Unmuha Tandatangani MoU dengan BPKP Aceh

Unmuha Tandatangani MoU dengan BPKP Aceh

Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh, Dr Aslam Nur MA menandatangani MoU dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh pada Jumat (19/11) lalu. Penandatanganan MoU terjadi di Gedung Unmuha Ruang Rapat Rektorat Lt. 2. Kepala BPKP Perwakilan Aceh, Indra Khaira Jaya SE AK MM CA QIA CGCAE hadir bersama Kepala Tata Usaha, Hanhan Hudaya Ak MM CA. Juga Kepala Subbagian Umum, Muklis, dan Subkoordinator Kepegawaian, Ari Pradana Putra.

Dalam pihak Unmuha, hadir Rektor Unmuha bersama Wakil Rektor I, Dr H Fadhlullah SH MS. Bersama Wakil Rektor II H Almanar SH MH, Wakil Rektor III, Ir H Zardan Araby MT, Kepala KUI dan Kerja Sama, Dr Febyolla Presilawati SE MM. Serta dengan para dekan, kepala biro, dan kepala unit. “Elemen penting dalam Kampus Merdeka adalah kerja sama mendukung kegiatan belajar hingga di luar kampus,” ujar Dr Aslam.

Indra Khaira mengucapkan syukur dan terima kasihnya. “Alhamdulillah. Terima kasih atas kerja sama ini karena kami yakin kita tidak akan pernah bisa mewujudkan apa pun sendiri-sendiri. Kita butuh koloborasi. Hari ini kita rasakan untuk membangun negara, dan berbagai sektor infrastruktur maupun sektor pendidikan,” ujarnya dalam situs resmi Unmuha.

Dalam penandatanganan MoU tersebut berlanjut dengan penandatanganan MoA dengan empat fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Agama Islam, dan Fakultas Psikologi. Dalam Fakultas Ekonomi sendiri aka ada empat. Di antaranya adalah Prodi Akutansi, Manajemen, Bisnis Digital, Kewirausahaan, dan insya Allah akan ada prodi baru yaitu Prodi Agribisnis.

Uhamka Resmi Miliki Prodi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia Pertama di Jakarta

Uhamka Resmi Miliki Prodi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia Pertama di Jakarta

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (uhamka) secara resmi pada hari Senin, (22/11) memiliki program studi pertama di Jakarta dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 494/E/O/2021 tentang izin pembukaan Program studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia. SK tersebut diserahkan langsung ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Prof. Dr. Gunawan Suryoputro., M.Hum didampingi oleh Badan Pembina Harian Uhamka.

Adanya Prodi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia di Uhamka membantu LLDIKTI wilayah III untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama dan juga semangat bersama untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan. “Alhamdulillah, kami Uhamka sudah lama menunggu kabar baik ini dan kebetulan bertepatan dengan Milad Uhamka ke-64 tentu menjadi kado istimewa bagi kami sebagai universitas pertama di DKI Jakarta yang memiliki Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia,” papar Rektor Uhamka Prof. Dr. Gunawan Suryoputro.

Rektor mengungkapkan ke depan kampus ini akan berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial untuk mewujudkan peradaban berkemajuan. Visi sebagai kampus yang mewujudkan propethic teaching university membawa kampus yang berlokasi di DKI Jakarta ini untuk terus berinovasi dan bergerak maju menyesuaikan diri dengan zaman. “Jumlah doktor di Indonesia masih sedikit, bahkan dosen yang bergelar S3 pun masih belum mampu memenuhi target 21% atau sekitar 58,000 dosen yang bergelar doktor apalagi yang bukan dosen atau doktor dalam ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia yang masih sangat minim dan tentunya akan mempengaruhi kualitas Pendidikan,” Ujarnya. [] Uhamka/ Diktilitbang

Prof Haedar Nashir Beri Enam Poin Perhatian untuk PTMA

Ketua Umum PP Muhammadiyah Beri Enam Poin Perhatian untuk PTMA

Dalam kegiatan Pembinaan Pimpinan PTMA dan Persemian Kantor Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah pada Senin (22/10), Prof Dr KH Haedar Nashir MSi, Ketua Umum PP Muhammadiyah memberikan 6 poin perhatian kepada seluruh PTMA dan komponen-komponennya.

PTMA Perlu Kembangkan Kualitas AIK, Keilmuan, Riset, dan Program Unggulan

Pertama, peneguhan dan pengembangan kualitas Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) seluruh PTMA. Hal ini perlu menjadi bagian penting dan fundamental yang menyatu dengan catur dharma PTMA. Pimpinan PTMA dapat mengembangkan dan membina AIK agar menjadi basic values atau internalisasi nilai-nilai yang sesuai dengan Manhaj Tarjih Muhammadiyah. “Al Islam dan Kemuhammadiyahan adalah islam berkemajuan. Hal ini perlu menjadi proses institusionalisasi dalam bentuk identitas PTMA,” ujar Prof Haedar Nashir.

Kedua, membangun dan mengembangkan epistemologi keilmuan. Prof Haedar memberi apresiasi kepada dosen-dosen bergelar doktor dan guru besar di PTMA. Berikutnya, epistemologi yang perlu terbangun dalam lingkungan PTMA adalah kerangka pikir yang holistik dan integratif. “Termasuk ketika bicara tentang epistemologi islam, kita jangan terjebak pada normativisme ayat-ayat dan hadits saja. Kita cukup mengambil substansinya, dan kita kembangkan kemudian,” lanjutnya.

Ketiga, mengembangkan pusat-pusat riset yang multidisiplin. “Kepada PTMA yang telah berhasil memiliki lembaga riset janganlah jalan sendiri-sendiri. Sebab, antar-PTMA dapat bersinergi melalui kolaborasi,” pesan Prof Haedar. PTMA-PTMA yang besar memang telah memiliki pengembangan riset yang unggul, tetapi hal ini masih menjadi awal dan PTMA lainnya perlu mengikuti demi terciptanya kesatuan kekuatan.

Keempat, menciptakan pusat-pusat dan program unggulan sesuai dengan kekhasan masing-masing PTMA. “Perlu ada akselerasi tentang hal ini secara bersama-sama oleh 165 PTMA,” tegasnya. Ia menambahkan, keunggulan-keunggulan tersebut termasuk di bidang pengembangan bisnis PTMA pula agar tidak hanya tergantung pada kekuatan mahasiswa saja.

PTMA Dapat Berkontribusi pada Pengembangan SDM dan Masyarakat

Kelima, sumber daya manusia. Prof Haedar Nashir menyarankan agar PTMA menggali potensi kader-kader angkatan muda Muhammadiyah. “Negara yang maju akan memiliki SDM yang berkualitas,” ujar Prof Haedar. Ia menyampaikan bahwa Indonesia berada di posisi ke-6 dalam pemeringkatan Human Development Index (Indeks Pembangunan Manusia) se-Asia Tenggara. Akan tetapi, posisi ini bukan berarti bahwa Indonesia tidak memiliki potensi, tetapi tidak adanya proses akselerasi. “Bidang pendidikan sibuk dengan urusan-urusan yang tidak sesuai di bidangnya. Dunia perguruan tinggi harus bebas dari proyek-proyek politik atau proyek lainnya yang tidak mengalami kemajuan IPTEK.”

Keenam, mengembangkan masyarakat ilmu. Muhammadiyah telah mempelopori pengembangan gerakan keilmuan yang memerlukan strategi-strategi praktis, termasuk dalam dunia digital. Baik ilmu mengenai nilai-nilai dasar seperti agama, Pancasila, dan kebudayaaan, maupun dasar-dasar ilmu itu sendiri. “Dalam menerapkan sikap berpendapat, para kader dan pimpinannya Muhammadiyah perlu berpendapat berdasarkan ilmu. Yang terpenting adalah dasar logika yang lurus,” tutup Prof Haedar Nashir.

Peresmian Kantor Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

Prof Haedar Nashir Beri Enam Poin Perhatian untuk PTMA

Prof Haedar Nashir juga memimpin peresmian melalui simbolis prosesi pemotongan tali di depan Kantor Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Senin (22/11). Dalam amanatnya selain 6 poin perhatian untuk seluruh pimpinan PTMA, Prof Haedar mengucapkan tahniah atas penyelesaian gedung Majelis Diktilitbang PPM.

Prof Haedar Nashir Resmikan Kantor Majelis Diktilitbang PPM

Prof Haedar Nashir Resmikan Kantor Majelis Diktilitbang PPM

Dalam rangka mewujudkan percepatan gerak dan langkah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang ada di seluruh Indonesia, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan pembinaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dan Peresmian Kantor Majelis Diktilitbang PPM, Senin (22/11). Peresmian kantor dilakukan secara langsung oleh Prof Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah dan disaksikan Menko PMK Prof Muhadjir Effendy (secara daring), Prof Lincolin Arsyad Ketua Majelis Diktilitbang, para Rektor, serta tamu undangan.

 

Prof Lincolin dalam laporannya menyebutkan pembangunan gedung kantor yang berlokasi di jalan Brawijaya Menayu Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul merupakan hasil dari taawun dan lelang yang dikumpulkan dari 111 penyumbang bersumber dari PTMA dan sumber perorangan. “Kami ucapkan terima kasih banyak dan apresiasi setinggi-tingginya Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah, Rekan-rekan Pengurus Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dan juga para donatur yang telah berkenan membantu terwujudnya kantor ini,” papar Ketua Majelis Diktilitbang tersebut. Dalam usaha meningkatkan kepercayaan dan profesionalitas kerja, Kantor Majelis Diktilitbang telah bersertifikasi ISO 9001:2015 dengan Nomor 824 100 19006 dari TUV Rheinland Indonesia. Sertifikasi ISO merupakan ikhtiar dari Majelis Diktilitbang untuk terus meningkatkan kualitas dan memberikan pelayanan secara prima untuk PTMA.

Dalam kesempatan yang sama, Majelis Diktilitbang turut meluncurkan tiga Sistem Aplikasi yang terdiri dari (1) Laporan Pimpinan PTMA, (2) Kuisioner dan Evaluasi Diri Standar Mutu AIK, dan (3) Pendataan Beasiswa di PTMA. “Sistem informasi manajemen yang dikembangkan dalam rangka melakukan pendataan di bidang kelembagaan untuk mewujudkan good governance serta meningkatkan pelayanan kantor Majelis untuk 165 PTMA” papar Muhammad Sayuti, Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM. Ia berharap agar sistem yang dibangun dapat meningkatkan kinerja Majelis, PTMA, dan juga Persyarikatan.

Prof Muhadjir Effendy menyampaikan Majelis Diktilitbang PPM memiliki peran sentral dalam menangani permasalahan yang berhubungan dengan pendidikan dan PTMA. Peresmian kantor baru yang lebih respesentatif diharapkan dapat meningkatkan peran dari PTMA bukan hanya di kancah nasional maupun juga internasional. “Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas segala jerih payah yang dilakukan oleh Majelis Diktilitbang untuk memajukan Muhammadiyah khususnya di bidang perguran tinggi,” pungkasnya. []Diktilitbang

Pengajian Milad Muhammadiyah UM Gresik

Pengajian Milad Muhammadiyah UM Gresik

Universitas Muhammadiyah Gresik menggelar Pengajian Milad Muhammadiyah 109 dengan tema “Arah Kompas Muhammadiyah Untuk Mendukung Indonesia Emas” pada Kamis (18/11). Prof Dr H Anwar Abbas MM MAg, Pimpinan Pusat MuhammadiyahPimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik (PDM), Pimpinan Daerah Aisyiah Gresik, hadir. Tidak hanya itu, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Gresik, Ketua IMM Cabang Gresik, serta jajaran pimpinan dan seluruh sivitas akademik UMG pun turut hadir.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik, Dr Taufiqullah A Ahmady MPdI menyampaikan beberspa poin. Di antaranya bahwa hendaknya kita semua menggelorakan rasa optimisme dalam menanggulangi Covid-19 dan tetap menebar nilai-nilai utama. Beliau mengharapkan agar warga Muhammadiyah bisa memaknai dan menghayati setiap makna yang terkadung dalam tema Milad Muhammadiyah 109 kali ini.

Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Dr Eko Budi Leksono MT  menyampaikan dalam pengajian tentang arah kompas Muhammadiyah mendukung Indonesia Emas. Prof Dr H Anwar Abbas MM MAg, Pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jendral MUI Pusat, dalam tausyiahnya Buya Anwar Abbas menghimbau satu hal. Yakni, kepada seluruh umat Islam khususnya warga Muhamammadiyah memupuk rasa persatuan, kebersamaan dan kesatuan. Karena banyak sekali golongan yang memecah belah persatuan umat Islam bahkan tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di luar Indonesia. Pada akhir tausiyah, beliau menuturkan sebagai Umat Islam harusnya bisa memacu diri kita di dalam bidang Iptek dan Ekonomi.

UMSU Gandeng UPSI Malaysia Gelar Seminar Internasional

UMSU Gandeng UPSI Malaysia Gelar Seminar Internasional

UMSU- Sebagai seorang pemimpin dalam pendidikan, sudah pasti gagasan kita menuju ke arah pembentukan generasi yang berkualiti. Menjadi pensyarah atau pemimpin kita harus menyediakan sistem dan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Begitu papar Prof. Dr. Abdul Rasyid Bin Jamian Pensyarah di Fakulti Bahasa dan Komunikasi UPSI Malaysia dalam seminar internasional bertajuk ‘Amalan Pengurusan Pendidikan Membentuk Insan Berkualiti’. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia secara daring, Jum’at (19/11).

Prof. Rasyid melanjutkan, selain sebagai pengajar seorang guru memiliki peranan besar dan pemimpin suatu pendidikan harus mengetahui konteks tersebut. Tidak hanya sebagai guru, tenaga pendidik harus menciptakan suasana dan sistem belajar yang menyenangkan dalam mencapai mutu pendidikan yang berkualitas, “Saya sebagai pengajar kadang menyanyi, memberikan nasehat, agar murid senang dan kita bisa semakin dekat,” ujarnya.

Ia juga berpesan pada mahasiswa untuk terus mencari ilmu dari berbagai sumber dan tidak hanya mengharapkan dari dosen. Ada baiknya sarjana mencari ilmu baru lainnya di luar ruang belajar agar tidak hanya sekadar menerima ilmu. Sebab ilmu di luar pembelajaran, dapat membentuk generasi yang berkualitas. Mutu generasi akan mempengaruhi kesehatan ekonomi dan politik suatu negara. Di masa pandemi, strategi pendidikan Malaysia juga mengalami transformasi pasca pandemi Covid-19. “Dalam mengahadapi pendidikan pasca pandemi Covid-19, perlu perubahan kurikulum, guru-guru perlu kreatif dan kita tidak boleh lagi mengajar pengajaran yang tradisional,” tutupnya sebagai narasumber. [] UMSU/ Diktilitbang

Tapak Suci UAD Raih Prestasi Internasional

Tapak Suci UAD Raih Prestasi Internasional

Kontingen Tapak Suci (TS) Universitas Ahmad Dahlan kembali menorehkan prestasi pada kejuaraan 11th Airlangga Championship Tapak Suci International Virtual Open 2021 dengan perolehan 2 medali emas dan 1 perak. Proses pendaftaran, technical meeting, sampai pelaksanaan penilaian dilakukan secara virtual dengan menggunakan Zoom dan YouTube pada 8‒12 November 2021.

“TS UAD mengirimkan 10 atlet terbagi dalam kategori Tunggal Tangan Kosong Putra dan Putri, kategori Tunggal Bersenjata Putra dan Putri, kategori Ganda Tangan Kosong Bersenjata Putri, dan kategori Beregu. Peserta yang mengikuti kejuaraan mulai dari usia dini, remaja, praremaja, dan dewasa,” jelas Sanji Julia Kristi, salah satu peraih medali, dalam wawancaranya melalui WhatsApp pada Senin (15/11) lalu.

Lebih lanjut Sanji menceritakan bahwa untuk persiapan kejuaraan bisa terbilang cukup singkat, hanya sekitar satu bulan. “Kami berlatih dengan rutin, latihan hampir setiap hari. Tapi kalau hanya mengandalkan latihan TC saja tidak cukup, harus ada latihan tambahan juga secara mandiri.”

Atlet yang memperoleh juara I kategori Tunggal Tangan Kosong Putri Dewasa yaitu Andini Mandala Putri. Kemudian, atlet dengan juara I kategori Ganda Tangan Kosong Bersenjata Putri yaitu Frida Nora Ayu Basri dan Sanji Julia Kristi. Kemudian kategori Beregu Tangan Kosong yaitu Hindriyati Muhamat, Choliz Akbar, Malika Mahira, Hasnia, dan Deden Suryana mendapat medali perak.

ITS PKU Muh Surakarta jadi Tuan Rumah RTA dan Seminar Nasional AIPNEMA 2021

ITS PKU Muh Surakarta jadi Tuan Rumah RTA dan Seminar Nasional AIPNEMA 2021

ITS PKU Muh Surakarta bekerjasama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Muhammadiyah-Aisyiyah (AIPNEMA) menyelenggarakan Rapat tahunan Anggota (RTA) dan seminar Nasional AIPNEMA 2021 dengan tema “Implementasi Program MBKM pada Pendidikan Keperawatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah” secara daring dan luring, Kamis-Sabtu (11-13/11).

Dr. Mundzakir, S. Kep., Ns., M. Kep., selaku Keynote Speaker dan Ketua AIPNEMA memaparkan AIPNEMA sebagai organisasi yang menaungi institusi penyelenggara pendidikan ners mempunyai semangat untuk menjawab tuntutan dan melaksanakan Program MBKM ini. “Oleh karena ini dalam rangka RTA ini, AIPNEMA mengulas dan melakukan sinergi dalam implementasi Program MBKM ini dalam Pendidikan Keperawatan,” paparnya. Melalui seminar nasional dengan tema “Implementasi Program MBKM pada Pendidikan Keperawatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dapat memberikan manfaat kepada dosen di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dalam memodifikasi model pembelajaran yang ada sesuai dengan perkembangan jaman. Selain itu dapat mengembangkan kurikulum yang tidak hanya mengacu pada SNPT, KKNI, dan MBKM saja namun juga mengacu pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah. Sri Mintarsih selaku ketua panitia dan WR III ITS PKU Muhammadiyah Surakarta memaparkan kegiatan RTA dan Seminar Nasional ini diikuti 200 peserta daring untuk RTA dan 500 peserta daring maupun luring untuk Seminar Nasional dari tenaga pendidik prodi Ners PTMA se-Indonesia.

Weni Hastuti, Ph.D Rektor ITS PKU Muh Surakarta juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada ITS PKU Muh Surakarta selaku tuan rumah. “Kepercayaan ini bagi ITS PKU Muhammadiyah Surakarta adalah suatu yang Mahal. Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang terus menata diri dan berbenah untuk menjadi besar, kami selalu berusaha memantaskan diri agar bisa berdiri sejajar dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah yg sudah besar,” paparnya.

Turut hadir sebagai Keynote Speaker Prof. Lincolin arsyad, MSc. PhD Ketua Majelis Diktilitbang PPM, Weni Hastuti, M. Kes., Ph.D., Rektor ITS PKU Muhammadiyah Surakarta. Dan pemateri dalam seminar nasional Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, MP sekretaris Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Puguh Widiyanto, S. Kp., M. Kep., WRI Universitas Muhammadiyah Magelang, Haryanto, Ph.D.,ketua STIK Universitas Muhammadiyah Pontianak, Cemy Nur Fitriya, S. Kep., Ns., M. Kep., WR I ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, Suratmi, S. Kep., M.Kep., Kaprodi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Lamongan. [] ITS PKU Surakarta/ Diktilitbang

Presiden Jokowi Berikan Apresiasi untuk Muhammadiyah

Presiden Jokowi Berikan Apresiasi untuk Muhammadiyah

Milad Muhammadiyah ke-109 di hadiri oleh Presiden Jokowi secara daring yang disiarkan secara langsung melalui istana negara. Jokowi memaparkan di Usia ke-109 Persyarikatan Muhammadiyah telah mewarnai perjalanan bangsa dalam bersinergi, membangun kekuatan, berjuang, merawat, dan memajukan Indonesia. Muhammadiyah tiada henti menebarkan nilai utama untuk memperkokah umat muslim yang berkemajuan. “Nilai utama Islam berkemajuan dan Wasatiyah telah menjadi pondasi beragama untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara muslim terbesar yang aman dan demokratis,” begitu pungkasnya.

Jokowi juga mengapresiasi kontribusi dan konsistensi Muhammadiyah dalam mengawal dan menangani pandemi. Muhammadiyah turut mengerahkan potensi amal usaha secara terorganisir dengan kerja kemanusiaan yang tulus dan ikhlas. Terdapat 117 Rumah Sakit dengan 165 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) untuk membantu masyarakat yang terpapar virus covid-19. “Alhamdulillah berkat kerja sama dan kerja keras seluruh komponen bangsa, laju penyebaran Covid dapat diturunkan,” paparnya. Usaha Indonesia dalam menangani Covid-19 turut diapresiasi oleh masyarakat Internasional.

Diakhir, Presiden Jokowi berpesan agar terus menerus dalam berkontribusi untuk dunia yang lebih damai dan toleran dengan nilai pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. “Sehingga kita sebagai negara mayoritas muslim dapat menjadi rujukan dunia dengan Islam yang berkemajuan dan Wasatiyah yang diperjuangkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah bukan hanya untuk Indonesia namun dunia,” tutupnya.

Milad Muhammadiyah juga turut mendapatkan persembahan ucapan dari berbagai tokoh diantaranya H. Bambang Soesatyo, S.E., MBA., Ketua MPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani, Ketua DPR RI, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, MSi., Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta beberapa Duta Besar Negara seperti Anil Kumar Nayar, Duta Besar Singapura, Steve Scott, Wakil Dua Besar Australia, H.E. Dr. Zuhair S.M. Al Shun, Duta Besar Palestina dan Owen Jenkin, Duta Besar Inggris.
[] Diktilitbang

Milad ke-109 Muhammadiyah, Prof Haedar Nasir Ingatkan Pesan KH Ahmad Dahlan

Prof Haedar Nashir Ingatkan Pesan KH Ahmad Dahlan di Milad Muhammadiyah ke-109

Pandemi dan masalah negeri dapat diselesaikan secara simultan jika semua pihak dapat bersatu dalam bingkai Indonesia milik bersama dan Bhineka Tunggal Ika. Indonesia akan gagal bangkit dan maju jika adanya pihak-pihak yang bercerai-berai dan silang sengketa. Begitu papar Prof. Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Milad Muhammadiyah yang ke-109 secara luring di Sportorium UM Yogyakarta, Kamis (18/11). Bertemakan “Optimis Hadapi Pandemi Covid-19: Menebar Nilai Utama” prosesi milad juga dihadiri Presiden Jokowi didampingi Menteri Kabinet Indonesia Maju secara online dan disiarkan langsung dari Istana Negara.

Prof Haedar Nashir menyebutkan kunci menghadapi pandemi dan menyelesaikan masalah negeri ialah tekad dan kesungguhan yang ikut disertai ketulusan, kejujuran, dan keterpercayaan serta langkah tersistem dalam mencari solusi. Persoalan pandemi dapat diletakkan dalam dimensi iman, tauhid, dan Habluminallah yang terhubung langsung dengan Habluminnanas. Pandemi menjadi masalah bersama yang dapat diambil hikmahnya diantaranya nilai utama yaitu nilai tauhid pro kemanusaian, pemuliaan manusia, persaudaraan dan kebersamaan, kasih sayang, kesungguhan berikhtiar, keilmuan, dan kemajuan. “Jadikan momentum Milad sebagai pintu mengembangkan dakwah, tajdid, dan ijtihad yang melahirkan perubahan pencerahan dan kemajuan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang unggul di ranah lokal, nasional, dan global,” paparnya. Prof Haedar juga berpesan kepada seluruh anggota kader Muhammadiyah agar menjaga jiwa ikhlas dalam bermuhammadiyah, berkomitmen, berhikmat, menjalin kebersamaan, produktif, dan unggul berkemajuan. “Patut kita renungkan pesan KH Ahmad Dahlan, aku titipkan Muhammadiyah ini kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian dapat memelihara dan menjaga Muhammadiyah dengan sepenuh hati agar Muhammadiyah dapat terus berkembang selamanya,” tutupnya.

Sambutan Milad oleh Prof Haedar juga dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti diantaranya Prasasti Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu), Muhammadiyah Australia College (MAC), dan Dasron Hamid Research and Innovation Center (UMY). Pada resepsi Milad ke-109, Muhammadiyah juga memberikan penghargaan penganugerahan tahun 2021 yang terbagi atas tiga kategori diantaranya Kategori Bidang Kesehatan dan Kemanusiaan, Kategori Bidang Sosial Ekonomi, dan Kategori Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. []Diktilitbang