Tingkatkan AIPT Bagi PTM, Diktilitbang PP Muhammadiyah Gelar Workshop

Guna meningkatkan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Workshop Nasional Pembekalan AIPT dari B ke A yang diselenggarakan sejak tanggal 1 hingga 2 Maret 2017 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Disampaikan Edy Suandi Hamid, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, bahwa Diktilitbang sebelumnya telah mengadakan acara serupa di UM Palembang. “UMJ yang kedua dengan peserta 10 PTM dan PTA, dan yang terakhir untuk PTM di Jawa Timur dan Indonesia Timur akan dilaksanakan pada 8-9 Maret 2017 di UM Surabaya dengan 10 PTM yang terakreditasi B ke A,” jelas Edy, Rabu (1/3).

Sementara itu, Rektor UM Jakarta Syaiful Bakhri mengapresiasi atas kegiatan tersebut. “Dengan harapan kesepuluh PTM yang hadir dapat meningkatkan akreditasi B menjadi A dan tetap mendapatkan pendampingan dari Diktilitbang,” imbuhnya.

Senada dengan Syaiful, Ketua BPH UM Jakarta, Husni Thoyar turut memotivasi PTM agar berkemajuan. “ Dalam artian dapat meningkatkan akreditasi Prodi yang dimiliki untuk meraih akreditasi AIPT yang maksimal,  jangan asal ada borang (bohong dan ngarang), harus disiapkan data yang akurat,” ucapnya.

Acara tersebut diikuti oleh 28 orang dari perwakilan PTM dan PTA dari Jawa Tengah,  DIY, DKI dan juga Banten. (adam)   

Ingin Capai Akreditasi A, Edy Suandi Hamid: PTM Harus Ubah Mindset Berpikir

PALEMBANG – Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) menurut Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah harus berupaya mengubah mindset berpikir agar mencapai akreditasi perguruan tinggi A.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah Prof Dr Edy Suandi Hamid saat memberikan arahan kepada seluruh PTM se Sumatera di Universitas Muhammadiyah Palembang, Jumat (10/2).

Edy kembali menegaskan, PTM harus mengubah mindset dalam pencapaian target. “Jangan ada lagi PTM yang memiliki akreditasi C. Semua harus bisa mencapai akreditasi A,” katanya.

Hal itu, kata dia, bukan mimpi, dan bisa dicapai. “Frame berpikir sudah harus diubah. Perguruan tinggi apa yang bisa bertahan saat ini”, tegasnya.

Menurut mantan Rektor UII Yogyakarta ini hal yang bisa bertahan tentu yang kompetitif, baik daya saing lembaga, maupun lulusan. Juga yang bisa unggul, atau leading. Hal Ini dilakukan dengan riset, serta ada satu atau beberapa prodi unggulan. Yang bermutu akan bisa eksis dan dibutuhkan.

Keunggulan itu, tambah Edy adalah SDM yang berkualitas, seperti jumlah guru besar, jenjang pendidikan akademik dosen, karya penelitian, dan publikasi bermutu.

Lalu, sarana dan prasarana pendidikan yang baik, serta proses belajar mengajar yang terstruktur, baik, disiplin, sehingga melahirkan lulusan yang unggul.

Edy menegaskan PTM harus siap dalam persaingan terbuka. Jangan sampai PTM hanya jago di kandang sendiri. “Perguruan tingi jadi komoditas persaingan,” katanya.

Rektor UM Palembang Abid Djazuli mengatakan, UM Palembang diharapkan dapat berkembang menjadi PTM akreditasi A. Strategi yang dilakukan, sebutnya, seperti SDM.

Dalam dua tahun kedepan tambah Abid, ditargetkan jumlah doktor di UMP bisa mencapai 75 orang merata di prodi, dan guru besar 10 orang. “Karena syarat di prodi minimal 30 persen akreditasi A. Jadi perlu dinilai dulu melalui masing masing prodi,” ujarnya.

Foto: Rektor UM Palembang, Dr. Abid Djazuli, SE MM

Dalam acara tersebut UM Palembang sebagai tuan rumah persiapan dan pembekalan AIPT B menuju A. Acara ini diikuti beberapa PTM se Sumatera diantaranya, UM Sumatera Utara,  UM Bengkulu,  UM Tapanuli selatan,  UM Riau,  UM Metro Lampung, STIKES Muhammadiyah Palembang dan STIKES Muhammadiyah Pringsewu, Lampung. (dzar)

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dorong PTM Se-Sumatera Capai Akreditasi A

PALEMBANG – Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Lincolin Arsyad mendorong Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang mencapai akreditasi A. Dalam sosialisasi di depan 8 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Sumatera di aula KPA UMP, dia berharap target itu segera tercapai.

“Kita mendorong UMP dan UM Sumatera Utara segera memacu itu,” kata Lincolin Arsyad, Jumat (10/2).

Menurutnya, karena perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) tersebut dinilainya kelengkapan untuk menuju ke arah itu sudah mendekati.

Di UMP, tambah Lincolin saat ini sudah ada sebanyak 44 bergelar strata 3, dan 2 guru besar. “Sudah saatnya, dipacu SDM seperti dosen dipersiapkan. Karena itu menjadi syarat krusial atau paling utama. Kemudian, kesiapan tata kelola akademik, dan kesiapan sarana prasarana”, ungkap Guru Besar FEB Universitas Gadjah Mada ini.

Ketiga pilar tersebut, menurut Ketua Prodi Pascasarjana MM UGM tersebut, menjadi syarat untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi. UMP sebutnya harus bisa memanfaatkan kesempatan. Terlebih saat ini Kemenristek Dikti membuka peluang tersebut. “Ini menjadi tantangan ke depan,” ujarnya.

Majelis Dikti PP Muhammadiyah, kata dia, ingin membantu. Salah satunya dengan bantuan hibah penelitian sebesar Rp 10 juta/proposal.

Dalam acara tersebut UM Palembang sebagai tuan rumah persiapan dan pembekalan AIPT B menuju A. Acara ini diikuti beberapa PTM se Sumatera diantaranya, UM Sumatera Utara,  UM Bengkulu,  UM Tapanuli selatan,  UM Riau,  UM Metro Lampung, STIKES Muhammadiyah Palembang dan STIKES Muhammadiyah Pringsewu, Lampung. (dzar)

Kaderisasi Muhammadiyah Melalui Program MSPP

Kaderisasi merupakan bagian penting dalam persyarikatan Muhammadiyah. Upaya ini harus dilakukan untuk menciptakan para mujahid yang berkualitas di Muhammadiyah. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam pengkaderan, misalnya melalui pendekatan ranah pendidikan.

Sebagai upaya kaderisasi, persiapan sosok terpilih untuk persyarikatan dan meningkatkan sumber daya yang lebih baik lagi, maka Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, berkoordinasi dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) dan LazisMu PP Muhammadiyah menyelenggarakan sebuah kegiatan yakni Pembekalan Kader Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) pada tanggal 4-8 Februari 2017 di Gedung Pusbang Muhammadiyah Kaliurang.

“Ini merupakan kegiatan lanjutan dari diluncurkannya MSPP pada 9 November 2016 silam, setelah melewati beberapa tahap seleksi, saat ini peserta MSPP berjumlah 26 orang dari 129 orang total pendaftar,” kata Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah pada kegiatan pembukaan Pembekalan Kader MSPP.

Lebih lanjut Lincolin menjelaskan bahwa kegiatan ini bekerja sama dengan tiga pihak dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing. Majelis Diktilitbang sebagai penyelenggara MSPP, Majelis Pendidikan Kader sebagai pihak yang membekali pengkaderan dan LazisMu sebagai pemasok dana untuk kegiatan MSPP ini.

“MSPP ini bentuk peduli terhadap para kader Muhammadiyah yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, kami memfasilitasi tahap persiapan, mulai dari pembekalan hingga pemberangkatan ke Kampung Inggris Pare,” tambah Lincolin.

Para peserta MSPP ini, diseleksi secara ketat oleh pihak Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti kemampuan, asal daerah dan motivasi para peserta itu sendiri.

“Dengan adanya MSPP ini, diharapkan dapat mendukung persiapan para peserta untuk meraih mimpi mereka melanjutkan studi di luar negeri,” tutup Lincolin. (nisa p)

Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Bentuk 48 Asosiasi Prodi

Selama tiga hari Majelis Pendidikan Tinggi dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasa sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan “Pembentukan Asosiasi Program Studi (Prodi) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Aisyiyah (PTA)”. Acara ini diikuti oleh 180 PTM dan 6 PTA se Indonesia. Dalam acara ini ditargetkan terbentuk 48 Asosiasi Prodi.

Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Selaku wakil Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam sambutannya menyampaikan upaya pembentukan Asosiasi ini merupakan respon Peraturan Menteri (Permen) no. 44 tahun 2016 Kemenristek Dikti tentang Standart Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT).

Edy Suandi menekankan target dari Majelis Diktilitbang tidak hanya memenuhi standart, Edy berharap PTM dan PTA juga mampu melampaui visi tersebut, Sesuai visi yang ditargetkan Majelis Diktilitbang periode 2015-2020 “yakni setiap penelitian reakreditasi perguruan tinggi harus meningkat. Pada periode ini diharakan tidak ada lagi yang terakreditasi “C”.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMM Fauzan berharap dengan terselenggarakannya acara ini terlahir asosiasi yang berbeda dari asosiasi lain. Pembentukan asosiasi ini bukan untuk mencari keseragaman , tetapi kami berharap dengan terbentuknya asosiasi ini prodi mampu berimprovisasi.

 

 

8th University Scholars Leadership Symposium 2017 @ UNITED NATIONS – Bangkok, Thailand

“I think Humanitarian Affairs UK has created such a wonderful platform for you to gather together to discuss leadership, to discuss your own actions,

and to deal with humanitarian and development challenges that the world faces.”  

Mr. Haoliang Xu, Assistant Secretary General, United Nations New York

Humanitarian Affairs UK will host the 8th University Scholars Leadership Symposium (USLS) 2017 at United Nations, Bangkok in Thailand from August 1st to 7th 2017. The theme of the Symposium is “Building LIFE, Giving HOPE”. We are expecting about 900 emerging world leaders from the United Nations Member States to participate in this event which focuses on developing leaders to bring social change.

We are pleased to invite you to nominate up to 7 Outstanding Student Leaders to attend the Symposium or to disseminate this invitation to the student population in your institution of higher learning.

The USLS is a week-long Leadership Conference in Social Development for young leaders from all over the world. The purpose is to instil a sense of social responsibility as well as to cultivate the attributes of selfless giving among our emerging world leaders. The young participants will learn what it means to give back to the community and be challenged to respond to the needs of the marginalized with works of kindness and unconditional service. Delegates will have the opportunity to expand their professional network and understanding of world affairs. They will be motivated to use their knowledge and leadership skills to impact the communities in need.

Humanitarian Affairs UK, is affiliated to United Nations Global Compact, World Association of Non-Governmental Organization, International Association for Voluntary Efforts and the World Alliance for Citizens Participation.  More information about the program, speakers and fees of the Symposium can be obtained from www.universityscholars.org.uk or from United Nations webpage at : UN Reliefweb. For other enquiry, kindly write to UN@humanitarianaffairs.org

You can view the video documentation of 2016 Symposium in Vietnam. Click on the picture below for the video.

 

Thank You for your kind assistance in making this World a Better Place for our human race!

Kind Regards,

JANICE LEONG

Regional Director

Humanitarian Affairs Asia
Chonburi. Thailand.
Cell : +66-85-2323-234
Office : +66-92-9293-345

Web    : www.humanitarianaffairs.org

Pengumuman Penerima Dana Hibah Tahap Dua

Berikut kami umumkan nama-nama penerima dana hibah penelitian tentang muhammadiyah yang di adakan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah gelombang pertama tahap dua.

Download disini 

Info selanjutnya akan d informasikan oleh panitia lewat email masing-masing.

CP : Hamzah Fansuri (0856 1427904)
Budi Asyhari (0815 7864 4351)

Pengumuman Seleksi Administrasi MSPP 2016

Berikut kami umumkan nama-nama peserta yang lolos seleksi administrasi beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) 2016 yang diadakan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Download di sini

Info selanjutnya akan di informasikan oleh panitia lewat email masing-masing.

CP : 085741405046 ( Hakim )

Diplomat Dituntut Juga Berperan Sebagai Marketer

Seorang Diplomat disamping berperan dalam bidang politik sebagai representasi negara di luar negeri, juga dituntut sebagai sales atau marketer bagi negara tersebut. Hal ini dikarenakan diplomat merupakan garda terdepan atau ujung tombak dalam melakukan penetrasi pasar, mengundang turis asing dan promosi investasi. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yaitu Diplomasi Ekonomi harus memberi manfaat nyata bagi rakyat dan mengacu kepada kepentingan rakyat secara riil.

Di sisi lain, sektor pariwisata juga erat hubungannya dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Karena itu, seorang diplomat juga harus bisa merefleksikan keadaan di negaranya ketika berada di luar negeri. Tidak semata-mata berkata manis dan berkata negaranya aman-aman saja, namun juga harus berkata jujur dalam memberikan informasi dengan cara-cara yang baik.

Hal ini diungkapkan oleh Dr. Bambang Susanto, M.A, Sekretaris Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam kuliah umum bagi mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bertajuk “Membumikan Politik Luar Negeri Bagi Kepentingan Rakyat” di Ruang Sidang Amphi Theater lt.4 Gedung Pasca Sarjana UMY Kamis (6/10). Kuliah umum ini terlaksana berkat kerjasama Program Studi Hubungan Internasional UMY dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

“Berbicara masalah diplomasi, teringat sebuah lelucon dalam kalangan umum, diplomat adalah orang yang jujur sebaik-baiknya untuk ditempatkan di luar negeri untuk berbohong. Padahal tidak seperti itu adanya. Jaman sekarang tidak mungkin diplomat berbohong, karena arus globalisasi telah merambat dengan cepat, orang bisa tahu keadaan suatu negara dengan cepat. Bukan seperti itu yang terjadi, seorang diplomat harus jujur dan memberikan informasi dengan cara-cara yang baik,” paparnya.

Seorang Diplomat menurutnya tidak melulu orang yang berpenampilan rapi atau pejabat-pejabat dalam negeri, namun juga TKI dan TKW kita yang ada di luar negeri. “Mereka juga termasuk duta bangsa di luar negeri. Mereka pahlawan devisa kita. Mereka juga berperan dalam menampilkan keunggulan kita. Oleh karena itu, sering mereka tampil dalam acara-acar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), mereka juga menampilkan kebudayaan Indonesia seperti tari, dan beberapa kesenian,” ceritanya.

Kebijakan Luar Negeri yang dirumuskan oleh Kementerian Luar Negeri mencakup seluruh bidang di dalam negeri. Oleh karena itu, proses di dalam negeri mempengaruhi kebijakan luar negeri. “Proses yang terjadi di dalam negeri sangat mempengaruhi kebijakan luar negeri. Aspek-aspek dinamika politik, ekonomi, budaya harus ditangkap untuk menjadi usulan kebijakan luar negeri bagi Kemenlu,” tutur Bambang.

Menurutnya Politik Luar Negeri memang seharusnya berpihak pada kepentingan rakyat. “Kebijakan luar negeri harus lebih tepat sasaran. Hal ini karena sekarang ini, Indonesia seperti mengayuh di dua karang. Masalah yang dihadapi lebih besar. Sudah bukan karang lagi namun batu yang kita kayuh. Ini juga merupakan tantangan bagi kami untuk merumuskan kebijakan luar negeri,”paparnya.

Dalam hal ekonomi misalnya, Bambang melihat Benua Afrika sebagai “The future continental” bagi Indonesia. “Dalam hal kebutuhan pasar, Benua Afrika bisa sangat menguntungkan bagi Indonesia. Kita punya Jalan Soekarno di Maroko, Buah mangga “Soekarno” di Mesir, bahkan ada Ikan “Soekarno” di Irak. Kita punya kedekatan sejarah yang panjang di Afrika, tapi kita belum melakukan apa-apa,”kritiknya. (bagas)

Sumber : www.umy.ac.id

Pekan Budaya Masuk Kampus Harus Berikan Ruang Bagi Anak Muda

PBMK atau Pekan Budaya Masuk Kampus harus memberikan ruang bagi anak muda. Dengan melibatkan anak muda ini maka PBMK memberikan ruang untuk berekspresi, terutama bagi anak muda yang belum mendapatkan kesempatan untuk menyalurkan bakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Pakualam IX kepada panitia PBMK saat memberikan arahan di Kantor Wakil Gubernur Komplek Kepatihan DIY.

“Kegiatan ini perlu diperhatikan, bagaimana memberi ruang kepada anak muda yang masih belum ada saluran yang menarik untuk mereka. Dengan memberikan ruang ini akan membentuk karakter secara langsung kepada anak-anak muda, namun tentunya harus sesuai dengan standar dan passion yang dimiliki. Banyak anak muda saat ini yang bingung menyalurkan bakatnya. Kegiatan semacam ini harus memberikan ruang kepada anak muda, terutama bagi mereka yang belum terkenal,” paparnya dalam audiensi panitia PBMK, Kamis (06/10).

Terkait kegiatan PBMK yang akan dilaksanakan pada 11 hingga 14 Oktober 2016 mendatang di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Wakil Gubernur DIY memberikan apresiasi atas gagasan PBMK yang melibatkan mahasiswa di Yogyakarta. “Pada jaman sekarang ini, anak muda lebih banyak menguasai hardskill daripada softskillnya. Hardskill sangat luar biasa, namun softskill sangat kering. Keringnya softskill ini juga akibat dari kerusakan sistematis pada orang tuanya. Orang tua lebih banyak menekankan pada keahlian akademik daripada bakat yang dimiliki anak. Saya setuju adanya acara ini yang lebih menekankan pada softskill,” ujarnya.

Kegiatan PBMK yang nantinya melibatkan 65 kelompok kesenian hingga hampir 1000 orang pementas mulai dari anak-anak hingga dewasa, Wagub berpesan supaya acara pekan budaya tersebut memberikan manfaat kepada pementas maupun penonton yang hadir. “Kegiatan nanti jangan hanya terfokus kepada kegiatan saja, namun juga bagaimana mencerdaskan audiensi, seperti bagaimana bertindak sopan saat acara berlangsung. Selain itu harapannya kegiatan ini memiliki identitas yang terstandar,” harapnya.

Sementara itu ketua pelaksana, Puji Qomariyah. S.Sos., M.Si mengatakan bahwa tema besar yang diangkat pada tahun ini adalah “Among Budaya Among” dengan mengambil sub-tema “Diaspora Oschestra,” yang akan mementaskan Pentas Seni Budaya Nusantara. “PBMK ini mengajak mahasiswa di Yogyakarta yang berkegiatan teater dan seni pertunjukan untuk melakukan sebuah kegiatan donasi budaya melalui kampus sebagai salah satu pusat terjadinya transformasi ilmu pengetahuan,” jelasnya kepada Wagub DIY.

Puji menyebutkan, PBMK 2016 ini akan mementaskan seni pertunjukkan, tari – sendratari, sebanyak 25 grup dan 4 festival dolanan anak. Selain itu juga turut menampilkan panggung musik nusantara yang diisi musik etnik nusantara sebanyak 5 grup penampil, panggung gamelan anak sebanyak 3 penampil, One Night Jazz sebanyak 7 grup, lomba ketoprak anak III sebanyak 11 grup, Pentas Seni Lintas Agama dan Keyakinan sebanyak 7 grup, serta workshop dan bazar.

“Dengan keterlibatan banyak pihak diharapkan bisa menumbuhkan semangat gumregah, sawiji, greget, sengguh. Ora mingkuh dalam menumbuhkembangkan budaya konstruktif melalui dialog multi arah di wilayah Yogyakarta khususnya, dan Indonesia pada lingkup lebih luas. Selain itu kegiatan ini salah satunya memberikan ruang bagi pengembangan ketoprak sebagai salah satu pertunjukkan seni tradisi dan teater rakyat, serta pelestarian pengembangan adat yang melengkapi pengembangan tradisi yang sudah berjalan,” harap Puji. (hv)

Sumber : www.umy.ac.id