UHAMKA Resmikan Lab Tes Covid-19

Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (FFS Uhamka) bekerja sama dengan PT Indofarma Tbk memberikan fasilitas tes Covid-19. Peresmian laboratorium Farmalab dilakukan oleh Rektor UHAMKA Prof Dr H Gunawan Suryoputro, MHum, Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto, Direktur PT Maha Raung Utama Peni Utama, dan Direktur PR Farmalab Indoutama Lanny Marliany, Senin (24/8). Dijelaskan oleh Arief, peresmian ini merupakan bentuk tindak lanjut atas perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani sebelumnya dengan Fakultas Farmasi dan Sains Uhamka.

Farmasi Uhamka memiliki lebih dari 20 fasilitas laboratorium. Kelengkapan fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Farmasi Uhamka menjadikan banyak perusahaan di Indonesia mengajukan kerja sama, terlebih dalam hal yang memiliki kebermanfaatan di era pandemik ini.

Adapun pelayanan kesehatan dan penunjang kesehatan dari laboratorium Farmalab meliputi Rapid Test, Test RT-PCR, Swab, Medical Check Up. Diharapkan dengan semakin banyaknya fasilitas laboratorium, dapat membantu pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19.

UNISA Yogyakarta Gelar Virtual Concert Bersama Jikustik

UNISA Yogyakarta gelar Virtual Concert bersama Jikustik dalam rangka perayaan Milad ke-29 dan HUT RI ke 75, Minggu (23/08). Bertemakan “UNISA Bergerak untuk Bangsa” konser ini bertujuan untuk memerangi dan memberikan kontribusi nyata pada penanganan Covid-19.

Mengandeng Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), UNISA telah membuka rekening donasi 7 hari sebelum acara berlangsung. Hasil donasi akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak dan pemenuhan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) rumah sakit mitra UNISA Yogyakarta.

Rektor UNISA, Warsiti mengungkapkan konser ini menjadi bagian dari kontribusi UNISA untuk terus berkolaborasi serta bersinergi dalam pencegahan Covid-19. “Selama pandemi ini kita mengirim relawan, tenaga kesehatan, para konselor dari berbagai prodi, kita terlibat aktif untuk penanganan COVID-19,” kata Warsiti.

Dalam konser tersebut, UNISA Yogyakarta juga merilis buku “UNISA Menulis Covid-19”. Menurut M. Ali Imron, M.Fis selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan dan juga Inisiator Buku tersebut menuturkan buku ini tidak hanya menyorot dari sisi kesehatan saja, namun juga menyorot bagaimana pandemi Covid-19 berdampak pada perekonomian, pendidikan, sosial, dan lain sebagainya.

UMPO Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan Jepang

Kamis (13/8), Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menandatangani MoU dengan PT OS Selnajaya, salah satu grup Internatioanl Outsorcing inc yang bergerak di sektor manufaktur dan penyedia SDM. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur PT OS Selajaya Indonesia Satoshi Miyajima dan Rektor UMPO Happy SUsanto, MA di aula lantai 2 gedung Rektorat UMPO.

Keja sama dilakukan dalam bidang industri dan pengembangan SDM. Nantinya, kedua pihak akan memanfaatkan aset UMPO berupa tanah dan bangunan eks pabrik tekstil di Desa Purwosari Babadan Ponorogo.

Dipaparkan oleh Satoshi, training center saat ini hanya ada di Jakarta, Bandung, dan Lembang. Sementara peserta kebanyakan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. “Oleh karenanya PT OS Selnaja membuka training center di Ponorogo bersama UMPO karena Kabupaten Ponorogo sangat strategis dijangkau masyrakat dari Jawa Timur maupun Jawa Tengah,” terangnya.

UNIMMA Gelar Wisuda Drive Thru

Selasa (25/08), Universitas Muhammadiyah (UNIMMA) Magelang menggelar wisuda di Borobudur International Golf. Wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya ke-72 Periode II TA 2019-2020 ini diikuti oleh 240 mahasiswa. Tidak hanya menerapkan protokol kesehatan secara ketat, pelaksanaan wisuda ini terbilang unik. Wisudawan dipanggil satu per satu dan diantar oleh caddy untuk menerima ijazah secara drive thru dengan menaiki mobil golf.

Kepala Biro Akademik sekaligus ketua panitia wisuda, Dr Lilik Andriyani SE, MSi, menyampaikan wisuda ke-72 seharusnya dilaksanakan pada bulan Maret lalu. “Namun dengan berbagai pertimbangan diputuskan tetap dilaksanakan prosesi dengan protokol kesehatan,” paparnya.

Sementara itu, Dr Suliswiyadi, MAg selaku Rektor UNIMMA menyampaikan bahwa wisuda kali in memang dilaksanakan secara terbatas dan singkat. Meskipun tidak dihadiri orang tua/wali, diharapkan tidak mengurangi kebahagiaan wisudawan dan menjadi momen yang tidak terlupakan. “Perlu kami sampaikan pula bahwa Kemendikbud telah mengumumkan pemeringkatan PTN dan PTS se-Indonesia. Alhamdulillah UNIMMA mendapat peringkat ke-94 nasional dan peringkat ke-5 dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah se-Indonesia berdasarkan Klasterisasi Perguruan Tinggi tahun 2020,” ungkap Dr Suliswiyadi.

Pengumuman Proposal Hibah RisetMu Skema Covid-19

Kepada Yth.
Pengusul Proposal Hibah RisetMu Skema Covid-19
Skema Khusus Mitra Riset PTMA
di- Tempat

Berdasarkan hasil penilaian oleh tim yang ditunjuk oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan hasil seleksi substansi proposal Hibah RisetMu Skema Covid-19 dan berdasarkan pada proses desk review yang telah dilaksanakan, maka kami beritahukan bahwa nama-nama terlampir telah dinyatakan:

LULUS

seleksi substansi (informasi status kelulusan dapat dilihat pada akun riset masing-masing). Untuk informasi selanjutnya dimohon kepada nama-nama terlampir agar menghubungi Project Officer Hibah RisetMu Sdr. Lukman Hakim (0813-1911-7700).

Selanjutnya sebagai informasi tambahan ada beberapa hal yang kami sampaikan:
1.Seluruh informasi terkait Hibah Riset Covid-19 akan diumumkan via grup whatsapp Hibah Riset Covid 2020. Untuk bergabung ke grup tersebut silahkan menghubungi Project Officer Hibah RisetMu dengan menyebutkan nama dan asal institusi.
2.Peneliti yang masuk grup hanyalah Ketua peneliti.
3.Penandatanganan Surat Perjanjian Kontrak (SPK) akan dilaksanakan pada awal bulan September 2020.

Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja sama yang baik diucapkan terima kasih.

Lampiran :

Pengumuman Hibah RisetMu Covid-19

UMMI Raih Prestasi Membanggakan di Masa Pandemi

Tujuh karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) meraih Progam Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2020. Pencapaian ini membuat UMMI menempati peringkat 1 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sewilayah Sukabumi, Bogor, dan Cianjur serta peringkat 3 PTS LLDikti Wilayah IV (Jabar & Banten). Ketujuh karya tersebut terdiri dari Baby Bags Multifunction (PKM Kewirausahaan), Pembersih Wajah Beraroma Teraphy (PKM Kewirausahaan), Gerakan Satu Pustaka (PKM Pengabidan Kepada Masyarakat), Aktivitas Antifeedant Ekstrak Daun Cocok Bubu Hassk terhadap Hama Ulat Kubis (PKM Penelitian Eksakta), Formulasi Hand and Body Lotion Ekstrak Daun Lidah Mertua sebagai Antioksidan Penangkal Radikal Bebas pada Kulit (PKM Penelitian Eksakta), Sintesis dan Kakterisasi Hidrogel Superabsorben Berbasi Natrium Alginat Bentonit sebagai Pelapis Pupuk Lepas Lambat (PKM Penelitian Eksakta), serta Instrumen Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berbasis Game Unity bagi Siswa SMP (PKM Penelitian Sosial Humaniora).

Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) lolos dalam Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mengusung judul “E-DAS (Electronic Development Agribusines Syariah: Stratup Syariah Meningkatkan Ekonomi Desa Kebon Pedes Kecamatan Kebon Pedes Kabupaten Sukabumi)”, HIMAGRI UMMI mengikuti kegiatan PHP2D dari 11-30 Juli 2020. Dituturkan oleh Sandi, Ketua kelompok PHP2D Himagri UMMI, program E-DAS sudah berjalan selama 2 tahun. Kerja sama Himagri dengan desa Kebon Pedes, BPP (Balai Pelatihan Pertanian) dan Rumahku Hijau dalam satu program merupakan pengembangan lanjutan dari kegiatan tersebut.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat desa Kebon Pedes yang melaksanakan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dalam proses budidaya secara digital farming, pemasaran dengan eco marketing, serta pendampingan intensif  pembiayaan  dan permodalan sarana prasarana dengan sistem bagi hasil usaha syariah.

Tren Makanan Sehat di Masa Pandemi

“Masyarakat mulai sadar pentingnya makanan sehat. Apalagi saat pandemi seperti sekarang, setiap orang dituntut untuk tetap sehat agar terhindar dari berbagai macam virus. Akhirnya, pangan fungsional dinilai mempunyai sumber gizi dan manfaat bagi kesehatan”. Begitu papar Ika Dyah Kumalasari memaparkan pendapatnya mengenai tren pangan di masa pandemi melalui akun Youtube UAD, (15/08).

Ketua Program Studi Teknologi Pangan UAD ini menjelaskan makanan sehat seperti umbi, ketela, dan teles menjadi makanan pokok nenek moyang Indonesia sehingga tidak banyak penyakit dan virus yang menyerang. Ia menambahkan makanan alami seperti umbi garut memiliki potensi antidiabetes, menurunkan gula darah, serta memiliki kemampuan merespons kadar gula darah. Hampir semua umbi-umbian juga memiliki serat pangan tinggi yang bisa menjadi antikolesterol dan membuat pencernaan sehat.

Ia menganjurkan agar masyarakat saat ini untuk kombinasi makanan seperti menggantikan nasi dengan umbi lokal. Seperti yang dilakukan Prodi Teknik Pangan UAD yang membuat produk cookies berbahan umbi garut dan bengkoang. “Produk tersebut aman bagi penderita diabetes sebab memiliki serat tinggi dan bagus untuk menetralisir kolesterol,” paparnya menjelaskan.

UM Kudus Gandeng 13 Perusahaan Nasional dan IST AKPRIND Yogyakarta dukung Kampus Merdeka

UM Kudus adakan penandatanganan kerja sama dengan 13 perusahaan nasional dan IST AKPRIND Yogyakarta di Gedung Auditorium IST AKPRIND, Jumat (14/08). Kolaborasi ini dilakukan dalam rangka mendukung kebijakan baru kampus merdeka dan mempersiapkan merdeka belajar UMKU.

Rektor IST AKPRIND Dr Ir Amir Hamzah, MT dalam sambutannya mengapresiasi adanya kerja sama ini. “Kebijakan baru ini mengharuskan kampus menyediakan ruang untuk magang baik di perguruan tingigi lain, institusi-institusi dan juga perusahaan sebanyak 20 SKS,” paparnya.

Di lokasi yang sama, Rektor UMKU Rusnoto SKM MKes juga mengungkapkan kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk menjalankan kebijakan kurikulum merdeka. “Dalam Kurikulum merdeka, mata kuliah pokok di semester 4 atau total 60% sudah harus selesai. Sisanya kolaborasi dengan perusahaan” ungkapnya.

Mendulang Peluang Entrepreneur di Bidang Farmasi

Jumat (7/8), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muh Klaten kembali melakukan program webinar di masa pandemi. Webinar ke-3 ini diadakan oleh Prodi D-3 Farmasi dengan tajuk ”Menyiapkan Enterpreneur di Masa Depan”. Webinar ini dipandu oleh Sekretaris Prodi D-3 Farmasi Muhammadiyah Klaten, apt. Nurul Hidayati, S.Farm., M.Farm, dengan menghadirkan 2 narasumber, yaitu Ketua Prodi D-3 Farmasi, apt. Anita Agustina S., S.Far., M.Sc.,  dan salah satu Alumni Prodi D-3 Farmasi Stikes Muh Klaten, Surban A.Md., C.Ht.

Ketua STIKES Muh Klaten, Sri Sat Titi Hamranani, S.Kep., Ns., M.Kep. dalam sambutannya yang diwakili oleh Wakil Ketua 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Suyami, S.Kep. Ns., M.Kep., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya webinar ini. Diharapkan dengan adanya webinar ini dapat menumbuhkan minat dan jiwa entrepreneur bagi para peserta, khususnya para alumni di segala bidang . “Dengan contoh keberhasilan yang dialami alumni seperti Surban ini menunjukkan bahwa siapa pun sebetulnya bisa melakukan hal yang sama sesuai dengan potensi dan peminatan serta ketertarikan di bidang masing-masing,” katanya.

Dalam pemaparan materi, apt. Anita Agustina S., S.Far., M.Sc. menyajikan topik  “Tantangan dan Peluang Enterpreneur Bidang Farmasi.  Anita menyampaikan, jika ingin mencapai keberhasilan dibutuhkan persiapan yang sungguh-sungguh dan kesempatan tepat. “Keberuntungan adalah pertemuan antara persiapan dan kesempatan,” katanya. Lebih lanjut persiapan usaha memerlukan keterpaduan antara ketertarikan (passion), keberanian dalam mengambil keputusan, tekad yang tidak mudah putus asa, serta modal yang ada pada diri kita.

Sementara itu, Surban A.Md., C.Ht., owner produk jamu serbuk “Raja Jahe”, mengusung tema “Peluang Kewirausahaan di Bidang Farmasi” dalam materinya. Disampaikan bahwa dengan berbekal ilmu dan pengetahuan yang diperoleh ketika duduk di bangku kuliah STIKES Muh Klaten, memberikan keberanian baginya untuk memulai membuka usaha dalam bidang pembuatan produk jamu. “Setelah persiapan dilakukan secara teknis, langkah langkah yang dilakukan adalah produksi, uji coba, pengajuan sertifikasi serta perizinan, kemudian tahap pemasaran,” paparnya. Keberhasilan wirausaha di mulai dengan impian, berusaha dan bersyukur, serta pasrah dengan berdoa yang terbaik.

FPPTMA Gelar Webinar Persiapan Perpustakaan dalam PJJ

Kamis (13/8), Koordinator Wilayah Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah Jawa Timur bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan “Webinar Persiapan Perpustakaan dalam PJJ (Pendidikan Jarak Jauh)”. Kegiatan ini diikuti oleh 409 pustakawan, 17 dosen, 44 mahasiswa, dan 44 umum. Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy yang sekaligus menjadi keynote speech. Acara ini juga dihadiri oleh Deputi 4 Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Agus Sartono yang turut menjadi salah satu dari tujuh narasumber dalam acara tersebut. Diipandu oleh pustakawan UMY Saudara Arda Putri Winata M.A, acara berlangsung pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.00 menggunakan zoom dan disiarkan secara langsung melalui Youtube channel UMM.

Prof Muhadjir maupun Prof Agus sependapat bahwa peran pustakawan sangatlah penting dalam menunjukkan jalan menuju ilmu pengetahuan. Prof Muhadjir juga menghimbau kepada masyarakat agar memerangi fenomena buta huruf urban karena dampaknya sangat membahayakan. Beliau juga menyatakan bahwa pustakawan PTMA berperan dalam mengembalikan fungsi perpustakaan sebagai jantungnya perguruan tinggi.

Ketujuh narasumber lainnya yang merupakan kepala perpustakaan UM Yogyakarta, UM Malang, UM Bengkulu, UM Sukabumi, UM Surabaya dan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta mengungkapkan bahwa pustakawan saat ini harus melakukan langkah cepat dalam berinovasi untuk dapat beradaptasi dengan kondisi pandemik saat ini. Hal ini agar dapat memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat penggunanya. “Ini momentum bagi guru atau pendidik untuk mengembangkan konten pembelajaran,” tutup Prof Agus