UMSU Dipercaya Menjadi Riset Center Pengendalian TB di Sumut

Fakultas Kedokteran UM Sumatera Utara mengadakan acara Mini Seminar di Aula FK UMSU, Sabtu (7/9). Bertemakan TB Diagnosis and Management, kegiatan ini mengangkat isu penyakit TBC yang menjadikan Indonesia sebagai urutan ke-3 di dunia dengan jumlah kasus 842 ribu.

Dibuka oleh Dr Rudianto MSi selaku WR III, acara ini menghadirkan dr Moh Adib Khumaidi selaku Ketua perhimpunan doker paru Indonesia cabang Sumut dan dr Eka Airlangga selaku Dept Ilmu Kesehatan Anak UMSU sebagai keynote speaker.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami, terlebih UMSU dipercaya sebagai Riset Center Pengendalian TB di Sumut, sungguh sebuah kehormatan bagi kami,” papar Dr Rudianto MSi memberikan sambutan. Ia melanjutkan UMSU menjadi satu-satunya PTS yang terakreditasi A, sehinga UMSU bertanggung jawab untuk berkontribusi membangun masyarakat melalui implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.

Visitasi Penyatuan Akpar Muhammadiyah Aceh dan Akfis Muhammadiyah Aceh ke Unmuha

Jumat (6/8), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jendral Kelembagaan Ilmu Pengetahuan Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melakukan visitasi mengenai penyatuan Akademi Pariwisata (Akpar) Muhammadiyah Aceh dan Akademi Fisioterapi (Akfis) Muhammadiyah Aceh ke Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha).

Bertempat di gedung biro rektorat Unmuha ruang rapat lantai 2, acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan BPH Unmuha, rektor dan wakil rektor, serta seluruh kepala unit di lingkungan Unmuha. Sementara itu tim asesor Kemenristekdikti berjumlah sembilan orang dengan dipimpin oleh Ir. Ridwan, M.Sc (Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi).

Penilaian kelayakan penyatuan Akpar Muhammadiyah Aceh dan Akfis Muhammadiyah Aceh ke Unmuha ini dinilai dari tiga aspek yaitu aspek hukum, aspek keuangan, dan aspek umum/fasilitas. Kemudian terdapat 13 poin yang menjadi tinjauan utama, di antaranya legalitas badan penyelenggara, rekomendasi LLdikti setempat, laporan keuangan badan penyelenggara selama 3 tahun, estimasi arus kas selama 5 tahun ke depan, rancangan penjaminan mutu internal, denah lokasi dan bangunan serta sarana-prasarana, dan beberapa poin lainnya.

Rektor Unmuha, Dr Muharrir Asy’ari Lc MAg, mengungkapkan bahwa mereka sudah mempersiapkan penyatuan ini dengan sebaik-baiknya. “Namun bila ada hal yang belum bagus kami mohon masukan untuk pengembangan yang lebih baik bagi kampus Unmuha ke depan,” ujarnya dalam sambutan. Direktur Akfis Muhammadiyah Aceh, Mainita, SH, MH.Kes, berharap dengan disetujuinya usulan penggabungan ini semua pihak dapat saling memberikan manfaat baik untuk lembaga maupun lainnya.

UMMAT Menjadi Lembaga Penyelenggara Diklat Penguatan Kepala Sekolah

Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) ditunjuk sebagai penerima dana bantuan pemerintah untuk menjadi lembaga penyelenggara diklat penguatan kepala sekolah di Nusa Tenggara Barat. Hal ini berdasarkan pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan  Nomor 5497/B.B1.3/HK/2019 tanggal 29 Juli 2019, tentang Penetapan Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan yang Bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah Tahap 4, dan Surat Keputusan PPK LPPKS yang disahkan oleh KPA No. 3782/B.9.2/PR/1019 tanggal 20 Agustus 2019, tentang penetapan Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD).

Diklat penguatan kepala sekolah akan diselenggarakan di lima tempat yaitu, Kabupaten Sumbawa, KSB, Kota Bima, Kota Mataram, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, mulai September hingga November 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam kemampuan kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola satuan pendidikannya, serta memiliki performa sebagai kepala sekolah bagi seluruh warganya.

Sasaran program di masing-masing kabupaten/kota maupun provinsi memiliki jumlah yang berbeda. Sasarannya pun didasarkan pada tingkat sekolah. “Kabupaten Sumbawa dengan 364 sasaran kepala sekolah, Kabupaten Sumbawa Barat dengan 37 sasaran kepala sekolah, Kota Bima dengan 73 sasaran kepala sekolah, Kota Mataram dengan 211 sasaran kepala sekolah, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan 236 sasaran kepala sekolah. Untuk setiap kabupaten/kota sasarannya adalah kepala sekolah TK, SD dan SMP. Sedangkan provinsi sasarannya adalah kepala sekolah SMA,SMK, dan SLB,” ujar Dr. Maemunah sebagai Ketua LPD UMMAT.

Dengan diadakannya kegiatan ini, penyelenggara kegiatan diklat penguatan kepala sekolah berharap para kepala sekolah dapat memiliki kompetensi dalam menjalankan tugas pokok dan tugas fungsinya.

Raker UM Palu: Lahirkan PTM Unggul, Berdaya Saing dan Berkemajuan

“Rapat Kerja harus mampu menyusun perencanaan, mereview kurikulum karena harus mengikuti perkembangan yang begitu cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat yang berorientasi pada industri,” papar Prof Lincolin Arsyad saat membuka Rapat Kerja Universitas Muhammadiyah Palu di kampus setempat, Jumat (09/09).

Prof Lincolin melanjutkan, sebagai PTMA harus menjadi perguruan tinggi yang mampu memberdayakan dan memajukan kehidupan. Mengutip dari visi misi PTMA yang unggul berdaya saing dan berkemajuan, beliau menggambarkan PTMA harus dapat menumbukan SDM berkualitas baik mahasiswa dan tenaga pendidiknya, totalitas dan konsisten di bidang akademik, keuangan, dan jejaring yang luas. “Berdaya saing adalah keunikan dan khasan bidang keilmuwan serta pengembangan di bidang keunggulan dan terakhir berkemajuan adalah PTMA yang mencerahkan dan mensejahterakan,” lanjutnya.

Dr Rafiuddin selaku Wakil Rektor UM Palu berharap raker dapat memberikan perubahan baik dalam hal tata kelola dan kurikulum. “Karena kurikulum memang seharusnya selalu mengikuti perkembangan zaman,” tutupnya.

STISIPM Sinjai Siap Menopang Perubahan Jadi Universitas

“STISIP Muhammadiyah Sinjai adalah kekuatan baru dalam menopang perubahan menjadi Universitas.” papar Dr. Umar Congge selaku ketua STISIPM Sinjai dalam laporannya pada prosesi pengukuhan mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020, di gedung pertemuan Sinjai, Senin (09/09).

Dipimpin oleh Dr H.A Djamaluddin MSi prosesi pengukuhan diikuti sebanyak 415 mahasiswa baru yang terdiri dari prodi Administrasi Negara dan prodi Ilmu Pemerintahan. Turut hadir Rektor UMS Surakarta, Prof.Dr.Sofyan Anif,Msi, ketua BPH IAIM, para ketua prodi, dosen dan karyawan STISIP.

Dalam sambutannya Drs H Marsuki Ali menyatakan STISIPM Sinjai adalah wadah dalam membangun insan yang berkualitas, beriman, dan berwawasan luas. “InsyaAllah tidak lama lagi, STISIPM Sinjai akan berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Sinjai, dan itu akan menjadi sejarah bagi kalian, sehingga kedepan perlu ditingkatkan berbagai persiapan untuk mampu melahirkan lulusan yang berkualitas,beriman dan berwawasan luas,” urai mantan ketua STISIPM Sinjai ini.

Gottingen University German Pelajari Muhammadiyah Lebih Dalam

Sabtu, (07/09)-PP Muhammadiyah menerima kunjugan dari delegasi Gottingen University German bertempat di PP Muhammadiyah Cik Ditiro. Ahmad Muttaqin selaku perwakilan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyampaikan adanya kunjugan ini bertujuan untuk menambah wawasan lebih dalam mengenai Islam melalui Muhammadiyah. “Program ini untuk mengenalkan pada mereka bahwa islam tidak hanya model dan versi yang muncul di Timor Tengah. Mereka belajar lebih dalam mengenai wawasan Islam ala Muhamamdiyah, Sejarah Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah dan kontribusi Muhammadiyah terhadap negara,” paparnya.

Muttaqin menambahkan, kunjugan diikuti secara antusias oleh peserta yang terdiri dari sembilan orang tersebut. “Ada sesi tanya jawab mengenai agama islam hingga program apa saja yang sudah dilakukan Muhammadiyah, dan mereka sangat antusias,” lanjutnya.

Delegasi Gottingen University German ini sebelumnya sudah melakukan kunjugan serupa di UIN Sunan Kalijaga. Rencananya, kunjugan akan berlangsung selama satu minggu dimulai pada tanggal 4 September hingga 11 September 2019.

UMPRI Menyelenggarakan PKKMB Perdana Tahun Akademik 2019/2020

Jumat-Sabtu (6-7/9), Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) Lampung menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) untuk pertama kalinya setelah mengalami merger dan berubah bentuk menjadi universitas. Sebanyak 1.073 mahasiswa yang terdiri dari 310 mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, 120 mahasiswa Fakultas Ekonomi, 628 mahasiswa Fakultas Kesehatan, dan 15 mahasiswa Fakultas Agama Islam mengikuti PKKMB tahun akademik 2019/2020.

Pelaksanaan PKKMB dihadiri oleh Bupati Pringsewu, Sujadi Saddat, sekaligus sebagai pemateri “Gerakan Nasional Revolusi Mental”. Selain itu hadir juga Kodim Tanggamus, Letkol Arh Anang Hasto Utomo, sebagai pemateri “Kesadaran Bela Negara” dan Kapolres Tangamus, AKBP Hasmu Baroto,  sebagai Pemateri “ Pencegahan Radikalisme, Terorisme dan Narkoba”.

Drs. H. Wanawir Am,M.M.,M.Pd. selaku pendiri UMPRI memaparkan kegiatan PKKMB menyiapkan mahasiswa baru melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru. Kegiatan ini juga bertujuan memberikan bekal untuk keberhasilan menempuh pendidikan di perguruan tinggi. “Masa ini dapat dijadikan titik tolak inisiasi pembinaan idealisme, menanamkan dan memperkuat rasa cinta tanah air, dan kepedulian terhadap lingkungan, juga dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan berintegritas,” tambahnya.

Kegiatan PKKMB Umpri berakhir pada hari Sabtu (7/9). Ketua panitia Ns. Cikwanto, M.Kep, menyampaikan terimakasih kepada seluruh pimpinan masing-masing fakultas dan seluruh panitia yang sudah berpartisipasi dalan melancarkan acara PKKMB UMPRI. “PKKMB UMPRI diharapkan merupakan ajang penyadaran akan pentingnya pemahaman tentang globalisasi dan revolusi industri 4.0 yang menuntut mahasiswa untuk menjadi orang-orang yang menghayati dan memiliki literasi data, literasi teknologi dan literasi kemanusiaan serta kesiapan untuk penguasaan kompetensi yang diperlukan di abad 21,” ujarnya. Pelepasan tanda peserta PKKMB secara simbolis oleh Drs. Wanawir Am, M.M.,M.Pd di Gedung Graha KH. Ahmad Dahlan Fakultas Kesehatan UMPRI resmi menutup acara PKKMB UMPRI Tahun 2019/2020.

Umtas Gelar Pelatihan Perakitan Elektronika Dasar

Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya menggelar Penutupan Pelatihan Perakitan Elektronika Dasar pada Ahad (01/9). Pelatihan yang bertempat di Laboratorium Teknik Umtas tersebut dilangsungkan dengan menggandeng Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Kota Tasikmalaya dan PKBM Ar-Ridho. Kegiatan yang dilangsungkan selama Juli-September 2019 tersebut diikuti oleh 20 orang peserta.

Ketua pelaksana kegiatan, M. Aris Munandar, M.T. menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membekali masyarakat dengan konsep dan keterampilan dasar berwirausaha.“Kami mengajari mereka dari nol hingga packaging-nya. Jadi, kami tidak melepas mereka setelah mereka selesai merakit. Tetapi mengajarkan juga cara membuat kemasan yang menarik sehingga produk bisa diedarkan di pasaran,” ujarnya.

Kegiatan ini, menurut Aris, merupakan tindak lanjut dari proposal pengabdian masyarakat yang diajukan oleh dosen-dosen FT Umtas yang lolos hibah Kemenristekdikti program Kemitraan Masyarakat untuk pendanaan tahun 2019. Timnya terdiri dari tiga orang, yaitu ia sendiri sebagai ketua, Shofiatul Ula, M. Eng., dan Aceng Sambas, MT sebagai anggota. Sementara itu pengisi materi pelatihan tidak hanya mereka, tapi juga dosen-dosen lain yang memang ahli di bidangnya.

Ke depannya, ia berencana untuk melakukan pelatihan dengan konten yang berbeda. Jika kali ini target sasarannya adalah PKBM, maka pelatihan berikutnya bisa saja menyasar MGMP, sehingga sebagai binaan dosen FT Umtas, MGMP tersebut dapat meneruskan ilmunya kepada para peserta didik. “Dengan begitu, kesempatan untuk menjadi technopreneur di masa depan akan semakin terbuka lebar,” pungkasnya.

Kembangkan Dodol Senang, IKIP Muhammadiyah Maumere Raih Juara 3 LKTI Nasional

Dodol serat nangka (Dodol Senang) mungkin terdengar asing di telinga orang-orang. Namun temuan ini justru berhasil menghantarkan Nurlaila, mahasiswa Pendidikan Biologi IKIP Muhammadiyah Maumere, menyabet Juara 3 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Nasional yang diadakan oleh Universitas Timor, Jumat (30/8).

Ide untuk membuat Dodol Senang diperoleh dari salah satu dosen Biologi, yaitu Ibu Maria Ance Eting, M.Pd. Beliau menyatakan bahwa ide ini sudah ada sejak lama namun belum bisa dilaksanakan karena berbagai kendala. Akhirnya ide ini beliau sampaikan ke mahasiswa dan Ketua Progam Studi (Prodi) Biologi.

Saat itu, Prodi dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Biologi sedang menyiapkan rencana kegiatan untuk Bina Akrab dalam rangka penyambutan mahasiswa baru. Salah satu kegiatan dalam dalam Bina Akrab adalah pengabdian masyarakat dengan membuat dodol serat nangka dan tempe biji nangka di Desa Kloangpopot pada bulan Januari 2019. Pengolahan Dodol ini langsung ditangani oleh Nurlaila, Ibu Ance Eting dan Kaprodi Biologi. Tak disangkat, respon masyarakat sangat antusias.

Eksistensi Dodol Senang ternyata tidak berhenti di situ. Prodi Biologi menerima Undangan tentang Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Nasional yang diadakan oleh Universitas Timor. Setelah disebarkan ke para mahasiswa, Nurlaila meyampaikan keinginan untuk mengikuti lomba tersebut. Dengan bantuan Ibu Ance Eting, M.Pd , Ibu Siti Arafah Bahruddin, M.Pd dan Ibu Mariana Sada, M.Si, Nurlaila pun menyelesaikan segala perlengkapan tersebut untuk mendaftar lomba tersebut.

Nurlaila berhasil masuk Grand Final LKTI dengan jumlah poin 215 rangking 4. Ia kemudian mempresentasikan karyanya di hadapan para juri yang  diadakan pada tanggal 30 Agustus 2019 di Kefamenanu. Hasilnya pun sangat membanggakan, ia berhasil membawa nama baik kampusnya.

UMY Raih Peringkat 1 PTS Terbaik Se-DIY

“Prestasi terus diraih oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, diantaranya menjadi nomor 1 (Perguruan Tinggi Swasta) PTS Se-DIY dan menjadi nomor 3 (Perguruan Tinggi Swasta) PTS dalam kancah Nasional sesuai dengan peringkat yang ditetapkan oleh uniRank,” menjadi caption awal yang kita temui ketika membuka gambar pertama pada laman aplikasi instagram milik UMY.

Benar saja, kampus dengan slogan Muda Mendunia ini berhasil menorehkan prestasi berdasarkan popularitas dan penggunaan situs web. Hasil Update terbaru, UMY berhasil menduduki urutan pertama dalam tabel PTS se-DIY diikuti Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Ahmad Dahlan.

Dengan adanya prestasi ini semoga dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan semangat bagi PTMA lain serta dapat menjadi ikhtiar UMY untuk terus berinovasi dan melahirkan penerus bangsa yang bermoral dan berakhlak tinggi.