Din Syamsuddin: Sekolah Muhammadiyah Maju Kalau Pimpinannya Kompak

Bertempat di komplek SMP Muhammadiyah 1 Jl. KHR Asnawi no. 7 Kudus Jawa Tengah, digelar Muhammadiyah Education Expo (MEE) 2015, diselenggarakan oleh Ikatan Guru dan Karyawan Muhammadiyah dan Majelis Dikdasmen PDM Kudus, (19 – 22/3).

Purwanto Agung, panitia utama MEE 2015, menyatakan bahwa Muhammadiyah Education Expo ini baru pertama kalinya diselenggarakan di Kudus. Berbagai potensi khas dan program serta usaha pendidikan masing-masing amal usaha pendidikan Muhammadiyah Kudus dipaparkan dalam stan-stan pameran. Berbagai media digunakan oleh masing-masing stan untuk memamerkan keunggulan masing-masing, mulai dari media cetak sampai penggunaan multimedia elektronik. Pameran dibuka oleh Ketua PDM Kudus, Achmad Hilal Madjdi.

SMK Muhammadiyah diantaranya memamerkan karya siswa mereka berupa charger telepon seluler tanpa listrik. Dipamerkan juga alat penghemat konsumsi bensin pada kendaraan bermotor hasil penelitian siswa SMA Muhammadiyah. Masing-masing sekolah menampilkan prestasi dan menggelar karya, seperti SD Muhammadiyah Birrul Walidain, MI Muhammadiyah Bae, SD Muhammadiyah Gribig, dan lain-lain. STIKES Muhammadiyah, satu-satunya perguruan tinggi Muhammadiyah Kudus juga mengambil bagian dalam Expo ini.

Pada Sambutan Penutupan Muhammadiyah Education Expo 2015, oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin (22/3). Din mengungkapkan rasa bangga dan penghargaan pada Muhammadiyah Kudus yang telah menunjukkan gerak dakwah pencerahan yang semakin dinamis terbukti kegiatan MEE ini. Penghargaan dan ungkapan rasa bangga pelajar Muhammadiyah Kudus sudah menunjukkan prestasi dengan mendapat undangan ke Sendai, Jepang.

Din berpesan pada Pimpinan AUM Pendidikan dan Kesehatan untuk menunjukkan kemajuan sesuai etos kerja Muhammadiyah.” Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Itulah orang-orang sukses. Sekolah Muhammadiyah maju kalau pimpinannya kompak. Kepala sekolah harus punya kapasitas / kemampuan tambahan sebagai penunjang”, ujarnya.

Din juga mengingatkan Pelajar Muhammadiyah jangan kalah dengan sekolah lain. Fastabiqul khoerot. Tidak cukup ikut perlombaan saja tapi juga harus juara. Tidak cukup ‘to be good is not enough’ tapi harus ‘why not the best ?’ Harus berprestasi dan menjadi juara. (dzar)

CDC Gembleng Calon Wisudawan dengan Success Trainee

Spiritual Up and Career Competencies by Softskills (SUCCESS) merupakan gemblengan terakhir kalinya bagi calon wisudawan sebelum meninggalkan kampus biru UMP, setelah sebelum menjajaki dunia kampus melalui Becoming Excellent Student Training (BEST), dan pengembangan diri sebagai pribadi yang mandiri melalui Softskills Management and Resolution Training (SMART).

Acara dibuka langsung oleh rektor Dr. H. Syamsuhadi Irsyad SH MH., ia menyampaikan, sebagai calon alumni, tentu sebaiknya keterampilan mengatur diri harus terus dikembangkan secara maksimal “Pelatihan ini akan sangat penting sebagai sarana “Sharing experience” guna mengetahui fakta, kebutuhan, dan trik efektif berkarir ataupun melanjutkan studi, yang tentunya untuk meraih sukses kedepan”, ungkapnya. Rektor menambahkan, dengan Success Trainee ini membuktikan, bahwa UMP terus memberikan yang terbaik kepada mahasiswanya, Rektor mengharapkan lebih dalam lagi, agar acara ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh peserta untuk lebih menggali kemampuan diri sebagai lulusan yang sukses.

Dalam acara pembekalan ini, peserta akan dibawa untuk mengetahui lebih dalam bersama para tokoh motivator sukses dan handal dari Ikatan Alumni UMP. Para calon lulusan juga diberikan trik-trik jitu menjadi alumni yang exelent yang Unggul, Modern, nan Islami. Tak hanya itu, para peserta juga berkesempatan mengujungi panti Asuhan Muhammadiyah, disana mereka saling berbagi dan mendaklarasikan komitmen bersama sebagai pribadi alumni yang unggul dan berkemajuan untuk agama, bangsa, negara dan almamater tercinta. (uut)

Sumber : UMP.AC.ID

GELAR KULIAH UMUM, FAKULTAS EKONOMI DATANGKAN DUA PRAKTISI NASIONAL

Menandai dimulainya perkuliahan pada semester genap tahun 2015 Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo menggelar kuliah umum yang sekaligus menjadi agenda tahunan. Tidak tanggung-tanggung, kuliah umum tersebut menghadirkan dua tokoh nasional yang telah expert  dibidangnya masing-masing, mereka adalah H. Ibnu Hasan, S.Pd, M.Pd, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Republik Indonesia dan Agus Yahya (Alumni Prodi Akuntasi Fakultas Ekonomi Unmuh Ponorogo seorang pengusaha sukses di bidang ekspor-impor pupuk).

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi Titi Rapini, SE,MM menjelaskan bahwa tujuan dari kuliah umum tersebut adalah untuk memberikan tambahan ilmu dan wawasan kepada mahasiswa sehingga memiliki pandangan yang luas tentang ilmu yang sedang mereka pelajari pada bangku perkualiahan. Beliau juga berharap melalui kegiatan ini mahasiswa dapat terinspirasi dari kedua pemateri yang hadir. “Tidak menutup kemungkinan kita bisa maju, yang dibutuhkan adalah semangat untuk belajar dan Insya Allah ilmu yang di dapat sesuai dengan niat yang ada pada anda semua”, terang beliau di depan ratusan mahasiswanya.

Secara bergantian kedua pemateri menyampaikan pemaparan materinya yang dikemas secara aplikatif bahkan tidak jarang success story yang merupakan sejarah hidup kedua pemateri mengundang decak kagum para mahassiswa. Terbukti dengan sesi Tanya jawab yang berjalan cukup rapat, masing-masing peserta secara bergantian menyampaikan pertanyaan kepada para pemateri.

Hadir juga pada kegiatan tersebut Rektor Unmuh Ponorogo Drs. H. Sulton, M.Si, dalam sambutannya beliau berharap agar mahasiswa Unmuh Ponorogo kelak banyak yang menjadi orang yang sukses di bidangnya masing-masing, serta melalui Kuliah Umum ini mahasiswa dapat memetik ilmu sebanyak-banyaknya sehingga bermanfaat pada pengembangan mahasiswa.

Sumber : UMPO.AC.ID

Menjelajahi Dunia dengan Filologi

Filologi adalah ilmu yang memfokuskan penelitian pada hasil budi daya manusia berupa pikiran, seni, pengetahuan adat, sejarah, dan sebagainya, yang tertulis dalam naskah. Isi dari buah pikir nenek moyang yang telah melahirkan budaya dalam sebuah bangsa, dirasa sangat bermanfaat. Khususnya dalam penemuan jati diri suatu bangsa. Isinya dapat bermacam-macam, mulai masalah seni, sastra, agama, sejarah, obat-obatan, doa, mantra, tips, dan sebagainya. Bahasa kuno menjadi tugas peneliti (filolog) untuk mengungkap kandungan isi suatu naskah agar dapat menyajikannya kepada khalayak ramai.

Itulah yang dibahas pada kuliah umum Fakultas Tarbiyah dan Dirasat Islamiyah Universitas Ahmad Dahlan (FTDI UAD) yang terdiri atas Program Studi Tafsir Hadits (TH), juga Bahasa dan Sastra Arab (BSA) pada Rabu, (18/3/2015), pukul 09.00−11.00 WIB di ruang sidang kampus I.

Kuliah umum tersebut menghadirkan Prof. Hamamah yang merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah (PP Aisyiyah). “Seorang dosen UAD mampu memecahkan telur pada American Studies mengenai pembahasan sastra,” katanya.

Acara yang membahas filologi Islam ini menyinggung tentang banyaknya kitab-kitab peninggalan nenek moyang di berbagai negara yang belum dikaji oleh banyak orang, terutama negara bagian timur tengah.

Selama ini, Filologi merupakan mata kuliah wajib dalam kajian sastra. Memang, tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam mengkaji suatu kitab menggunakan bahasa Arab. Bahkan bagi mahasiswa BSA, filologi merupakan monster yang sulit ditaklukkan untuk dipelajari. Namun, jika fokus dan konsisten dalam mempelajari filologi, semua masalah akan dapat diselesaikan.

“Dengan filologi-lah, tidak kurang puluhan negara telah saya kunjungi untuk menelaah kitab mengenai sejarah maupun seni. Juga filologi-lah yang telah mempertemukan saya dengan orang-orang penting di dunia, seperti pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pejabat lainnya,” ujar Hamamah yang sejak muda telah aktif dalam organisasi Kemuhammadiyahan.

Banyak negara yang telah ia kunjungi. Di antaranya Arab Saudi, Irak, Belanda, Inggris, Prancis, Thailand, dan lainnya untuk menelaah kitab-kitab kuno. Bahkan, naskah yang ditulis oleh istri Sri Sultan Hamengkubuwono di London yang memiliki tebal sekitar 30 centimeter telah ia telaah.

“Merupakan pengalaman yang tidak disangka berkeliling dunia dengan membawa nama Indonesia dan mengupas fakta dari sejarah zaman dulu suatu bangsa. Dengan filologi, saya dapat mewujudkan itu semua.”

Sebelum menutup acara, ia berkata, “Seorang mahasiswa harus mampu melihat orang yang lebih sukses agar termotivasi, mempunyai mainset bahwa ia harus pintar, harus berkreativitas tanpa batas karena kreativitas mampu mengungkapkan sebab dari suatu hal.” (AKN)

Sumber : UAD.AC.ID

UMM Ciptakan Alat Pengukur Kemampuan Bahasa Inggris

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, menciptakan alat pengukur kemampuan berbahasa Inggris bagi mahasiswa maupun masyarakat yang diberi nama Test of Academic English Proficiency (TAEP).

Direktur Language Center (LC) UMM, Dr Masduki, mengemukakan alat tes (TAEP) tersebut sedang diajukan hak patennya ke Kementerian Hukum dan HAM pada awal tahun 2015.

Meski belum mendapatkan hak paten, Komisi Eropa justru sudah mengakui alat ukur pengetahuan berbahasa Inggris yang dibuat UMM sejak tahun 2012 tersebut.

“TAEP ini setara dengan alat Test of English as Foreign Language (TOEFL) maupun IELTS. Tahun lalu, mahasiswa UMM yang mengikuti program beasiswa Erasmus Mundus ke Eropa hanya melampirkan dokumen TAEP tanpa disertai TOEFL atau IELTS, namun tetap diakui oleh Komisi Eropa,” katanya, Kamis (20/3).

Oleh karena itu, pihaknya mempercepat pengajuan hak paten untuk alat tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM. Pengajuan hak paten tersebut sudah dilayangkan pada awal tahun 2015 dan harapannya hak paten itu segera turun.

Ia menjelaskan bentuk TAEP tidak jauh berbeda dengan alat pengukur lainnya, seperti TOEFL, IELTS, atau alat tes setara lainnya yang diberlakukan di hampir negara seluruh dunia, sebab bentuk alat pengukurnya juga berupa tes pilihan ganda, lisan, dan isian.

Perbedaan TAEP dengan alat pengukur lainnya, kata Masduki, baru terasa saat tes “listening”. TAEP memiliki suara aksen bahasa Inggris yang beragam karena UMM melibatkan mahasiswa dari berbagai belahan dunia, seperti Brasil, Italia, Jepang, Nigeria, Polandia, Prancis, Singapura, Spanyol, Uzbekistan, dan sejumlah negara lainnya untuk mengisi suara tes listening tersebut.

Alasan melibatkan mahasiswa dari berbagai negara di belahan dunia ini, katanya, karena disesuaikan dengan status bahasa Inggris sebagai bahasa global, tidak hanya milik Amerika atau Inggris saja, sehingga TAEP ini bisa dikatakan lebih globish atau Global English.

Ia mengakui selain bisa digunakan dan dimanfaatkan masyarakat umum dengan biaya murah, yakni hanya Rp50 ribu per test, keberadaan TAEP tersebut secara internal juga sangat menguntungkan mahasiswa karena mereka bisa terhindar dari test TOFL atau IELTS ilegal atau yang hanya akal-akalan saja.

“Secara umum, biaya tes TOEFL dan IELTS rata-rata sekitar Rp500 ribu untuk sekali tes dan TAEP hanya Rp50 ribu, bahkan saya jamin mahasiswa atau masyarakat umum yang mampu mengerjakan soal-soal TAEP dan hasilnya bagus, pasti hasilnya akan bagus juga ketika mengikuti tes sejenis, termasuk yang diselenggaran TOEFL maupun IELTS,” ujarnya.

Sumber : REPUBLIKA

Mahasiswa UAD Presentasi di Kampus Thailand

Lima mahasiswa Fakultas Teknik Informatika (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mempresentasikan karya ilmiah mereka di ajang The 1st International Engineering Student Forum (IENS) di Khon Kaen University (KKU) Thailand, 4-9 Maret 2015 lalu.

Kelima mahasiswa ini adalah, Intan Dwi Isparulita (Prodi Teknik Kimia), Yusuf Islam (Teknik Industri), Hilma Putra Istana (Teknik Industri), Ikhsan Prasetyo (Teknik Industri) dan Rio Surya Pamungkas (Teknik Elektro).

IENS di KKU Thailand tersebut diikuti 15 perguruan tinggi dari lima negara di dunia yaitu Indonesia, Thailand, Taiwan, Jepang dan Laos. Selain UAD delegasi lain dari Indonesia adalah dari Universitas Tarumanegara Surabaya.

“Ada 78 presentasi ilmiah dalam poster di ajang tersebut dan salah satu tim kita berhasil memperoleh outstanding presentation award di ajang tersebut atas nama Intan Dwi Isparulita,” kata dosen pendamping tim UAD, Agung Kristianto di FTI UAD, Senin (23/3).

Dalam kesempatan itu Intan kata Agung menampilkan presentasi dengan judul Synthesis of Japanese Crystal Algae for Reduction Obesity.

Menurutnya, pasca kegiatan tersebut FTI UAD terus melakukan kerjasama dengan KKU Thailand. Tahun depan FTI UAD dengan Fakultas Teknik KKU Thailand akan menggelar pertukaran mahasiswa. “Tahun depan akan ada lima mahasiswa FTI UAD yang belajar di KKU selama 2 pekan dan sebaliknya,” katanya.

Kerjasama antara FTI UAD dengan KKU sudah berlangsung beberapa tahun. Selain KKU Thailand, FTI UAD juga menjalin kerjasama dengan 10 perguruan tinggi lain di luar negeri. Kerjasama ini ke depan akan terus ditingkatkan dan dikembangkan.

Sumber : REPUBLIKA

MILAD KE-2 MAHASISWA PENCINTA ALAM (MAPALA) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU

Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) genap berusia 2 tahun. Peringatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (10/2/15) dengan menggelar perayaan yang sederhana namun hikmad yang dihadiri oleh seratusan pengurus dan anggota serta undangan lainnya. Hadir dalam peringatan tersebut antara lain anggota Mapala UMRI, Organisasi Intra Kampus UMRI, Organisasi Otonom Muhammadiyah serta Mapala se-Kota Pekanbaru.

Selain itu, sejumlah petinggi UMRI seperti Wakil Rektor I dr. H. Taswin Yacob, Sp.S., Dekan Fakultas di-Lingkungan UMRI, Ketua lembaga dan Program Studi serta Pimpinan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB/MDMC) PW Muhammadiyah Riau turut hadir dalam peringatan tersebut.

“Kita dari pihak Rektorat berharap, semoga Mapala UMRI dapat terus eksis baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus, harumkan nama kampus kita sampai ke kancah Nasional. Selamat ber-Milad Mapala UMRI” kata Wakil Rektor I, dr. H Taswin Yacob saat menyampaikan sambutannya. Ditambahkan oleh beliau hendaknya Mapala UMRI dapat dijadikan motivator, inisiator dan deklarator bagi pelestarian dan keselamatan lingkungan di Provinsi Riau.

Sementara itu, pada sambutan Ketua Mapala UMRI oleh Taufiq Maulana, mengatakan bahwa kegiatan Milad Ke-2 kali ini sengaja digelar di pelataran parkir kampus I UMRI, hal ini bertujuan untuk memperkenalkan kampus UMRI serta menyadari sejatinya mereka adalah insan kampus yang harus tetap meningkatkan semangat, kekompakan dan eksis dalam segala hal. Melalui Mapala ini hendaknya dijadikan wadah yang bertujuan untuk memiliki jiwa, semangat dan kemampuan individual dalam mempersiapkan diri untuk terjun dalam hidup bermasyarakat kelak.

“Kedepan, kita akan tingkatkan lagi program-program dan kegiatan positif yang langsung bersentuhan dengan masyarakat banyak, selain tujuannya untuk membangun dan membantu masyarakat, ini juga sebagai ajang perkenalan kampus kita ke khalayak ramai,” katanya.

Pada kesempatan lain M. Anwar Siregar, SH. selaku Ketua LPB/MDMC PW Muhammadiyah Riau menyambut baik kegiatan tersebut, hal ini seiring dengan peningkatan eksistensi Mapala UMRI di Kota Pekanbaru. Diharapkan kegiatan serupa harus terus dilakukan seiring dengan peningkatan kemampuan anggota MAPALA UMRI untuk membantu Pemerintah dalam mengantisipasi bencana alam.

“LPB/MDMC PW Muhammadiyah Riau dan MAPALA UMRI harus bergandengan tangan dalam menyikapi dan mengantisipasi persoalan bencana alam di Riau, oleh sebab itu perlu mensynergikan program dan kebijakannya demi meminimalisir terjadinya bencana di Riau ” ujarnya.  (Muhansir)

Sumber : UMRI.AC.ID

WORKSHOP PENULISAN BUKU AJAR BAGI DOSEN STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta

Lembaga Pengembangan Ilmu, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) menggelar kegiatan “Workshop Penulisan Buku Ajar” bagi dosen. Workshop dilaksanakan di Ruang 3A Kampus I STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Selasa (10/3). Workshop ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para dosen tentang liku-liku penerbitan buku/bahan ajar.

Menurut narasumber workshop, Jozep Edyanto, direktur Penerbit Graha Ilmu, bahwa mengenai prosedur penerbitan buku, dosen hrus mengetahui beberapa kriteria memilih penerbit. Antara lain mengenai kepercayaan, kontrak/perjanjian, hak cipta, sistem pembayaran, pangsa pasar, pricing, ISBN dan bidang ilmu terbitan.

Koordinator LP3M, Sarwinanti, M.Kep., berharap dengan adanya workshop ini dapat membangkitkan motivasi para dosen untuk mulai mencoba menulis, tidak hanya artikel ilmiah tetapi juga menulis buku. Banyak potensi dosen dalam hal menulis buku, tetapi belum terealisasi karena ketidaktahuan dalam hal penerbitan, sehingga kegiatan ini dapat dijadikan sebagai langkah awal bagi dosen untuk kembali membangkitkan niat menulis dan menghasilkan karya-karya ilmiah dalam bentuk buku.

Lebih lanjut Sarwi menjelaskan bahwa dengan semakin banyaknya karya yang dihasilkan dosen STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, khususnya buku-buku/bahan ajar, tentunya akan menambah point positif bagi STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta yang sedang berbenah menjadi Perguruan Tinggi Kesehatan terbaik.

Sumber : STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA

PELATIHAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) komisariat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Magelang menyelenggarakan “Pelatihan Program Kreatifitas Mahasiswa” pada Jumat 13/3 2015. Acara yang diadakan di Aula gedung Rektorat UM Magelang tersebut diselenggrakan dalam rangka semarak milad IMM yang ke-51.

Ketua panitia IMMawati Endah dalam laporannya mengatakan, pelatihan PKM tersebut diikuti oleh 35 peserta dari mahasiswa FKIP semester 2 sampai dengan semester 6. “Pelatihan PKM ini diselenggarakan sebagai langkah awal untuk menumbuhkan motivasi para mahasiswa FKIP untuk senang dengan dunia PKM. Harapannya mahasiswa FKIP mampu bersaing ditingkat nasional dalam mencetak generasi yang unggul khususnya di bidang PKM. Meski ini berawal dari sebuah mimpi , namun dengan semangat dan dorongan penuh oleh pak Dkan FKIP, menjadi sebuah kesempatan tersendiri untuk mahasiswa FKIP membuka pintu gerbang lebar agar bisa mencapai tujuan tersebut”, katanya.

Para peserta pada pelatihan tersebut disuguhkan materi tentang PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT). “Materi itu lebih ditekankan dalam pelatihan kali ini karena dikti sedang membuka dua jenis PKM tersebut. Ketika mahasiswa sudah lulus PKM bulan ini, untuk kedepannya mudah untuk bisa lolos lagi” ujar Muji Setyo,ST., MT saat menyampaikan materi. Selain Muji, hadir juga pemateri yang lain diantaranya Septi dan Budi Waluyo, ST., MT yang sangat mensupport diadakannya pelatihan tesebut dah berharap para mahasiswa akan semakin semangat dalam beradu kreativitas. (RIFA’I-HUMAS)

Sumber : UMMGL.AC.ID

FPP UMM Terpilih sebagai Panelis pada Acara CIES Conference di Washington DC, USA

Sejak tahun 2012 yang lalu, Universitas Muhamamdiyah Malang merupakan salah satu dari 25 PTN dan PTS terpilih yang telah melakukan kerjasama dengan USAID-Higher Education Leadership and Management Project (HELM). HELM bertujuan untuk mendukung dan melanjutkan reformasi Pendidikan Tinggi Indonesia, dengan fokus pada upaya  peningkatan kapasitas pengelolaan Perguruan Tinggi Indonesia (HEI). Melalui kerjasama dengan DIKTI, HELM akan menargetkan peningkatan kapasitas dalam empat bidang manajemen inti, yaitu (1) General administration and leadership; (2) Financial management; (3) Quality assurances; dan (4) Collaboration with external stakeholders.  Salah satu bentuk realisasi dari kerjasama tersebut adalah Program Riset Aksi (Action Research Program, ARP). Kegiatan tersebut diawali dengan pengiriman masing-masing 2 orang perwakilan dari 25 Perguruan Tinggi mitra untuk mengikuti workshop di berbagai Perguruan Tinggi di Philipina dan Thailand. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada bulan Oktober dan Nopember 2012 yang lalu.

Kegiatan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana aksi,  impelementasi oleh masing-masing Tim Perguruan Tinggi mitra, monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Tim dari HELM-Chemonics Jakarta dan konsultan USAID dari Kentucky University, USA. Setelah melalui serangkaian evaluasi diskusi yang berkelanjutan, USAID-HELM menetapkan 4 universitas terpilih untuk mempresentasikan hasil kegiatan ARP tersebut di tingkat international pada acara Comparative and International Education Society (CIES) Conference di Hotel Hilton, Washington DC, USA, pada tanggal 7-14 Maret 2015. Kegiatan tersebut sepenuhnya disponsori oleh USAID-funded HELM Program dan Chemonics International. Keempat universitas terpilih tersebut adalah (1) Universitas Muhamamdiyah Malang (UMM), (2) Universitas Sriwijaya Palembang (UNSRI), (3) Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan (4) Universitas Andalas, Padang (UNAND). Adapun panelis yang dipilih oleh USAID-funded HELM Program dan Chemonics International adalah:

  1. Dr.Ir. Damat, MP, Dekan FPP-UMM
  2. Prof. Dr. Ir. Siti Herlinda, M.Si. (UNSRI)
  3. Dr. Heri Yanto Timan Notowiharjo (UNNES)
  4. Prof. Dr. Mansyurdin (UNAND)

Makalah yang dipresentasikan masing-masing panelis adalah:

  1.  Improving Academic Quality by Developing an Active Learning System (UMM)
  2. Quality Assurance System Development to Create Research Centers of Excellence (UNSRI)
  3. Data-driven Policies to Improve Students’ On-Time Graduation (UNNES)
  4. Implementation of Student-Centered Learning Strategies to Improve Soft Skills and Employability for Graduates (UNAND)

Sumber : UMM.AC.ID