Mahasiswa UMM Edukasi Media Pembelajaran

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan edukasi mengenai media pembelajaran pada guru SDN 3 Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Beranggotakan Agus Joko Susilo, Dody Yanto, Agustriani, Isna Hidayatun Ni’mah, dan Fikri Aprizal, kelima mahasiswa ini merupakan bagian dari kelompok Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UMM.

Pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilakukan secara tatap muka. Sementara proses belajar mengajar sendiri harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun. Fikri selaku koordinator mengatakan untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 di Kelurahan Belimbing Raya dan proses pembelajaran dapat berjalan seperti biasanya, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem online atau tidak bertatap muka langsung sesuai dengan anjuran pemerintah. Oleh karena itu, kelompok ini memberikan edukasi mengenai penggunaan Zoom Meeting dan Google Meet di dalam proses pembelajaran.

Kepala Sekolah SDN 3 Belimbing Raya, Maswah, mengungkapkan sebenarnya ia dan rekan-rekannya sudah pernah mendengar tentang aplikasi Zoom Meeting dan Google Meet. Namun ada ketakutan jika menerapkan aplikasi tersebut maka ada siswa yang tidak bisa bergabung karena tidak memiliki smartphone. “Saat ini metode pembelajaran yang dilakukan oleh SDN 3 Belimbing Raya adalah dengan memberikan tugas saja. Siswa yang tidak memiliki smartphone diharuskan untuk datang ke sekolah untuk mengambil dan mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan,” ujar Maswah.

 

UMY Gelar Summer School Daring

Senin (10/8), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta membuka program Summer School 2020. Program ini akan dilaksanakan selama tiga hari sampai empat belas hari. Sebanyak 285 peserta dari 16 negara akan mengikuti Summer School berbasis pembelajaran daring ini. Beberapa negara yang mengikuti kegiatan ini antara lain, Malaysia, Pakistan, India, Kiribati, Mesir, Nepal, Oman, Thailand, Bahrain, Indonesia, Spanyol, Jepang, Gambia, Nigeria, Bangladesh, dan UAE (United Arab Emirates).

Kegiatan Summer School melibatkan empat program internasional UMY yang terdiri dari ITYIELDs (International Training for Young Islamic Economics Leaders), ITFSS (International Tropical Farming Summer School), Summer School on Tropical Agribusiness, dan International Program of International Relations Summer School. Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP IPM, mengucapkan syukur karena di tengah pandemi Covid-19, UMY masih dapat memberikan fasilitas untuk mahasiswa asing belajar daring. “Internasionalisasi kampus masih bisa berjalan dan akan terus kita jalankan. Ditambah antusias para peserta dari berbagai negara masih tinggi,” tambah Dr Gunawan.

Materi yang disampaikan di kegiatan Summer School akan disampaikan oleh pakar internasional sesuai dengan keahliannya masing-masing. Keadaan pandemi yang tidak memungkinkan untuk bertatap muka secara langsung tentu membawa perubahan bentuk pelaksanaan. Seperti yang dijelaskan oleh Dr Ihsan Nurkomar, SP selaku penanggung jawad ITFS, peserta untuk tahun ini tidak bisa diajak langsung melihat keadaan lapangan. Sebagai gantinya mahasiswa akan diberikan video agar memiliki gambaran dalam pembelajaran.

MSPP Batch 3 Resmi Ditutup Secara Daring

Jumat (7/8), Majelis Diktilitbang PPM bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) PPM dan LAZISMU menyelenggarakan penutupan Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) batch 3 secara daring. MSPP merupakan program untuk kader Muhammadiyah maupun dosen PTMA dalam mempersiapkan studi ke luar negeri secara intensif. Dalam sambutannya Dr Ari Anshori, MAg, selaku ketua MPK PPM menyampaikan MSPP sebagai salah satu usaha menciptakan kader berkarakter kuat maupun berwawasan Islam. Peserta MSPP dibekali kepemimpinan, perencanaan pembelajaran, dan strategi untuk memperoleh beasiswa di luar negeri.

Hal senada diungkapan Ketua LAZISMU, Prof Hilman Latief. Ia percaya beberapa tahun ke depan para peserta MSPP dapat meraih prestasi yang lebih hebat lagi dan bahkan menjadi pemimpin. Menurutnya program ini tidak hanya mengenai beasiswa tetapi juga tentang kepemimpinan. “MSPP batch sebelumnya sudah menghasilkan alumni-alumni yang berhasil menjadi penerima beasiswa di berbagai benua seperti Eropa, Amerika, Asia, dan sebagainya,” ujar Prof Hilman.

Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktilitbang PPM juga mengapresiasi terselanggaranya program MSPP. Program ini terbukti memberikan hasil baik yang nyata bagi Muhammadiyah. Ia berharap ke depannya kuota beasiswa bisa lebih ditingkatkan dari tahun-tahun sebelumnya. Tercatat 24 alumni yang berhasil memperoleh beasiswa luar diantaranya Belanda, Thailand, China, Taiwan, Malaysia, dan beasiswa dalam negeri lainnya.

Pada kesempatan yang sama, kelompok peserta yang melakukan pelatihan intensif di Pare meluncurkan buku testimoni Berjudul lhlam Ma’aya The Garland of MSPP Batch 3 Pare Stories & Memories. Buku dengan kisah dan cerita peserta MSPP ini menjadi investasi penting untuk meningkatkan pendidikan bangsa Indonesia khususnya warta Muhammadiyah. []GTA,APR

UMS Gelar Sumpah Profesi Ners Angkatan XXI

Selasa (4/8), UMS gelar sumpah profesi perawat angkatan ke-21. Sumpah keperawatan kali ini diselenggarakan secara daring dan luring. Sebanyak 55 mahasiswa mengikuti prosesi sumpah secara daring, sementara 11 mahasiswa mengikuti secari luring.

Ketua Program Profesi Ners UMS Sulastri, S.Kep., M.Kes mengungkapkan pada awalnya pengambilan sumpah akan dilaksanakan pada 24 Maret 2020. Namun adanya pandemi Covid membuar acara harus diundur dan diselenggarakan secara daring dari rumah masing-masing. “Dari 66 lulusam 24 mahasiswa mendapatkan IPK 4.0. Sementara IPK terendah yaitu 3.67. Sehingga kalau dirata-rata lulusan profesi keperawatan angkatan ke-21 ini 3,9,” terangnya.

Dr. Sofyan Anif, M.Si selaku Rektor UMS menyampaikan pesan kepada lulusan agar terus mengabdi kepada masyarakat dengan menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapatkan sebaik-baiknya. “Lulusan-lulusan ini menjadi capaian yang luar biasa karena banyak yang mendapatkan nilai cumlaude. Ini Sebagai bukti kualitas pendidikan di Prodi Keperawatan dan Prodi Profesi Ners FIK UMS yang sudah terakreditasi A” tutup Dr. Sofyan.

UM Palu Bentuk Koperasi Sangsurya

UM Palu membentuk usaha badan hukum Koperasi “Sangsurya Bersinar Unismuh Palu” di aula rektorat Unismuh Palu, Selasa (4/8). Turut hadir Rektor Unismuh Palu Dr. Rajindra, SE., MM, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu, Setyo Susanto dan 22 orang pendiri.

Setyo Susanto saat memberikan pengarahan dan sosialisasi menyebutkan potensi perkembangan kemajuan koperasi Unismuh palu cukup besar mengingat jumlah mahasiswa sekitar 4 ribu mahasiswa. “Untuk diawal, perlu fokus pada satu jenis usaha, karena pangsa pasarnya adalah sivitas akademika Unismuh Palu,” paparnya.

Dr Rajindra juga mengatakan tujuan pembentukan koperasi karena adanya keinginan dosen untuk membentuk badan usaha yang bisa memenuhi kebutuhan civitas yang ada di dalam kampus. “Karena selama ini jika ada kebutuhan mahasiswa maupun staf dan dosen mengharuskan keluar kampus,” pungkasnya.

DPM UNIMMA Tetapkan UUD KBM

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melaksanakan Sidang Forum Mahasiswa, di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UNIMMA, Rabu (5/8). Bertemakan “Semangat Berkonstitusi Untuk Mewujudkan Universitas yang Berintegritas” acara dibuka Puguh Widiyanto, M.Kep, Wakil Rektor 1.

Totok Priyo, Ketua DPM UNIMMA mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membahas, menetapkan dan mengesahkan Undang-Undang Dasar (UUD) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UNIMMA. “UUD KBM sebelumnya dirancang oleh komisi 1 DPM UNIMMA selama satu minggu, dan disempurnakan kembali oleh delegasi DPM Universitas, BEM Universitas dan Korkom IMM yang selanjutnya UUD KBM disidangkan pada Sidang Forum Mahasiswa,” ujar Totok.

Ketua panitia sidang berharap dengan disahkan UUD KBM UNIMMA, harapannya dapat dijadikan dasar untuk melaksanakan kegiatan, koordinasi, dan konsolidasi bersama agar tercapainya euphoria yang dapat terus berjalan hingga generasi-generasi KBM selanjutnya.

IMM STIT Muh Bojonegoro Gelar Musykom XVIII

Wakil Ketua 3 Kemahasiswaan STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Drs H Aminan, MPd hadir dan membuka Musykom Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar  di Gedung STIT Muhammadiyah Bojonegoro lantai 2, (26/7). Aminan dalam sambutannya menyampaikan, jika IMM ingin mendinamisasi gerakannya maka perlu mengantisipasi perubahan zaman yang terjadi. “Pada pengurus periode 2020-2021, semoga IMM STIT Muhammadiyah ada perubahan kalau tidak berubah berarti gagal,” tegas Aminan.

Ke depannya IMM harus mampu bergerak untuk persoalan umat, bangsa dan persyarikatan. Ini saatnya IMM menjadi motor penggerak dan pelopor kebangkitan bangsa. Dimulai dengan serius menimba ilmu, mengentalkan islam dalam hati, dan di buktikan dengan amalan terbaik. Maka dari itu sudah seharusnya kader IMM harus kembali mengenal dirinya bahwa kader IMM adalah kader cendekiawan yang siap menjadi penentu Negara dan pelukis sejarah bangsa ini. Aminan berpesan agar Musykom yang mengangkat tema “Regenerasi Kepemimpinan untuk Pengoptimalan Arah Gerak IMM STIT Muhammadiyah Bojonegoro” menjadi wadah untuk mengasah intelektual dan tajdid yang disertai dengan keadaban akhlak yang baik.

Ketua Umum Pimpinan Pimpinan Cabang IMM Bojonegoro Ahmad Khoiris, SPd berpesan kader IMM harus menjadi garda terdepan umat dan bangsa karena IMM adalah Ortom Muhammadiyah, dan Kader IMM harus menganggap bapak ibu dosen sebagai ayahanda dan ibunda karena IMM berada pada lingkup Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah.

Sementara Ketua Umum IMM STIT Muh Bojonegoro, Moch Sulton Ulum Bimasdhom, SPd, menyampaikan IMM sebagai kawah candradimuka. Di sini para kader-kader muda Muhammadiyah dibina dalam sebuah organisasi kemahasiswaan untuk dilatih mental dan jati dirinya menjadi cendekiawan berpribadi dalam mencapai tujuan IMM. “Semoga di periode selanjutnya dapat melanjutkan tali estafet ikatan ini karena masa depan Muhammadiyah ada di tangan para kader yang aktif di berbagai ortom termasuk IMM dari dunia akademisi yang anggun dalam moral unggul dalam intelektual,” tutupnya

PK IMM Avicenna STIKES Muh Klaten Gelar Rumah Pintar IMMawati

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) STIKES Muhammadiyah Klaten menggelar rumah pintar immawati melalui Zoom Meeting Cloud, Ahad (26/7). Kegiatan yang bertemakan “Feminisme dan Masa Depan Gerakan Perempuan” ini menghadirkan narasumber Frisca Wulandari,S.Pd (Kabid IMMawati DPP IMM periode 2018-2020) dan dimoderatori oleh Immawati Vika Nur Aini (Ketua Umum PK IMM Avicenna STIKES Muhammadiyah Klaten).

Ketua Umum PK IMM Avicenna STIKES Muhammadiyah Klaten, Vika Nur Aini, menjelaskan kegiatan ini merupakan suatu diskusi untuk mahasiswi khususnya di lingkup Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah dan umumnya eksternal Perguruan Tinggi Muhammadiyah agar mengetahui bagaimana perempuan harus memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam mengembangkan diri dalam berbagai bidang. “Mahasiswi saat ini harus lebih kritis dalam menghadapi fenomena saat ini, terkhusus mengenai feminisme. Tentunya organisasi mahasiswa serta para immawati menjadi pilar penting untuk memperjuangkan hak-hak perempuan untuk mendapatkan keadilan guna mengembangkan diri dalam bidang ekonomi, sosial, politik dan pendidikan,” ucap ketua umum PK IMM Avicenna tersebut.

Diskusi yang menghadirkan tokoh immawati yang sangat berpengalaman di organisasi mahasiswa terkhusus dalam bidang immawati ini diikuti puluhan mahasiswi Muhammadiyah maupun eksternal mahasiswi Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam diskusi, Frisca mengatakan bahwa gerakan feminisme muncul karena banyaknya kasus ketidakadilan pada perempuan. Gerakan feminisme perlu didukung sehingga perempuan dapat melindungi martabat dirinya, anak-anaknya serta keluarganya. Frisca juga berpesan sebagai organisasi yang bergerak dalam keagamaan dan perempuan, kaum perempuan kader IMM maupun eksternal organisasi IMM harus belajar manajemen lobby yang merupakan langkah awal dari gerakan feminisme dan dapat diwujudkan di kehidupan sehari-hari.

UMSU Raih Hibah KBMI Terbanyak

Universitas Muh Sumatera Utara berhasil meraih hibah terbanyak Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia  ( KBMI) Tahun 2020 dari Kementrian Pendidikan & Kebudayaan.

UMSU meloloskan tujuh proposal dalam KBMI dan menjadi yang terbanyak untuk perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah I Sumut, disusul Unimed (4) dan UMA (2) proposal. Untuk tingkat nasional ada sebanyak enam perguruan tinggi yang sama dengan UMSU meloloskan tujuh proposal yakni, Institut Teknologi 10 November, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga Universitas Hasanuddin dan Universitas Mercubuana.

Rektor UMSU, Dr Agussani mengaku bersyukur mahasiswa UMSU mampu meraih prestasi luar biasa karena persaingan untuk meraih hibah KBMI dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini sangat ketat. “Ajang KBMI sendiri merupakan salah satu kegiatan bergengsi yang diikuti seluruh universitas di Indonesia,” kata Rektor didampingi WR 3, Dr Rudianto dan Ketua Pusat Kewirausahaan, Inovasi dan Inkubator Bisnis (Puskibi), Dewi Andriani di Medan, Minggu (2/8).

Sementara Ketua Puskibi, Dewi Andriani, SE, MM mengatakan, Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) adalah wadah bagi mahasiswa mempraktekan ilmu dan keterampilan berwirausaha melalui pemberian modal bisnis dan pendampingan. Program ini bersinergi dengan program-program kewirausahaan yang telah ada seperti: Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaaan (PKMK), Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT), Kuliah Kerja Usaha (KKU) dan program kewirausahaan lainnya.

UMSB Bedah Buku Diaspora Indonesia di Brunei

Universitas Muh Sumatera Barat (UMSB) bekerja sama dengan Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah & Aisyiah (APPTIMA) menyelenggarakan bedah buku “Meraih Mimpi ke Luar Negeri: 71 Kisah Sukses Diaspora Indonesia di Brunei”, (24/07).

Rektor UMSB, Dr. Riki Saputra MA menyatakan webinar internasional ini bertujuan untuk mencermati peluang-peluang profesi “white collar” di Brunei yang pernah dan prospektif dimasuki pekerja migran Indonesia.

Buku setebal 294 halaman karya Efri Yoni Baikoeni ini mengenai eliat perantau atau diaspora Indonesia di Brunei dalam beragam profesi. Setidaknya dalam buku ini terdapat 43 jenis pekerjaan yang sukses digeluti warga Indonesia di luar jabatan “main stream”. Kisah yang disusun melalui teknik wawancara tersebut diawali sosok Awang Sukip yang dibawa dari Jawa sebagai romusha pada masa pendudukan Jepang, diakhiri cerita geliat mahasiswa Indonesia yang berburu beasiswa Brunei.

Conakry Marsono turut memaparkan data Tenaga Kerja Indonesia sebagai kelompok terbesar disusul Filipina, Bangladesh, Malaysia, India, dan Pakistan. Ia juga menyebutkan pemerintah Brunei saat ini tengah melakukan eskalasi penerapan “new normal” seperti pembukaan restoran, mengaktifkan kembali sekolah seperti semula dan lain sebagainya.

Turut hadir, KBRI Bandar Seri Begawan Conakry Marsono Yamtomo, Ir. Agus S Djamil, dosen UIN Syarif Hidayatullah sekaligus penerima “Pioneerism Award” Diaspora Indonesia. Webinar diikuti beragam kalangan seperti dosen UMSB, anggota APPTIMA, penggiat literasi, mahasiswa dan umum.