Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dan Politeknik Singapura Ciptakan Alat Atasi Masalah Sampah

KOLABORASI 24 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan 24 mahasiswa Singapore Polytechnic (SP) sukses memberikan dampak positif bagi pengembangan Desa Temas, Kota Batu. Di sana, 48 mahasiswa tersebut berhasil menyelesaikan tiga proyek, yaitu pengelolaan bank sampah, industri mainan truk, serta industri rumahan panci dan oven.

Kesuksesan itu terungkap dalam pameran hasil karya dan penutupan proyek LEx yang digelar di Auditorium UMM, Kamis (6/10). Karya mereka dipamerkan setelah selama sepuluh hari, yaitu sejak Senin (26/9) para mahasiswa tersebut melakukan observasi lapangan dan dilanjutkan dengan pembuatan produk yang memudahkan kerja warga desa.

Dilihat dari hasil karya mereka, tampak jelas bahwa inovasi yang mereka lakukan telah menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat. Pada proyek bank sampah di Desa Temas RW 6 misalnya, selama ini masyarakat merasa kesulitan dalam mencari ruang untuk mengatur sampah yang sudah dipilah. Sampahnya sangat banyak dengan tempat yang sangat minim.

Berdasarkan hasil observasi dan analisa, koordinator LEx untuk proyek bank sampah Arief Rachman Hakim menjelaskan, ditemukanlah solusi, yaitu membuat garbage crusher, yaitu alat penekan agar sampah yang sudah dikirim ke bank sampah dapat diatur sedemikian rupa hingga muat di satu tempat. “Garbage crusher ini dapat menekan atau membuat tipis atau gepeng semua sampah. Sampah yang sudah dikumpulkan 70 kepala keluarga tersebut ditekan hingga benar-benar tipis. Kaleng, botol minuman, tempat makanan dan sebagainya bisa dimasukkan di alat ini,” jelas mahasiswa Program Studi Psikologi UMM ini.

Selain garbage crusher, para mahasiswa ini juga membuat super troller yang berguna untuk menjemput sampah dari rumah warga, sehingga warga tak perlu lagi menghabiskan waktu dan tenaga untuk datang ke bank sampah. Kehadiran dua alat ini, yaitu garbage crusher dan super troller, terbukti sangat memudahkan pengelolaan sampah di desa tersebut.

Sementara itu pada proyek industri rumahan panci dan oven, masalah yang dihadapi yaitu pengusaha oven membutuhkan waktu yang sangat lama dalam memproduksi satu oven. Menurut Syol Indra Syafril, koordinator proyek industri rumahan panci dan oven, dalam satu bulan hanya bisa menghasilkan maksimal 100 oven saja. “Pengusaha oven ini sampai menolak pesanan karena permintaannya melonjak dan waktu pembuatan sangat lama,” jelas Syol.

Proses paling lama yaitu pelurusan kawat guna dipasang di dalam bagian oven. Syol menjelaskan, selama ini kawat diluruskan dengan cara manual dan menggunakan tangan biasa satu persatu. Agar maksimal waktu pembuatannya, peserta LEx membuat solusi yaitu membuat alat yang memudahkan dalam meluruskan kawat. Dengan alat tersebut, pengrajin oven hanya perlu memasukkan kawat yang bengkok dan kawat itu akan seketika keluar dalam keadaan lurus. “Alat ini dapat meringkas waktu pembuatan oven sehingga dalam satu bulan bisa memproduksi lebih dari 100 oven,” ujar Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM itu.

Perwakilan Politeknik Singapura, Virendra Yadav mengatakan, LEx memang sengaja didesain agar dalam waktu singkat mahasiswa dapat belajar dari dunia nyata sekaligus memberi manfaat kongkrit bagi masyarakat setempat. Dengan cara itu, mahasiswa Singapura selain dapat terkoneksi dengan masyarakat setempat, juga sekaligus membuktikan rasa pedulinya dengan menciptakan teknologi baru yang bisa langsung dimanfaatkan untuk kepentingan produksi yang lebih efisien. (jal/han)

Sumber : www.umm.ac.id

Sukses Proyek HELM, USAID Ajak Universitas Muhammadiyah Malang Kerjakan Program Lainnya

DIREKTUR Keuangan United States Agency for International Development (USAID) Jeff Collen yang berkedudukan di Washington DC secara khusus datang ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (5/10), untuk meninjau langsung implementasi program Higher Education Leadership and Management (HELM). Program hasil kolaborasi UMM dan USAID perihal tata kelola perguruan tinggi ini mulai berjalan sejak 2011 dan berakhir November 2016.

Dalam kunjungannya, Jeff mengevaluasi pelaksanaan program HELM. Antara lain terkait general administration and leadership, quality assurance, financial management, serta colaboration with external stakeholder.

Selain itu, terdapat juga pemaparan proyek-proyek yang dianggap berhasil oleh HELM Jakarta. Di antaranya dalam bidang menejemen keuangan, serta yang lebih spesifik terkait quality assurrance untuk pembelajaran mahasiswa. Untuk memperkuat jalannya evaluasi, USAID juga meminta pihak UMM untuk menghadirkan mahasiswa dan memberikan testimoni untuk menilai level keberhasilan penerapan program tersebut.

“Dari hasil dialog tersebut, alhamdulillah UMM dianggap sebagai salah satu perguruan tinggi yang sukses melaksanakan program HELM ini,” kata Asisten Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri, Soeparto.

“Dari hasil evaluasi kegiatan-kegiatan itu, kelihatan bahwa program HELM memang relevan dengan pengembangan UMM. Sehingga, program-program HELM dapat mengakselerasi program-program yang ada di UMM. Tanpa HELM,mungkin kita jalannya 70 kilometer per jam, dibantu HELM kita bisa lari 90 kilo meter per jam,” ungkap Soeparto.

Berangkat dari keberhasilan tersebut, USAID dan UMM bakal kembali merencanakan kerjasama, yaitu programStrategic Economic Research and Analysis (SERA) dimana UMM yang bakal mengetuainya.

SERA sendiri merupakan proyek pembuatan pusat-pusat penelitian di Indonesia bagian Timur. Selain itu,program tersebut juga mendukung perkembangan analisis kebijakan, memperkuat ekonomi pemerintah di Indonesia bagian Timur, serta meningkatkan diseminasi dan diskusi pihak negeri-swasta terkait riset kebijakan ekonomi. “Rencananya, proyek ini bakal melibatkan limaperguruan tinggi di Indonesiayang akan berkolaborasi dengan satu perguruan tinggi dari Amerika Serikat,” paparnya.

Pasca melakukan proses penilaian, Jeff berpesan pada seluruh mahasiswa yang hadir, khususnya bagi mahasiswa yang berkesempatan mendapat pengalaman di luar negeri, agar ilmu yang didapat bisa diterapkan untuk mendukung perubahan dan kemajuan di Indonesia.

“Kalian mendapatkan peluang yang sangat baik dengan berkesempatan belajar di UMM. Bagi yang sudah mendapat peluang kuliah ke luar negeri, saya berharap kalian dapat kembali ke Indonesia membuat perubahan. Selain untuk lingkungan sekitar, juga untuk keluarga sendiri,” nasehat Jeff pada sejumlah mahasiswa UMM tersebut.

Sumber : www.umm.ac.id

Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar Hadiri Upacara HUT TNI di Karebosi

Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 Tentara Nasional Indonesia (TNI), di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu, 5 Oktober 2016.

Rahman Rahim duduk di jejeran kursi terdepan bersama unsur pimpinan perguruan tinggi, Kasdam VII/Wirabuana Brigjen TNI Supartodi, Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Nanang S, Kapolda Sulsel Anton Charliyan, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Kabinda Sulsel, Aslog Danlantamal VI Kolonel Laut (T) Didik Joko Sukmono, Walikota Makassar Ramdhan Pomanto, Ketua DPRD Provinsi Sulsel Mohammad Roem, pimpinan perguruan tinggi, Ketua Dharma Pertiwi Daerah G Ny Bella Sapira Agus Surya Bakti, serta sejumlah undangan lainnya.

Upacara yang dipimpin Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dengan Komandan Upacara Letkol Pasukan Wendi Bahtiar Danyon Paskas 466 dari TNI Angkatan Udara, dihadiri seluruh unsur TNI di Sulawesi Selatan.

Usai upacara dilanjutkan dengan defile seluruh unsur Prajurit dan PNS TNI/POLRI beserta Satpol PP dan Alutsista TNI yang ada, serta demontrasi oleh sejumlah prajurit.

HUT ke-71 TNI mengusung tema: Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian.

Syahrul Yasin Limpo selaku inspektur upacara membacakan amanat Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (win/hh/ar)

Sumber : www.unismuh.ac.id

Belajar Cara Kelola Jurnal, UNPAR Kunjungi UMY

Dalam rangka memperkuat kapasitas kelembagaan terkait tata pengelolaan jurnal, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung, belajar ke Lembaga Pengembangan Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada Rabu (5/10). Dalam kunjungan tersebut diikuti oleh Kepala Jurusan administrasi publik, administrasi bisnis, kepala jurusan Hubungan Internasional, kepala pusat studi bisnis, serta kepala pusat studi Hubungan Internasional.

Kepala pusat studi Hubungan Internasional, Elisabeth Dewi, Ph.D mengatakan bahwa UMY telah memiliki jurnal terakreditasi yang jumlahnya cukup banyak. Sehingga pengelola jurnal di UNPAR ingin belajar lebih jauh bagaimana mengelola jurnal hingga mendapatkan pengakuan nasional bahkan internasional. “Dalam kunjungan ke UMY ini kami memiliki mimpi untuk memiliki jurnal terakreditasi. Maka kami memutuskan untuk berkunjung ke UMY yang telah memiliki beberapa jurnal yang telah terakreditasi. Sehingga kami ingin belajar hingga proses akreditasi,” papar dosen Fisipol UNPAR saat diwawancarai di sela-sela berlangsungnya kegiatan kunjungan tersebut.

Sementara itu kepala LP3M, Hilman Latief, Ph.D mengatakan bahwa UMY saat ini telah memiliki empat jurnal yang telah terakreditasi, seperti Jurnal Fakultas Agama Islam yang disebut jurnal Afkaruna, Jurnal GDP dan Jurnal Hubungan Internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Jurnal Media Hukum. “Adanya jurnal yang telah terakreditasi yang dimiliki oleh UMY ini, maka mereka berkonsultasi ke UMY terkait bagaimana mengelola jurnal dan berbagai aspek yang perlu diketahui terkait pengelolaan jurnal itu sendiri,” ujar Hilman.

Hilman melanjutkan, dalam kunjungan tersebut terdapat beberapa aspek yang dibahas. Diantara aspek-aspek tersebut yaitu aspek kebijakan, teknis pengelolaan, serta bagaimana struktur kelembagaan. Dalam penyampaiannya, Hilman mengaku meskipun UMY telah memiliki 4 jurnal yang telah terakreditasi, namun ada hal yang masih belum diperhatikan terkait pengelolaan jurnal. “Di UMY sendiri belum terlalu kuat dari segi investasi dalam pengelolaan jurnal. Investasi ini masih kurang diperhatikan, dan ini menjadi salah satu agenda kami dalam pengelolaan jurnal kedepan,” tambahnya.

“Kami berharap pada tahun depan akan semakin banyak jurnal yang terakreditasi, karena jika semakin banyaknya jurnal yang terakreditasi, maka akan semakin banyak ruang yang lebih luas. Dan tentunya dapat bermanfaat kepada universitas-universitas lain yang mau belajar terkait tata kelola jurnal. Sehingga akan menjalin keakraban dan silaturahim,” harapnya. (hv)

Sumber : www.umy.ac.id

60 Mahasiswa Magister Keperawatan UMY Siap Praktik Klinik di 5 Negara

Sebanyak 60 mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan akan melakukan praktik klinik yang tersebar di 5 negara. Ke-59 mahasiswa tersebut terbagi ke dalam lima kelompok sesuai penempatan negaranya. Memasuki tahun keenam ini, sebanyak 15 mahasiswa akan melakukan praktik di Guang Xi Medical University China, 20 orang di Angeles University Foundation dan Cebu Normal University Filiphina, 5 orang di Changhua Christian Hospital Taiwan, 10 orang di International Islamic University Malaysia dan 10 di Ubon Ratchathani University Thailand.

Hal tersebut dikatakan oleh Fitri Arofiati, S.Kep., Ns., MAN., Ph.D selaku Kepala Program studi Magister Keperawatan dalam sambutannya pada acara “Pelepasan International Experience Nursing Education and Medical Surgical Nursing Practice” pada Rabu (5/10) di Ruang Amphiteater lt.4 gedung Pascasarjana UMY. Ini juga merupakan kelanjutan dari Magister Keperawatan UMY yang telah sukses memberangkatkan mahasiswanya ke empat negara pada tahun sebelumnya.

Fitri melanjutkan, bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan skill para mahasiswa sehingga bermanfaat bagi profesi perawat. “Program ini memang sudah ada di kurikulum sejak awal berdirinya Magister Keperawatan. Kita kembangkan menjadi tidak hanya fokus pada satu negara, melainkan lebih dari satu negara. Untuk tahun ini kita mengirimkan ke 5 negara. Kami mencoba berkontribusi dalam pengembangan skill mahasiswa untuk bisa mencari pengalaman di luar negeri. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan andil dalam profesi keperawatan,”tuturnya.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa program ini lahir atas kesadaran akan globalisasi yang harus dikuti. “Sudah saatnya kita sadar akan globalisasi yang telah ada di depan mata. Seperti sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an. Iqro’ yang berarti membaca, yang bisa kita tarik ke bahasa umum yaitu membaca untuk belajar. Semangat itulah yang menginisiasi program ini agar kita bisa terus belajar, terus menggali pengalaman bahkan sampai ke luar negeri,”paparnya.

Sementara itu, Rektor UMY Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A yang hadir dan melepas secara resmi ke 60 mahasiswa tersebut turut mengapresiasi langkah yang dicapai Program studi Magister Keperawatan. “Saya mengapresiasi langkah yang telah dilakukan. Suatu terobosan yang baik bagi program yang sudah berjalan selama 6 tahun ini. M Kep juga merupakan satu-satunya program studi magister yang mewajibkan mahasiswanya untuk praktik di luar negeri, “ungkapnya.

Prof. Bambang berharap selama sebulan di sana, para mahasiswa dapat memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar dan setelah kembalinya dari sana dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat. “Kami berharap selama sebulan tersebut adik-adik mahasiswa sekalian dapat benar-benar mempelajari budaya di sana. Semoga tiba di sana dengan selamat, bisa mengemban tugas dan kembali dengan selamat pula sehingga memberi manfaat,” tutupnya. (bagas)

Sumber : www.umy.ac.id

Tim Debat Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Kendari Juara II Se-Indonesia Timur

English Expo merupakan salah satu kompetisi besar yang selalu di selenggarakan oleh Universitas Halu Oleo setiap tahun. Kompetisi ini telah menjadi wadah penyaluran bakat bagi siswa SD sampai tingkat Universitas yang mencakup area Indonesia Timur. Sebagai salah satu Universiatas yang menjujung tinggi nilai persaingan antar Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari khususnya Program Studi Bahasa Inggris juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Turun dengan kekuatan penuh dengan perwakilan empat tim yang terdiri dari  UMK A (Muhammad Ikhsan dan Hendrik), UMK B (Lusiana dan Febrianti R.L), EDSA UMK A (Asriki dan Sigit Eka Putra) dan EDSA UMK B (Yayan Iswanto dan Nur Indah Sari) Prodi Bahasa Inggris UMK kembali mengukir prestasi dengan mampu menembus babak Final serta mempertahankan gelar Juara dua yakni lewat pasangan Muhammad Ikhsan dan Hendrik yang tergabung dalam tim UMK A dalam kompetitisi debat Bahasa Inggris antar Universitas dalam kompetisi English Expo Se-Indonesia Timur tersebut.

Pasangan Ikhsan dan Hendrik kembali meraih juara dua setelah sebelumnya pada kompetisi tahun lalu mereka juga menyabet gelar juara dua. Yang menarik pada kompetisi debat kali ini adalah banyaknya tim-tim dari luar Sulawesi Tenggara yang merupakan perwakilan dari Universitas Negeri dan Swasta seperti tim Universitas Hasanudin Makassar, IAIN Palopo, Unismuh Makasar, Universitas Fajar Makasar dan masihbanyak lagi.  Pasangan Ikhsan dan Hendrik melalui babak penyisihan dengan menghadapi tim-tim besar yang memang yang sudah memiliki pengalaman mampu di dunia debat Skala Regional dan Nasional.

Pada penyisihan pertama pasangan Ikhsan dan Hendrik meraih juara satu dan meraih poin 3 dengan mengalahkan Kedokteran UHO A, Sastra Inggris UHO A dan Swing Team. Melaju ke babak penyisihan kedua pasangan UMK A tumbang di tangan UNHAS dan IAIN Palopo dan hanya mampu meraih poin 1 karena menduduki peringkat ketiga.  Kejadian mengejutkan di persembahkan pasangan ikhsan dan hendrik karena pada hari berikutnya yang merupakan penyisihan ke tiga dan sekaligus babak penentuan untuk masuk ke Semifinal, mereka kembali dalam grup neraka di mana mereka harus melawan  UHO A, CES Kendari A, dan Kedokteran UHO A. Pada babak ini sangat mustahil bagi ikhsan dan hendrik untuk melaju ke Semifinal karena mereka di kepung oleh tim yang berasal dari Universitas Halu Oleo Kendari yang memiliki kemampuan debat yang baik. Akan tetapi l kejutan memang terjadi setelah ikhsan hendrik berhasil menempati posisi pertama dari seluruh tim dari UHO tersebut dan meraih perinkat pertama sekaligus mengantarkan mereka ke babak Semi final.

Pada sore harinya babak semifinalpun di helat. Lagi-lagi pasangan UMK A harus berjibaku melawan tim-tim besar yang semuanya bersal dari luar Provinsi yaitu Makasar. Mereka kembali bertemu UNHAS Makasar, IAIN Palopo, dan Universitas Muhamadiyah Makasar. Pertarungan sengitpun terjadi semua bertarung dengan mengeluarkan seluruh kemampuan dalam berargumen untuk merebut tiket ke babak final. Pada babak semifinal ini pasangan ikhsan hendrik kembali mengejutkan public dan penonton setelah merebut posisi kedua sekaligus dengan mengalahkan UNHAS dan IAIN Palopo. Dan mereka pun melaju ke babak final. Pada babak final suasana yang tak biasa nampak di ruangan debat karena semua tim yang melaju ke final adalah universitas swasta yang tercakup dalam ruang lingkup Perguruan Tinggi Muahammadiyah yakni Universitas Muhammadiyah Makassar dengan 3 tim debatnya dan Universitas Muhammadiyah Kendari dengan 1 tim debatnya. Perjuangan Tim debat UMK semakin berat karena di kepung tim dari luar Provinsi yaitu Makasar yang di atas kertas memiliki track record yang sangat baik. Namun keraguan itu di jawab oleh pasangan Ikhsan dan Hendrik dengan meraih posisi kedua dan mengalahkan Bahasa Universitas Muhamadiyah Makasar A, Bahasa Universitas Muhamadiyah Makasar B. prestasi ini menjadi sangat spesial karena banyaknya rintangan yang di hadapi pasangan Ikhsan dan Hendrik. berikut pemaparan dari Ikhsan salah satu debater UMK A, saya sangat sulit percaya dengan hasil yang kami capai karena kami hanya mepersiapkan diri dalam jangka yang cukup singkat, namun berkat doa dan kerja keras, siang malam latihan serta memperdalam wawasan tentang materi hingga akhirnya kami pun mampu mempertahankan gelar juara 2 ini,,, stau kata yang memang selalu terbesit di hati saya yaitu jangan pernah takut melawan tim sekuat apapun karna yang menentukan itu Allah SWT dan usaha kita dan tidak ada hasil yang menghianati usahanya.Pokonya hadapi saja kone tidak usah takut.  I LOVE UMK .

Di Semifinal round tim UMK A reuni dengan tim Unhas & Unismuh Makassar yang menyisihkan Tim UMK pada saat NUDC Kopertis wil 9 di Makassar beberapa bulan lalu, tim ini setidaknya bisa keluar dari bayang-bayang tim besar tersebut dan tampil all-out, mereka berhasil mencuri poin dan maju ke Final Round, mereka layak diacungi jempol. Rahmat Nasrullah.

Sumber : www.umkendari.ac.id

354 Mahasiswa Diwisuda Oleh Ketua Stikes Muhammadiyah Kudus

Stikes Muhammadiyah Kudus hari Selesa (4/10) melaksanakan wisuda angkatan 18 di auditorium kampus Jalan Ganesha I Purwosari Kudus. Dalam kali ini kegiatan tersebut mengambil tema “Proud and Love for Stikes Muhammadiyah Kudus”.

Stikes Muhammadiyah Kudus menwisuda sebanyak 354 mahasiswa. Rincinya, program studi Diploma III Keperawatan sebanyak 100 wisudawan, program studi Diploma III Kebidanan sebanyak 80 wisudawan, program studi Strata I Ilmu Keperawatan sebanyak 104 wisudawan, program Profesi Ners sebanyak 70 wisudawan.

Adapun wisudawan terbaik dari Prodi Sarjana Ilmu Keperawatan Peringkat I Abdul Wahab Faalih dengan IPK 3,79; Peringkat II Ahmad, Abdul Kholiq dengan IPK 3,78; Peringkat III Putri Nur Sayekti dengan IPK 3,77. Wisudawan Terbaik Prodi DIII Keperawatan Peringkat I Fahruj Yudha Yunianto dengan IPK 3,79; Peringkat II Tri Susilowati dengan IPK 3,72; Peringkat III Laili Hayati dengan IPK 3,72. Wisudawan Terbaik Prodi DIII Kebidanan peringkat I Choerunnisak dengan IPK 3,90; Peringkat II Lila Nurulita dengan IPK 3,88; Peringkat III Julia Putri dengan IPK 3,87. Wisudawan terbaik Prodi Profesi Ners peringkat I Agung Setiyanto dengan IPK 4 Predikat Cumlaode; Peringkat II Fitriana Sari Maharani dengan IPK 3,96; Peringkat III Nurifani Chaerunnisa dengan IPK 3,96.

Stikes Muhammadiyah Kudus bermimpi untuk menjadi Universitas Muhammadiyah Kudus, dengan ditunjang mendapatkan Akreditasi Institusi dengan Predikat “B”(Baik) dari BAN PT dengan nilai 307, dalam sambutan Rusnoto selaku Ketua Stikes Muhammadiyah Kudus.

Untuk menunjang menuju Universitas, maka Stikes Muhammadiyah Kudus menjalin kerjasama dengan luar negeri Sirindhorn Colledge Public Heath, Taipei Medical University, University Kebangsaan Malaysia, University Kuala Lumpur. Pihak kampus berkomitment perberdayaan lulusan dengan berkerjasama 13 Rumah Sakit Daerah, RS International Bintaro, RS Ananda.

Wisuda kali ini mengahadirkan Prof. Dr. Ali Ghufron dari Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Beliau berorasi ilmiah yang ber judul “Upaya Peningkatan SDM Pendidikan Tinggi Kesehatan”. Dalam orasi menyampaikan sangat ini Indonesia masih membutuhkan tenaga kesehatan berdasarkan Kementerian Kesehatan.

Dalam acara wisuda turut hadir Irjen Kemenristekdikti Muhammad Hardi Ak. M.Prof.Acc, Koordinator Koopertis Wilayah VI, Prof. DYP.Sugiarto; Bupati Kabupaten Kudus, H. Musthofa; Majelis Dikti PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti M.Pd; Sekretaris Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng dihadiri Drs.H.Musman Tholib; Ketua DPW PPNI Jateng Edy Wuryanto, dan Ketua IBI Jateng Endang Suwastiningsih, Dewan Penyantun dan BPH STIKES Muhammadiyah Kudus. Ini merupakan sebuah bukti pengakuan dari lembaga Negara dan juga lembaga pemerintah atas keberadaan STIKES Muhammadiyah Kudus sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang mumpuni dengan kredibilitas baiknya. (nwki)

sumber  : www.stikesmuhkudus.ac.id

RS Universitas Muhammadiyah Malang Latih Perawat Tangani Sindrom Koroner Akut

PERHIMPUNAN Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Komisariat Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM) mengadakan Seminar dan Workshop Keperawatan Sindrom Koroner Akut (SKA), Ahad (2/10) di Museum Tubuh Jawa Timur Park I, Malang.Kegiatan yang diikuti 70 tenaga keperawatan se-Jawa Timur ini untuk mengedukasi pentingnya kesehatan jantung sebagai alat kerja pernafasan manusia, khususnya terkait penanganan penyakit sindrom koroner akut.

Menurut dokter speasialis jantung RS UMM dr Andi Wahjono Adi SpJp, penyakit SKA merupakan salah satu penyakit pembuluh darah yang disebabkan penyumbatan dan pengurangan pasokan oksigen secara tiba-tiba. Solusinya, kata Andi, dengan memasukkan selang kateter ke dalam pembuluh darah untuk dipasangring/stent.

Andimenjelaskan, penyumbatan pembuluh darah ini dikarenakan beberapa hal, seperti merokok, hipertensi, atau keturunan keluarga. “Biasanya gejala awal yang sekaligus dapat menyebabkan kematian itu adalah angin duduk, dalam istilah masyarakat awam,” ujarnya. Solusi yang dilakukan bukan dikerok, lanjut Andi, tapi dilakukan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dengan memasukkan stent ke dalam tubuh tanpa pembedahan.

Materi lain yang disampaikan pada kegiatan ini yaitu tentang peran perawat dalam pelaksanaan door to balloon oleh ketua PPNI Komisariat RS UMM Teguh Santoso AMdKep. Teguh menjelaskan bagaimana seharusnya perawat berperan dalam operasi sehingga kesalahan dapat diminimalisir. Menurutnya, peran perawat sangat vital dalam tindakan PCI seperti mencegah dan mendeteksi dini potensial komplikasi, memberikan pendidikan pada pasien dan keluarga serta rehabilitasi. “Riwayat pasien dan riwayat pembehan sebelumnya juga perlu diperhatikan oleh perawat sebelum tindakan PCI dilaksanakan,” ujar salah satu perawat Kateter Laboratorium tersebut.

Selepas seminar,peserta diajak mengunjungi museum jantung untuk menyaksikan secara langsung implementasi dari pemasangan kateter. Saat ini,di Malang pemasangan kateter hanya bisa dilakukan di dua RS, yaitu RSUD Saiful Anwar dan RS UMM

Menurut ketua pelaksana seminar Fandy Dharmawan SKep Ns, di Malang Raya hanya terdapat limaperawat yang khusus menguasai bidang Kateter Laboratorium. “Dua diantara limaperawat tersebut berada di RS UMM,” jelasnya.

Fandy berharap,dengan diselenggarakannya acara ini,para perawat memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang penanganan sindrom koroner akut.“Saat ini yang terserang penyakit jantung tidak hanya yang tua saja, namun yang masih muda pun sudah berpotensi terkena penyakit jantung,” pungkasnya.(jal/han)

Sumber : www.umm.ac.id

BI Research Corner FEB Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Adakan Diskusi Akademik

BI Research Corner Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY berkolaborasi dengan beberapa organisasi mahasiswa yaitu HIMIE, KSPM, EES dan GESFID mengadakan diskusi umum bertajuk “Relaxing Monetary Policy: A New Normal” pada Sabtu (1/10). Diskusi umum ini dibuka secara resmi oleh Dr. Imamudin Yuliadi, Kepala Prodi Ilmu Ekonomi UMY. Dalam diskusi ini juga menghadirkan dua pembicara yaitu, Atilla Ghaspar dari Central European University yang merupakan dosen tamu IPIEF UMY, dan Dimas B. Wiranatakusuma, yang juga salah satu dosen IPIEF UMY.

BI Research Corner didirikan pada tahun 2016 yang dibentuk oleh BI sebagai bagian dari bentuk tanggung jawab sosial BI terhadap masyarakat. Koordinator BI Research Corner, Dimas B. Wiranatakusuma menyatakan tujuan BI Research Corner adalah mempromosikan peran Bank Indonesia dalam mengikuti Kebijakan Moneter. “Visinya yaitu untuk mempromosikan atmosfer akademik dan riset, khususnya dalam bidang kebijakan moneter makroprudensial. Atmosfer tersebut dicapai melalui diskusi intensif dan pikiran kritis diantara akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan. Oleh karena itu, untuk mencapai visi tersebut, misi kami dengan mengadakan diskusi akademik secara rutin, dan mempromosikan riset dan publikasi,”imbuhnya.

Diskusi ini menurut Dimas dilatarbelakangi oleh dua hal yaitu (a) Fluktuasi siklus bisnis dan (b) Penurunan rasio bank sentral. “Ekonomi bergerak naik turun berdasarkan fluktuasi siklus bisinis. Di tengah kekacauan finansial, siklus bisnis berpindah ke siklus turun yang mengindikasikan krisis yang akan datang. Selama penurunan ini, beberapa indikator seperti profit, investasi, kredit bermasalah, dan utang menunjukkan alarm yang negatif. Sebaliknya selama kenaikan, beberapa indikator mengindikasikan alarm positif, sperti rasio profit mulai meningkat,” jelasnya.

Baru-baru ini pada September 2016, BI, otoritas keuangan di Indonesia mengendurkan kebijakan moneter, lebih rendah dari rasio bank sentral. “Bunga rendah ini menandakan dua kondisi, yaitu apakah ekonomi yang berada dalam siklus penurunan atau masuk dalam kondisi normal baru. Jika ekonomi di dalam “a new normal,” berarti  kebijakan mengendurkan moneter ini dimaksudkan untuk memajukan pertumbuhan ekonomi,” urai Dimas lagi.

2 hal inilah yang dikritisi oleh 2 orang panelis, Atilla Ghaspar dan Dimas B. Wiranatakusuma. Atilla mempresentasikan isu kebijakan moneter di negaranya, Hungaria. “Hungaria sebagai negara kecil cenderung tidak stabil keadaan ekonominya. Bahkan sebagai bagian dari Uni Eropa, Hungaria tergantung pada kebijakan moneternya. Oleh karena itu, mempertahankan kebijakan moneter memerlukan usaha ekstra bagi Hungaria dan membutuhkan tindakan kolaboratif dari institusi terkait,”papar Atilla.

Sementara itu, Dimas lebih menyoroti isu siklus bisnis dalam implementasi kebijakan moneter di Indonesia. “Indonesia mengalami rasio bunga rendah dalam era “New Normal”. “New normal” ini juga ditandai perilaku positif dalam fundamental makro ekonomi, seperti GDP, Rasio Inflasi, Rasio pertukaran, cadangan dan rasio bunga. “New Normal” ini merupakan kesempatan bagus bagi Indonesia untuk meningkatkan Ekonomi domestik,”imbuhnya lagi. (bagas)

Sumber : www.umy.ac.id

Berita Prodi Kehutanan Kenalkan Potensi Pengelolaan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

PROGRAM Studi (Prodi) Kehutanan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Kuliah Tamu bertajuk Pengelolaan Kawasan Peletarian Alam dan ZonasiJumat (30/9) di Auditorium UMM. Kuliah tamu menghadirkan Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTN-BTS) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Muhammad Wahyudi SP MSc. Acara dihadiri mahasiswa baru Prodi Kehutanan dan sejumlah fungsionaris Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kehutanan.

Dalam materinya, Wahyudi mengurai Pengelolaan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Sesuai SK Menteri Kehutanan Nomor 178/Menhut-II/2005 tanggal 29 Juni 2005, berdasarkan wilayah admisnistrasinya, Taman Nasional Bromo Tengger Semerumemiliki luas tanah sebesar 50.276,20 hektar. Bentangan tersebut, kata Wahyudi, tentu menyimpan banyak potensi kawasan yang luar biasa.

“Selain potensi keanekaragaman hayati berupa flora dan Fauna, TN-BTS juga banyak menyimpan potensi lainnya. Antara lain, potensi jasa lingkungan, potensi objek wisata budaya, potensi wisata alam serta potensi objek wisata alam,” papar alumni Prodi Pendidikan Biologi UMM angkatan 1993 ini.

Untuk meningkatkan kerjasama pengelolaan taman nasional, BBTN-BTS telah bekerjasama dengan beberapa pihak terkait, mulai dari instansi pemerintah, perusahaan swasta, perguruan tinggi serta organisasi internasional.

“Misalnya dalam pemanfaatan jasa lingkungan air, kami bekerjasama dengan pemerintah desa untuk pemenuhan kebutuhan air bagi rumah tangga dan pertanian. Selain itu, dalam aspek pembangunan maupun penyempurnaan infrastruktur wisata alam, kami bekerjasama dengan perusahaan swasta, juga bantuan sarana dan prasarana bagi paguyuban pelaku wisata,” lanjut Wahyudi.

Di akhir sesi, Wahyudi juga memberi pesan moril kepada peserta. Ia menyebut, aspek penting dalam pengelolaan potensi-potensi di atas dapat berjalan baik dengan tidak mengutamakan kepentingan sesaat dan mengorbankan kepentingan masa depan. “Mari bergandeng tangan menjaga kelestarian hutan,” pungkasnya. (can/han)

Sumber : www.umm.ac.id