UAD Kuatkan Kerja Sama dengan Leiden University Medical Center Belanda

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) menyelenggarakan Sharing Best Practice dan Presentasi dengan Evelien Hack, M.A., Koordinator Internasionalisasi Leiden University Medical Center (LUMC), Belanda. Ada dua topik yang dibahas pada kesempatan tersebut, yaitu How to Internationalize Your Faculty/Institution pada Selasa, (19/52015), dan How to Approach Partner Institution pada Kamis, (21/5/2015) yang berlangsung di ruang sidang kampus I UAD.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV, Prof. Sarbiran, Ph.D., berharap agar agenda seperti ini dapat memberikan informasi dan sharing untuk memulai, menjalankan, dan menguatkan program-program internasionalisasi perguruan tinggi, terutama yang telah dilaksanakan oleh LUMC.

Kepala Kantor Urusan Internasional UAD, Ida Puspita, M.A.Res., juga menjelaskan bahwa kerja sama UAD dan LUMC telah diinisasi sejak tiga tahun terakhir. Pada (20/5/2015), Fakultas Farmasi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Psikologi telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan LUMC dan akan bekerja sama dalam berbagai bidang. Seperti academic exchange, joint research and publication, dan lain-lain.

“Selain MoU, ditandatangani pula Student Exchange Agreement. Dalam upaya merealisasikan MoU ini, Fakultas Farmasi UAD tengah mempersiapkan dua mahasiswanya untuk dikirim ke LUMC tahun depan,” terang Ida Puspita.

Presentasi tersebut dihadiri oleh para Dekan dan Kaprodi se-UAD. Hadir pula beberapa perwakilan KUI, Perguruan Tinggi Muhammadiyah, seperti Stikes Aisyisyah Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Sumber : UAD

Menristek Serahkan Kampus Penerbit Ijazah Bodong ke Polisi untuk Diproses

Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan tinggi terus menelusuri kampus-kampus yang mengeluarkan ijazah bodong. Kampus yang diketahui mengeluarkan ijazah bodong akan diserahkan pada pihak kepolisian untuk diproses hukum.

“Saya lagi menelisik ke dalam ini, mana yang sekolah bener, mana yang tidak. Yang tidak saya akan serahkan ke Kepolisian atau Kejaksaan. Nantikan saya akan persilakan,” kata Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir di rumah jabatannya di komplek Widya Chandra IV, Nomor 21, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2015) malam.

Ia mengatakan sejak sidak ke dua universitas penerbit ijazah bodong dilakukannya, laporan soal kampus serupa terus diterimanya. Ia meminta waktu seminggu untuk kembali melakukan sidak ke beberapa universitas yang diduga mengeluarkan ijazah tak sesuai aturan itu.

“Besok saya akan lakukan lagi di tempat lain. Saya akan lacak dimana-mana,” sambungnya.

“Kayaknya dalam minggu ini (target penyelesaian penyidikan), mereka harus mengecek. Dalam minggu ini, mulai Jum’at pengumpulan data ini, saya telepon ternyata oh ini kurang. Jadi Senin, Selasa, Rabu saya harus mendapat kepastian,” pungkasnya

Menurutnya kasus ijazah bodong ini harus dituntaskan untuk menyambut masyarakat ekonomi Asean tahun depan. jika mental generasi muda serba instan tanpa mau berusaha kuat, maka akan tergilas dengan kekuatan dari luar.

“Ini yang harus kita tegakkan. Kalau ini terjadi, berarti ini membuat jatuhnya marwah bangsa Indonesia dalam masalah pendidikan tinggi. Ini akan menjatuhkan persaingan SDM pada tingkat global. Ini akan dihadapkan pada MEA. Ini bahaya bagi saya. Khususnya di pendidikan tinggi. Kami harus berantas. Apapun resikonya,” pungkas Natsir.

Sumber : Detik news

UMM Launching Pusat Riset Pengembangan Apel Pertama di Indonesia

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) membuat terobosan baru dengan mendirikan Pusat Riset Pengembangan Apel pertama di Indonesia yang diketuai oleh Dr Harun Rasyid MP, Selasa (19/5). Launching yang dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) di Hotel UMM Inn dihadiri berbagai narasumber, yakni Sekretaris Bidang Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian Dr Ir Agung Hendriadi, MEng, Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropik Dr Ir Joko Susilo Utomo, MP, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur Dr Ir Tri Sudaryono, MS, Ketua Gapoktan Mitra Arjuna Hj. Ir. Luki Budiardi, dan Direktur Agrokusuma Batu Ir. Edy Antoro.

Peserta FGD yakni dari unsur pemerintah diwakili oleh Dinas Pertanian Batu, Kab. Malang, Kab. Pasuruan, kemudian dari unsur Kelompok Tani diwakili oleh Gapoktan kota Batu, Kab. Malang dan Kab. Pasuruan, juga dari unsur pedagang diwakili oleh asosiasi pedagang apel dan dari unsur akademis diwakili oleh kaprodi pertanian dari UMM, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri), Universitas Islam Malang (Unisma), Univesitas Widyagama dan Universitas Brawijaya (UB).

“Pendirian Pusat Riset Pengembangan Apel ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan pengembangan komoditas apel yang meliputi permasalahan pada kualitas lahan, produktivitas pohon, biaya produksi yang tinggi, modal yang terbatas, industri yang belum berkembang dan lain-lain,” kata Harun Rasyid.

Tujuan dari program ini, tambahnya, yakni menggiatkan agribisnis apel, sehingga terjadi peningkatan produksi dan kualitas buah dari kebun-kebun apel di sentra produksi serta mendorong pembangunan kebun kebun apel di kawasan baru. “Dengan program ini diharapkan mampu memperoleh kualitas buah unggul sesuai standar codex internasional dengan produktivitas yang tinggi, Petani memperoleh difusi teknologi dalam perbaikan lahan dan produksi bahan organik,” ujarnya. Selain itu petani juga mendapatkan teknologi pra-panen, panen dan pascapanen yang dapat meningkatkan kualitas buah.

Menurut Rasyid, rancangan strategis pengembangan program ini bersifat komprehensif yang meliputi berbagai bidang dari hulu hingga hilir, meliputi; bidang Agroteknologi tujuannya menghasilkan teknologi yang efisien dan efektif dalam pemeliharaan apel menuju apel organik, bidang pengelolaan hama dan penyakit yakni pengembangan strategi manajemen penanganan hama dan penyakit pada apel tropis.

“Bidang Pascapanen yang bertujuan mendapatkan teknologi pasca panen apel yang dapat meningkatkan mutu dan daya simpan buah segar serta buah olahan menjadi produk industri bernilai tinggi, bidang usaha agribisnis dan Manajemen pemasaran dengan tujuan mendapatkan solusi usaha tani apel yang menguntungkan dan berkelanjutan, bidang Pengembangan Agrowisata yakni meningkatkan potensi kunjungan wisatawan kekebun apel yang berkesinambungan, serta bidang Pengembangan promosi bertujuan meningkatkan selera konsumen terhadap buah apel tropis dari Malang dan kunjungan wisata apel,” tuturnya. (zul/han)

Sumber : UMM

Delapan Mahasiswa Asing Lomba Pidato Bahasa Indonesia

 Mahasiswa asing dari berbagai negara yang menempuh pendidikan tinggi di sejumlah perguruan tinggi (PT) di Malang, Jawa Timur, mengikuti lomba berpidato dalam Bahasa Indonesia yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (12/5).

Lomba pidato yang diikuti delapan mahasiswa asing asal Korea Selatan, Laos, Madagaskar, Cina , Aljazair, dan Thailand itu digelar unit Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Lomba tersebut khusus bagi mahasiswa program Darmawiswa RI Regional Malang tahun akademik 2014/2015.

Asisten Rektor Bidang Kerja Sama Luar Negeri UMM, Soeparto, berharap kegiatan tersebut dapat membawa Indonesia menjadi lebih dikenal di kancah internasional karena bahasa dan keanekaragaman budayanya.

“Budaya dan bahasa kita ini bermacam-macam, setiap daerah memiliki bahasa dan dialek sendiri. Oleh karena itu kita harus bangga dan tetap menjaga keanekaragaman budaya ini, bahkan sebisa mungkin kita kenalkan kepada dunia internasional,” ujarnya.

Sementara itu peserta lomba yang dikhususkan bagi mahasiswa asing itu berasal dari sejumlah kampus di Malang, di antaranya dari Universitas Negeri Malang (UM) dan IKIP Budi Utomo.

Dalam acara final tersebut, mahasiswa asing yang telah berhasil melewati babak penyisihan diharuskan berpidato di hadapan ratusan penonton dengan membawakan subtema “Keberagaman Bahasa dan Budaya Indonesia”.

Meski belum lama tinggal di Indonesia, para peserta sudah sangat mengenal budaya bangsa ini. “Orang Indonesia sangat ramah, mereka memperlakukan orang asing dengan sangat baik, sehingga memudahkan saya berkomunikasi dengan mereka,” kata Seong Min Nam, mahasiswa UM asal Korea Selatan.

Sementara mahasiswa asing dari UMM yang juga berasal dari Korea Selatan, Lee Ji Ho mengungkapkan dengan gamblang bahwa dirinya sangat iri terhadap Indonesia karena kekayaan sumber daya alam (SDA) maupun keberagaman budaya dan bahasa-nya. “Akan tetapi, apakah Indonesia mampu memanfaatkan SDA yang berlimpah itu dengan baik,” katanya.

Selain mengenal budaya dan mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, para mahasiswa asing tersebut juga telah mengenal lagu-lagu, tarian, dan kerajinan khas Indonesia.

Sementara itu berdasarkan keputusan dari tiga juri, yaitu Khoiru Ummatin dan Dalwiningsih dari Balai Bahasa Jawa Timur serta Joko Asihono dari UMM, memutuskan tiga orang pemenang.

Juara diraih oleh mahasiswa UMM asal Tiongkok Lhu Chun Hua, pemenang kedua mahasiswa UM asal Korea Selatan Seong Min Nam dan ketiga oleh mahasiswa IKIP Budi Utomo asal Thailand Potjanan Kinkittikowit.

“Saya sangat berterima kasih kepada orang Indonesia karena telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia,” kata Lhu Chun Hua.

Sumber : UMM

Perguruan Tinggi Muhammadiyah Gelar Pekan Seni Mahasiswa

Sebanyak 36 perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) akan mengikuti Pekan Seni Mahasiswa PTM ke 2 di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) Sabtu-Ahad (16-17/5). Menurut rencana pekan seni ini akan dibuka Menteri Ristek dan Perguruan Tinggi, Prof H Mohammad Nasir.

Dijelaskan Ketua PP Muhammadiyah, Sukriyanto, sejak Muktamar di Yogyakarta PP Muhammadiyah menggalakkan seni dan budaya. Kesenian yang sudah berjalan di antaranya, penggalakan lagu-lagu anak-anak di Jawa dan luar Jawa.

“Mengapa Muhammadiyah menggalakan seni dan budaya? Karena pendiri Muhammadiyah cinta seni dan budaya,” kata Sukriyanto.

Sedang Ketua Penyelenggara Pekan Seni Mahasiswa PTM, Jabrohim, pekan seni budaya ini akan memperlombakan 11 tangkai lomba. Yaitu, lomba baca puisi (putra-putri), lomba qiroah (putra-putri), lomba monolog, lomba pop religi, lomba musikalisasi puisi, lomba desain batik, lomba kaligrafi dekor, dan lomba vokal grup.

Tujuannya, kata Jabrohim, untuk memberikan ruang gerak bagi setiap mahasiswa Muhammadiyah untuk menuangkan, mempresentasikan, mengaktualisasikan gagasan, ide, pemikiran inovatif melalui seni. Juga sebagai ruang untuk unjuk prestasi para mahasiswa Muhammadiyah di bidang seni dan budaya.

Kegiatan ini, kata Jabrohim, ditutup dengan dialog budaya yang menampilkan Prof Syafii Maarif, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah. Selain itu, juga ada Emha Ainun Najib, Deddy Mizwar, Dessy Ratnasari, Prof Suminto A Suyuti. N heri purwata

Sumber : Republika

Pascasarjana UAD Bentuk Himpunan Mahasiswa

Pendidikan yang berkualitas harus ditunjukkan dengan keterlibatan semua pihak. Bagi civitas akademika, menjadi insan yang berkualitas tentu menjadi tujuan utama. Pendidikan tinggi diharapkan mampu menjadi uswah hasanah bagi jenjang pendidikan di bawahnya. Seperti halnya program pascasarjana, yang harus menjadi teladan bagi pendidikan sarjana, begitu seterusnya.

Oleh karena itu, mahasiswa pascasarjana sudah selayaknya mampu memberi effect ihsan yang dapat berpengaruh, baik secara langsung ataupun tidak langsung kepada institusi, masyarakat, serta bangsa secara lebih luas.

Untuk mewujudkannya, diperlukan gagasan-gagasan besar mahasiswa pascasarjana dalam mengimplementasikan ilmunya. Hal ini agar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) turut menjadi institusi terdepan yang dapat menjawab persoalan-persoalan kemasyarakatan dan kebangsaan.

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, diadakanlah Silaturahmi dan Sarasehan Pembentukan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana UAD (HIMA PPs) pada Selasa, (5/5/2015) di kampus I. Acara ini diselenggarakan untuk mempererat silaturahmi, memetakan potensi mahasiswa, mendorong mahasiswa program pascasarjana UAD untuk ikut dalam percepatan peningkatan mutu, dan untuk membentuk wadah organisasi bersama mahasiswa pascasarjana UAD.

Prof. Dr. Achmad Mursyidi, M.Sc., Apt. selaku Direktur Pascasarjana UAD dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya bahwa mahasiswa pascasarjana memiliki semangat berorganisasi yang tak kalah dengan mahasiswa S-1.

“Manusia dilahirkan ke bumi sebagai khalifah untuk mengemban tiga hal, yaitu menghamba kepada Allah, berbuat untuk kemakmuran, dan menegakkan keadilan. Insya Allah, jika tiga hal tersebut dapat dijalankan maka misi manusia sebagai rahmatan lil ‘alamiin dapat tercapai,” ucapnya.

Pembentukan HIMA PPs dipimpin oleh Wakil Direktur Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa banyak program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Dikti yang belum terserap, yakni masih sekitar 40%. Hal tersebut menjadi peluang bagi mahasiswa pascasarjana UAD untuk berkolaborasi. Ia juga berharap agar para mahasiswa dapat meningkatkan networking dengan pascasarjana lain, baik di dalam maupun di luar negeri.

Tahap pertama pembentukan HIMA PPs UAD adalah pemilihan formatur. Mereka adalah Imam Ahmad Amin Abdul Rozaq (Psikologi Sains), Harun Al-Rasyid (MP), Ardiansyah (Farmasi), Muhammad Irma Sukarelawan (PFis), Fathkurohman (PFis), dan Pramugara Robbyyana (PBI).

Tahap Kedua, tim formatur memilih ketua, wakil ketua, dan sekretaris jenderal. Akhirnya, terpilihlah Imam Ahmad Amin Abdul Rozaq sebagai ketua, Harun Al-Rasyid sebagai wakil ketua, dan Pramugara Robbyyana sebagai sekretaris jenderal. Kelengkapan kepengurusan ini akan dilanjutkan pada Kamis (7/05/2015).

Hadir dalam acara tersebut adalah direktur, wakil direktur, para kaprodi di lingkungan pascasarjana UAD, para mahasiswa perwakilan pascasarjana, serta para staf di kantor pascasarjana dan program studi.

Pemahaman Masyarakat Akan Pengelolaan Hutang Negara dan SBSN Masih Minim

Pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan hutang negara dinilai masih minim. Selain itu, masyarakat juga masih banyak yang belum memahami kerja pemerintah dalam menanggulangi Pengelolaan Utang Negara dan Surat Berharga Negara (SBN). Untuk itulah, Kementerian Keuangan Republik Indonesia selayaknya perlu mengadakan sosialisasi serta menyebarluaskan informasi mengenai SBN kepada kalangan akademisi dan masyarakat luas.

Berdasar atas latar belakang itulah, Kementrian Keuangan Republik Indonesia diwakili Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Direktorat Surat Utang Negara bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan talkshow dan sosialisasi mengenai Surat Berharga Negara dan Pengelolaan Utang Negara, pada Selasa (12/5) bertempat di Gedung AR Fachruddin B lantai 5 dengan tema Surat Berharga Negara (SBN) Goes to Campus.

Dwi Irianti Hadiningdyah, S.H, M.A. selaku Kepala Subdirektorat Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara dalam sambutannya menjelaskan, memang masih banyak masyarakat yang belum paham atas kerja pemerintah dalam menanggulangi Pengelolaan Utang Negara dan Surat Berharga Negara (SBN), khususnya Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai instrumen keuangan dan investasi yang memiliki peran strategis bagi pembangunan nasional. Sementara itu, menurut Dwi, lingkungan kampus, terutama mahasiswa dan dosen, adalah kelompok masyarakat yang kritis terhadap berbagai kebijakan Pemerintah, sehingga acara sosialisasi semacam ini juga dapat menjaring masukan dan opini dari mahasiwa dan dosen, selain itu membuka basis investor SBN yang potensial bagi mahasiswa dan dosen dimasa depan. “UMY yang merupakan institusi pendidikan tinggi yang berkembang pesat dan concern terhadap pengembangan pasar keuangan di Indonesia terutama syariah menjadi salah satu alasan kami mengadakan sosialisasi di kampus ini,” jelasnya.

Ditambahkan Dwi, tujuan utama dari adanya Talkshow dan sosialisasi ini adalah menyebarluaskan informasi mengenai SBN kepada kalangan akademisi, menjaring masukan dan opini akademisi bagi kebijakan pengelolaan Surat Berharga Negara dimasa yang akan datang, karena untuk saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan paham akan SBN. “Berbagai tujuan penting kami harapkan dengan adanya sosialisasi ini, dan kami sangat mendorong pengembangan pasar keuangan di Indonesia terutama syariah melalui penyebarluasan informasi di kalangan akademisi,” tambahnya.

Di dalam mencapai pembangunan ekonomi yang ditargetkan oleh pemerintah, Negara mencari sumber-sumber dana yang dapat dikembangkan untuk pembangunan Negara, dan salah satunya yaitu dengan berhutang. Dr. Imamudin Yuliadi, S.E., M.Si sebagai Kaprodi Ilmu Ekonomi UMY dan Ketua Komisariat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) salah satu pemateri dalam workshop tersebut menyampaikan bahwa akibat dari kurs rupiah melemah menyebabkan hutang negara meningkat. “Hutang jika dikelola dengan baik akan menjadi lompatan-lompatan pembangunan ekonomi negara. Dan saya jamin, tidak ada negara di dunia ini yang tidak punya hutang dalam melakukan pembangunan di negaranya,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Imamudin lagi, keuangan Islam merupakan harapan masa depan Indonesia. Berbagai jenis lembaga keuangan Islam yang ada di Indonesia, seperti pasar modal syariah, Bank Islam, pegadaian syariah, asuransi Islam, dan bisnis syariah seharusnya dapat membantu ekonomi keuangan Indonesia. “Keuangan Islam dapat membantu perkembangan ekonomi Indonesia, namun sangat disayangkan masih minimnya masyarakat yang mengetahui apa itu keuangan syariah,” tambahnya.

Sementara itu, Dian Handayani, S.E., Ak., MBA. selaku Kepala Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor Direktorat Pembiayaan Syariah dalam materinya menyampaikan, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing. Berlandaskan UU Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara memberi landasan penerbitan SBSN sebagai kewenangan pemerintah untuk menerbitkan SBSN, dan penggunaan barang milik negara dan objek pembiayaan sebagai underlying asset. Underlying asset sendiri adalah asset yang menjadi objek atau dasar transaksi dalam penerbitan sukuk.

•Sukuk berasal dari kata dalam bahasa Arab, yang berarti dokumen atau sertifikat. Istilah Sukuk merupakan bentuk jamak (plural) dari kata Sakk. (adm)

Sumber : UMY

Rektor UMSurabaya berikan Souvenir Cantik untuk KPK

Bersiap melawan korupsi rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) Dr.dr. Sukadiono, M.M. berikan parcel lem tikus dan obat kuat kepada Johan Budi selaku pelaksana tugas (plt) komisioner komisi pemberantas korupsi (kpk) dihadapan ratusan civitas academica UMSurabaya.

Melalui agenda kuliah umum BEM Fakultas Hukum UMSurabaya yang bertajuk Sketsa Buram Masa Depan Pemberantas Korupsi di Indonesia pada senin (30/03/2015) bertempat di Auditorium Gedung G Inspire Rektor UMSurabaya memberikan kado spesial kepada KPK berupa parcel yang berisi Racun Tikus, Lem Tikus dan Obat Kuat.

“Penyerahan parcel tersebut merupakan simbol bahwa saya selaku rektor mendukung penuh penguatan KPK dan mendukung KPK untuk menyelesaikan kasus-kasus besar yang sampai hari ini masih mengantung” ujar Dr.dr Sukadino,MM.

Racun tikus adalah simbol bahwa KPK harus membasmi para koruptor dengan racun-racun keberanian. Lem tikus merupakan simbol bahwa KPK perlu menjerat para koruptor yang hari ini sudah ditetapkan menjadi tersangka agar tidak lepas. Sedangkan obat kuat adalah simbol bahwa KPK harus tetap kuat ditengah tekanan kekuasaan dan kriminalisasi komisioner. Rakyat adalah obat kuat dari KPK.

Pemberian kado spesial tersebut disambut hangat oleh Johan Budi selaku Plt. Ketua KPK.  “ini merupakan catatan penting bagi kami dan kami sangat mengapresiasi dukungan seluruh civitas academika UMSurabaya. Tentunya kami akan bekerja keras dalam pemberantasan korupsi di negeri ini”, jelas Johan Budi setelah kuliah umum.

Sumber : UM-Surabaya

Syiarkan Muktamar, Muhammadiyah Gelar Rangkaian Seminar di Unmuha

PP Muhammadiyah kerjasama Universitas Muhammadiyah Aceh menyelenggarakan Seminar pra Muktamar Muhammadiyah “Peran Muhammadiyah dalam Rekonstruksi Keislaman dan Keindonesiaan” di Gedung Bantuan New Zealand Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), Banda Aceh, (Kamis, 30/4).

Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah ke-47 tersebut dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama tentang “Pandangan Muhammadiyah tentang Kemajemukan Bangsa Indonesia” dengan pembicara Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. dan Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Aceh, Dr. H. Aslam Nur, LML., M.A.

Sedangkan sesi kedua “Reaktualisasi Islam sebagai Jalan Menuju Integrasi Keislaman dan Keindonesiaan” diisi  Ketua PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, MA dan Dosen UIN Jakarta Prof. Dr. Bahtiar Effendy.

Sementara itu di sesi ketia “Tantangan dan Peluang Dakwah Muhammadiyah dalam Penerapan Syariat Islam Menuju Indonesia Berkemajuan” diisi Ketua PW Muhammadiyah Aceh Prof. Dr. H. Al Yasa’ Abubakar, M.A. dan Chaider S. Bamualim, M.A.

Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, MA saat membuka acara tersebut menjelaskan, seminar ini untuk mencari masukan program Muhammadiyah pasca Muktamar ke-47 dan bagian dari syiar Muhammadiyah menjelang Muktamar pada tanggal 3-8 Agustus 2015 di Makassar.

“Seminar Pra Muktamar putaran ke-6 yang berlangsung di Banda Aceh ini memiliki tujuan untuk menguatkan relevansi ideologi Muhammadiyah di tengah realitas perkembangan masyarakat dan tuntutan perwujudan Islam dalam realitas kehidupan; mempertajam basis ideologi Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan Islam; dan menemukan formula konteks organisasi Muhammadiyah memasuki abad kedua,” tandasnya. [humas unmuha | mimi]

Sumber : Universitas Muhammadiyah Aceh

Rektor UMRI bertemu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan R.I

Disela Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Siti Nurbaya ke Pekanbaru (6/5/2015), Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Dr. Mubarak berkesempatan menemui Ibu Menteri. Pertemuan Rektor dengan Ibu Menteri di Ruang VIP Bandara SSK Pekanbaru dimaksudkan untuk menyampaikan keinginan UMRI meminta Ibu Menteri sebagai Keynotespeaker utama dalam rencana Seminar Nasional.

Tema Seminar Nasional yang akan ditaja UMRI adalah “Pendidikan Vokasi Sebagai Langkah Cerdas Untuk Mengatasi Kerusakan Lingkungan Hidup & Perubahan Iklim”. Tujuan akhir dari seminar ini adalah merancang pembukaan program studi vokasi dibidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim di Universitas Muhammadiyah Riau.

Usulan Rektor UMRI kepada Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan disampaikan sebagai bentuk kepedulian UMRI terhadap perlindungan lingkungan hidup di Indonesia. Dari hasil pertemuan singkat itu, Ibu menteri secara lisan telah menyetujui rencana kegiatan tersebut dan selanjutnya meminta UMRI untuk mengatur teknis pelaksanaan dalam bentuk waktu dan tempat pelaksanaan yang disesuaikan dengan jadwal kegiatan Ibu menteri. Tentunya keberhasilan pelaksanaan kegiatan seminar nasional tersebut dan kedatangan ibu menteri Lingkungan hidup dan kehutanan sangat diharapkan oleh Sivitas Akademika UMRI.

Kunjungan Ibu Siti Nurbaya dalam kapasitasnya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke Provinsi Riau dimaksudkan untuk melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Daerah Riau serta perwakilan kabupaten/kota. Rapat yang dilakukan terkait moratorium penggunaan lahan gambut di Provinsi Riau. Pertemuan tersebut dilakukan hanya beberapa jam di Bandara VIP Bandara SSK Pekanbaru.Ibu Menteri tiba pada hari Rabu (6/5/2015) pukul 12.30 WIB Pada pukul 16.00 Menteri berangkat kembali ke Jakarta. (Humas)

Sumber : Universitas Muhammadiyah Riau