Bioskop Keliling UMY Hadirkan Hiburan Edukasi di Masyarakat

Dalam rangka memeriahkan HUT RI dan penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), bioskop keliling UMY hadir melakukan pemutaran film di tiga kabupaten, yaitu Dermojurang, Desa Seloharjo, Bantul (27/8), Gegerbajing, Kulonprogo (28/8) dan Desa Karangsuri, Wonosobo (29/8). Kru bioskop keliling ini berasal dari mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Laboratorium Ilmu Komunikasi UMY. Film-film yang diputar merupakan film dari Pusbang Film Kemendikbud dan film karya mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY.

Dr. Fajar Junaedi selaku dosen Ilmu Komunikasi UMY, mengatakan bioskop kampus UMY memang secara rutin menggelar pemutaran film untuk edukasi dan hiburan masyarakat. “Fungsi bioskop keliling juga sebagai media kampus dalam catur darma perguruan tinggi Perguruan Tinggi Muhammadiyah serta untuk praktikum mahasiswa dalam pengembangan kompetensi,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu Koordinator Laboratorium Ilmu Komunikasi UMY, Budi Dwi Arifianto, M.Si, menjelaskan bahwa selama satu semester terakhir, bioskop keliling UMY telah mengadakan pemutaran di lebih dari 30 lokasi. Menurutnya bioskop keliling ini bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melakukan praktikum dan pengabdian kepada masyarakat.

AIK? Jangan Sekedar Teori

“Terdapat empat nilai Islam progresif yaitu berpikir logis, aktif memperbaiki diri, bekerja keras, dan meyakini kemampuan diri . Diskusi ini bertujuan untuk melihat pengaruh empat nilai tersebut kepada mahasiswa melalui AIK,” ujar Anisia Kumala Masyhadi saat menjelaskan hasil penelitiannya dalam forum diskusi berkala tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, di PP Muhammadiyah Cik Ditiro pekan lalu.

Lebih jelasnya Anisia menjelaskan rumusan masalah penelitiannya merujuk pada tiga pertanyaan yaitu apakah keyakinan pada nilai-nilai Islam progresif berpengaruh pada inisiatif pertumbuhan diri mahasiswa PTM? Bagaimana profil nilai Islam progresif mahasiswa PTM, adakah nilai tertentu yang mendorong mereka untuk melakukan perbaikan diri?. “Dan yang terakhir darimana atau dari siapa mahasiswa PTM memperlajari dan memperoleh nilai-nilai Islam progresif?” tambah Anisia.

Data menunjukan, dari 285 mahasiswa dari seluruh PTMA yang tersebar di Indonesia, 6,4% tercatat memiliki inisiatif pertumbuhan diri atau upaya aktif untuk maju dan berkembang. Hasil ini menyimpulkan, empat nilai islam memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap inisiatif diri mahasiswa di PTMA. “Ada sekian puluh persen yang bukan berasal dari nilai Islam, dan itu berasal dari sumber yang lain,” lanjutnya.

Di antara empat nilai Islam progresif, dua nilai yang berpengaruh yaitu berpikir logis dan memperbaiki diri. Sedangkan dua lainnya tidak memiliki peran yang signifikan dalam mempengaruhi diri. Dengan kata lain nilai Islam progresif tidak serta merta menjadi nilai penting bagi pertumbuhan diri mahasiswa. “Ada faktor lain yang berperan di luar empat nilai ini yang tidak tergali melalui penelitian ini,” tegas Anisia.

Jika dilihat dari tokoh yang berperan dalam menanamkan nilai Islam, peran pengajar masih tergolong kecil. Jika diasumsikan, pengajaran keislaman di perguruan tinggi belum optimal menggali dan menanamkan pentingnya nilai dan aktifitas yang berorientasi pada perubahan dan kemajuan. “Sementara dosen mata kuliah agama (AIK) belum berperan secara kuat dalam mengenalkan atau memberi penguatan pada nilai-nilai kemajuan ini.

Adanya fakta ini memunculkan keresahan bagi Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktilitbang PPM, ia memandang AIK melalui perspektive kaderisasi. “Saya mengamati, kaderisasi kita relatif lambat, adanya kader yang paripurna masih kurang,” paparnya.

Pengamatannya memunculkan beberapa solusi antara lain upaya untuk meningkatkan potensi kaderisasi seperti melakukan kerjasama dengan Lazismu dan fokus untuk menjadikan asrama PTMA sebagai tempat kaderisasi. “Jangan anggap enteng Aslama, Aslama harus menggunakan kurikulum yang baik dengan berbagai ilmu yang mumpuni pula,” lanjutnya.

Ia menambahkan generasi Muhammadiyah berkemajuan itu harus memperbaiki diri dan meningkatkan keilmuwannya. Karena kader sekarang itu tidak cukup hanya dengan AIK saja, namun harus diimbangi dengan ilmu lainnya. “AIK menjadi pondasi dan ditambah ilmu lainnya sebagai pelengkap,” tutupnya.

Tidak hanya itu, Prof Lincolin juga memberikan penekanan bahwa penanaman nilai AIK harus melibatkan seluruh dosen. Harapannya dosen dapat memberikan pengajaran dengan konsep ethic mainstreaming yang dikenal dengan sebutan meta learning approach. Jangan sampai AIK hanya dipahami sebagai ilmu namun tidak ada afektif dan psikomotoriknya. “Al Maun tidak hanya di tafsirkan, namun bagaimana diamalkannya. Penanaman etika juga diperlukan, hal ini harus dipegang oleh semua dosen,”pesannya.

Workshop AIK untuk PTM Indonesia Timur : Tingkatkan Kapasitas Kompetensi Dosen AIK

Workshop penyegaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) kawasan timur dilaksanakan di Sorong, Selasa hingga Kamis (27-29/08). Kali ini yang menjadi tuan rumah adalah Universitas Muhammadiyah Sorong. Dibuka oleh Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. H. Lincolin Arsyad, PhD, acara ini dihadiri oleh perwakilan dari PTM yang berada di daerah timur Indonesia, seperti STIKES Muhammadiyah Manado, STIKOM Muhammadiyah Jayapura, STIKIP Muhammadiyah Manokwari, Universitas Muhammadiyah (UM) Kupang, UM Sorong, UM Maluku Utara, dan Unimuda Sorong.

Rektor UM Sorong, Dr. Hermanto Suaib, MM, mengatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas kompetensi dosen-dosen AIK agar dapat menyesuaikan tuntutan zaman. Diakui juga meskipun berada di wilayah mayoritas non muslim, pertumbuhan PTM cukup menggembirakan serta mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan pemerintah sekitar.

Hermanto berharap kegiatan ini bisa menjamin keberlanjutan kiprah PTM di wilayah-wilayah mayoritas non muslim. “Ketulusan dan keikhlasan dalam bekerja dan beradaptasi dengan lingkungan adalah salah satu kunci keberhasilan,” tambahnya.

Suarakan Persatuan, UNIMUDA Sorong Pecahkan Rekor MURI

Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, Provinsi Papua Barat, menggelar acara pemecahan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) tarian aster dengan penari terbanyak 1.745 mahasiswa.

Kegiatan pemecahan rekor muri tarian aster di gelar di lapangan olahraga Unimuda, Kamis, dihadiri oleh Bupati Sorong Johny Kamuru, Rektor Unimuda Rustamadji, perwakilan MURI Retna Purbawati, Dandim Sorong Letkol Budiman yang juga ikut menari aster bersama mahasiswa.

Perwakilan MURI Retna Purbawati memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut karena para pejabat yang hadir juga ikut menari bersama para peserta. Menurut Retna, tarian aster oleh Unimuda Sorong dengan penari sebanyak 1.745 tersebut pertama kali di Indonesia dan belum pernah dilakukan sebelumnya sehingga tercatat sebagai rekor MURI. “Kegiatan berjalan dengan penuh semangat persatuan dan mengutamakan kebersihan sehingga memenuhi semua ketentuan penilaian muri,” ujarnya.

Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah, Rustamadji yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan kegiatan untuk menunjukkan kepada Indonesia bahkan dunia bahwa di kampus Unimuda yang terdapat berbagai jenis suku mencintai persatuan. “Kami ingin menunjukkan bahwa Papua Barat terlebih khusus kampus Unimuda Sorong bersatu hidup dalam kedamaian dan saling menyayangi satu sama lain,”

Tingkatkan Kualitas Dosen dan Karyawan, STIE Muh Cilacap adakan Raker dan Baitul Arqam

“Menghadapi era disruptif STIE Muh Cilacap harus dapat melakukan perubahan yg terencana, dan terukur untuk menangkap peluang ditengah kompetisi yg semakin besar.” Hal itu disampaikan oleh wakil sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muh Samsudin dalam acara Baitul Arqam dan Rapat Kerja STIE Muh Cilacap di BPPTU Baturaden Puwokerto, Selasa-Kamis (27-29/08).

Samsudin melanjutkan, perencanaan yang baik merupakan salah satu bagian penting untuk pencapaian tujuan organisasi. Pada perguruan tinggi Muhamadiyah Rapat Kerja (Raker) tahunan menjadi penting dan strategis dalam menyusun program setahun ke depan dan mengevaluasi capaian kinerja setahun sebelumnya.

“STIE Muh cilacap perlu mengevaluasi hal mendasar misalnya, penataan dalam layanan akademik, model pembelajaran, penguatan sisem informasi, dan kompetensi dosen,” paparnya. Apakah hal tersebut sudah menyesuaikan dengan trend teknologi mahasiswa yang memiliki karakter milenial. Jika belum, maka perlu perubahan dan peningkatan kompetensi dosen.

Kegiatan Raker dan Baitul Arqam di ikuti oleh seluruh pimpinan STIE Muh Cilacap, dosen, dan tenaga pendidik berjumlah 30 orang. Pada usianya yang sudah 28 tahun STIE Muh cilacap memiliki prodi S1 Manajemen, S1 Akuntansi dan D3 Akutansi.

Prodi Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar Raih Akreditasi A

Selasa (27/8), Program Studi (Prodi) Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ketua Prodi Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar, Drs. H. Nurdin, M.Pd., mengucapkan rasa syukur atas capaian ini.  “Alhamdulillah, kami bersyukur hari ini mendapat kabar bahwa BAN PT telah memutuskan status akreditasi Prodi Pendidikan Sosiologi Unismuh untuk meraih akreditasi A,” ungkapnya. Menurutnya ini semua tidak lepas dari bantuan dan kerja keras semua pihak.

Hal yang senada diungkapkan oleh Erwin Akib Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar. “Kami sangat bersyukur atas capaian ini. Semoga prodi-prodi lain ikut terpacu dengan torehan ini,” kata Erwin.

Capaian ini tentu saja bukanlah akhir dari perjuangan. Sekretaris Prodi Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar Kaharuddin, Ph.D mengungkapkan akan fokus meningkatkan kuantitas dan kualitas riset-riset mahasiswa serta penguatan SDM dosen. “Penelitian dosen kami dorong tiap semester, baik melalui hibah Dikti, hibah Internal Unismuh, maupun mandiri. Selain itu kami juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengikut konferensi ilmiah,” tambahnya.

Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Resmi Buka Fakultas Agama Islam

Penyerahan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) perihal Pendirian dan Perubahan Bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta dilakukan di Hotel Ibis Kemayoran Jakarta, Selasa (27/8). Prof.Dr.H.Ahmad Khairuddin, M.Ag selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin secara langsung hadir dan menerima salinan SK “Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No: 459 tahun 2019 tentang Izin Pembukaan Fakultas Agama Islam (FAI) di UM Banjarmasin”.

Terbitnya izin pembukaan FAI ini telah melalui proses panjang selama 2 tahun. Pengusulan dilakukan pada tahun 2017 sedangkan proses visitasi penilaian kelayakan prodi baru dilaksanakan pada 7 Mei 2018.

Surat keputusan tersebut menandai berjalannya proses penerimaan mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2019-2020. FAI terdiri dari 2 Prodi yaitu S-1 Perbankan Syariah & S-1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Masa Ta’aruf MABA UNIMUDA: Merajut Kebersamaan di Tengah Keberagaman

“Saya tegaskan di kampus ini tidak ada membeda-bedakan asal usul apapun, yang ada disini semuanya adalah mahasiswa UNIMUDA Sorong, kita bangun semangat kebersamaan dan membangun persatuan,” tegas Rustamadji dalam Masa Ta’aruf mahasiswa (Matras) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, (19/08).

Pada periode ini, Matras UNIMUDA mengangkat tema “Bersama MATRAS UNIMUDA Merajut Cita Tanpa Membedakan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan) untuk Nusantara.” Bertujuan untuk mengenalkan lingkungan perguruan tinggi kepada mahasiswa, kegiatan ini diikuti 1.357 Mahasiswa Baru.

Peningkatan kinerja yang diraih UNIMUDA  mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati Sorong, “UNIMUDA berkembang dengan pesat, jurusan dan program studinya semakin banyak,” ujar Suka Harjono. Diakhir, Suka Harjono berpesan untuk UNIMUDA dapat menjadikan Matras ini sebagai role model dalam merajut kebersamaan ditengah keberagaman.

UM Ponorogo bersama Kepala Desa dan Diaspora Inisiasi Jagongan Ponoragan

Universitas Muhammadiyah (UM) Ponorogo bersama kepala desa serta diaspora lintas kota dan provinsi menginisiasi acara Jagongan Ponoragan, Sabtu (24/8). Bertempat di Plaza Palem UM Ponorogo, inisiasi acara ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mempersiapkan Ponorogo dalam menghadapi globalisasi dan Revolusi Industri 4.0.

Acara ini dipantik oleh Ir. Hari Sunarko,IAI,AA (Arsitek Dan Pemerhati Bangunan Cagar Budaya), Ir. Gatot Adi MT (Akademisi dan Peneliti Joglo Maron Ponorogo), Gayuh Budi Utomo IAI (Arsitek Kontemporer), Budi Satrijo M.Si (Yayasan Reyog) dan Dr. Sulton M.Si. (Rektor UM Ponorogo). Selain itu, acara terbuka juga untuk masyarakat dan stakeholders yang ingin menyampaikan gagasan demi Ponorogo yang lebih maju.

Hasil akhir dari acara ini ialah launching naskah akademik berkenaan dengan permasalahan dan solusi untuk memaksimalkan potensi di Kabupaten Ponogoro; MoU antara UM Ponoro dan Desa di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pengembangan; serta deklarasi tentang pembangunan tiga desa wisata, yaitu Desa Glinggang, Karangan dan Kasugihan.

Wisuda STIKes Muhammadiyah Pringsewu : Siapkan Tenaga Kesehatan Profesional

STIKes Muhammadiyah Pringsewu menggelar wisuda tahun akademik 2018/2019, Jumat (23/8). Sebanyak 608 mahasiswa dari Program studi (Prodi) S-1 Ilmu Keperawatan, Prodi D-3 Keperawatan, Prodi D-3 Kebidanan, dan Prodi Profesi Ners dikukuhkan dalam prosesi wisuda tersebut.

Sejak berdiri tahun 1996 sudah lebih dari 3500 mahasiswa dihantarkan menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkompeten. Komitmen STIKes Muhammadiyah Pringsewu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak bisa diragukan lagi. Semakin banyaknya mahasiswa baru yang mendaftar menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap STIKes Muhammadiyah Pringsewu.

Dalam sambutannya, Ns. Arena Lestari, M.Kep., Sp.Kep.J selaku Ketua STIKes Muhammadiyah Pringsewu mengatakan bahwa prosesi wisuda merupakan babak baru bagi wisudawan untuk berbaur dan bersaing di tengah masyarakat dan dunia kerja. “Ke depannya, semoga para wisudawan dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan dengan baik dan profesional serta selalu menjaga nama baik almamater melalui sikap, norma, dan moral dalam setiap tindakan di masyarakat,” harapnya.