Mahasiswa STKIP Muh Sampit Raih Juara III Duta Bahasa Nasional

Mahasiswa STKIP Muh Sampit Raih Juara III Duta Bahasa Nasional

Sandy Ramadhan, mahasiswa STKIP Muh Sampit berhasil meraih Predikat Terbaik III Duta Bahasa Nasional yang diadakan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Sebelumnya Sandy merupakan peserta terbaik II Duta Bahasa Kalteng Tahun 2020 yang kemudian dipilih langsung oleh Kepala Balai Bahasa Kalteng untuk mengikuti perlombaan nasional pada 2021. “Alhamdulillah berkat dukungan dari pihak kampus dan lingkungan sekitar, saya yang sebelumnya mewakili kampus untuk mengikuti lomba Duta Bahasa di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dapat memberikan hasil terbaik ini,” papar Sandy.

Sandy mengaku persiapan dalam mengikuti lomba telah ia lakukan sejak bulan Mei 2021. Seluurh konsep kasar untuk krida (kegiatan) kebahasaan seperti unjuk bakat dan lainnya sudah ia persiapkan dengan matang. Tentunya untuk melaksanakan segala persiapan itu, Sandy harus ada di Kota Palangka Raya untuk menjalani karantina agar persiapan lebih maksimal. “Karena termasuk mahasiswa semester akhir, saya harus menyelesaikan tugas akhir (Skripsi) terlebih dahulu sebelum berangkat untuk karantina di Balai Bahasa Kalteng,” ujarnya.

Beberapa pelatihan yang ia ikuti diantaranya kelas kepribadian, kelas kebahasaan dan kesastraan, latihan untuk unjuk bakat dan tentunya pelaksanaan program. “Untuk program sendiri, kami mengembangkan aplikasi Bajakah yaitu Belajar Bahasa Indonesia Melalui Pesona Kalimantan Tengah, aplikasi ini berisi bahan ajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Orang Asing) yang memuat materi bahasa Indonesia dipadukan dengan kebudayaan yang ada di Kalteng,” paparnya dilansir dari matakalteng.com, Senin, (01/11).

Predikat Terbaik III Nasional yang diraih oleh Sandy bersama rekan merupakan sejarah baru bagi Kalteng. Ditambah lagi perwakilan dari Kalteng menjadi satu-satunya provinsi yang diminta untuk menampilkan unjuk bakat lagi pada malam penganugerahan. “Kami menampilkan unjuk bakat Tari Dayak Kalteng yakni gabungan tarian Babukung dan Dadas,” ujarnya. Diakhir Sandy mengungkapkan akan terus belajar dan siap untuk berkontribusi dalam kegiatan kebahasaan. “Kami akan melanjutkan kegiatan yang sudah berjalan dan akan berkolaborasi dengan Ikatan Duta Bahasa Kalteng serta seluruh Duta Bahasa Nasional 2021 lainnya,” tutup Sandy. [] STKIP Muh Sampit/ Diktilitbang

UMMI Tempati Posisi ke-2 PTS Terbaik di PIMNAS

UMMI Tempati Posisi ke-2 PTS Terbaik di PIMNAS

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-34 di Universitas Sumatera Utara (USU) telah selesai terlaksana. Pengumuman hasil PIMNAS tersiar pada Jumat (29/10) lalu melalui tiga kanal YouTube secara langsung. Hasilnya, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik ke-2 nasional, dan PTS terbaik se-Jawa Barat dan Banten.

PIMNAS merupakan rangkaian akhir dari kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tahun ini, PIMNAS terselenggara secara blended. Dalam kegiatan ini, ide-ide dan inovasi-inovasi ilmiah tercetus dari para mahasiswa. Dilansir oleh situs resmi UMMI, UMMI meloloskan dua tim mahasiswa dari seluruh kategori yang dilombakan dengan jumlah 735 tim.

Pada pengumuman hasil PIMNAS sekaligus penutupan PIMNAS tersebut, hadir Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Ir Suharti SPd. Ada juga penampilan Pamungkas di acara hiburan. Berdasarkan akumulasi perolehan medali dan jumlah kontingen yang lolos, UMMI masuk ke dalam 25 besar peraih medali PIMNAS.

Keberhasilan ini dapat terwujud berkat penghargaan setara medali perak dari kategori PKM bidang Riset Eksakta (PKM-RE). Siti Inayah, mahasiswa Prodi Kimia menyabet penghargaan tersebut dengan judul “Potensi Daun Keji Keling (Strobilanthes crispus L) sebagai Kandidat Obat untuk Penderita Insomnia melalui Molecular Docking Senyawa Sedatif Hipnotik”.

Dosen pendamping Tim PIMNAS, sekaligus Ketua Tim Pelaksana PKM, Lela Lailatul Khumaisah MSi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu selama ini. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Andri M Idharoel Haq SThI MM menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Tim PKM, dosen pendamping, dan seluruh mahasiswa UMMI peserta PIMNAS.

Rektor UNISA Bandung Periode 2021-2025 Resmi Terlantik

Rektor UNISA Bandung Periode 2021-2025 Resmi Terlantik

“UNISA Bandung hendaknya tidak hanya mencetak lulusan yang berdaya saing, melainkan juga menciptakna budaya mutu dan atmosfer kampus yang terbaharukan. Harapannya, seluruh sivitas akademika dapat menjadikan UNISA Bandung sebagai wahana dasar akademik. Tentunya dengan ruh akhlak karimah, profesional, berintegritas, dan berinovasi dalam segala aktivitasnya,” ujar Tia Setiawari SKep MKep Ns Sp KepAn. Universitas Aisyiyah (UNISA) Bandung menyelenggarakan pelantikan rektor pada Selasa (26/10) lalu. Usai dilantik oleh PP Aisyiyah, Tia Setiawari SKep MKep Ns Sp KepAn resmi menjadi Rektor UNISA Bandung periode 2021-2025.

Pada pelantikan tersebut, Kepala Subkoordinator Penanganan SDM LLDIKTI, Ketua PPA beserta jajaran, Ketua PWM Jawa Barat, Ketua PWA Jawa Barat, Rektor UMB, Dirut RSMB, dan Ketua BPH beserta jajaran turut hadir. Dalam situs resmi UNISA Bandung, Tia mengatakan pentingnya good university governance di UNISA Bandung yang berbasis nilai-nilai Islam.

Kemudian, Ketua Umum PP Aisyiyah, Dr Hj Siti Noordjanah Djohantini MM MS, turut memberikan sambutan. Berikutnya, ia menyampaikan bahwa UNISA Bandung harapannya dapat membangun kepemimpinan yang transformatif. Hal ini berlandaskan pada posisi UNISA Bandung sebagai universitas di bawah naungan organisasi perempuan muslim terbesar di dunia. Bersamaan dengan hal tersebut, kultur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sendiri adalah berikhtiar untuk memajukan dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya. “Harapannya, dengan kepemimpinan transformatif, UNISA Bandung dapat membangun, mendukung kolaborasi, bersinergi, dan memperluas kerja sama. Kerja samanya baik di ranah internal persyarikatan maupun pihak lebih luas lagi,” ujar Siti Noordjanah.

Selanjutnya, Kepala Subkoordinator Penanganan SDM LLDIKTI, Drs Wahyudin Tahedi SSos MSi mengatakan bahwa UNISA Bandung perlu cermat membaca indikator keberhasilan perguruan tinggi. Di antaranya, aspek SDM, kerja sama, pertukaran mahasiswa, realisasi Kampus Merdeka, dan lain-lain. “Seluruh perguruan tinggi di Jawa Barat perlu cerdas dan unggul dalam menghadapi persaingan,” ujarnya.

Pembangunan Papua dan Peran Generasi Muda

Pembangunan Papua dan Peran Generasi Muda

Pembangunan Papua dapat dilihat dari potret tantangan dan perjalanan Papua beberapa waktu ke belakang. Hal ini sejalan melihat Papua dalam konteks kebijakan baru yang dikeluarkan oleh negara dalam penanganan konflik. Salah satu kritikan yang muncul dari saudara di Papua adalah disatu sisi mereka merasa otsus sudah optimal dan di sisi lain sebagian besar menyatakan otsus ini gagal dan tidak efektif untuk menyelesaikan problem di Papua. Begitu papar Dr Velix Bernando Wanggai, S.IP., MPA dalam webinar bertemakan Masa Depan Papua: Perspektif Orang Papua Seri II, Sabtu (30/10).

Dr Velix melanjutkan untuk melihat masa depan Papua tentu dihadapkan dengan beberapa situasi dan tren ke depan seperti adanya lonjakan demografi generasi muda, new life style baru masyarakat, suku dan etik yang semakin beragam, urbanisasi, dan kota-kota menengah kecil baru yang muncul. “Kita juga dapat melihat bagaimana pertumbuhan kompetensi masyarakat Papua yang dapat diambil alih oleh peran perguruan tinggi,” begitu pungkasnya.

Staf Ahli Menteri PPN Bidang Pembangunan ini melanjutkan isu-isu lain yang perlu diperhatikan yaitu adanya kemunculan provinsi baru, ekonomi daerah dan kemandirian fiskal, potensi SDA di Papua, tren teknologi global, hutan Papua sebagai “heart of Indonesia”, dampak ekonomi berkelanjutan dan perubahan geopolitik serta perbatasan negara. “Hal yang menjadi penting yaitu bagaimana kita bersama melukis wajah tanah papua 20 tahun ke depan. Kita letakkan lukisan itu dalam rencana induk percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat,” paparnya. Ia mengingatkan agar pembangunan Papua perlu dibarengi dengan indikator yang mendukung sehingga dapat membentuk kepribadian Papua yang bangkit, adil, damai dan sejahtera pada tahun 2022-2042.

Dalam kesempatan yang sama Dian Wasaraka selaku narasumber kedua beranggapan ketika berbicara masa depan Papua itu tidak jauh dari peran pemuda. Data statistik Papua tahun 2020 menyebutkan bahwa Papua saat ini didominasi oleh generasi Y, Z, dan alpa. “Hasil penelitian kami menyebutkan generasi X dan Y memegang peranan aktif di sosial media karena mereka memiliki sumber daya, perangkat, dan uang. Sedangkan generasi Z lebih menjadi follower yang aktif dalam membagikan konten bahkan membagikan tanpa berpikir. Lalu generasi alpha menjadi generasi konsumen aktif,” paparnya. Hal yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana generasi muda Papua dapat menyikapi penyebaran konten tidak mendukung serta konten hoax yang jika dibiarkan justeru akan merusak jati diri pemuda Papua.

Akan menjadi hal yang memprihatinkan ketika 20 tahun yang akan datang isu mengenai keterbelakangan, kekerasan struktural dan gender, dan SDM Papua perlu diperhatikan terus menjadi isu yang diperbincangkan. Dian menyarankan perlunya literasi digital yang digencarkan serta adanya lingkungan hidup dan ruang tumbuh untuk anak. Ia menggaris bawahi perlu adanya adaptasi dan kompetisi yang menjadi isu krusial dan harus terus digencarkan. Adaptasi berupa adanya dukungan dalam memfasilitasi pengetahuan dalam literasi digital. Sedangkan kompetisi guna meningkatkan keunggulan dan harga diri Papua. “Ketika kami hanya diberikan kasihan terus menerus kami hanya akan menjadi jago kandang. Namun ketika kami diberikan adaptasi, dikenal, dan dibiarkan untuk berkompetisi maka kemampuan terbaik kami pasti akan kami tunjukkan,” pesannya. [] UM Papua/ Diktilitbang

Mahasiswa UMGO Bangun Mushala di Pulau Diyonumo

Mahasiswa UMGO Bangun Mushala di Pulau Diyonumo

Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) membangun Mushala di tempat wisata Pulau Dionumo, Desa Deme Dua, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) selama 52 hari berturut-turut secara gotong- royong.

Pembangunan mushola ini didukung oleh pihak LPPM dan Pimpinan UMGO serta masyarakat yang rela terjun langsung membantu proses pengerjaan mushola. Wakil Rektor I UMGO, Prof. Dr. Hj. Moon Hidayati Otoluwa,M.Hum yang juga meresmikan pendirian mushola mengapresiasi peran mahasiswa KKD UMGO yang turut mewujudkan keberadaan mushola di tempat tersebut. “Alhamdulillah kami dari UMGO berkesempatan meresmikan mushala Al – Bahri yang telah dirintis oleh mahasiswa KKD UMGO,” pungkasnya. Ia juga berharap agar mushola tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat dan wisatawan yang datang ke Diyonumo. “Dengan kegigihan dan keikhlasan masyarakat mereka bisa mendirikan mushala. Nantinya apabila wisatawan merasa nyaman dengan adanya mushala maka tentu wisatawan akan semakin banyak datang kesini sehingga bisa meningkatkan devisa desa ini tentunya,” paparnya.

Sementara itu Kepala Desa Deme Dua, Yusuf Talib mengatakan sangat antusias dan memberikan apresiasi yang sangat besar terhadap KKD UM Gorontalo yang selama ini sudah 52 hari berkecimpung dengan aparat desa dan masyarakat. “52 hari ini bagi kami masihlah kurang tetapi buat kami KKD adalah best of the best sangat-sangat berkesan bagi kami pemerintah desa dan masyarakat, sehingga kedepan Insya Allah kami meminta agar supaya KKD UM Gorontalo bisa kembali lagi ke Desa kami untuk melanjutkan cita-cita KKD yang saat ini ada di Desa kami,” pintanya dilansir dari suaramuhammadiyah.id Jumat (29/10). [] Diktilitbang

Penelitian tentang Perbankan Syariah Dosen UMY Peroleh Prestasi

Penelitian Dosen UMY tentang Perbankan Syariah Raih Prestasi

Tenaga didik di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi dalam bidang penelitian. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY, Dr Dimas Bagus Wiranatakusuma SE MEc dan Nurlaili Sukmawati merebut juara 2 Kategori Umum dalam Lomba Call for Paper Karya Riset Ilmiah (KARISMA) pada Kamis (28/10) lalu. Otoritas Jasa Keuangan Institute (OJKI) menjadi penyelenggara perlombaan ini.

Keduanya mengangkat isu tentang mitigasi risiko pada beberapa akad di bank syariah di Indonesia. Penelitian ini, dilansir oleh situs resmi UMY, bertujuan agar menjaga kesehatan perbankan syariah dengan menawarkan ambang batas ideal. Keduanya memaparkan bahwa bank syariah memiliki peran penting dalam menggerakan ekonomi nasional melalui pembiayaan. Hal itu sangat menentukan kinerja operasional dari perbankan syariah. “Pembiayaan merupakan sebuah aktiva produktif yang rentan terhadap risiko, sehingga hal ini dapat mengganggu kinerja operasional bank syariah,” ungkap D Bagus Wiranatakusuma dalam wawancara dengan Humas UMY pada Jumat (29/10).

Tema penelitian ini adalah “Analisis Mengukur Portofolio Optimal pada Akad Perbankan Syariah di Indonesia”. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah bank syariah, khususnya adalah bank umum syariah dan unit usaha syariah, mudharabah, musharakah, murabahah, dan istishna. Rentang studi dalam penelitian yakni tahun 2004 hingga 2020 dengan data berbasis bulanan.

Terdapat beberapa aspek dalam indikator penilaian. Pertama, aspek relevanitas dengan tema. Kedua, aspek konten yang memiliki dampak bagi pengembangan sektor jasa keuangan di Indonesia. Ketiga, orinsinalitas tulisan. Keduanya berharap agar penelitian ini dapat berkontribusi bagi aspek kebijakan dan tataran praktik dalam operasional bank syariah di Indonesia. “Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi mengenai bagaimana cara agar perbankan tetap dalam kondisi yang sehat dalam berbagai kondisi ekonomi melalui penetapan ambang batas optimal (optimal threshold),” pungkas Dimas.

Totalnya ada 30 jumlah karya tulis ilmiah dengan topik Regtech, 42 topik Manajemen Risiko, dan 28 topik Suptech

Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia

Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia

Ilmuwan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi bagian dari total 58 ilmuwan Indonesia yang masuk ke dalam Top 2% World Ranking Scientist pada Rabu (20/10) lalu. Dilansir oleh Tempo, pemeringkatan Top 2% World Ranking Scientist merupakan nama-nama ilmuwan yang termasuk ke dalam daftar 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Data ini merupakan publikasi Stanford University dan Elsevier BV secara tahunan. Prof John Ionnidis, Jeroen Baas, dan Kevin Boyack merupakan peneliti yang melakukan pemeringkatan ini. Publikasi ilmiah tersebut berjudul Data for Updated Science-Wide Author Databases of Standardized Citation Indicators.

Secara keseluruhan, nama-nama ilmuwan di dunia yang termasuk ke dalam daftar yakni sebanyak 159.648 orang. Kesemua namanya terpilih dengan faktor jumlah nama yang paling banyak menjadi kutipan dalam jurnal-jurnal ilmiah di dunia. Oleh karena itu, masuknya mereka ke dalam daftar tersebut menjadikan mereka ilmuwan yang paling berpengaruh di dunia.

Pada tahun 2020 lalu, ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang termasuk dalam Top 2% World Ranking Scientist sejumlah 40 orang. Oleh karena itu, bertambahnya angka menajdi sebanyak 58 orang merupakan sebuah kenaikan. Apalagi, di antara 58 orang tersebut, dua orang di antaranya merupakan ilmuwan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah/’Aisyiyah (PTMA).

Pertama, Agus Setyo Muntohar yang merupakan dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kedua, Tole Sutikno yang merupakan seorang dosen Teknik Elektro Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Hal ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi PTMA, terutama kedua ilmuwan UMY dan UAD tersebut.

Berikut ini adalah nama-nama keseluruh 58 orang ilmuwan Indonesia yang termasuk ke dalam Top 2% World Ranking Scientist. 

Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia
Ilmuwan UMY (27) dan UAD (45) masuk dalam Top 2% World Ranking Scientist.
Membanggakan! Tiga PTM Masuk 10 Besar Universitas Terbaik Dunia

Membanggakan! Tiga PTM Masuk 10 Besar Universitas Islam Terbaik Dunia

Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Pencapaian luar biasa yang diraih oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi Top Islamic Universities in the world 2021 uniRank University Rankingedisi Oktober 2021.

Tiga PTM tersebut masuk pada urutan 10 besar yaitu UMS menempati urutan ketiga, UMM di urutan keenam dan UMY di urutan kedelapan. Prestasi ini bukan hanya mengharumkan nama persyarikatan Muhammadiyah, melainkan sumbangsih nyata bagi perkembangan pendidikan umat dan bangsa. Informasi selengkapnya https://www.4icu.org/id/. [] Diktilitbang

Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Mesin UMS Bertambah

Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Mesin UMS Bertambah

Universitas Muhammadiyah Surakarta menambah jumlah Guru Besar di bidang Ilmu Teknik Mesin (dan Permesinan Lain) pada Senin (25/10) lalu. Momen ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 65067/MPK.A/KP.05.01/2021 tentang Kenaikan Jabatan Fungsional Akademik Dosen kepada Marwan Effendy ST MT PhD. Marwan Effendy ST MT PhD kini menjadi Guru Besar atau Profesor di bidang Ilmu Teknik Mesin (dan Permesinan Lain). Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Prof Dr Ir Muhammad Zainuri, DEA merupakan pihak perwakilan yang menyerahkan SK tersebut.

Sejumlah pejabat UMS dan sivitas akademika UMS turut hadir. Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif MSi memberikan sambutan. Ia menyampaikan bahwa UMS memiliki komitmen tinggi untuk memberikan mutu pendidikan yang sesuai dengan visi UMS. “Pada tahun 2029, harapannya UMS menjadi Pusat Pendidikan dan Pengembangan IPTEKS yang Islami dan memberikan arah perubahan,” ujarnya. Tidak hanya Marwan Effendy saja, melainkan akan ada Guru Besar lainnya. Rencananya, UMS akan mengumumkan nama-nama tersebut pada 10 November mendatang.

Marwan Effendy sendiri telah memiliki sebanyak 27 karya ilmiah yang terdokumentasi pada Scopus. Selanjutnya, 5 di antara 27 karya ilmiah tersebut memiliki kategori jurnal dengan faktor dampak (high-impact factor), yakni Applied Thermal Engineering (IF 5,29); International Journal of Heat and Fluid Flow (IF 2,79); Sustainability (IF 2,58); Case Studies in Thermal Engineering (IF 4,72); dan Journal of Materials Research and Technology (5,04).

Dilansir dalam situs resmi UMS, Marwan Effendy merupakan seorang doktor lulusan universitas di London dan telah aktif bergiat di penelitian, pengabdian, dan asosiasi ilmiah lainnya. Ia juga mendapatkan pengakuan sebagai reviewer dari penerbit terkemuka Elsevier pada 2018 lalu.

Sementara Kepala LLDIKTI Wilayah VI Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA, berharap bahwa segala yang Rektor UMS jalankan dalam masa pandemi ini dapat mengantar kembali ke sistem perkuliahan yang ideal.

Unisa Yogyakarta Adakan Sosialisasi Cegah Pemalsuan Ijazah

Unisa Yogyakarta Adakan Sosialisasi Cegah Pemalsuan Ijazah

Dua tahun lalu telah banyak terjadi pemalsuan ijazah, dan membuat banyak keprihatinan semua pihak yang berada di lingkungan pendidikan. Dengan begitu diperlukan adanya Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik guna menghindari terjadinya pemalsuan ijazah di perguruan tinggi. Begitu papar Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat selaku Rektor Unisa Yogyakarta dalam sambutannya pada kegiatan Sosialisasi Kebijakan Aplikasi Penomoran Ijazah Nasional (PIN) Dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL) di Kampus Universitas `Aisyiyah Yogyakarta, Jumat (22/10).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, Dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ini diadakan dalam rangka meningkatkan layanan PIN dan SIVIL di lingkungan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H selaku Plt Kepala LLDIKTI Wilayah V mengatakan sewaktu menjabat sebagai kepala Humas di Kemenristek Dikti pertama kali membongkar komplotan ijazah palsu serta munculnya kasus-kasus yang lain, yang membuat alarm dikementrian berbunyi, sehingga membuat kementrian siap siaga untuk melindungi para mahasiswa dari hal-hal seperti itu.

“Setelah kejadian itu kami lalu membentuk tim untuk mengembangkan program ini, karena fungsi kami selain itu untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi wilayah dan itu sangat berkaitan dengan hal tersebut,” ucap Bhimo. Kegiatan ini diadakan secara Offline dan Online dari tanggal 21 – 23 Oktober 2021, serta dihadiri sebanya 60 peserta perwakilan dari berbagai wilayah di Indonesia. [] Unisa Yogyakarta/ Diktilitbang