Kuliah Online, UNISA Subsidi Kuota Mahasiswa

“Setiap mahasiswa aktif akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 250.000. Pemberian subsidi ini untuk mendukung kuliah dan ujian online di tengah situasi krisis Covid-19,” papar Warsiti selaku Rektor Unisa Yogyakarta.

Berdasarkan surat edaran Rektor No 327/UNISA/Au/III/2020, pemberian subsidi tersebut dalam bentuk pemotongan biaya pendidikan (SPP Tetap/SPP Vatiabel) pada semester TA 2020/2021.

Unisa resmi menerapkan perkuliahan online sejak 14 Maret 2020. Namun Warsiti menegaskan bahwa mahasiswa tidak libur dan tetap belajar di rumah dengan mengikuti kuliah dan ujian online.

“Melalui pembelajaran online mahasiswa dapat mengakses materi pembelajaran, melihat video tutorial, diskusi dengan teman dan dosen, unduh dan submit tugas, ujian online, lihat nilai, dan kegiatan akademik lainnya”, kata Warsiti. [Sumber Website Resmi UNISA Yogyakarta]

UMY Produksi Face Shield untuk Tenaga Medis

Meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 berdampak pada kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di Indonesia. Hal ini mendorong dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memproduksi face shield bagi tenaga medis. Diungkapkan oleh Kepala Program Studi Teknik Mesin UMY, Berli Paripurna Kamiel, PhD, kebutuhan face shield bagi tenaga medis di atas 300 ribu. Namun hingga saat ini terjadi kelangkaan bahkan tidak ada ketersediaan alat tersebut sebagai pelindung diri tenaga medis. “Oleh karena itu dosen Teknik Mesin UMY, di bawah koordinasi Ketua Laboratorium Teknologi Plastik Cahyo Budiyantoro, MSc berinisiasi untuk memproduksi alat tersebut. Beberapa mahasiswa juga akan dilibatkan sebagai relawan dalam tahap produksi massal,” terang Berli.

Bahan yang digunakan untuk produksi face shield ialah bahan frame dari plastik polypropylene, bahan yang tahan terhadap larutan kimia dan dapat disterilkan dengan panas. Sedangkan untuk bahan shield dari acryclic dengan harga murah dan sifatnya yang disposable. “Frame dibuat dengan mesin injection molding yang ada di laboratorium teknologi plastik UMY, sedangkan shield dibeli dalam bentuk lembaran. Pada saat ini masih dalam tahap pembuatan cetakan di laboratorium fabrikasi UMY. Inshaallah minggu depan sudah mulai cetak produksi massal,” jelasnya,

Diperkirakan kemampuan produksi mencapai 600 alat. Target produksi awal 14000 produk. Nantinya APD akan dibagikan secara gratis untuk tenaga media di rumah sakit khussnya jaringan RS PKU Muhammadiyah.

UM Buton adakan Konferensi Online Basmi Hoax di Masa Pandemi Covid-19

Ditengah kebijakan Phisycal Distancing yang diperlakukan pemerintah, mahasiswa FISIPOL UM Buton turut memberikan literasi basmi hoax kepada masyarakat melalui aplikasi webinar, Rabu (01/04).

Bertemakan “Hoax Vs Corona: Mana Lebih Berbahaya” online conference ini diikuti sebanyak 42 partisipan yang berasal dari dalam dan luar akademisi UM Buton. Beberapa akademisi luar yaitu Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Teuku Umar Aceh, Universitas Bina Nusantara, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Universitas Muhammadiyah Tangerang.

“Ciri-ciri hoax diantaranya adalah judulnya yang sensasional dan provokatif, sumber berita yang tidak jelas atau hanya melibatkan satu sumber saja tanpa ada konfirmasi ke sumber yang dituduhkan, mengarahkan langsung kepada satu sumber,” jelas Ansar selaku pembicara.

Ia juga melanjutkan masa pandemi wabah corona ini, ratusan hoax juga bermunculan dan tidak sedikit netizen turut menyebarkan hoax tersebut. “Hoax sangat mengancam kehidupan sebuah bangsa, di saat pemerintah sedang berjibaku dalam mengatasi penyebaran virus corona, pemerintah pun harus mendapatkan pekerjaan tambahan yakni menangkal penyebaran hoax. Hoax sampai pada tingkatan yang massif mampu memengaruhi psikologi seseorang” ucap Ikbal Sultan, Staf Pengajar Unhas, Makassar.

Kedepannya, konferensi ini akan diadakan kembali dan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan narasumber dari unsur pemerintah dan tokoh masyarakat. []Sumber Website resmi UM Buton

Unmuha Perpanjang Masa Pembelajaran Daring

Melalui Surat Edaran Rektor No. 264/UM.M/EDR/2020, Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) memutuskan untuk memperpanjang masa pembelajaran daring hingga 1 Juni 2020. Keputusan ini diambil berdasar pada beberapa pertimbangan, di antaranya adalah keputusan Kepala BNPB No. 13A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia, Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan, dan Surat Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor : 02/MLM/I.0/H/2020 tentang Wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Beberapa aplikasi seperti e-learning Unmuha, aplikasi video conference, e-mail, dan media sosial lain diberdayakan selama pembelajaran daring. Tak terkecuali dengan ujian tengah semester, praktikum, dan proses pembimbingan tugas akhir/thesis. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan pengumpulan data dan aktivitas bersama masyarakat ditunda hingga keadaan sudah membaik.

Pada Surat Edaran tersebut, diputuskan juga untuk menunda pelaksanaan wisuda Semester Ganjil Tahun Akademik 2019/2020 yang semula direncanakan pada 11 April 2020 diundur menjadi 13 Juni 2020. “Melalui keputusan ini, kita berharap agar terbangun kesadaran bersama bahwa wabah ini akan segera berlalu jika setiap kita peduli dan patuh dengan protokol yang telah ditetapkan dalam penanganan virus yang mematikan ini,” ujar Rektor Unmuha, Dr H Aslam Nur, MA.

Mahasiswa UMSIDA Raih Juara Jujitsu

Maretha Linda Michellia, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kembali menyabet juara dalam kompetisi jujitsu tingkat nasional, Sabtu-Minggu (14-15/3) di Gedung Expotorium UM Ponorogo. Pada kompetisi tersebut, Maretha meraih juara 1 pada kelas fighting senior.

Kemenangan ini bukan kemenangan pertama bagi Maretha. Selama menempuh pendidikan di UMSIDA, setidaknya ia telah mengantongi 6 gelar juara dari berbagai pertandingan yang diikutinya.”Untuk persiapan kompetisi ini kurang lebih dibutuhkan 1 bulan karena harus membagi waktu dengan KKN,” ujar Maretha ketika ditanyai mengenai persiapan.

Diakuinya bahwa perkenalan dengan dunia jujitsu dimulai dengan mengikuti ekstrakurikuler di SMA. Ia pun lalu melanjutkan di UKM jujitsu UMSIDA meskipun pada awalnya tak menyangka bahwa UMSIDA memiliki UKM tersebut. Maretha juga menceritakan bahwa pada awalnya mamanya sempat tidak memberi restu. “Jujitsu latihannya kan keras, takut kenapa-napa. Tapi kalau Papa mengijinkan supaya aku bisa jaga diri. Pas akhirnya aku berhasil meraih prestasi, akhirnya mama mengizinkan aku ikut jujitsu sampai sekarang,” terangnya.

RekanMu Sorong dan MDMC Sorong Lakukan Penyemprotan di Zona Merah

Rabu (1/4), Relawan Kemanusiaan Universitas Muhammadiyah Sorong (ReKanMu Sorong) dan Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Kota Sorong melakukan penyemprotan disinfektan di zona merah Kota Sorong. Di wilayah tersebut satu korban positif Corona dan satu PDP Corona telah meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Sebanyak lima relawan diturunkan pada kegiatan ini.

Tindakan ini merupakan respon atas keluhan warga lokasi tersebut melalui media sosial. Penyemprotan ini juga merupakan wujud kepedulian MDMC Kota Sorong dan Universitas Muhammadiyah Sorong terhadap masyarakat dalam menekan potensi penyebaran virus Corona. Apresiasi dan ucapan terima kasih pun disampaikan oleh Ketua RT setempat, Muzdalifa.

“Semata-mata untuk memberi ketenangan kepada warga dan juga mencegah penyebaran virus,” ujar tim MDMC Sorong. Sebagai tambahan informasi, seluruh disinfektan diproduksi oleh tim produksi disinfektan ReKanMu Sorong. Hingga saat ini telah dilakukan penyemprotan di 50 lokasi.

Mahasiswa FKIK UMY Terjun Jadi Relawan Penanganan Covid-19

Sebanyak 24 mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) mengikuti program relawan yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Program relawan ini menawarkan beberapa bidang yang dapat dipilih, yaitu Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), tracking, screening, dan penanganan pasien. Bersama 15 ribu mahasiswa lainnnya, mereka akan mmembantu pemerintah dalam menangani situasi darurat nasional Covid-19.

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dr Muhammad Kurniawan MSc mengakui pihak fakultas mendorong mahasiswa untuk mengikuti program relawan tersebut. “Mahasiswa melakukukan pendaftaran sendiri melalui borang  dan kita dari fakultas proaktif melakukan pendampingan dan pendataan,” ujar Kurniawan. Dijelaskan bahwa program ini terbagi menjadi dua bagian. Mahasiswa Strata-1 (S-1) bertugas untuk melakukan KIE. Sedangkan mahasiswa yang menempuh pendidikan profesi akan membantu tenaga medis di fasilitas kesehatan.

Sebelum diterjunkan, para mahasiswa harus menjalani pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh Dirjen Dikti, Kementerian Kesehatan, World Helath Organization (WHO), Perhimpuna Dokter Paru Indonesia, dan narasumber lainnya. Tak hanya itu, relawan juga dijamin akan APD yang sesuai standar, pemenuhan nutrisi, insentif dari Kemendikbud, sertifikat pengabdian kepada masyarakat, serta penyetaraan pembelajaran sebagai bagian dari satuan kredit semester (SKS).

Unismuh Tetap Adakan Kuliah Internasional Online

Pandemi covid-19 tidak menjadi halangan mahasiswa untuk memperoleh ilmu perkuliahan seperti biasa. Sama halnya dengan Prodi S-1 Kelas Internasional Ilmu Pemerintahan Fisip Unismuh Makassar yang kembali menggelar kuliah tamu dengan menghadirkan dosen Asisten Profesor Srirath Gohwong, Ph.D, dari Universitas Kasetsart Thailand.

Bertemakan Peluang E-Government dan Tantangan Pengalaman Daerah Pedesaan di Thailand kuliah tamu kali ini diikuti para mahasiswa dan dosen ilmu pemerintahan.”Kuliah tamu ini menggunakan aplikasi zoom,” papar Dr Nuryanti Mustari selaku Ketua Prodi S-1 Ilmu Pemerintahan Fisip, Rabu (01/04).

Ini merupakan kali ke-3 Unismuh mengadakan kuliah tamu internasional di masa pandemi corona yang sebelumnya dihadiri Prof Dr Hanafi bin Hussein dari Universitas Malaya Malaysia dan Mergen Dyussejov dari Academy of Public Administration Under the President of Kazakhtan. [Sumber: website resmi UNISMUH Makassar]

Pencegahan Virus Corona di ITS PKU

Setelah diberlakukan KLB virus Corona di kota Solo sejak 13 Maret 2020, ITS PKU melaksanakan beberapa kebijakan dalam pencegahan di lingkungan kampus.

Disampaikan Weni Hastuti selaku Rektor ITS PKU, ”ITS PKU mengambil kebijakan mulai 19 Maret hingga 13 April 2020 kegiatan belajar mengajar digantikan dengan sistem daring atau kuliah online. Tenaga pendidik dan kependidikan diberlakukan kebijakan work from home, dengan beberapa staf tetap ke kampus untuk melayani pendaftaran mahasiswa baru, akan tetapi tetap harus menerapkan social distancing secara ketat.”

Dalam edaran yang dikeluarkan menyikapi status KLB Covid-19 ini, rektor menghimbau kepada segenap civitas akademika untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meningkatkan amalan-amalan yang diwajibkan maupun yang disunahkan, selain mematuhi protokol pencegahan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah secara umum.

Weni Hastuti menjelaskan, “Guna pencegahan penyebaran virus corona  agar tidak semakin meluas di lingkungan kampus ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, kami melakukan penyemprotan disinfectant bekerja sama dengan Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) PDM Kota Surakarta dan dilanjutkan secara mandiri.” Lebih lanjut Weni Hastuti menambahkan, “Kami juga mewajibkan kepada staf yang bertugas piket di kampus untuk melayani pendaftaran mahasiswa baru agar selalu menggunakan masker dan rajin cuci tangan sebagai bentuk penjagaan diri.” Melalui tim humas kampus, ITS PKU Muhammadiyah Surakarta juga aktif membuat media edukasi seputar Covid-19 yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media sosial.

Selain menempuh usaha-usaha pencegahan secara pengetahuan medis, ITS PKU Muhammadiyah Surakarta juga menggalakkan ikhtiar pencegahan bencana berdasarkan pengetahuan Agama Islam yang selama ini menjadi bagian dari Visi ITS PKU Muhammadiyah Surakarta yang berkarakter Islam Berkemajuan. Berdasarkan keyakinan bahwa dengan sedekah dapat menghindarkan dari musibah, maka Rektor membuat kebijakan untuk membagikan paket sembako pada seluruh karyawan untuk keperluan selama pemberlakuan status KLB Covid-19 berlangsung, guna meringankan beban mereka. Weni Hastuti menerangkan, “Melalui Unit Laboratorium Bio Medik, kami juga membuat dan memproduksi hand sanitizer yang kami gunakan untuk lingkungan kampus, keluarga besar ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, dan didistribusikan ke beberapa masjid sekitar kampus.”

Di samping itu, melalui Organisasi Kemahasiswaan KSR, telah dilakukan penghimpunan dana melalui Open Donasi yang nantinya dana yang terkumpul akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, seperti untuk pengadaan Alat Pelindung Diri bagi petugas kesehatan yang saat ini tergolong mulai menipis. (Humas/Teguh)

UMM Ciptakan Safety Chamber untuk Penanganan Corona

Bertambahnya pasien positif dari kalangan tenaga medis mendorong Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk melakukan inovasi di bidang kesehatan. Melibatkan mahasiswa, sivitas akademika UMM membuat alat safety chamber atau bilik keselamatan untuk menunjang kerja dokter agar tetap aman saat terpapar dengan virus Corona.

Thontowi Djauhari, M.Kes., Koordinator Tim Tanggap Covid-19 RSU UMM, mengungkapkan alat berbentuk kotak transparan ini digadang mampu meminimalisir penularan dengan memberikan pemisah ketika dokter menyentuh dan mendiagnosa pasien terduga Covid-19. Lebih lanjut Thontowi menjelaskan cara penggunaan bilik keselamatan, yakni dengan memasukkan pasien ke pelindung yang terbuat dari bahan mika tersebut. Tenaga medis lalu mulai memeriksa untuk diketahui gejala yang dirasakan pasien. Penggunaan alat ini tetap harus ditunjang dengan alat perlindungan diri (APD) sesuai dengan standar keselamatan.

Diakui oleh Thontowi bilik keselamatan ini masih dalam tahap penyempurnaan. Alat ini akan dilengkapi dengan sejumlah fitur, seperti alat penambahan bernapas untuk kenyamanan pasien dan meminimalisir penggunaan lem agar terhindar dari kebocoran. Rencananya, safety chamber akan diproduksi massal untuk membantu RS rujukan Covid-19 dan para tenaga medis. Dalam pengembangannya UMM akan bekerja sama dengan Radar Malang dan Forum Komunikasi Warga Tionghoa Malang Raya (FKWTMR). “Perawatannya mudah, tinggal dibersihkan dengan alkohol atau cukup menggunakan sabun deterjen karena deterjen lebih efektif membersihkan,” ujar Thonthowi.