Lewat Program Tri-Cities, Siswa Singapura Belajar Bisnis di UMM

SEBANYAK 22 siswa Singapore Polytechnic (SP) Business School mengikuti program singkat pengembangan bisnis. Program tersebut merupakan follow up kerjasama yang dijalin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan SP-Business School. Mulai 24 September hingga 15 Oktober, para siswa ini mengerjakan proyek dari dua perusahaan multinasional,yaitu Johnson and Johnson dan Panasonic.  Mereka didampingi 8mahasiswa UMM.

Berbeda dengan program Learning Express (LEx) yang membuka kesempatan bagi siswa SP dan UMM untuk saling belajar mengeksplorasi kehidupan bermasyarakat, program Tri-Cities yang kali kedua diadakan di UMM ini lebih memfokuskan kegiatan siswanya untuk mengembangkan kapasitas keilmuan di bidang bisnis.

Selain menyelesaikan proyek, selama tigaminggu ke depan, ke-22 siswa ini akan mengikuti empatseminar seputar bisnis yaitu marketingcultural and regulatory issues,economic, dan supply chain management.  Bukan hanya itu, siswa juga diajak melakukan company visit, berkunjung ke sejumlah perusahaan farmasi dan elektronik yang berkedudukan di Malang dan daerah seputar wilayah Jawa Timur.

“Mereka akan mengerjakan proyek bisnis seperti surveiproduk ke apotik dan rumah warga, juga mendengarkan seminar-seminar dosen UMM terkait materi-materi bisnis. Termasuk marketing, pengembangan produk, dan materi seputar bisnis lainnya,” kata staf IRO UMM, Veri Kurnia Aditama.

Sementara itu, Senior Lecture SP-Business School Tan Li Chong yang turut mendampingi siswanya mengaku senang dengan atmosfer akademik di UMM. “Saya berharap program yang kedua ini dapat sukses seperti sebelumnya,” pungkas pria yang baru pertama kali berkunjung ke UMM ini. (can/han)

Sumber : www.umm.ac.id

Tutup PPSP Dengan Jalan-Jalan Sehat

UNMUH Jember- Dalam rangka berakhirnya masa Pengenalan Progam Study Dan Pendidikan untuk mahasiswa baruKegiatan ini di ikuti 2000 peserta yang meliputi seluruh Mahasiswa Baru 2016/2017, seluruh UKM, Organisasi Otonom Muhammadiyah di tingkat Perguruan Tinggi, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dosen dan rektor UNMUH Jember dengan hadiah utama satu unit Sepeda Motor.

Kegiatan yang di mulai dari jam 06.00 yang mengambil garis start di lapangan basket UNMUH Jmeber dan finish di Lapangan Sepak Bola. Yang di lepas oleh panitia dengan barisan terdepan adalah Rektor dan Dosen. Peserta berjalan kaki sesuai dengan rute yang telah di tentukan, yakni jalan Karimata, jalan Jawa, jalan Semanggi, jalan Bedadung, jalan A.Yani, jalan Letjen Panjaitan dan kembali ke UNMUH Jember.

“selain memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh, kegiatan ini juga banyak door prize dari berbagai sponsore dan hadiah utamanya adalah motor bagi yang beruntung” tutur bapak Dimas sebagai panitia inti dosen

Dimas mengingatkan seluruh peserta jalan-jalan sehat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban selama perjalanan.yakni dengan tidak memakai seluruh jalan yang menjadi rute jalan, agar tidak mengganggu pengguna jalan lain serta lalu lintas tetap kondusif.

“untuk seluruh peserta baik dari kalangan dosen,karyawan dan mahasiswa untuk tidak menggunakan seluruh badan jalan. Wujudkan UNMUH Jember tertib” tegasnya ketika menjadi orator dimobil sound sistem sekaligus mempromosikan UNMUH Jember.

Selain pengundian hadiah jalan-jalan sehat ada juga penampilan beberapa UKM UNMUH Jember untuk menunjukkan ketangkasannya serta menghibur adek-adek Mahasiswa Baru dengan penampilan yang memukau sesuai dengan ciri khas organisasi masing-masing.

Sumber : www.unmuhjember.ac.id

Prodi Bahasa Ingris Gelar Kuliah Tamu Dari Denmark

Rabu 21 September 2016 Progam study (prodi) Bahasa Ingris menggelar kuliah tamu di ruang Pasca Sarjana (gedung Al Fanani). untuk kuliah kali ini mengundang pembicara

Katrine May Hansen dari Lovetrust Foundation Denmark yang merupakan salah satu lembaga sosial dari denmark yang bertemakan “poem, an expression of mind and heart”. Acara ini di sambut dengan antusias dari peserta sangat terasa hingga selesai kegiatan ( di luar ruangan materi).

Kegiatan ini di selenggarakan untuk memberikan wawasan yang lebih kepada audiens tentang puisi dan bagaimana mengapresiasinya sehingga pesan yang di sampaikan di setiap katanya dapat di terima menjadi pesan yang penuh dengan makna sesuai dengan tema kegiatan ini. “di samping menyampaikan materi beliau juga membacakan puisi karyanya” kata bu Anita, Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Ida, salah satu peserta kegiatan ini merasa termotivasi dan gembira. “Selain menambah kosakata, beliau juga memotivasi kami untuk berkarya” ujarnya.

Ida menambahkan ketika Miss Katrine membacakan puisinya yang membuat peserta tertarik, selain membaca beliau juga memberikan kesempatan kepada audiens untuk menebak jenis puisi yang bacakan. “ tadi sempat ada pembacaan puisi, kami diberikan kesempata menebak jenis puisinya” tambahnya.

Kegiatan semacam ini memang menjadi agenda rutin prodi bahasa ingris. Pembicara kali ini berasal dari Denmark karena sudah MOU antarlembaga. “ kami sudah MOU dengan lembaga terkait sejak 2010” ujar bu Anita.

Bu Anita menambahkan, Pertemuan kali ini memang di khususkan untuk semester 3 tapi tidak menutup kemungkinan untuk semester di atasnya mengikutinya. Sedangkan untuk besok kamis 22 september 2016 akan di adakan Workshop di tempat yang sama dan pemateri yang sama dan setiap guru yang berangkat di harapkan membawa 5 siswanya untuk mengikuti kegiatan ini. “Kegiatan selanjutnya akan di hadiri guru, perwakilan  lima siswa dan mahasiswa semester 5” tambahnya.

Sumber : www.unmuhjember.ac.id

UMJ Kirim Mahasiswa Ke Malaysia dan Thailand

FIP UMJ mengirimkan sebanyak 29 mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris dalam rangka PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) atau KKN (Kuliah Kerja Nyata) Internasional di dua negara. Tujuan KKN masing-masing adalah Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Johor Bahru sebanyak 18 mahasiswa selama 26 hari dan tiga sekolah di Provinsi Krabi, Thailand sebanyak 11 mahasiswa, selama 23 hari.

Saat pelepasan, Sabtu(17/9), Rektor UMJ Prof Syaiful Bakhri memberikan pesan kepada mahasiswa peserta KKN agar dapat menjaga nama baik UMJ dan bangsa Indonesia. “Di sana, mahasiswa UMJ adalah duta bagi universitas ini dan bangsanya,” katanya.

Rektor menyambut baik KKN Internasional ini sebab dapat memberikan pengalaman global bagi mahasiswa. Baginya, di era globalisasi ini, pergaulan internasional sudah tidak dapat lagi dibendung. Karenanya, lanjut rektor, mahasiswa UMJ perlu memiliki perspektif global.

Dekan FIP UMJ, Herwina Bahar, mengatakan bahwa KKN Internasional merupakan program unggulan FIP UMJ. “Tahun ini merupakan kali kedua program studi bahasa inggris menyelenggarakan KKN Internasional,” katanya. Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta KKN dapat menjaga diri dan nama baik.

Senada dengan itu, Wakil Rektor I Kahar Maranjaya, juga menegaskan bahwa pada diri mahasiswa melekat nama nama besar Muhammadiyah. “Mahasiswa dintuntut sikapnya,” katanya.Baginya, KKN Internasional akan memberikan nilai tambah tersendiri bagi mahasiswa, “pengetahuan ditambah pengalaman internasional akan berasimilasi menjadi sarjana unggul. Orientasinya adalah pengalaman,” jelasnya lagi.

Sumber : www.umj.ac.id

Peran KPI Dalam Pengawasan Isi Siaran

KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) merupakan lembaga independen yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang berfungsi sebagai regulator penyelenggaraan penyiaran di Indonesia. Untuk itu KPI memiliki peran strategis dalam mengawasi dan memberikan teguran atau sanksi terhadap isi siaran televisi atau radio. “Kita tunggu peran KPI,” harap Amin Thohari, Wakil Dekan I FISIP UMJ, saat memberikan sambutan pada kuliah umum komunikasi, Jumat (9/9) lalu di Aula FISIP UMJ lantai 4.
Menurutnya sejauh ini masih banyak tayangan yang mengilhami tindakan-tindakan negatif. “beberapa hal karena terlalu detail,” jelasnya.
Sejalan dengan Amin, Irfan Purnawan, S.T., M.Chem. Eng, Wakil Rektor III, menyayangkan beberapa tayangan yang tidak mendidik. Bahkan, katanya, berpotensi merusak moral. “Ada pernyataan guru dibayar murah untuk mendidik etika, sedangkan selebritis (yang tidak bertanggung jawab, red) dibayar mahal untuk merusaknya,” katanya.
Dalam hal ini Irfan melihat adanya ketidaksamaan persepsi soal nilai tayangan, “ini kendala KPI,” jelasnya lagi.
Sebagai narasumber, Yuliandre Darwis, Ketua KPI, mengajak segenap civitas akademika agar memiliki pandangan yang sama terhadap cita-cita bangsa yakni maju dan sejahtera. Pandangan selaras tersebut dapat diwujudkan melalui tanggungjawab mereka mengembangkan penyelenggaraan penyiaran Indonesia lebih baik, berkualitas dan edukatif.
Ia juga mengingatkan bahwa publik memiliki peran terhadap isi siaran karena di dalam UU Penyiaran dituliskan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak, kewajiban, dan tanggung jawab dalam berperan serta mengembangkan penyelenggaraan penyiaran nasional.
Sumber : www.umj.ac.id