Roadshow AFI 2016, MAFI Fest Nominasi Apresiasi Festival Film Terbaik

SEBELUM nantinya acara puncak Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016 digelar di kota Manado, Sulawesi Utara pada 8 Oktober 2016, AFI 2016 melakukan roadshow ke beberapa kota, yaitu Banjarmasin, Makassar, Padang, dan Malang. Di Malang, roadshow diadakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama dua hari, Jumat-Sabtu (30/9-1/10).

Dipilihnya UMM sebagai lokasi roadshow, menurut Kepala Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film)Kemendikbud RI Maman Wijaya,lantaran komunitas film di UMMgaungnya sudah terdengar ke seantero Nusantara. Terlebih dengan masuknya gelaran tahunan apresiasi film milik UMM, Malang Film Festival (MAFIFest) ke salah satu nominasi, yaitu apresiasi festival film.

Pada nominasi tersebut, MAFI Fest akan bersaing dengan empat festival lainnya, yaitu Denpasar Film Festival, Anti-Corruption Film Festival, Jogja-Netpac Asian Film Festival, dan Jakarta Documentary & Experimental Film Festival. Di antara kelima festival yang masuk nominasi, MAFI Fest merupakan satu-satunya festival film garapan mahasiswa, mengingat festival lainnya merupakan garapan sineas profesional.

“Ini merupakan awal kerjasama yang baik. Mudah-mudahan menghasilkan sesuatu yang lebih produktif di masa depan. Kami berharap dari Malang ini,terutama dari Malang Film Festival, akan lahir sineas-sineas unggul, yang bisa bicara di kancah nasional maupun internasional,” harap Maman.

Tahun depan, lanjut Maman, UMM dan Pusbang Film akan mengagendakan kerjasama yang lebih konkrit. “Pak menteri sangat concern, terutama dalam pengembangan film. Serta mendorong para komunitas perfilm untuk maju,” lanjut Maman.

Terkait rangkaian acara roadshow AFI 2016 di UMM, beberapa kegiatan yang digelar yaitu nonton bareng (nonbar) dan diskusi film Sepatu Dahlan bersama sang pemeran utama, Donny Damara pada Jumat (30/9) di UMM Dome, dilanjurkan nonbar film Princess, Bajak Laut dan Alien pada Sabtu (1/10) di alun-alun Kota Malang.

Film Sepatu Dahlan merupakan karya inspiratif garapan sutradara Benni Setiawan yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama mengangkat kisah sosok Dahlan Iskan. Setelah film selesai, para penonton yang mayoritas mahasiswa diajak berdiskusi terkait perkembangan perfilman tanah air.

Donny Damara yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Panitia AFI 2016, sangat mengapresiasi kegiatan nonbar tersebut. Menurutnya, film yang baik adalah film yang tidak memiliki jarak dengan para penontonnya. Nonbar, baginya, adalah salah satu cara efektif untuk meniadakan jarak tersebut.

“Kegiatan pemutaran film seperti nonbar kali ini merupakan salah satu kesempatan langka untuk lebih mendekatkan jarak antara para sineas tanah air dengan para penikmat film. Dan seharusnya, kegiatan-kegiatan semacam ini lebih sering diadakan, sebagai wadah edukasi terhadap perfilman tanah air,ucap Donny saat ditemui di sela-sela pemutaran film.

Sementara itu, Rektor UMM Fauzan menyambut baik gelaran AFI 2016. “Roadshow AFI digelar di UMM, ini tidak lain dalam rangka memberikan penajaman cara berpikir kita, sehingga memperoleh sesuatu yang produktif dan edukatif. Ini bagus bagi sineas muda UMM,” kata Fauzan.(acs/han)

Sumber : www.umm.ac.id

Unisversitas Muhammadiyah Makassar Banyak Bertumpu pada FKIP

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar merupakan fakultas pertama (tertua) dan sekaligus fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Unismuh Makassar.

FKIP selalu berada di garda terdepan. Unismuh banyak bertumpu pada FKIP, kata Rektor Unismuh Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, saat melakukan kunjungan silaturrahim dan diterima di Mini Hall FKIP Unismuh, Jumat, 30 September 2016.

FKIP yang dipimpin Dr Andi Sukri Syamsuri sebagai dekan, kata rektor, merupakan lumbung pemuda dan lumbung dosen-dosen muda berprestasi.

FKIP juga selalu besar skim dana penelitiannya. FKIP pintar cari uang dan juga pintar bagi-baginya, kata Rahman Rahim sambil tersenyum yang langsung disambut tepuk-tangan meriah dari puluhan dosen, karyawan, dan perwakilan mahasiswa.

Dia mengatakan, kunjungannya ke FKIP sekaligus ingin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada dirinya menjadi Rektor Unismuh masa bakti 2016-2020 (dilantik pada 10 Agustus 2016).

Mudah-mudahan amanah ini dapat secara bersama-sama kita memikulnya untuk membesarkan Unismuh Makassar, kata Rahman.
Dia mengingatkan bahwa perguruan tinggi merupakan bisnis jasa non-profit yang mengutamakan pelayanan prima kepada para stakeholder.

Dalam bisnis, katanya, keuntungan dapat terus-menerus diperoleh jika produknya berkualitas dan disenangi oleh pelanggan. Sebaliknya, usaha bisnis akan bangkrut jika kualitas produk yang dihasilkannya menurun.

Salah satu program strategis yang kita sudah canangkan bersama untuk empat tahun ke depan adalah meningkatkan kualitas seluruh produk Unismuh, yakni lulusan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, serta ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (Ipteks), sebut Rahman.

Kunjungan silaturrahim Rektor Unismuh di Mini Hall FKIP, dihadiri Wakil Rektor III Samhi Muawan Djamal MAg, Direktur AKSI Dr Budi Setiawati, mantan Rektor Unismuh yang juga mantan Dekan FKIP Dr Irwan Akib, Dekan FKIP Dr Andi Sukri Syamsuri, Wakil Dekan II FKIP Dra Hj Syahribulan MPd, dan Wakil Dekan III FKIP Drs H Nurdin MPd. (win/hh/ar)

Sumber : www.unismuh.ac.id

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Berikan Hadiah Kepada Civitas Akademikanya

RFID (Radio Frequency Identity) merupakan salah satu teknologi dari sistem pengindentifikasian suatu objek secara otomatis (Auto ID) selain barcode Optical Character Recognition (OCR), biometric, dan smartcard. Berbagai pengindentifikasian tersebut telah banyak membantu dalam berbagai bidang pengidentifikasian objek yang dapat dikembangkan dan diterapkan untuk militer dan pemerintahan, rumah sakit, sekolah, universitas, lembaga riset dan laboratorium, penerbangan, paspor, bisnis retail, transportasi, gerbang jalan tol, museum, pergudangan, perpustakaan, parkir, dan banyak lagi lainnya.

Sistem keamanan berbasis RFID  memang telah diterapkan oleh UMY selama beberapa tahun ini. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan kendaraan bermotor yang ada di parkiran. Penggunaan sistem ini digunakan dalam bentuk Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) ataupun Kartu Kepegawaian yang di dalam kartu tersebut terdapat sebuah chip yang fungsinya menyimpan informasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Selain itu di dalamnya juga tertera nomer kendaraan pemilik KTM ataupun Kartu Kepegawaiannya. Pengembangan kartu ID berbasis RFID ini dilakukan untuk menggantikan sistem manual yang menggunakan karcis atau Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK).

Kendati demikian, penggunaan RFID ini masih belum banyak diterapkan oleh segenap civitas akademika di UMY. Para mahasiswa, dosen dan karyawan masih banyak yang bersifat apatis dan memilih keamanan kendaraan bermotor mereka dicek secara manual dengan menggunakan karcis atau STNK.

Oleh karena itu, untuk mengkampanyekan penggunaan sistem RFID di kalangan civitas akademika, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memberikan hadiah kepada para civitas akademikanya. Hadiah tersebut berupa satu buah tablet yang diundi kepada civitas akademika yang menggunakan RFID ketika parkir. Penghargaan kepada pengguna RFID tersebut diumumkan dalam acara Silaturahim Bulanan yang diadakan oleh BHP UMY, Jumat (30/9). Mereka yang beruntung mendapat masing-masing satu buah tablet Asus Zenpad 8 adalah Sunardi (Dosen Teknik Mesin UMY), Fajri Wibowo (Mahasiswa Ilmu Hukum), dan Caka (Karyawan Biro Akademik UMY).

Fajri Wibowo yang sempat dihubungi oleh tim BHP melalui sosial media menyatakan perasaan senangnya. “Saya sangat senang mendapat hadiah ini, awalnya saya tidak menyangka mendapat hadiah ini. Saya aja diberitahu teman saya,”ungkapnya. Dia menambahkan kurangnya sosialisasi untuk mengajak para mahasiswa menggunakan RFID. Dalam penutupnya, dia berharap dengan adanya hadiah undian bagi pengguna RFID ini, civitas akademika UMY semakin sadar pentingnya RFID untuk keamanan kendaraan bermotornya. “RFID ini penting untuk keamanan kendaraan bermotor. Sistem ini sudah baik menurut saya. Saran saya mungkin bisa memasang banner besar untuk mengajak para mahasiswa untuk berpindah ke RFID sekaligus mengurangi sampah akibat karcis ,”harapnya.(bagas)

Sumber : www.umy.ac.id

Religiusitas Sumbang Kecenderungan Perilaku Remaja

Dewasa ini kenakalan remaja di Indonesia masih meresahkan masyarakat. Kebanyakan remaja berstatus sebagai pelajar adalah individu yang mengalami transisi dari anak-anak menjadi dewasa.  Perubahan ini mendorong remaja untuk mencari jati dirinya, dan akan muncul perubahan perilaku sesuai dengan yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Salah satu faktor internal yang diperkirakan berpengaruh terhadap dorongan kenakalan remaja adalah nilai religiusitas remaja. Ini menunjukkan bahwa religiusitas mempunyai sumbangan yang paling besar terhadap kecenderungan perilaku remaja.

“Religiusitas pada diri remaja diasumsikan jika remaja memiliki religiusitas rendah, maka dorongan untuk melakukan perilaku nakalnya tinggi. Sebaliknya semakin tinggi religiusitas maka semakin rendah tingkat dorongan untuk melakukan kenakalan pada remaja. Ini membuktikan bahwa ajaran agama yang dianutnya sebagai tujuan utama hidupnya. Sehingga para remaja tersebut berusaha menginternalisasikan ajaran agamanya dalam perilaku sehari-hari,” ujar Sahrudin saat menyampaikan  hasil penelitian disertasi pada Sidang Promosi Doktor, Sabtu (1/10) di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana UMY lantai 4.

Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul “Peran Konsep Diri, Religiusitas, dan Pola Asuh Islami Terhadap Kecenderungan Perilaku Nakal Remaja di SMA Kota Cirebon,” Sahrudin menyebutkan bahwa religiusitas memiliki peran aktif dan menyumbangkan lebih besar terhadap kecenderungan perilaku remaja. “Berdasarkan penelitian kepada 221 siswa dan siswi di salah satu SMA di Cirebon, sumbangan religiusitas pada perilaku kenakalan remaja sebesar 42,35 persen. Sementara itu berdasarkan skala dalam data penelitian lainnya yaitu sumbangan konsep diri sebesar 22, 80 persen, dan pola asuh islami sebesar 9,15 persen. Ini menunjukkan bahwa sumbangan religiusitas terhadap kecenderungan perilaku remaja lebih besar untuk kecenderungan perilaku remaja,” sebutnya.

Sahrudin melanjutkan bahwa adanya sisi religiusitas berfungsi untuk mengikat seseorang dalam hubungan dengan Tuhannya, sesama manusia dan alam sekitarnya. “Religiusitas pada umumnya memiliki aturan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh pemeluknya. Hanya saja perasaan keagamaan dan pemikirannya berbeda-beda menurut tingkat kehidupan dan pendidikan yang menyebabkan mereka menyimpang dari ajaran agama itu sendiri,” paparnya.

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon tersebut menjelaskan lebih lanjut bahwa faktor lain dari pentingnya menanamkan religiusitas pada remaja, Sahrudin menyebutkan rendahnya konsep diri remaja dapat mempengaruhi dorongan kenakalan remaja. “Konsep diri terbentuk dan berkembang berdasarkan pengalaman, interpretasi dari lingkungan, maupun penilaian oranglain. Remaja yang memiliki konsep diri yang positif, akan mampu dan mengatasi dirinya memperhatikan dunia luar, dan mempunyai kemampuan untuk berinteraksi sosial,” jelasnya.

Setelah melakukan penelitian kenakalan remaja pada SMA di Cirebon, Sahrudin berharap dengan adanya sisi religiusitas pada diri pribadi remaja dapat mengurangi kenakalan remaja di Indonesia. “Dalam hal ini dengan adanya religiusitas, nilai-nilai ajaran agama diharapkan dapat mengisi kekosongan batin pada diri remaja. Sehingga selanjutnya remaja dapat menentukan pilihan perilaku yang tepat sesuai dengan norma dan ajaran agama, serta dapat menghindari perilaku yang menyimpang,” harapnya. (hv)

Sumber : www.umy.ac.id

Harry Azhar Azis : Kejujuran Kunci Kepemimpinan

Kejujuran itu kunci Kepemimpinan. Jika disuruh memilih antara dermawan dan pejuang, Saya nggak milih dua-duanya. Saya milih orang ketiga, yaitu orang yang jujur. Orang dermawan belum tentu jujur dengan kedermawaannya, karena dia dermawan ketika diliat temannya misalnya. Orang yang berjuang pun belum tentu mau berjuang jika dia sendirian. Untuk itu saya milih orang jujur karena saya tahu orang yang jujur pasti dermawan dan mau berjuang. Jika dikaitkan dengan pemimpin, pemimpin yang jujur pasti pejuang dan orang yang dermawan ”

Begitulah yang diucapkan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Dr.H.Harry Azhar Azis,M.A dalam kuliah umum bertajuk “Inovasi Manajemen Kepemimpinan Transformatif di BPK RI” yang bertempat di Ruang Sidang Gedung AR Fachrudin B lt.5, Sabtu (1/10). Acara kuliah umum ini diadakan oleh Program Studi Manajemen bekerja sama dengan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PPKAUMY) bagi mahasiswa baru prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY. Hadir pula dalam acara tersebut Rektor UMY, Prof.Bambang Cipto,M.A; Dekan Facultas Ekonomi dan Bisnis UMY, Dr. Nano Prawoto, SE, M.Si dan Kepala Program Studi Manajemen, Retno Widowati M.A, Ph.D.

Dalam kuliah umumnya, Harry menjelaskan peran BPK RI sebagai salah satu lembaga keuangan yang amat penting. “Sesuai dengan mandat Pasal 23 E,F dan G UUD 1945, BPK RI bertugas memeriksa pengelolaan dan bertanggung jawab atas keuangan negara. Namun begitu  sebagai lembaga keuangan,  BPK juga memiliki berbagai tantangan terutama dari luar untuk menjadi lembaga yang bersih, transparan dan akuntabel. Untuk menjamin mutu hasil pemeriksaan keuangan negara tersebut, BPK telah memiliki sistem yang memberikan keyakinan yang memadai untuk menjamin mutu pemeriksaan,”jelasnya.

Harry menambahkan perubahan kepemimpinan  menjadi kepemimpinan yang transformatif juga terjadi di BPK. Hal ini tercermin dari rancangan strategis yang dibuat BPK. “Inovasi manajemen kepemimpinan di BPK sekarang tergambar pada rencana strategis (Renstra) BPK 2016-2020 yakni BPK menjadi pendorong pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara secara bebas dan mandiri serta melaksanakan tata kelola organisasi yang berintegras, independen dan profesional,”paparnya.

Selain itu dia juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa. Menurutnya mahasiswa harus tekun dan terus belajar hingga hingga mencapai kesuksesan dan jangan menyerah karena satu kegagalan.“Tidak ada tempat bagi orang yang gagal di dunia ini. Orang gagal selalu akan mencari alasan kenapa dia gagal. Sedangkan orang sukses tidak perlu mengatakan kenapa dia sukses, justru orang lain yang akan mengatakannya. Maka jangan menyerah ketika gagal, cobalah terus berusaha hingga mencapai kesuksesan,”ungkapnya.

Dalam penutupnya dia berharap agar lahir pemimpin-pemimpin yang kreatif di masa mendatang dari kalangan mahasiswa. “Kunci kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh potensi dan sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga inovasi seta kreativitas masyarakat. Untuk itu saya harap lahir pemimpin-pemimpin yang kreatif dan inovatif. Saya optimis Perguruan Tinggi menjadi kunci untuk menciptakan perubahan-perubahan,”tutupnya. (bagas)

Sumber : www.umy.ac.id

Unggulkan Kurikulum dan Kerjasama Internasional, Prodi Biologi Pertahankan Akreditasi A

PROGRAM Studi (Prodi) Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mempertahankan akreditasi A. Sesuai surat ketetapan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) No 1699/SK/BANPT/Akred/S/VIII/2016, Prodi Biologi UMM menyandang akreditasi tertinggi itu hingga 2021.

Dengan begini, sudah dua kali berturut-turut Prodi Biologi UMM meraih akreditasi A, yang diawali pada 2011. Ketua Prodi Biologi UMM Dr Yuni Pantiwati MPd mengatakan, untuk akreditasi kali ini Biologi UMM memiliki keunggulan di bidang kurikulum. “Dalam bidang kurikulum kami mengikuti seluruh kurikulum yang diterbitkan oleh pemerintah serta melakukan implementasi kurikulum tersebut dengan baik,” ungkap Yuni.

Tidak hanya berfokus pada penerapan kurikulum, namun Biologi UMM juga terus menggenjot berbagai kerjasama dalam maupun luar negeri. Lebih lanjut, dikatakan Yuni, Biologi UMM saat ini sedang berupaya untuk meningkatkanprestasi melalui kerjasama internasional. “Kerjasama internasional ini sudah menjadi kewajiban bagi setiap Prodi untuk saat ini,” ujar dosen asal Jember tersebut.

Yuni mengaku mahasiswa dan dosen Biologi UMM beberapa kali sudah melakukan kunjungan ke tiga negara, yaitu Thailand, Malaysia, dan Singapurauntuk kepentingan benchmarking prodi. Bahkan, Biologi UMM memiliki Studi Lapang Terintegrasi (SLT). Studi ini mengajak mahasiswauntuk belajar lebih dan mencari pengalaman lebih di dunia internasional. Dosen Biologi UMM juga tengah mengembangkan penelitian hewan merayap dan tumbuhan merambat dengan salah satu perguruan tinggi di China, Guangxi University di Guilin.

Penelitian dosen, pengabdian masyarakat dan publikasi jurnal maupun oral menjadi pekerjaan rumah yang masih harus dievaluasi untuk akreditasi ke depannya. Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,Prodi Biologi jugamenyediakan program pemagangan biologi dan nantinyasetiap mahasiswa direkomendasikan untuk magang di instansi-instansi. “Saat ini Prodi Biologi sedang  menyiapkan Memorandum of Understanding(MoU) serentak dengan semua instansi yang terkait untuk mempermudah mahasiswa dalam proses magang nanti,” jelas dosen FKIP UMM tersebut.(jal/han)

Sumber : www.umm.ac.id

Abubakar Idhan, LP3M Unismuh, dan Bawang Merah

Dalam beberapa tahun terakhir, nama Abubakar Idhan tampaknya tidak bisa dipisahkan dengan Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Di tangan dinginnya, LP3M Unismuh Makassar menjelma menjadi salah satu lembaga penghasil penelitian terbanyak di antara ratusan perguruan tinggi swasta di lingkungan Kopertis Wilayah IX Sulawesi.

Abubakar yang menjabat Sekretaris LP3M Unismuh Makassar, bersama Ir HM Amin Ishak MSc selaku ketua, dan beberapa dosen yang menggawangi lembaga tersebut, bukan hanya terus-menerus berhasil mendapatkan tambahan dana penelitian dari Kemenristek-Dikti, melainkan juga berhasil menaikkan peringkat Unismuh Makassar dalam hal jumlah dana penelitian, yaitu dari Klaster Binaan menjadi Klaster Madya.

Unismuh Makassar sudah masuk Klaster Madya dalam bidang penelitian perguruan tinggi. Tahun 2016, Unismuh Makassar memperoleh dana penelitian sebesar Rp 5 miliar dari Kemenristek-Dikti, jelas Abubakar kepada Operator Wartawan AKSI Unismuh Makassar, belum lama ini.

Rektor Unismuh Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, pun langsung memberikan apresiasi kepada ketua, sekretaris, dan anggota LP3M Unismuh atas prestasi mereka menaikkan peringkat Unismuh Makassar dari klaster binaan menjadi klaster madya dalam bidang penelitian perguruan tinggi.

Apresiasi dan ucapan terima kasih tersebut disampaikan pada acara Sosialisasi Klaster Madya Penguatan Strategi Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, Sabtu, 3 September 2016.

Kini Unismuh Makassar memiliki dana peneitian sebesar tujuh miliar, terdiri atas lima miliar dari Kementerian Ristek-Dikti dan dua miliar dari Unismuh Makassar. Ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk aktif melakukan riset. Jangan sampai uang yang lima miliar dari kementerian itu tidak bisa dihabiskan, karena bisa-bisa turun lagi peringkat penelitian kita, tutur Rahman.

Jadi Dosen Sejak 1986
Abubakar Idhan yang lahir di Bulukumba, pada 2 Juni 1958, sebenarnya baru sekitar sembilan tahun menjadi dosen di Unismuh Makassar, tepatnya sejak 1 Januari 2007.

Sebelumnya, suami dari Siti Zakia Djuddin, ayah dari empat anak, dan kakek dari dua cucu ini, adalah dosen Universitas 45 Makassar (sekarang Universitas Bosowa).

Waktu itu (tahun 1986) di saya diangkat sebagai dosen tetap yayasan. Jadi, secara keseluruhan, saya sudah 30 tahun jadi dosen, katanya.

Tahun 1992, anak dari Muhammad Idris (almarhum) dan Sitti Hawan (almarhumah) terangkat menjadi pegawai negeri sipil sebagai Dosen Kopertis Wilayah IX Sulawesi yang Diperbantukan (DPK) di Universitas 45 Makassar.

Teliti Bawang Merah
Setelah 30 tahun jadi dosen dan di usianya yang ke-58 tahun, barulah ia berhasil meraih gelar doktor dalam bidang pertanian.

Abubakar Idhan berhasil meraih gelar doktor pertanian dari Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, pada 20 Januari 2016, setelah melakukan penelitian tentang produksi biji botani bawang merah.

Mengusung judul disertasi Produksi Biji Botani Bawang Merah dengan Perlakuan Vernalisasi dan Giberellin (Ga₃) pada Dua Ketinggian Tempat, Abubakar mengatakan, masalah utama dalam produksi biji botani bawang merah (True Shallot Seed/TSS) di Indonesia adalah kemampuan berbunga dan menghasilkan biji tanaman bawang merah masih rendah.

Banyak faktor yang memengaruhi pembungaan dan pembijian bawang merah, antara lain faktor genetik (varietas), dan faktor cuaca, terutama panjang hari yang relatif pendek yakni kurang dari 12 jam, dan rata-rata temperatur udara yang cukup tinggi yakni di atas 18 derajat celcius di Indonesia, kurang mendukung terjadinya inisiasi pembungaan, katanya.

Mengutip Sumarni (2013), Abubakar, mengatakan, aplikasi zat pengatur tumbuh giberelin (GA3) dapat menggantikan seluruh atau sebagian fungsi temperatur rendah dan hari panjang untuk inisiasi pembungaan.

Sehubungan dengan itu dan setelah melakukan dua kali percobaan pada penelitiannnya, Abubakar menyarankan bahwa produksi biji botani bawang merah dapat dikembangkan dengan menggunakan varietas Bangkok adaptasi Jeneponto, Varietas Bima Brebes, Varietas Mentes, Varietas Bauji, dan Varietas Manjung pada lokasi dataran tinggi (1000 m dpl).

Produksi biji botani bawang merah pada ketinggian 1000 m dpl, perlu dikembangkan karena secara bersamaan dapat dihasilkan biji botani dan umbi konsumsi atau umbi bibit, katanya di hadapan yang terdiri atas Prof Hazairin Zubair, Prof Elkawakib Syam’un, Prof Badron Zakaria, Dr Muhammad Riadi, Dr Amirullah Dahlan, Dr Novati Eny Dungga, dan Dr Syatrianty A Syaiful. (asnawin)

Sumber : www.unismuh.ac.id

Darul Arqom Purna Studi Sebagai Syarat Ikut Wisuda

Sebanyak 287 mahasiswa Stikes Muhammadiyah Kudus hari kamis (29/9) mengikuti Darul Arqom Purna Studi (DAPS) di aula kampus. Kegiatan tersebut memberi pembekalan pada calon wisuda dan sebagai syarat wajib sebelum diwisuda. Dalam DAPS tahun ini mengangkat tema “Kader Intelektual Sebagai Pilar Kemandirian Bangsa Indonesia”.

Wakil Ketua III Stikes Muhammadiyah Kudus, Anny Rosiana mengatakan, penggemblengan mahasiswa Stikes Muhammadiyah Kudus ini dilakukan sebelum mereka (mahasiswa,red) memasuki pascastudi atau jelang kelulusan.

“Pembekalan ilmu agama Islam serta motivasi supaya memiliki jiwa profesial dan manfaat bagi masyarakat dilakukan dalam kegiatan Darul Arqam Purna Studi Stikes Muhammadiyah Kudus. Peserta acara ini sebanyak 287 orang,” kata dia.

Event Darul Arqam Purna Studi Stikes Muhammdiyah Kudus ini merupakan salah satu upaya dari Pimpinan Daerah Muhammdiyah mencetak kader unggul dengan tiga kunci yang harus diterapkan.

Ketiga kata kunci itu, kata Islah adalah profesionak. Artinya, mahasiswa Stikes Muhammadiyah Kudus yang juga kader muda Muhammadiyah harus mahir serta kompeten dibidang keahliannya, disiplin, inovatif serta selalu menuju kemajuan dan perbaikan

Kata kunci kedua, yakni Islam, para kader muda Muhammadiyah harus berperilaku serta berahklak Islami. Adapun kata kunci ketiga yaitu berguna bagi masyarakat dan bangsa. Lulusan Stikes Muhammadiyah Kudus mesti memiliki visi jauh kedepan. Keahlian yang dimiliki harus dapat memberikan manfaat dan maslahat bagi masyarakat.

Dikatakan, acara Darul Arqam Purna Studi Studi Stikes Muhammadiyah Kudus angkatan XVIII ini digelar di ruang aula kampus. Tim motivator dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto.(nwki)

Sumber : www.stikesmuhkudus.ac.id

UMM Diundang Perkenalkan Islam Indonesia di Taiwan

DIREKTUR Kamar Dagang Taiwan, Ismail Mae, mengundang secara khusus Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memperkenalkan Islam Indonesia kepada sejumlah lembaga pendidikan dan pemerintahan di Taiwan. MenurutIsmail,sebagai lembaga Islam terkemuka di Indonesia, UMM memiliki tradisi keilmuan yang kuat, juga nuansa keislaman yang kental.

Selain mengenalkan Islam Indonesia, UMM juga akan mempercepat kerjasama yang telah dimulai UMM sebelumnya dengan sejumlah perguruan tinggi di Taiwan. Salah satunya,pihak Taiwan akan menawarkan program magang di perusahaan Taiwan yang ada di Indonesia. “Pak Ismail Mae akan merekomendasikan perusahaan yang dituju. Pada saat yang bersamaan, mahasiswa kita juga dilibatkan disitu,” papar Asisten Rektor UMM Bidang Kerjasama Luar Negeri, Soeparto.

Selain UMM, pimpinan perguruan tinggi yang turut diundang mengenalkan Islam di Taiwan yakni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Al-Azhar, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan UIN Medan.Tak kalah penting, tujuan berangkatnya limapimpinan universitas Islam ini juga bakal membantu memberdayakan serta membantu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan. Salah satunya memperjuangkan hak libur hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha.

Saat kunjungan ke UMM, Rabu (28/9), Ismail Mae menyebut, di Taiwan setidaknya terdapat 300 ribu TKI yang tidak mendapat hak libur di duahari raya. “Di sini para rektor bisa berperan. Caranya sederhana, pimpinan perguruan tinggi yang nantinya berangkat mengusahakan, dalam kontrak TKI, dimasukannyaklausul yang bunyinya kurang lebih ‘dapat jatah libur duahari pada hari raya’. Jika berhasil, itu sudah luar biasa,” terangnya.

Rektor UMM Fauzan yang turut menjamu Ismail menyarankan untuk dibuat pusat studi Islam di sejumlah perguruan tinggi di Taiwan, dengan mengadopsi konsep American Corners dan China Corners seperti yang terdapat di UMM.

Menjelang akhir kunjungan, Ismail Mae menyempatkan diri mengunjungi American Corners dan China CornersUMM serta mahasiswa yang sedang menjalani kelas bahasa Mandarin di China Corners. Ismail juga sedikit berbasa-basi dengan sapaan “Apa Kabar” dalam bahasa Mandarin. (can/han)

Sumber : www.umm.ac.id

MoU dengan Youngsan University, Mahasiswa UMM Bisa Raih Gelar Ganda

MAHASISWA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kini memiliki banyak kesempatan untuk kuliah di kampus luar negeri melalui program kredit transfer. Terbaru, UMM baru saja menandatangani naskah kerjasama (MoU) dengan Youngsan University (YSU), Korea Selatan.

MoU dilakukan saat Rektor UMM Drs Fauzan MPd, Wakil Rektor I Prof Dr Syamsul Arifin MSi, dan Kepala Kantor Hubungan Luar Negeri Dr Abdul Haris MA mengunjungi YSU pada 17 hingga 23 September lalu. Menindaklanjuti MoU tersebut, perwakilan YSU, Prof Dr Je Dae Sik yang gantian mengunjungi UMM pada Selasa (27/9) lalu.

Abdul Haris menjelaskan, beberapa program telah disepakati antara UMM dan YSU, di antaranya yaitu program kredit transfer dan gelar ganda (double degree). “Kalau kredit transfer, mahasiswa UMM bisa menjalankan sisa SKS-nya di sana. Kalau double degree, mahasiswa yang sedang menempuh sarjana dapat kuliah dua tahun di UMM dan dua tahun sisanya di Youngsan,” jelas Haris.

Haris menambahkan, jika mahasiswa UMM melakukan program double degree, maka otomatis akan mendapat dua ijazah. Nantinya, untuk pengerjaan tugas akhir atau skripsi bisa dibimbing melalui sistem online. “Jika sudah selesai nanti yang bersangkutan akan mendapatkan ijazah dari UMM dan dari Universitas Youngsan.”

Tidak hanya mahasiswa yang sedang menempuh sarjana saja yang dapat belajar disana, namun alumni UMM juga dapat melanjutkan studinya di Youngsan dan mendapat perlakuan khusus. “Jika alumni UMM mendapat surat keterangan dari Rektor akan mendapatkan potongan biaya 50% di  Universitas Youngsan,” terangnya lebih lanjut.

Abdul Haris menyatakan, UMM sengaja mengambil kerjasama itu dalam rangka mencapai pengakuan internasional. “Kami menginginkan mahasiswa UMM bisa memiliki pengalaman internasional, karena pengalaman internasional itu dapat menjadi bekal bagi kedepannya,” ujar dosen Fakultas Agama Islam (FAI) tersebut.

Terlebih, kata Haris, YSU merupakan universitas yang berada di daerah industri. “Mahasiswa bisa dengan mudah mencari pekerjaan paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan untuk biaya perkuliahannya,” jelasnya. Hingga saat ini, UMM telah banyak menjalin kerjasama dengan berbagai universitas internasional. Dengan banyaknya kerjasama ini, UMM berharap semua mahasiswa dapat terpacu keinginannya untuk memiliki pengalaman internasional.

Sementara itu perwakilan YSU Prof Dr Je Dae Sik menyatakan, rencana perkuliahan yang ditawarkan adalah mahasiswa harus menempuh 16 SKS dalam dua semester pertama dan juga harus memiliki kemahiran dalam bahasa Inggris paling tidak meiliki nilai TOEFL 530.

Tak hanya itu, Je Dae Sik menjelaskan, YSU akan memfasilitasi mahasiswa UMM yang akan melanjutkan studinya. “Studi yang bisa dilakukan S1 ataupun S2 dengan belajar di 40 Program Studi sarjana dan 5 fakultas untuk program pascasarjana,” ujarnya. (jal/han)

Sumber  : www.umm.ac.id