Workshop Jurnal Internasional FH UMSU : Jawab Tantangan Persaingan

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Workshop dan Mentoring Penulisan Jurnal Internasional Terindeks Scopus pada hari Jumat (23/8). Bertempat di Aula FH UMSU, kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. E Lisdyono, SH., M.Hum, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.

Dalam pembukaannya, Wakil Rektor I UMSU Dr Muhammad Arifin SH MHum, mengatakan kegiatan seperti ini penting untuk menjawab tantangan persaingan yang semakin tinggi. Diharapkan melalui wokshop ini akan ada efek yang besar dalam meningkatkan kualitas jurnal publikasi internasional dari para dosen, khususnya FH UMSU.

“Publikasi ilmiah dalam jurnal bereputasi dan terindeks scopus sudah menjadi kewajiban dan tuntutan dari pemerintah yang harus dipenuhi oleh setiap dosen. Hal ini sebenarnya sudah sejalan dengan tri darma perguruan tinggi, khususnya sektor penelitian,” tambahnya. Selain kegiatan workshop dan mentoring, terdapat juga penandatangan MoU antara Fakultas Hukum UMSU dengan Fakultas Hukum UNTAG Semarang terkait tri darma perguruan tinggi.

STIE Muhammadiyah Mamuju Gelar Baitul Arqam Angkatan II

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Mamuju mengadakan Baitul Arqam dosen dan karyawan angkatan ke-II di Eco Wisata Tapandullu Malawwa Mamuju (23-25/08). Diikuti sebanyak 35 peserta, kegiatan ini bertujuan untuk selain sebagai ajang silaturrahim bagi keluarga besar STIE Muh Mamuju juga untuk memperbarui dan meningkatan pemahaman dosen dan karyawan dalam beragama sesuai dengan manhaj Muhammadiyah. “Untuk aktif di gerakan Muhammadiyah maka setiap civitas akademika STIE wajib memahami gerakan Muhammadiyah dengan baik dan benar,” ujar Muchtar Baso, selaku Ketua STIE M Mamuju.

Dr Ari Anshori selaku Ketua MPK PP menambahkan, kunci mengemban amanah di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) adalah Fastaqim Kamaa Unirta yang berarti laksanakan dengan penuh istiqomah sesuai dengan perintah. “Hal ini dimaksudkan bahwa dalam menjalankan perintah agama kita cukup istiqomah terus dalam menjalankan ibadah dan syariat Allah subhana wa ta’ala,” lanjutnya.

Turut hadir, Dr Ari Anshori selaku Ketua MPK PP Muhammadiyah, Dr Untung Cahyono dan Imam Hanafi. Di Akhir acara penutupan wakil ketua IV STIE Muhammadiyah yang membidangi Al Islam dan Kemuhammadiyahan Furqan Mawardi, S. Pd, MPI mengatakan bahwa kegiatan Baitul Arqam ini akan dilasanakan rutin setiap semester sesuai dengan tahapan kurikulum dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pendidikan Kader.

Penguatan Kurikulum Prodi Baru, UM Bulukumba Gelar Loka Karya Kurikulum

Sejak diresmikan menjadi Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB), pihak kampus terus berusaha berbenah diri. Salah satu caranya dengan menggelar Loka Karya Kurikulum. Tujuan terselenggaranya kegiatan ini ialah melakukan penelaahan dan penguatan kurikulum yang akan diterapkan di UMB sehingga penyusunan program untuk program studi (Prodi) baru dapat dimaksimalkan.

Loka Karya Kurikulum pertama merupakan Loka Karya Kurikulum untuk Prodi Perencanaan Wilayah Kota (PWK). Dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2019, pemateri adalah Dr.Eng Muhammad Sani Roychansah. M.Eng (Ketua Asosiasi Sekolah Perencana Indonesia/Ketua Prodi Perencanaan Wilayah Universitas Gajah Mada),  Sulaiman Asiri Muhajir. ST. MSP. IAP (Koordinator Bidang pengembangan profesi di Ikatan Ahli Perencana Sulawesi Selatan), Alif Daru Utomo (pengurus Ikatan Mahasiswa Perencana Indonesia cabang Sulawesi Selatan, dan H.Wahyu Hidayat.S.T, M.Sc (Dosen PWK Universitas Muhammadiyah Bulukumba).

Sementara itu Loka Karya Kurikulum kedua untuk Prodi Aktuaria digelar pada hari Rabu (21/08). Narasumber didatangkan dari Departemen Aktuaria Institut Teknologi Surabaya (ITS), R.Muhammad Atok,M.Si,Ph.D. Wakil Ketua 1 Bidang Akademik Asdar, S.Pd, M.Pd menyampaikan, melalui Loka Karya Kurikulum diharapkan capaian pembelajaran atau kelulusan bisa terstruktur dan sistematis. “Proses pembelajaran tahun akademik 2019 akan dilangsungkan pada pertengahan September 2019. Saat ini sudah ada dua prodi yang dilokakaryakan, masih tersisa enam prodi lagi. Target awal September semua Loka Karya sudah terselenggarakan,” jelasnya.

FKG Unimus Siap Jadi Pelopor Kedokteran Gigi Islam Asean

Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) bekerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) di Aula RSGM Unimus Selasa (20/8) dalam rangka mempersiapkan diri untuk menjadi pelopor Kedokteran Gigi Islam di Asean. Kerja sama ini di tandai dengan penandatanganan Momerandum of Agreement (MoA) antara kedua lembaga dan dilanjutkan dengan International Lecture.

Bertemakan “Recent Development in Dental Science and Technology based Islamic Perspective” kegiatan ini menghadirkan empat pembicara yakni  drg. Budiono, M.Pd, Dr. Ainuddin Yushar Yusof, Dr. Aspalilah Alias dan Dr. Ahmad Dzulfikar Samsudin.

“Ilmu pengetahuan dan kemampuan merupakan hal yang penting untuk menghadapi tantangan globalisasi, ” papar Dr Sansudi Rahaedjo selaku Wakil Rektor III. Sansudi melanjutkan, adanya kerjasama ini diharapkan dapat memberikan peluang antara kedua belah pihak untuk menghasilkan SDM yang mampu bersaing di era kompetitif saat ini. “sehingga dokter gigi tidak hanya sekedar mengejar kekayaan dengan profesinya, akan tetapi juga mengingat nilai-nilai islam yang akan menentukan kesuksesannya di Akhirat kelak, ”tutupnya.

Konferensi Internasional UM Jakarta: The Digital Era

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta mengadakan konferensi internasional bertajuk “The Digital Era: Bridging the Integrity, Creativity, Sustainability, and Spirituality,” (20-21/8).  Konferensi yang berlangsung di Hotel Swiss Bell-inn BSD Tangerang ini, diikuti lebih dari 100 peserta dari Thailand, Malaysia, USA, dan beberapa negara lainnya, dan dibuka oleh Prof Edy Suandi Hamid, yang sekaligus sebagai keynote speaker. Juga bertindak sebagai pembicara kunci pengusaha sukses Sandiaga S Uno.  Berbicara juga dalam forum tersebut Prof Cihan Cobanoglu dari Univetsity South Florida, USA, Dr Erseem Karadag dari Robert Morris University Township, USA,  Dr Ho Ree Chan dari Taylors University, Selangor Malaysia, dan lain-lain.

Dalam pidato berjudul ” How Technological Aspects Increase Financial Inclusion in Indonesia.” Prof Edy mengatakan,  perkembangan teknologi yang pesat, telah berpengaruh positif pada perkembangan sektor keuangan, yang semakin meningkat keterjangkauannya. Tingkat keuangan inklusif semakin meningkat di Indonesia. “Sayangnya meningkatkan keuangan inklusif ini tidak selalu sejalan dengan tingkat literasi keuangan,” kata Guru Besar FE UII yang juga Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Dikatakan, transaksi melalui teknologi finansial (fintech) berkembang pesat di Indonesia. Tahun 2019 transaksi ini sudah mencapai US$ 27,776 miliar, dan diperkirakan akan mencapai US$ 37,845 miliar tahun 2021. “Ini mencakup fintech pruducts dari digital payments, personal finance, alternative lending, dan alternative financing,” tutur Prof Edy Suandi Hamid. []RED

Wisuda STFM Cirebon, Asah Hardskill dan Softskill

“Tantangan alumni D-3 Farmasi semakin berat, diperlukan penguasaan hardskill dan softskill yang kuat seiring dengan era revolusi 4.0 saat ini,” papar Muhammad Samsudin saat menghadiri Wisuda Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah (STFM) Cirebon di Grage Hotel Cirebon, Rabu (21/08).

Samsudin melanjutkan, wisudawan diharuskan mengubah kesulitan menjadi tantangan dan peluang untuk menghadapi perubahan. “Karenanya harus memiliki bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan ditambah dengan pemahaman nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan,” lanjutnya.

Tahun ini STFM Cirebon mendapatkan bantuan 750 juta dari Program Pembinaan (PP) PTS Ristek Dikti dan 350 juta melalui LLDikti untuk RKB. Untuk selanjutnyam, STFM Cirebon berencana untuk membuka prodi Profesi Apoteker untuk melengkapi prodi D-3 dan S-1 Farmasi. Turut hadir utusan LLDikti Jabar Banten, Ketua PWM Jabar, Ketua PDM Kabupaten dan Kota Cirebon serta Asosiasi Profesi Apoteker.

MDMC Gagas Penelitian Ilmiah Muhammadiyah bersama Diktilitbang

Selasa (20/8), FGD Pertemuan Ilmiah Muhammadiyah (PIM) mengenai Riset Kebencanaan dilaksanakan di lantai dasar Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Sjafri Sairin sebagai perwakilan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi Setiawan, dan Rektor UAD Dr Kasiyarno. Peserta FGD diikuti oleh tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Jawa yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Prof Sjafri sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Ini sangat bagus jika tujuh PTM bisa berkumpul dan berdiskusi terkait kebencaanan. Selain itu diharapkan agar MDMC dan seluruh PTM untuk memperhatikan juga bencana sosial seperti konflik dan kegagalan teknologi. Karena kejadian ini juga berdampak pada masyarakat luas,” tambahnya.

Tujuan dari riset kebencanaan yang digagas oleh MDMC adalah untuk mengetahui persoalan riil yang ada di masyarakat. ”PIM Kebencanaan merupakan ajang bersama PTM dan Komponen MDMC untuk mengenal kembali sumber daya kebencanaan Muhammadiyah. Nantinya hasil dari riset dan diskusi bersama ini akan menjadi dasar program yang akan dilaksanakan oleh MDMC nanti,” jelas Budi Setiawan.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UAD Dr Kasiyarno menyampaikan pesan bahwa PTM mempunyai kewajiban untuk terlibat dalam urusan kebencanaan terutama mitigasi bencana seperti KKN Tematik Kebencanaan, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Hasil dari FGD ini ialah PIM tema “Kebencanaan” akan diselenggarakan pada bulan Februari 2020 sebagai bagian dari semarak rakornas bersama Majelis Diktilitbang, MDMC, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), Majelis Pelayanan Sosial (MPS), dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM). Selain itu juga mengundang semua PTM di seluruh Indonesia untuk hadir menjadi bagian dari PIM MU ini.

Beberapa kegiatan yang akan menjadi agenda PIM Kebencanaan di antaranya adalah, seminar nasional dan spesial sesi tematik pendidikan, kesehatan, hunian; pameran ekspo kebencanaan serta panggung relawan;  dan lomba inovasi kebencanaan.

Prodi Raih Akreditasi A, UM Palangkaraya Terima Penghargaan dari LLDIKTI

Pada HUT RI-74 kemarin merupakan moment yang membanggakan bagi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Bukan hanya merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, bertepatan pada hari tersebut, UM Palangkaraya berhasil memperoleh penghargaan dari Kemenristekdikti pasca meraih akreditasi A program studi Ilmu Administrasi Negara. Pasalnya, prodi tersebut menjadi prodi pertama dari 300 lebih prodi di 167 PTS di Kalimantan yang meraih akreditasi A.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh kepala Lembaga Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah XI Kalimantan ke dekan Fisipol UM Palangkaraya. Udiansyah selaku kepala LLDIKTI wilayah XI Kalimantan turut berbangga atas prestasi yang diraih UM Palangkaraya. “Semoga dengan menjadi yang pertama ini dapat menjadi motivasi untuk mengikuti jejak prodi Administrasi Negara di UMP ini, ” lanjutnya.

Dengan skor 363 dari batas minimal skor 361, prodi ini berhasil merubah status menjadi terakreditasi A yang sebelumnya menyandang akreditasi B dengan skor 314. M Yusuf selaku dekan Fisipol mengaku diraihnya akreditasi A merupakan hasil capaian dan inovasi penyelenggaraan pendidikan yang mereka lakukan. “Ke depannya bukan hanya Fisipol, kami berharap 16 prodi dari 7 fakultas yang ada juga mampu meraih akreditasi A, ” paparnya.

Leadership Training UM Tasikmalaya: Tekankan Kedisiplinan dan Kekompakan

Dalam rangka meningkatkan potensi kepemimpinan serta sinergi antar jajaran internal kampus, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) menyelenggarakan Leadership Training di Wisma Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (21/08).

Leadership Training bertujuan untuk meningkatkan wawasan baik berkaitan dengan ideologi Muhammadiyah, mengenai kepemimpinan itu sendiri dan berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang kita hadapi,” papar Dr Ahmad Qonit AD MA selaku Rektor UM Tasikmalaya saat membuka acara.

Bekerjasama dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, acara ini iikuti 35 peserta dan diselenggarakan selama tiga hari. “Kegiatan kita 3 hari ini dalam rangka menginisiasi bagaimana tumbuh kekompakan dan disiplin, sehingga kerja kita dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, ” lanjut Ahmad Qonit mengutip pesan dari Prof Lincolin Arsyad.

SEA-Teacher Project, UMPAR Terima Kedatangan Dua Mahasiswa Asing

Universitas Muhamamdiyah Parepare (UMPAR) kedatangan dua mahasiswa asing pada hari Selasa (20/8). Kedatangan tersebut dalam rangka 8th batch Pre-Service Student Teacher Exchange in SouthEast Asia (SEA-Teacher Project) yang diselenggarakan oleh The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan SEAMEO pada bulan Maret lalu.

Kepala Kantor Kemitraan dan Urusan Internasional UMPAR, Syawal, S.Pd., M.Pd mengungkapkan bahwa agenda untuk hari pertama bagi dua mahasiswa asing tersebut, Zoe Zeph Dizo dan Rachelle Estacio, ialah melakukan penjajakan di UMPAR untuk mengenal budaya dan sistem penyelenggaraan pendidikan UMPAR. Patahuddin, S.Pd., M.Pd selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMPAR menambahkan bahwa program pertukaran mahasiswa didesain agar terintegrasi dengan program magang, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, serta penelitian mahasiswa. “Harapannya program-program ini dapat menjembatani mahasiswa untuk termotivasi aktif berprestasi dan berpartisipasi dalam kegiatan Internasional,” paparnya.

Sementara itu, pada program yang sama UM Parepare telah mengirimkan empat mahasiswanya setelah melalui proses seleksi yang ketat baik dari pihak UM Parepare sendiri maupun dari universitas penerima, yaitu Don Mariano Marcos Memorial State University, Filipina.