Gandeng Zurich, UMP adakan Jobseeking Training

Setiap tahunnya Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mewisuda ribuan wisudawan dan wisudawati. Sebagian besar lulusan UMP terserap didunia kerja. Tentunya sebelum bekerja seorang pelamar kerja diharuskan mempersiapkan surat lamaran, curriculum vitae (cv), serta mempersiapkan diri untuk menghadapi psikotes dan wawancara. Sehingga pada Selasa, 31 Maret 2015 Career Development Center (CDC UMP) gandeng PT. Zurich Life Indonesia adakan Jobseeking Training.

Bertempat di gedung rektorat aula AK Anshori UMP, dua pembicara sekaligus didatangkan guna memberikan pencerahan kepada peserta jobseeking training. Hadir dalam acara ini Rektor UMP, Kepala Biro Kemahasiswaan, Ketua CDC, serta peserta jobseeking training. “Persiapan melamar pekerjaan harus kita persiapkan sesempurna mungkin. Apakah kita dipandang layak atau tidak pada institusi yang kita tuju. Sehingga pada kegiatan ini pembicara akan memberikan kiat kiat mempersiapkan melamar pekerjaan,” kata Agus Mulyadi Purnawanto,S.P., M.P, ketua CDC

Senada dengan itu Rektor UMP Dr. H. Syamsuhadi Irsyad M.H menyampaikan bahwa acara jobseeking training yang terselenggara setiap tahunnya ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada mahasiswa bagaimana memahami trip dan trik interview yang efektif. “kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mendukung sinergitas antara kalangan industri dan kalangan akademisi dalam kerangka untuk memenuhi kebutuhan SDM bagi beragam institusi,” jelasnya Rektor. “UMP akan terus berusaha menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi dan daya saing global,” tambahnya.

“Yang dibutuhkan ketika bekerja bukan hanya kerja keras tetapi juga kerja cerdas,” kata Henry Azhar Kasim (Head of Agency Recruitment and Sales Quality PT. Zurich Life Indonesia) salah satu pembicara. Sementara itu Wira Arjuna (Motivator, Writer and Consultant) pembicara pada sesi kedua memotivasi peserta Jobseeking Training. “kita harus berani bermimpi, berani mencoba, berani berjuang, berani gagal dan berani sukses,” jelasnya.  (Faj)

Sumber : UMP.AC.ID

Filipina Membuat Pendidikan Dasar 12 Tahun

Orasi Ilmiah Atty Santiago D. Ortega, Jr.;

“Filipina telah mengubah sistem pendidikan dengan menambah 2 tahun di pendidikan dasar, yakni dari 10 tahun menjadi 12 tahun. Undang-Undang Peningkatan Pendidikan Dasar 2013 mengamanatkan bahwa TK dibuat wajib pada usia 5, ditambah 12 tahun pendidikan dasar. Angkatan pertama dari kelas 11 pada tahun 2016, menjadi tantangan tersendiri bagi institusi pendidikan tinggi karena kekosongan dua tahun di pendidikan tinggi. Program pendidikan dasar 12 tahun Filipina akan membuat lulusan sebanding dengan lulusan lain di negara-negara ASEAN, dan dunia pada umumnya.”

Itulah yang dikatakan Atty Santiago D. Ortega, Jr., President Of University of Saint Anthony, Filipina, dalam orasi ilmiah wisuda Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu (28/3/2015), di JEC.

Menurutnya, pada 2015, ASEAN Community telah dimulai. Situasi ini akan menghilangkan batas-batas bagi orang, produk, jasa dan barang, serta menghilangkan hambatan sehingga meningkatkan persaingan.

Bagaimana kita akan menyiapkan diri dalam tahun-tahun mendatang? Apakah bergerak maju, atau mundur? Apakah kita siap untuk menghadapi dunia di tengah-tengah menyusutnya batas?

Berkaitan dengan hal itu, Atty menghubungkan dengan mahasiswa yang sedang diwisuda. “Setelah lulus, persaingan akan dimulai. Anda akan menemui banyak tantangan. Beberapa orang mungkin memutuskan untuk bekerja di institusi pemerintah, sedangkan yang lain memutuskan untuk menjelajah ke dunia bisnis, mengelola atau usaha sendiri, dan menjadi bos. Di sini, saya ingin menekankan tentang kewirausahaan, menjadi seorang pengusaha-pengacara di Filipina.”

“Saya memuji Komisi Pendidikan Tinggi (CHED), lembaga yang mengelola lembaga pendidikan tinggi di Filipina. Pada tahun 2005, CHED berdasarkan Resolusi Nomor 184-2005 telah menyetujui Kebijakan, Standar, dan Pedoman Bachelor of Science dalam Kewirausahaan efektif S/Y 2006−2007. Tujuannya untuk mengembangkan wirausaha Filipina. CHED percaya bahwa semangat kewirausahaan adalah tulang punggung ekonomi apa pun, semakin kuat semangat wirausaha, maka semakin bergairah ekonomi. Di Filipina, jumlah terbesar pendaftar dan lulusan di perguruan tinggi adalah jurusan bisnis dan manajemen pendidikan,” tambahnya.

Di USANT, lulusan terbanyak pada 2015 berasal dari departemen pendidikan bisnis sekitar 40%. Populasi terbesar di sana adalah jurusan akuntansi. Sebanyak 34% dari seluruh perguruan tinggi adalah departemen pendidikan bisnis.

Mengapa program pendidikan bisnis menjadi pilihan siswa Filipina? Di USANT, biaya program tersebut lebih rendah dibandingkan program medis dan sains, serta sedikit praktik laboratorium. Selain itu, siswa percaya bahwa mereka memiliki pilihan yang lebih luas setelah lulus. Mereka bisa menjadi bos bagi dirinya sendiri atau mendapatkan pekerjaan di sektor swasta maupun publik. Persiapan akademis formal di perguruan tinggi akan membantu lulusan memulai bisnis mereka sendiri, untuk menjadi mandiri dan memperoleh gelar tanpa tergantung kepada pemerintah.

Memang ada urgensi untuk menceburkan diri dalam kegiatan kewirausahaan. Statistik Nasional Kantor Filipina melaporkan bahwa tingkat pengangguran di Filipina rata-rata 8,9% pada 1994−2014. Namun, data tersebut menurun menjadi 6,0% pada Oktober 2014. Di antara para pengangguran, 21,6% adalah lulusan perguruan tinggi.

Pada laporan yang sama, tingkat pengangguran di Indonesia adalah 5,94%, jauh sedikit lebih rendah dari Filipina. Ini merupakan bukti yang meyakinkan bahwa kewirausahaan, baik skala kecil atau skala besar, usaha kecil atau makro, bisa mengurangi pengangguran di kedua negara.

“Saya percaya UAD telah membekali Anda dengan pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan untuk menghadapi dunia kerja yang nyata. UAD, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Yogyakarta, membekali Anda dengan soft skills dan hard skills untuk menjadi warga negara yang produktif dan pengusaha Indonesia yang sukses,” kata Atty.

Soft skill mengacu pada keterampilan interpersonal, sikap dan semangat terhadap pekerjaan. Sementara menurut Andrew Dubrin, penulis buku Essentials of Management, hard skill mengacu pada keterampilan teknis, konseptual, diagnostik, dan politik. Keterampilan ini akan membuat pengusaha meraih hasil maksimal dalam bisnis. Bill Gates, salah satu yang terkaya dunia adalah programmer komputer. Ia memiliki keterampilan teknis yang tidak dapat diragukan. Ia merupakan salah satu pengusaha paling terkenal, yang memiliki Microsoft.

“Di USANT, kami menganjurkan dan membangun kualitas mahasiswa dan karyawan atau CDCD atau yang disingkat dengan care (perhatian), dedication (dedikasi), commitment (komitmen),  dan discipline (disiplin). Jika Anda memiliki kualitas ini, Anda tidak akan pernah gagal. Sukses akan berada di ujung jari Anda.”

Buktinya, formula ini membawa USANT ke tempat yang sekarang, pemimpin dalam inovasi pendidikan dan keunggulan. USANT terus menyentuh dan meningkatkan kehidupan para pemangku kepentingan dan akan terus melakukan bahkan lebih berani, lebih baik, dan lebih bersinar. Seandainya bukan karena CDCD, USANT tidak akan seperti sekarang.

“Sebagai Presiden dan Ketua Dewan USANT, universitas mitra Anda, saya mendesak masing-masing dari Anda untuk membuat perbedaan. Selalu bawa cita-cita almamater. Hidup yang bermanfaat adalah saat Anda merangkul motto moral and intellectual integrity,” terangnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, “Rahasia sukses saya adalah kerja keras, tekun berdoa, dan berbagi dengan sesama. Ukir masa depan Anda dengan integritas moral dan intelektual, disiplin, perhatian, dan dedikasi,” tutupnya.

Sumber : UAD.AC.ID

Penghargaan Green award dari USAID untuk Universitas Muhammadiyah Palangka Raya

Universitas Muhammadiyah Palangka Raya sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Kalteng yang mendapat penghargaan green award atas partisipasinya dalam mendukung usaha pembangunan rendah emisi di Kalimantan Tengah yang disupport oleh USAID IFACS dalam pengelolaan hutan pendidikan di kecamatan Rakumpit seluas 4.910ha. Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan pada hari jumat 06 Februari 2015 pada saat kunjungan Duta Besar Amerika Serikat di PSKI desa Buntoi Kec.Kahayan Hilir kab. Pulang Pisau. Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan USAID IFACS pusat Mr Reed Merryl beserta Mission Director of USAID.

USAID IFACS merupakan bantuan dari USA untuk Indonesia melalui Kementerian Dalam Negeri dalam mendukung kegiatan pembangunan hutan untuk penurunan emisi karbon. Kegiatan USAID IFACS telah berakhir si bulan Januari tahun 2015. Menurut Mr Reed, kegiatan lanjutan akan segera dilaksanakan bernama program Lestari namun tidak sebesar USAID IFACS kemarin.

Dalam program baru tersebut pembangunan hutan pendidikan akan masuk dalam program unggulan Lestari sekaligus pembangunan hutan Adat Ulin.

Bukan semi penghargaan tersebut Universitas Muhammadiyah Palangka Raya bergerak untuk melestarikan hutan namun kegiatan ini sudah menjadi hobby dan kebiasaan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya untuk mewujudkan Kampus Hijau seperti semboyan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya sebagai The Green Islamic Campus di Kalimantan Tengah.

Sumber : UMPALANGKARAYA.AC.ID

MMR UMY Selenggarakan Pelatihan Aktivasi Code Blue

Peristiwa meninggalnya Yani Libels di Bandara Soekarno Hatta beberapa hari yang lalu, akan menjadi pelajaran bagi banyak orang, terlebih lagi tenaga medis. Pasalnya kasus yang dialami Yani Libels tersebut juga sering ditemui pada pasien-pasien di rumah sakit, dikarenakan pasien yang tiba-tiba mengalami serangan jantung hingga akhirnya nyawanya pun tak tertolong. Namun hingga saat ini, tim medis khusus yang bisa menangani kondisi mendesak seperti tersebut masih sangat jarang, belum lagi keterampilannya yang juga belum baik.

Karena itulah, berlatar belakang permasalahan tersebut, Magister Manajemen Rumah Sakit, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan Pelatihan Aktivasi Code Blue. Pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari sejak Sabtu (28/3) hingga Minggu (29/3) di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta ini diikuti oleh semua mahasiswa MMR UMY, Manajer Klinik yang juga merupakan dokter atau perawat dari Rumah Sakit mitra UMY serta beberapa rumah sakit umum dan daerah di Indonesia.

Menurut Ketua Prodi MMR Pascasarjana UMY, dr. Erwin Santosa, Sp.A., M.Kes, Code Blue tersebut merupakan suatu tim yang dibentuk oleh setiap rumah sakit untuk menangani pasien yang tiba-tiba mengalami serangan jantung. Mereka pun harus berusaha menyelematkan pasien yang mengalami serangan jantung secara tiba-tiba tersebut dalam waktu kurang dari enam menit. “Dalam tim Code Blue ini ada Tim Primer dan Tim Sekunder. Tim Primer dari mulai satpam, tukang sapu, perawat, hingga dokter harus juga bisa memiliki pengetahuan bagaimana menghadapi dan menyelematkan pasien yang mengalami serangan jantung tiba-tiba, atau yang kami sebut sebagai Bantuan Hidup Dasar (BHD). Barulah kemudian Tim Sekunder yang tak lain merupakan tim khusus dari dokter dan perawat yang lebih profesional dan ahli melakukan penanganan lanjutan, atau Bantuan Hidup Lanjutan (BHL),” jelasnya.

Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang bisa diberikan tersebut seperti, kompresi dada. Sementara untuk BHL yang dilakukan oleh personel atau tim yang lebih terlatih, dilakukan dengan cara menggunakan alat bantu peralatan, alat bantu napas tingkat lanjut dan obat-obatan yang bersifat mendukung atau memicu jantung agar bisa berdenyut lagi.

dr. Erwin juga mengatakan bahwa pihaknya menyelenggarakan pelatihan tersebut, di samping untuk memberikan pelajaran secara nyata kepada mahasiswanya, juga untuk memberikan masukan bagi rumah sakit-rumah sakit lain yang belum paham mengenai Code Blue. “Jadi kita tidak hanya tahu teorinya, tapi juga bisa belajar untuk mempraktekkannya. Jadi diharapkan nantinya, tidak akan ada lagi rumah sakit yang belum memiliki tim Code Blue, dan tidak bisa menangani pasien yang mengalami serangan jantung,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Nahar Taufiq, KSM Jantung RSUD dr. Sardjito, Yogyakarta saat memaparkan materinya mengenai Strategi Pencegahan Henti Jantung dan Aktivasi Code Blue mengatakan, idealnya Code Blue memang memiliki tim khusus yang bertugas sebagai tim Bantuan Hidup Lanjut (BHL). Tim ini pun bisa dimasukkan dalam shift-shif jaga tenaga medis, agar ketika sewakt-waktu ada pasien yang mengalami serangan jantung mendadak dapat segera ditangani dengan cepat dan baik. “Kalau pun ingin memanggil tim khusus code blue tersebut, rumah sakit juga harus menyepakati mau seperti apa kodenya. Apakah 119, 118, atau 117. Selain itu, bahasa yang digunakan oleh pelapor mengenai kondisi pasien yang mendadak mendapat serangan jantung itu juga harus lugas, agar bisa cepat ditangani,” paparnya.

untuk membeikan pemahaman yang lebih menyeluruh pada peserta, dr. Nahar juga telah membawa Tim Code Blue dari RSUD dr. Sardjito. Tim inilah yang kemudian mengajarkan pada peserta bagaimana cara menangani pasien yang mengalami serangan jantung dengan baik agar bisa terselamatkan dalam waktu kurang dari enam menit. (sakinah)

Sumber : UMY.AC.ID

UMP Gelar Seminar Nasional Pendidikan

Kuatkan nilai seni budaya Indonesia, Minggu (29/3), program studi Pendidikan Guru sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (PGSD UMP), menggelar acara Seminar nasional pendidikan bertemakan “Dinamika Nilai Budaya Lokal dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Era Global “ dengan mendatangkan narasumber Mr. Ith Vuthy, M. Sc., M.A (Phnom Penh, The Kingdom Of Cambodja), Prof. Dr. H. Ahmad Tafsir, MA (Pakar Filsafat dan Guru Besar UPI), serta H. Soediro, SH. LLM (Budayawan, penasehat, dosen FH). Seminar nasional ini berhasil menarik minat besar, taka ayal auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP nampak penuh sesak oleh peserta baik dari kalangan tenaga pendidik ataupun pengamat pendidikan. Tidak hanya seminar, acara ini juga menjadi ajang temi kangen alumni PGSD UMP yang datang dari berbagai penjuru di Indonesia.

Acara dibuka oleh rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad MH. Dalam sambutannya rektor mengatakan mahasiswa PGSD UMP sebagai generasi muda harus dapat terus memajukan visi UMP yaitu unggul, modern dan Islami. Tidak hanya itu rektor juga menginginkan agar mahasiswa dapat terus berperan aktif di ranah pendidikan baik di lingkup lokal, regional atupun nasional. Sementara itu, salah satu pembicara, Soediro SH, LLM, dalang (Penasihat PEPADI Kabupaten Banyumas 2011-2015) yang juga dosen Fakultas Hukum UMP memastikan, Wayang adalah produk budaya lokal yang harus dipelihara dengan baik karena didalamnya banyak kisah, cerita muatan nilai-nilai  yang menggambarkan tentang kehidupan manusia. Soediro memastikan, wayang dapat menjadi media ajar yang sangat efektif dalam proses pembelajaran. “Guru harus kreatif dalam menggunakan media pembelajaran. Dengan wayang bukan hanya pesannya saja yang disampaikan tetapi juga nilai, kearifan lokal,” tandasnya mantap.

Sementara itu, pembicara kedua, Prof. Dr. H. Ahmad Tafsir (Guru Besar UPI) lebih menekankan pada sistem pendidikan Indonesia. Ia menegaskan agar pendidikan pekerti dan nilai lokal lebih diutamakan. “Bicara karakter dalam sistem pendidikan yang terpenting adalah akhlak, hancur negara karena akhlak. Ini dari pekerti dan nilai lokal, “ tuturnya. Tak kalah mantapnya, pembicara tamu dari Deputi Program of SEAMOLEC, The Kingdom of Kambodia., Mr. Ith Vuthy, M. Sc., M.A dalam paparannya, ia mengatakan pentingnya pemanfaatm teknologi buku digital untuk media ajar.  Menurut Ith Vuthy, future ICT Expectations for Education adalah“The world in your FINGERS, mobile accessed, learning media & source of information, effective, efficient, flexible (time, place), global access, easy to update, available on-demand, independent study,” jelasnya.  Peserta Nampak antusias mengikuti acara, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang aktif melontarkan pertanyaan kritis. (Pra)

Sumber : UMP.AC.ID

Di IBK, Mahasiswa Bisa Langsung Berwirausaha

Banyaknya mahasiswa yang terjun ke dunia bisnis membuat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) serius mempersiapkan mahasiswa untuk bisa bersaing. Melalui unit Iptek Berbasis Kewirausahaan (IBK) yang diprakarsai Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM, mahasiswa pun diperkenalkan dengan dunia kerja yang sesungguhnya, mulai dari sempitnya lapangan pekerjaan, intensitas impor, hingga kaitannya dengan nasionalisme ekonomi.

Saat ini, menurut ketua IBK Drs Wiyono MM, persentase enterpreneur di negara lain minimal 2 persen, sedangkan Indonesia masih berada di 1,65 persen. Padahal, Malaysia dan Singapura masing-masing sudah memiliki  5 persen dan 7 persen enterpreneur. Berdasar fakta tersebut, Wiyono mengingatkan perlunya kesadaran mahasiswa untuk bangkit dari keterpurukan. “Salah satunya dengan berwirausaha atau menjadi enterpreneur,” ujar dosen Prodi Manajemen FEB UMM ini.

Selain itu, tambahnya, perlu adanya edukasi pada masyarakat agar memandang kesuksesan seseorang tidak harus dilihat dari pekerjaannya, sementara yang berwirausaha dianggap tidak sukses dan sering dicibir. Hal itu dinilainya membuat mahasiswa enggan berwirausaha.

“Saya kira dukungan masyarakat masih kurang. Perlu advokasi pada masyarakat, termasuk orangtua, karena berwirausaha belum tentu langsung menghasilkan,” terang Wiyono.

Karena itulah, melalui IBK, FEB UMM menyiapkan mahasiswa menjadi enterpreneur yang dapat bersaing. IBK memberikan pelatihan pada seluruh mahasiswa yang bergabung dan ingin berwirausaha.

Lebih dari itu, di UMM, setiap fakultas diharuskan menyertakan mata kuliah kewirausahaan. Mata kuliah ini, kata Wiyono, sekaligus mendukung program Pembantu Rektor (PR) III dan Kementerian Koperasi dalam mewujudkan mahasiswa enterpreneur.

“Pembentukan unit atau komunitas di tingkatan program studi, fakultas, dan universitas seperti IBK dirasa perlu untuk saat ini,” kata Wiyono.

Setiap mahasiswa yang bergabung di IBK mendapatkan pelatihan melalui koperasi Gerakan Usaha Muda (Garuda). Tak hanya itu, IBK pun memberikan pos pelatihan tiap semester untuk lintas fakultas, sehingga seluruh mahasiswa dapat menjadi enterprenuer. (nay/han)

Sumber : UMM.AC.ID

Strategi Kreatif Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Ekonomi (IMM FE) Universitas Ahmad Dahlan  (UAD)  menyelenggarakan  seminar  nasional  dengan  tema  “Strategi  Kreatif Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015” pada   Sabtu,  (28 /3/2015) di auditorium kampus 1.

“Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengembangkan kualitas akademis civitas FE UAD  pada  khususnya,  serta  menambah  jaringan  dan  kerja sama.  Ini juga merupakan ajang untuk diskusi  dan  sharing  kesiapan Indonesia menghadapi  MEA,”  tutur Dewi Amalia, SE., M.Si., selaku Kaprodi Akuntansi dalam sambutan.

Sebagaimana diketahui, pada KTT ke-21 di Cebu-Filipina tahun 2007, ASEAN telah membulatkan tekad untuk menjadi kawasan yang terintegrasi, seperti termaktub dalam dokumen Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015.

Komunitas ASEAN, sesuai dengan Bali Concord II tahun 2003, terdiri atas 3 pilar, yaitu Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (ASEAN Political-Security Community/ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN/KEA (ASEAN Economic Community/AEC), dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural  Community/ASCC).  Melalui  kegiatan  ini, para  akademisi  dapat  saling  berdiskusi  dan  berinteraksi  membahas  isu  tersebut.

Selain dosen dan mahasiswa, hadir  pula  Sukarman, S.Si., M.Ec.Dev., M.Sc. yang menjabat sebagai Kasubbid Analisis Kebijakan Perdagangan Luar Negeri, HR Gonang Djuliastono yang merupakan Kadin DIY, dan RaiRake  Setyawan,  SE.,  Gd Bus., MSA. selaku Dosen  FE  UAD. Mereka bertindak sebagai  pembicara  dalam  seminar tersebut.(doc)

Sumber : UAD.AC.ID

English Festival 2015

Fakultas Bahasa dan Budaya Asing Universitas Muhammadiyah Semarang (FBBA UNIMUS) menyelenggarakankegiatan FBBA English Festival 2015. Acara ini berupa serangkaian perlombaan BahasaInggris yang diikuti oleh siswa SMA/SMK/sederajat se Kota Semarang dan sekitarnya dan mahasiswa tingkat Program Studi UNIMUS.

Bertempat di Gedung NRC UNIMUS, ini adalah kali kedua FBBA English Festival diselenggarakan. Tahun ini FBBA mengambil tema “Facing the Future without Leaving The Ancient”. Tema tersebut diambil sebagai salah satu upaya mengingatkan  kembali sejarah kita, sejarah bangsa kita, Sebagai langkah untuk menatap masa depan. Acaratersebut berlangsung selama dua hari.

Di hari pertama tanggal 14 Maret 2015 kegiatan English Festival dibuka oleh Rektor UNIMUS, Prof. Dr. H. Djamaluddin Darwis, M.A. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini dan tema yang diambil sangat menarik yaitu tentang sejarah, karena sebagai pelajar sudah sepatutnya kita tahu sejarah. Setelah acara pembukaan selesai dilaksanakan dualombaya itu Speech Contest dan Short story Telling. Dua lomba ini dilaksanakan dalam satu tempat, peserta tampil secara bergilir dari cabang lomba Speech Contest ilanjutkan ShortStory Telling, begitu seterusnya. Peserta begitu bersemangat menyampaikan ide – ide dalam berpidato dan fasih bercerita tentang cerita rakyat/legenda Indonesia dengan menggunakan berbagaima cam properti yang mendukung.

Siswa Serius mengikuti Contest FBBA Unimus 2015

English Wall Magazine,dan Short Story Writing yang naskahnya sudah dikirim lewat email sebelumnya. English Singing Contest adalah lomba yang paling menjadi pusat perhatian karena tiap siswa saling unjuk kemampuan dalam menyanyikan lagu berbahasa Inggris. Tak hanya siswa SMA/SMK sederajat yang menunjukkan bakatnya, mahasiswa UNIMUS juga melengkapi kemeriahan English Festival 2015 dengan mengikuti lomba English Singing Contest tingkat mahasiswa.

Selain penampilan peserta dalam berbagai perlombaan, FBBA English Festival 2015 juga dimeriahkan oleh penampilan juri English Singing Contest yaitu Anjar setiawan dan Jihad Feat Ziad (mahasiswa FBBA).

Kegiatan takberhenti sampai disitu saja, panitia juga menyelenggarakan seminar kecil mengenai kepenulisan yang diisi oleh penulis muda, Amelia Kartikawati yang tak lain adalah mahasiswa S1 Pendidikan bahasa Inggris UNIMUS dan Yunita Nugraheni, S.S., M.Hum dosen S1 Sastra Inggris. Meskipun hari mulai sore namun tak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti seminar.

Hingga tiba diakhir acara sebelum pengumuman pemenang Dekan FBBA YesikaMaya Ocktarani, S.S., M.Hum. menyampaikan terimakasih kepada peserta lomba yang sudah berpartisipasi dan selamat kepada para pemenang sebagai penutup acara. Raut bahagia dan bangga tampak di wajah para pemenang lomba yang diumumkan secara bergilir. Disisi lain, peserta yang tidak mendapat predikat juara pun ikut senang dapat berpartisipasi dalam English Festival 2015 karena mereka mendapatkan banyak pengalaman. Acara yang diikuti oleh sekitar 60 peserta itu berjalan dengan lancar.

Berikut adalah daftarpemenang lomba FBBA English Festival 2015: Speech Contest: Juara I Sitilarasati (SMA N 1 Guntur Demak), Juara II Gifta Felicia S. (SMA Nusaputera Semarang), dan Juara III Muhammad Khoirullah H. (SMA Islam Hidayatullah Semarang). Short Story Telling: Juara I Alexandro Daniel (SMA Kristen Tri Tunggal Semarang), Juara II Ahmad Ikhsanudin (SMK NU Ungaran), dan Juara III Ira Dewi Ayu Oktavia (SMA Agus Salim Semarang). Short Story Writing: Juara I MuhsinAnis (SMA Islam Hidayatullah Semarang), Juara II Yudha Putra P. (SMK Pelita Nusantara 1 Semarang), dan Juara III Uswatun Khasanah (SMA N 1 Guntur Demak). English Wall Magazine: Juara I SMA Nusaputera Semarang, Juara II SMK PGRI 01 Semarang. English Singing Contest: Juara I Claudia Jackline Christy (SMK N 8 Semarang), Juara II AyulitaMarindia (SMK PGRI 01 Semarang), dan Juara III Dyah HayuandhanuLintang (SMK N 8 Semarang). English Singing Contest tingkat mahasiswa UNIMUS: Juara I Kurniawan (S1 Kedokteran Gigi), dan Juara II Gilang Ramadhan (S1 Kedokteran Gigi).

Sumber : UNIMUS.AC.ID

Kemenpan RB Gaet Universitas Muhammadiyah Jakarta Ciptakan Konsep Pelayanan Publik

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menggaet Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) untuk menciptakan konsep pelayanan publik yang lebih baik.

“Kami meminta bantuan untuk memberikan konsep perubahan untuk pelayanan publik sehingga rakyat mendapatkan pelayanan yang baik. Insyaallah kedepan, tugas pemerintah yang efektif agar terwujud,” kata MenPAN RB Yuddy Chrisnandi dalam siaran persnya, Sabtu (28/3).

Rencana kerja sama tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi pemerintah sekaligus sebagai tindak lanjut setelah Pusat Kajian Pelayanan Publik UMJ diresmikan.

Ia berharap, Pusat Kajian Pelayanan Publik UMJ dapat menjadi pionir berdirinya pusat-pusat kajian pelayanan publik di berbagai universitas lain di Indonesia.

“Kami berharap pusat kebijakan ini bisa disebar di seluruh kampus-kampus yang ada di Indonesia ke depan,” tutur dia.

Rektor UMJ Syaiful Bakhri bangga kampus yang dipimpinnya dapat membuat program studi (prodi) yang menggagas ilmu kajian tata laksana yang baik (good governance).

Ia berharap kajian pelayanan publik tersebut dapat membantu pemerintah melaksanakan konsep good governance.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

UMM Siapkan Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah

Menjelang Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar yang akan digelar 3-7 Agustus 2015, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan mengadakan Seminar Pra-Muktamar dengan tema “Dinamisasi Gerakan Muhammadiyah Berbasis Komunitas dan Amal Usaha”. Seminar akan dilaksanakan Selasa (31/3) di Aula BAU UMM.

Ketua Panitia Dr Moh Nurhakim mengatakan, seminar ini merupakan tradisi intelektual Muhammadiyah menjelang Muktamar. Selain di UMM, seminar juga diadakan di 23 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) lainnya.

Di UMM, kata Nurhakim, seminar difokuskan pada pembahasan tentang bagaimana mengembangkan amal usaha Muhammadiyah. “Topik amal usaha menjadi fokus di UMM lantaran kampus ini dinilai sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah yang sangat sukses dari segi pengelolaannya,” terang asisten Rektor UMM Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ini.

Nurhakim melanjutkan, hasil yang dicapai dari seminar ini akan menjadi rekomendasi untuk Mukatamar mendatang. “Karena itu, pada seminar di UMM ini akan dilakukan diagnosa, menemukan masalah-masalah, menganalisis dan mengajukan solusi-solusi terbaik terkait agenda dinamisasi gerakan Muhammadiyah,” jelas Nurhakim.

Seminar menghadirkan para pakar Muhammadiyah sebagai pembicara, di antaranya yaitu Prof Dr Fauzan Saleh, Prof Dr Syamsul Arifin, Prof Dr Achmad Jainuri, Dr Hilman Latief. Rektor UMM Prof Dr Muhadjir Effendy dan ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr Haedar Nashir juga akan menjadi narasumber pada acara tersebut. Di akhir acara, Nurhakim selaku ketua pelaksana akan menyampaikan rumusan rekomendasi hasil dari seminar.

Selain UMM, PTM yang juga mengadakan seminar pra-Muktamar yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, STIKES Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Banda Aceh, Universitas Muhammadiyah Sorong, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan IKIP Muhammadiyah Maumere.

“Masing-masing kampus mengangkat tema berbeda. Mereka diminta berpikir serius dan kritis mengenai Muhammadiyah saat ini dan yang akan datang,” tandasnya. (nis/han)

Sumber : UMM.AC.ID